Skinpress Rss

Khamis, 17 Mac 2011

BELAJAR DARI SENIOR

0


“ Nama akak, Maimanah. Panggil Kak Manah pun boleh. Adik siapa nama?” sapaan ramah seorang kakak senior benar-benar membuat diri merasa betah di sini.“Kalau ada sebarang masalah baik dari segi pelajaran (materi kuliah), mahu keluar jalan-jalan mahupun sebarang masalah lain sepanjang berada di sini, boleh contact akak anytime (bisa hubungi kakak kapanpun)” Luar biasa..“ tak sangka jumpa orang nama sama.. InsyaAllah moga kita boleh kenal lebih dekat nanti”.. kata kakak yang lain pula.. Itu memori hari semalam.. waktu-waktu pertama menjejakkan kaki ke Makassar, Kota Anging Mammiri.

Sedar tidak sedar 3 tahun telah berlalu. Saban tahun kakak-kakak senior yang sebelumnya menjadi tempat rujukan, teman curhat (curahan hati/ luahan perasaan), dan contoh panutan satu persatu pulang ke tanah air untuk memulakan perjuangan sebenar hidup masing-masing. Kali ini pula selesainya program perkuliyahan kakak senior angkatan 2005 menandakan mereka akan pulang buat selamanya ke tanah air mengundang badai kesedihan di pantai hati. Berat rasanya jiwa ini melepaskan mereka pergi meninggalkan kami yang masih memerlukan bimbingan dan tunjuk ajar dari mereka. Tapi inilah sunnatullah. Setiap pertemuan pasti akan diiringi dengan perpisahan. Setiap permulaan akan ada pengakhiran. Yang tua pasti akan digantikan dengan yang muda. Begitu juga setiap yang datang akan tiba masanya untuk pergi. Yang paling penting kita memaknai setiap hal yang kita pelajari dari mereka.

Kagum melihat peribadi-peribadi (sosok) kakak senior yang berjaya mengharungi dunia clinical (coass) yang tidak pernah surut dari taufan kesibukan. Kakak yang kukagumi, setiap detik dalam hidupnya penuh bermakna kerna dia tahu betul matlamat hidupnya. Dia tahu dirinya 5-10 tahun ke depan. Maka giat berusaha untuk merealisasikannya. Kakakku sering berkata, “hidup ini ada turun naiknya, apa jua perancangan Allah SWT pada kita, anggaplah sebagai ekstra marks yang Allah mahu berikan.. bersabar dan jangan pernah menyerah”. Kakak sangat berpegang pada konsep “5 star doctor” yang mengatakan kalau dokter adalah care provider, manager, community leader, decision-maker, dan communicator.

Study smart and hard boleh membantu dalam mencapai karekter care provider. Ilmu kedokteran yang dimiliki membolehkan seorang dokter mendiagnosis dan merawat sesuatu penyakit dengan benar. Ilmu yang mantap juga membolehkan dokter menjelaskan tentang penyakit yang dihadapi oleh penderita dengan benar pula. Sementara untuk karekter yang lain, hanya dapat diperoleh melalui penglibatan lansung dengan masyarakat. Contohnya berpersatuan, penglibatan dalam organisasi sosial dan sebagainya.

Kakak telah membuktikan bagaimana dicelahan kesungguhannya menuntut ilmu bekerja dan belajar sewaktu dunia klinikal, beliau masih sanggup menghadiri pertemuan-pertemuan dalam rangka kembali beriman kepada Allah. Duduk bersama untuk mendengarkan peringatan tentang hakikat kehidupan. Begitu juga kakak, masih sempat membagi waktu untuk tetap aktif dalam dunia persatuan dan aktiviti kemasyarakatan yang lainnya. Kata kakak.. “dunia klinikal (coass) adalah satu latihan amali/praktikal yang paling hampir dengan dunia sebenar. Nantinya kita bukan hanya seorang dokter professional di hospital/ Rumah sakit, kita bahkan adalah seorang anak kpd orang tua, isteri kepada seorang suami, ibu kepada anak-anak dan anggota kepada masyarakat. Ada tuntutan yang harus kita penuhi. Kalau kita tidak mampu untuk menjalankan peran kita, maka aka nada pihak yang akan terabaikan dan itu bermakna kita telah berbuat zalim. Makanya mulai latihan itu dari sekarang, supaya kita nantinya menjadi orang yang lebih baik”

