“ Nama akak, Maimanah. Panggil Kak Manah pun boleh. Adik siapa nama?” sapaan ramah seorang kakak senior benar-benar membuat diri merasa betah di sini.“Kalau ada sebarang masalah baik dari segi pelajaran (materi kuliah), mahu keluar jalan-jalan mahupun sebarang masalah lain sepanjang berada di sini, boleh contact akak anytime (bisa hubungi kakak kapanpun)” Luar biasa..“ tak sangka jumpa orang nama sama.. InsyaAllah moga kita boleh kenal lebih dekat nanti”.. kata kakak yang lain pula.. Itu memori hari semalam.. waktu-waktu pertama menjejakkan kaki ke Makassar, Kota Anging Mammiri.
Kagum melihat peribadi-peribadi (sosok) kakak senior yang berjaya mengharungi dunia clinical (coass) yang tidak pernah surut dari taufan kesibukan. Kakak yang kukagumi, setiap detik dalam hidupnya penuh bermakna kerna dia tahu betul matlamat hidupnya. Dia tahu dirinya 5-10 tahun ke depan. Maka giat berusaha untuk merealisasikannya. Kakakku sering berkata, “hidup ini ada turun naiknya, apa jua perancangan Allah SWT pada kita, anggaplah sebagai ekstra marks yang Allah mahu berikan.. bersabar dan jangan pernah menyerah”. Kakak sangat berpegang pada konsep “5 star doctor” yang mengatakan kalau dokter adalah care provider, manager, community leader, decision-maker, dan communicator.
Study smart and hard boleh membantu dalam mencapai karekter care provider. Ilmu kedokteran yang dimiliki membolehkan seorang dokter mendiagnosis dan merawat sesuatu penyakit dengan benar. Ilmu yang mantap juga membolehkan dokter menjelaskan tentang penyakit yang dihadapi oleh penderita dengan benar pula. Sementara untuk karekter yang lain, hanya dapat diperoleh melalui penglibatan lansung dengan masyarakat. Contohnya berpersatuan, penglibatan dalam organisasi sosial dan sebagainya.Kakak telah membuktikan bagaimana dicelahan kesungguhannya menuntut ilmu bekerja dan belajar sewaktu dunia klinikal, beliau masih sanggup menghadiri pertemuan-pertemuan dalam rangka kembali beriman kepada Allah. Duduk bersama untuk mendengarkan peringatan tentang hakikat kehidupan. Begitu juga kakak, masih sempat membagi waktu untuk tetap aktif dalam dunia persatuan dan aktiviti kemasyarakatan yang lainnya. Kata kakak.. “dunia klinikal (coass) adalah satu latihan amali/praktikal yang paling hampir dengan dunia sebenar. Nantinya kita bukan hanya seorang dokter professional di hospital/ Rumah sakit, kita bahkan adalah seorang anak kpd orang tua, isteri kepada seorang suami, ibu kepada anak-anak dan anggota kepada masyarakat. Ada tuntutan yang harus kita penuhi. Kalau kita tidak mampu untuk menjalankan peran kita, maka aka nada pihak yang akan terabaikan dan itu bermakna kita telah berbuat zalim. Makanya mulai latihan itu dari sekarang, supaya kita nantinya menjadi orang yang lebih baik”
Sebab itu banyak orang yang sebelumnya aktivis dakwah juga gugur, berpakaian dan berakhlak tidak layaknya seorang pendakwah..orang-orang yang menjaga pergaulan juga tidak lagi segan silu bertepuk tampar dengan kaum lawan jenis. Yang menjaga rapi auratnya bisa melayang jilbab, stoking, armsock entah ke mana. Yang sentiasa solat sunat sebelumnya, tidak lagi merasa canggung untuk meninggalkan solat wajib..Naudzubillah..naudzubillah..
Semoga pengalaman dan suka duka kehidupan kakak sepanjang berada di bumi Makassar ini akan menjadi pengajaran dan pelajaran buat kami agar lebih berhati-hati meniti hari esok yang penuh cabaran. Kata orang bijak “belajarlah dari pengalamanmu dan pengalaman orang lain”..buat kakak seniorku yang amat bermakna dalam hidupku.. Kak Maimanah, Kak Iman, Kak Fuzah, Kak Nusaibah, Kak Aisyah, Kak Hala, Kak Umi, Kak Ainul, Kak Faizah, Kak Sarah dan semua kakak-kakak yang telah memberi warna dan tunjuk ajar yang tidak pernah mungkin untuk ku balas, selamat menempuh perjuangan baru dan moga kita sama-sama terus istiqamah berada di atas jalanNya.. amin Ya Rabb.. SAYANG KAKAK-KAKAK KERANA ALLAH SWT!!




