Skinpress Rss

Ahad, 10 Februari 2013

ZIARAH AKBAR ANIS MATTA

0



Menyempatkan diri hadir di program Ziarah Akbar Anis Matta, Presiden baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setelah Presiden sebelumnya diinterogasi oleh pihak KPK berhubungan dengan Kasus Suap Daging Sapi Import. Ujian yang maha berat yang ditimpakan Allah mungkin beralasan untuk mendidik jiwa-jiwa tangguh.

Subhanallah.. suatu pengalaman yang menurut diri sangat membangkitkan semangat dan keyakinan yang padu pada tarbiyah Allah Subhana Wa Ta’ala.. suatu bentuk kepasrahan dan pantang menyerah untuk membawa dakwah itu dengan lebih gencar.

Program ini diadakan di Hotel Sahid, tidak jauh dari Pantai Losari. Sesampai disana, disambut dengan barisan solidaritas PKS yang siap memudahkan jalan. Semua menunggu di dalam dalam baris yang teratur. Di auditorium sudah penuh dengan kader-kader PKS yang datang dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan. Ada yang dari Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba. Ada yang dari Maros,Pangkep, Pare-pare, Sidrap, Pinrang, Palopo bahkan dari Palu dan Buton. Sulawesi Tenggara. MasyaAllah sekali pengorbanan mereka semata-mata menunjukkan kebersamaan ini dalam saat getir dan musibah yang maha dahsyat yang melanda. Ada ibu-ibu yang membawa anak bayi berusia 1minggu, ada ibu yang membawa anak-anak kecil dengan pakaian bertulis “Mujahid Muda”. Berbagai ragam. Tak kurang para pemuda yang menjadi tunggak dan tulang belakang masyarakat yang ingin dibangun ini.

Berpeluang ketemu teman-teman sahabat-sahabat koass yang turut berkecimpung dalam DNT ini. Uni, Ety,Izra,Wahyuni dan lain-lain. Diri, adik-adikku Ima,Aine dan Syimah juga diberi kesempatan oleh Allah untuk bergabung dengan barisan ini. Alhamdulillah.

Sebaik Ustaz Anis Matta masuk ke ruangan, bergema nasyid “Bekerja Untuk Indonesia” dendangan Izzatul Islam yang sangat berkobar dan bersemangat. Cukup membuat jiwa bergetar. Ustaz Anis Matta berserta para pimpinan PKS itu Cuma duduk melantai dibawah seperti para peserta yang lain. Tidak ada tanda-tanda tidak selesa dan canggung dengan situasi seperti itu. Wajah yang tenang dan berkaliber itu bercahaya sinar wajah orang soleh..Subhanallah.

Dalam ucaptamanya, ustaz membawa kita kepda suatu sejarah yang simple sebenarnya namun sangat menggugah hati orang-orang yang mendengarkannya. Beliau mengangkat kembali kisah peperangan Ain Jalut yang terjadi pada 3 September 1260 Masehi atau 25 Ramadan 658 Hijriah, meru pakan salah satu pertempuran besar dalam sejarah Islam. Selain itu, pertempuran ini, menurut banyak ahli sejarah, termasuk salah satu pertempuran yang penting dalam sejarah penaklukan bangsa Mongol di Asia Tengah. Dalam perang itu, untuk pertama kalinya bangsa Mongol mengalami kekalahan telak dan tidak mampu membalasnya di kemudian hari. Padahal Mongol (Tartar) telah menguasai banyak daerah Islam dan bahkan menjatuhkan Khilafah Abbasiah. Mereka juga berhasil membunuh Khalifah Mu’tashim Billah di Bagdad pada 656 H/1256 M. Yang uniknya dari perang ini, Allah membalikkan Tentera Mongol yang katanya penuh dengan tipu daya dan kekejian akhirnya diberi sinar iman hingga kemudian mereka terbalik menjadi para pendukung Islam yang membina kekuatan demi menegakkan agama Allah dimuka bumi.

Ustaz juga membawakan kisah Perang Hittin. Pertempuran Hittin adalah suatu pertempuran yang terjadi pada bulan Ramadan tahun 584 H/1187 M, antara pasukan Muslim dibawah pimpinan Salahuddin Ayyubi dan Tentara Salib dari Kerajaan Yerusalem. Pertempuran ini dimenangkan oleh pihak Muslim, dan adalah salah satu pertempuran terpenting dalam Perang Salib. Sebagian besar kekuatan tentara salib di tanah suci terbunuh atau ditawan oleh pihak Muslim (termasuk raja Guy Lusignan yang berhasil ditawan), dan setelah pertempuran ini tentara Muslim dapat merebut kembali Yerusalem dan kota-kota lainnya di tanah suci.

Kisah terakhir yang dibawakan adalah Kisah Penaklukan Konstantinople. Penaklukan Konstantinopel (dan dua wilayah pecahan lainnya segera setelah itu Bizantium) menandai berakhirnya Kekaisaran Romawi, sebuah negara yang telah berlangsung selama hampir 1.500 tahun, itu juga merupakan pukulan besar untuk Kristen. Intelektual Yunani dan non-Yunani Beberapa meninggalkan kota sebelum dan sesudah pengepungan, migrasi terutama ke Italia. Dikatakan bahwa mereka membantu penanda dimulainya Renaisans. Itu juga merupakan beberapa tanda akhir Abad Pertengahan oleh jatuhnya kota dan kekaisaran.

Kisah-kisah ini ada makna yang tersendiri dimana kita belajar dari sejarah bahwa harus melihat musibah itu sebagai potensi untuk terus bergerak menuju kepada apa yang diredhai oleh Allah. Menjadikan ujian itu sebagai booster atau pemicu supaya kita lebih dekat dengan Allah. Meningkatkan kualitas ibadah dan doa. Dan untuk semakin merapatkan saff dan barisan perjuangan ini agar lebih solid. Subhanallah. Semoga badai yang mengguncang aliran dakwah ini justeru akan menjadikan aliran itu berubah menjadi pusaran, menjadi bah yang akan membanjiri arena bumi Allah ini..amin.

0 ulasan:

Catat Ulasan