Menyentuh permasalahan dan halangan serta cabaran di hospital/rumah sakit, perubahan hidup yang sangat kentara berbanding era perkuliahan yang ternyata sangat santai dan tiada apa-apanya. Bergelar clinical student/ coass saat membutuhkan pengorbanan waktu yang vtidak sedikit. Pendek kata menyita seluruh waktu yang kita punya. Makanya di situ memerlukan kebijakan kita untuk menguruskan waktu dan kekuatan dalaman kita untuk melawan keletihan dalam menghadiri aktiviti lain diluar. Teori yang dipelajari saat perkuliahan juga agak malu-malu untuk keluar dari kepala, seperti ais yang tersimpan kemas di kotak minda. Memerlukan usaha yang tidak mudah untuk menghangatkannya dan sekaligus lebih banyak belajar hal-hal yang baru. Untuk itu, kita harus mampu belajar dalam keadaan terdesak.

Reality kehidupan dunia clinical, kita akan bertemu dengan pelbagai ragam manusia. Di sini akan teruji batas pergaulan kita.. ya.. masalah ikhtilat. Dunia kedokteran benar-benar mampu menumpulkan sensitivity kita tentang masalah ini. baik dari segi hubungan dokter-penderita yang memang membutuhkan sang dokter untuk menyentuh dan melakukan pemeriksaan terhadap pasien/ penderita, hubungan dengan teman-teman sekerja yang ada waktu di mana bilik/ kamar yang dikhususkan untuk pelajar clinical/ coass Cuma 1 dan baik laki-laki mahupun perempuan harus menggunakan kamar yang sama meski sewaktu jaga malam (oncall). Belum menyentuh ragam dokter yang pelbagai, ada yang sengaja mengambil kesempatan dan sebagainya. Dalam situasi ini kita akan belajar banyak tentang dimana bisa fleksible dan di mana pula harus rigid. Bercermin kembali pada hubungan kita dengan Allah dan keyakinan kita bahawa Allah Maha Melihat apa yang kita perbuat.

Sebab itu banyak orang yang sebelumnya aktivis dakwah juga gugur, berpakaian dan berakhlak tidak layaknya seorang pendakwah..orang-orang yang menjaga pergaulan juga tidak lagi segan silu bertepuk tampar dengan kaum lawan jenis. Yang menjaga rapi auratnya bisa melayang jilbab, stoking, armsock entah ke mana. Yang sentiasa solat sunat sebelumnya, tidak lagi merasa canggung untuk meninggalkan solat wajib..Naudzubillah..naudzubillah..

Dalam mengatasi masalah seperti ini, kakak menyarankan supaya kita memasuki bagian (daftar department) bersama. Kerna adanya sahabat yang membantu iman akan menguatkan kita dan menjaga kita dari suasana yang tidak baik. Ada sahabat untuk saling mengingatkan. Ada sahabat yang akan menghulurkan tangan memimpin langkah kita kembali ke landasan. Bak kata seseorang “lone ranger tend to fall hundred time easier then multiple ranger all together” Pengalaman kakak, setiap mendaftar ke bagian baru, dia akan menghantar sms kepada teman-temannya untuk saling memperbaharu niat dan berdoa pada Allah agar membimbing langkah mereka dan menjaga mereka dari segala hal yang tidak sesuai keinginanNya. Dan sms itu disimpan buat membakar kembali semangat tatkala lemah, dan mengobarkan langkah tatkala mulai kepenatan. Dalam menghadapi masalah komunikasi juga, kata kakak, kita harus tegas untuk menunjukkan pendirian kita. Jaga jarak dan tunjukkan betapa kita tidak suka dengan pergaulan yang tidak syar’i.

Semoga pengalaman dan suka duka kehidupan kakak sepanjang berada di bumi Makassar ini akan menjadi pengajaran dan pelajaran buat kami agar lebih berhati-hati meniti hari esok yang penuh cabaran. Kata orang bijak “belajarlah dari pengalamanmu dan pengalaman orang lain”..

buat kakak seniorku yang amat bermakna dalam hidupku.. Kak Maimanah, Kak Iman, Kak Fuzah, Kak Nusaibah, Kak Aisyah, Kak Hala, Kak Umi, Kak Ainul, Kak Faizah, Kak Sarah dan semua kakak-kakak yang telah memberi warna dan tunjuk ajar yang tidak pernah mungkin untuk ku balas, selamat menempuh perjuangan baru dan moga kita sama-sama terus istiqamah berada di atas jalanNya.. amin Ya Rabb.. SAYANG KAKAK-KAKAK KERANA ALLAH SWT!!

Rabu, 16 Mac 2011

QUDWAH FI THARIQU DAKWAH

0


Teladan sepanjang jalan dakwah. Dalam menelusuri jalan dakwah ini kita amat memerlukan kepada figure-figur yang boleh kita contohi untuk terus thabat (tetap) dan istiqamah di atasnya. Sepertimana Allah memberikan kita satu figure yang amat sempurna dalam mempelajari Islam itu sendiri yakni Junjungan Agung, Rasulullah SAW..

Al-Quran telah mengarahkan Rasulullah S.A.W. supaya mendidik hati, fikiran, perasaan, tingkahlaku dan akhlak manusia ke paras yang lebih tinggi dan mulia. Seterusnya, membentuk ummah dan membina daulah. Itulah hakikat Rasul diutuskan. Itulah contoh yang terbesar.

Hasilnya, dengan kurniaan Allah S.W.T. jua, Rasulullah S.A.W. telah berjaya mengubah corak hidup manusia yang serba pincang kepada corak hidup yang sempurna, aman, damai, bahagia dan bercahaya di bawah sistem yang ditanzilkan(diturunkan) Allah S.W.T. Akhlak dan keperibadian Rasulullah S.A.W. memainkan peranan utama dalam perlaksanaan tanggungjawabnya. Firman Allah S.W.T.:

Terjemahannya:
"Adalah pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi sesiapa yang berharap untuk bertemu dengan Allah dan Hari Akhirat, dan mengingati Allah sebanyak-banyaknya".

(Surah Al Ahzab ayat : 21)

Kepimpinan dan contoh yang dibawa oleh Rasulullah S.A.W. telah memperlihatkan 'Amal Kulli dan Mutawazin. Amal yang merangkumi semua aspek kehidupan baik dari sudut fikri mahu pun dari sudut siasi. Natijahnya, lahirlah satu ummah yang terpimpin dengan roh al-Quran. Al Qur'an sentiasa mengalir di dalam jiwa-jiwa mereka dan memimpin hati-hati mereka hingga tunduk dan patuh kepada Allah S.W.T. dan rasulNya sahaja. Natijahnya juga, mereka tidak memilih nilai-nilai yang lain selain daripada nilai yang telah diajar oleh Rasulullah S.A.W.. Mereka telah mempersaksikan keperibadian yang agung dan tinggi hingga keperibadian itu tidak terjejas apabila bertembung dengan berbagai-bagai suasana. Mereka tetap beradab dengan Allah S.W.T. dan Rasul-Nya samada sewaktu senang atau susah, aman atau damai, bahkan dalam suasana perang dan genting.

Sepertimana Rasulullah SAW yang ditarbiyah secara lansung oleh Allah SWT hingga melahirkan suatu akhlak yang agung yang menjadi contoh panutan seluruh alam, para sahabat yang melihatnya lantas menjalani proses tarbiyah di bawah bayangan Rasulullah SAW hingga yang terhasil adalah generasi Al-Quran yang unik. Generasi para sahabat ini kemudiannya menjadi contoh teladan terhadap generasi tabien yang tidak pernah menatap wajah Rasulullah SAW. Tetapi dengan model akhlak dan contoh teladan yang menghiasi peribadi para sahabat hingga generasi tabien juga merasai betapa dekatnya mereka dengan Rasulullah. Begitulah seterusnya dan seterusnya hingga kepada kita hari ini. Kerna adanya orang yang rela dididik untuk kemudiannya mendidik orang lain, maka aqidah Islamiyah dan akhlak yang mahmudah (terpuji) tersebar dari generasi ke generasi.

Itulah kuncinya. Melahirkan generasi yang hebat harus bermula dengan mewujudkan peribadi (sosok) yang hebat. Kita sebagai kakak, harus menjadi teladan kepada adik-adik di rumah. Kita sebagai senior, harus menjadi teladan pula kepada junior-junior di bawah kita. Nantinya kita sebagai ibu, menjadi teladan pula kepada anak-anak kita. Begitulah seterusnya dan seterusnya. Ibarat mata rantai yang takkan terputus sampai kepada generasi yang akan datang. Segalanya bermula dari diri kita.

Menjadi kakak atau senior yang lebih tua bukanlah pilihan. Kerna kita hanya mematuhi sunnatullah yang telah tercatat di Loh Mahfuz. Menjalani kitaran hidup yang senantiasa bergerak. Namun menjadi kakak/ senior yang baik dan soleh/ah itu adalah pilihan. Memang tidak mudah. Kerna hakikatnya kita manusia lemah yang cepat lupa. Sering perlukan bimbingan dan petunjuk untuk tetap berada di atas jalan yang benar. Namun tiada salahnya jika kita berusaha sekuat tenaga dan memeras akal fikiran kita untuk menjadi teladan yang terbaik. Adik-adik, junior-junior mahupun anak-anak kita adalah medan amal kita. Orang-orang yang suci yang menunggu corakan dari kita. Maka jika kita masih ragu untuk menyimbahkan warna yang terang pada mereka, pasti mahu tidak mahu warna suram akan mewarnai hidup mereka. Mereka akan belajar dari orang lain dari sekeliling dan akhirnya dipengaruhinoleh nilaian yang tidak baik lagi melanggar corakan Allah.

Maka untuk menjadi teladan yang baik pada adik-adik dan junior-junior, kita yang pertama harus siap untuk menerima didikan. Siap mencontohi orang-orang yang memiliki ilmu serta keperibadian yang hebat. Dan senantiasalah bermuhasabah, menilai kembali diri kita dan berusaha untuk membina sifat-sifat yang diinginkan Allah pada diri seorang hamba. Jagalah diri dan hiasi peribadi dengan akhlak mahmudah dan jauhilah akhlak yang mazmumah. Semoga Allah sentiasa redha pada kita.

“ Seorang mukmin, menangis lemah disisi Allah, maka Allah menguatkannya disisi manusia..”

Jumaat, 11 Mac 2011

ASK ONE PERSON TO ALLAH

0


“ Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal soleh dan berkata :sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerahkan diri”

[QS Fushilat : 33]

Berbahagialah, jika hingga saat ini engkau masih hidup bersama dakwah. Berbahagialah, jika detik ini tugas mulia itu masih kau jaga dan menjadikannya mutiara dalam setiap nafasmu. Ketika engkau pergi membawa cahaya dan memasuki lorong-lorong gelap dan terjal, maka itulah dakwah. Ketika engkau menyapa semua warna dan mensibghahnya dengan warna putih yang kau punya, maka itulah dakwah. Semua warna ada dengan segala keunikannya. Bahkan warna hitam pun akan menjadi coklat jika kau sibghah dengan warna putihmu.

‘Nahnu du’at qobla kullu syai’in’. kita adalah penyeru sebelum yang lain. seperti yang difirmankan Allah dalam ayat di atas. Betapa jelas, bahawa tidak ada seruan yang lebih baik daripada seorang yang menyeru kepada Allah. Karena setiap kata-kata yang keluar dari mulut mereka adalah cahaya. Setiap kebaikan yang diucapkan dan dilakukan adalah cinta. Maka, bisa jadi seruan itu akan mengantarkan orang-orang yang diseru pada hidayah. Begitulah dakwah.

Dakwah adalah sebuah perjalanan yang tak akan berakhir kecuali nafas terakhir yang kau punya meninggalkan raga. Dakwah adalah kehidupan yang selalu dan setiap saat menempel ditubuhmu, menjadikanmu wangi disisiNya. Memang, perjalanan dakwah bukanlah perjalanan yang menyenangkan. Terjal, penuh rintangan. Tapi, ingatlah bahawa ketika tugas berat itu telah selesai kau rampungkan, ada sebuah hadiah istimewa dariNya, ada kado syurga untukmu, ada kebahagiaan yang belum pernah terpikirkan selama engkau hidup di dunia. Maka, biarkan dakwah membalut setiap gerak gerimu, setiap kata, setiap tulisan-tulisanmu.

Tapi jangan lupa bahawa pada akhirnya perjalanan dakwah yang kita lalui memerlukan sebuah kepasrahan jiwa, ketundukan hati untuk menyerahkan hasil sepenuhnya pada Rabbul Izzati. Tawakal! Karena hanya DIA yang mengetahui, segala hal yang terbaik bagi hambaNya.

Khamis, 10 Mac 2011

SEGALANYA TENTANG RINDU

0


Rindu adalah sesuatu yang lahir dari kalbu. Rindu adalah wujud cinta yang tertanam dalam. Tidak ada yang salah dengan rindu, jika rindu itu menancap di hatimu, biarkan ia mengalirkan darahmu kepada yang paling dirindu, kepada Allah dan Rasul-Nya. Maknailah kerinduan dengan sebuah taman yang akan menyuburkan keimanan, yang akan menumbuhkan buah-buah segar dalam pohon bernama “kehidupan”. Tetapi jangan biarkan rindu itu menjadi hama yang akan menjauhkanmu dari agama, jika itu yang terjadi, maka tumbangkanlah dan buanglah sejauh engkau bisa.

Rindu terbit dari rasa cinta. Ketahuilah bahawa rindumu pada-Nya adalah rindu yang di dalamnya tersimpan kekuatan Maha Dahsyat, bahkan jikalau rindu itu ditikam lawan, maka ia akan tetap bersemayam dalam jiwamu. Tetap mengisi hari-harimu, tetap melekat dalam jiwamu. Kerna inilah sebenarnya hakikat rindu. Kerinduan yang sampai pada taraf keinginan yang kuat untuk bisa berjumpa dengan-Nya. Untuk bisa menatap wajahNya. Rindu adalah kekuatan, dan kekuatan akan melahirkan ketaatan.

Rindu adalah bongkahan batu yang harus kau pecah! Harus kau hancurkan! Menjadi butir-butir temu di titik beku. Karena sejatinya, jika engkau merindu, tidak ada yang lebih indah pada akhirnya daripada sebuah perjumpaan. Namun mungkin pada hari ini engkau masih belum bisa menemukan perjumpaan besar. Hanya menemukan perjumpaan kecil dalam rakaat-rakaat panjang. Tapi ketahuilah bahawa perjumpaan kecil itu yang akan mengukuhkan rindumu untuk kemudian pecah saat perjumpaan besar digelar. Itulah puncak kenikmatan. Ketika rindu yang dipendam bertahun-tahun menjelma keterpesonaan dan keindahan disinggahsana Tuhan…

Isnin, 7 Mac 2011

INVESTMENT SAHAM AKHIRAT

0


Wang.. Wang.. Wang..

Berbicara masalah dunia hari ini pasti takkan pernah terlepas dari membahaskan masalah kewangan. Majoriti dari masyarakat hari ini menjadikan wang sebagai subjek utama kehidupan. Ungkapan “kalau tak de duit, macam mana nak hidup?” “ ingat beli beras pakai pasir ke?” selalu terdengar. Hasilnya semua orang sibuk mengendalikan perniagaan (business) yang boleh menghasilkan wang.

Dari yang tak punya modal pusingan hinggalah yang berkelulusan professional. Dari anak sekolah rendah (SD) hinggalah yang sudah menjawat gelar doctor pHD. Yang jurutera (engineer) sibuk dengan business di internetnya, yang sudah jadi dokter pakar kecemasan dsb (spesialis gawat darurat) sibuk dengan direct sellingnya. Yang medical student juga ikut sibuk dengan business makanan buat minda, supplemen dan sebagainya. Pokoknya semua orang sibuk dalam menghitung dan mengumpul keuntungan dunia.

Bukan salah untuk mencari harta dunia namun harus kita waspada. Kerna takutnya dunia yang menjadi tujuan kita bukan lagi akhirat yang sepatutnya. Kata seorang bijak “jika kamu mengejar dunia, maka dunia akan lari. Tapi jika kamu mengejar akhirat, maka dunia akan mengejarmu.” Hidup kita bukan hanya didunia. Masih ada lagi kehidupan akhirat yang kekal abadi menanti. Sabda Rasulullah SAW:

“Orang yang paling pintar dikalangan umatku adalah yang paling banyak ingat mati dan yang paling bersedia menghadapinya”
[HR Abdullah Ibnu Umar]

Terkadang kerna wang, manusia lupa keluarga, lupa sanak saudara. Ini dibuktikan apabila ibu bapa meninggal, mulalah adik beradik bergaduh dan ada yang sampai sanggup saling berbunuh gara-gara merebutkan harta pusaka peninggalan orang tua. Padahal adik beradik itu harusnya berkasih sayang dan saling membantu.

Kerna wang, jarang yang mahu menghulurkan sedekah, membantu anak yatim, fakir miskin dan orang yang membutuhkan. Kata mereka “ kenapa pula aku yang harus beri? sedangkan aku yang bersusah payah mencari harta siang dan malam”. Mereka lupa kalau dalam harta itu ada zakat yang menjadi hak fakir miskin dan anak yatim.

Harta benda itu sebenarnya adalah milik Allah. Ia dipinjamkan kepada kita sebagai nikmat dan ujian. Siapa yang bijak mengurusnya akan mengaut keuntungan dan siapa yang tamak haloba tidak lain hanya akan menanggung kerugian yang besar. Orang yang benar-benar kaya bukanlah orang yang banyak harta dunianya sebaliknya orang yang berjaya mentransferkan harta dunianya menjadi saham akhirat.

Ayah pernah menasihati, dalam memenangi hati mutarabbi perlu invest. Belanja mereka makan (traktir), belikan mereka hadiah (ole-ole/kado). Luangkan masa untuk lebih dekat dengan mereka. Sediakan diri untuk mendengar keluh kesah mereka. Semua dalam rangka untuk memenangi hati. Jangan pernah merasa berat dan kedekut untuk mengeluarkan harta di jalan dakwah ini kerna itu sebenarnya investment akhirat kita. Modal awal dalam urusniaga dengan Allah. Setiap sen yang kita laburkan itu insyaAllah akan ditukarkan oleh Allah SWT sebagai saham pahala yang berlipat ganda.

Menurut teori miroekonomi, harga sesuatu produk berkadar lansung dengan hubungan antara permintaan serta input dan output. Jika input dan output bergaris datar sedangkan permintaan meningkat, maka harga juga akan meningkat. Sedangkan jika output meningkat sedangkan permintaan menurun, harga juga akan menurun. Jika input dan output menurun sedangkan permintaan masih dalam garis datar, harga akan meningkat. Investment juga hanya membolehkan objek yang bernilai untuk dijadikan modal atau tukaran. Contohnya seperti wang ringgit, tanah, properties (rumah, kereta, emas dll). Modal dan saham juga akan mengikut kepada keadaan ekonomi semasa dan berkemungkinan untuk mengalami susut harga yang fatal dan merugikan. Kesimpulannya setiap perniagaan itu punya potensi dan resiko untuk mengaut keuntungan mahupun menanggung kerugian.

Berlainan halnya dengan peraturan perniagaan dengan Allah. Setiap investment pasti akan mendatangkan keuntungan buat pemodal. Tidak kira dalam suasana ekonomi yang bagaimana sekalipun keuntungan itu tetap terjamin. Kita juga boleh menggunakan sebarang object sebagai modal investment seperti harta benda, masa, tenaga, anggota badan, ilmu, kemahiran dll. Tiada batasan. Firman Allah SWT:

“ Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mahupun harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah sehingga mereka membunuh atau terbunuh (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung”

[surah At-Taubah; 111]

Sabtu, 5 Mac 2011

KEMBALI

0


Harapan dari setiap insan
kesenangan serta ketenangan
menjalani hidup ini tanpa ada cobaan

Sayang harapan itu tak pasti
karna cobaan akan terjadi
‘tuk menguji sabar diri dan ketakwaan

Akankah kita tetap tegar
menjalaninya dengan keikhlasan
ataukah terjerumus ke dalam keputusasaan?

Katakanlah, kami ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepada-Nya
kapan dan di mana saja

Dan berdo’alah, mohon ampunan
dari semua kesalahan
agar mendapat keridhoan dan pertolongan
dalam ujian
BY: Tashiru Kembali

Khamis, 3 Mac 2011

BAHAYA FUTUR

0


Futur adalah kemerosotan atau kemalapan yang berlaku pada keimanan atau keIslaman seseorang. Futur adalah satu penyakit. Seseorang yang dihinggapi penyakit ini akan lemah dalam melaksanakan tanggungjawab yang diamanahkan oleh Allah Subhanahuwata’ala. Antara bentuk-bentuk futur yang sering di alami oleh seseorang adalah:

1) Malas ber’ibadat.

2) Fenomena mati tidak memberi kesan kepada hati. Justeru itu kita digalakkan menziarahi kubur sebagai ‘ubat’ agar hati kita dapat mengambil pengajaran daripada peristiwa kematian.

3) Melakukan ma’siat samada kecil atau besar. Lebih teruk kefuturan seseorang jika kema’siatan menjadi kebiasaan. Dan lebih teruk lagi kefuturannya jika dia bergembira dengan ma’siat.

4) Suka melihat atau menyaksikan ma’siat. Orang beriman akan melihat dosa ma’siat umpama sebuah gunung yang akan menimpa dirinya, sedangkan orang munafik akan melihat dosa umpama lalat yang hinggap di hidungnya sahaja.

5) Ukhuwwah menjadi longgar.

6) Ghairah kepada dunia. Sebok dengan dunia hingga membuang masa dengan kerja-kerja yang tidak berfaedah. Dalam sistem yang ada, gagasan kecemerlangan yang disogokkan kerap menjerumuskan seseorang kepada sikap ghairah dengan dunia.

7) Berbangga dengan kemajuan duniawi. Atau merasakan lemah dengan kemunduran duniawi.

8) Lemah atau tidak bersedia untuk iltizam (patuh)

9) Menangguh-nangguhkan kerja.

Semua perkara di atas melemahkan keperibadian seseorang. Kadangkala seseorang itu futur hingga tidak bermaya melaksanakan kerja-kerja Islam. Futur boleh membahayakan aspek rohani atau ruhy kita terutama kerana ia bisa memnyebabkan:

1) Tidak ikhlas dalam berkerja.
Ikhlas perlulah dibina dan dikawal supaya ia hadir dalam semua kerja yang kita lakukan. Ikhlas kepada Allah Subhanahuwata’ala dalam setiap kerja sangatlah berat, lebih-lebih lagi dalam suasana yang tidak Islamik.
Firman Allah Subhanahuwata’ala:

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.”
(Al Bayyinah (95):5)

Hadis Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam:

( إنما الأعمال بالنيات ) رواه البخاري ومسلم
“Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung kepada niatnya.”

2) Lemah dalam ilmu syara’ (iaitu ilmu dari masdar yang betul) dan penghayatannya.
Ilmu syara’ itu luas, merangkumi tafsir al-Qur’an, ilmu hadis, fiqh, tarikh, bahasa arab dan lain-lain. Antara yang penting ialah ilmu mengenai hukum-hukum taklifi (wajib, sunnat, haram, makruh, dan mubah)

3) Berkawan dengan orang yang tidak berhimah atau bercita-cita tinggi (yakni yang berhimah rendah).

4) Bersifat fardhiyah. Yakni bersifat individu atau lebih me¬mentingkan diri sendiri. Kita perlu mendidik diri sendiri supaya memperseimbangkan antara kepentingan individu dan kepentingan jamaah. Bila seimbang barulah elok segala kerja kita.

5) Lemah tarbiyyah (proses mendidik hati dengan keimanan).

6) Tidak tahu menyelaras atau memperseimbangkan antara kemampuan dan kerja.

7) Futur dalam mengubati futur. Lemah dalam mengubati kelemahan. Seseorang yang futur itu tahu bahawa dirinya lemah. Dia terus lemah untuk mengubati dirinya. Bagi kita, kalau kita rasa lemah, maka cepat-cepatlah kita mencari sahabat yang boleh menguatkan diri kita atau berusaha dengan cara yang sunnah untuk mengubati futur.

8) Berpenyakit dalam hati atau jiwa. Banyak terdapat penyakit hati seperti hasad, dengki, cemburu buta dan lain-lain.