Sabtu. Minggu terakhir sebelum masuk ke bagian baru. Bagian “Hidup
Tanpa Koma”. Begitu mereka bilang. Bagian Obgyn atau Obstetric &
Gynecology.. salah satu department paling berat dalam tingkat 2 ini. Pagi-pagi,
membuka laman “burung bercicit” alias Twitter. Ada mention baru dari teman di
atas teman, namun sudah menjadi temanku sendiri juga.
R: @AmniShamrah @ZachraRUtami : tidak ada rencana apa-apa tuh? Maw
culik kalian..siap-siap saja.
A: @Diyyarianti : maw kemana emang?
R: @AmniShamrah @ZachraRUtami: halah namax juga culik. Tidak bisa
dikasi tahu..siap nah saya menuju tempatmu sekarang..
Semenjak dua menjak memang agak akrab dengan anak berdua
ini. Teman sekerja waktu dikoass ini. Meski dibagian yang berbeda, namun kerna
pernah sama-sama sewaktu didepartment pediatric dulu membuat kami akrab. Yah,
diri dan Angqy pastinya. Riri teman akrab Angqy hingga diri juga ikut akrab
dengannya setelah beberapa kali pernah jalan bareng.
Riri tiba tidak lama setelah tweet terakhir. Dia datang
menjemput diri terlebih dahulu sebelum kami sama-sama pergi menjemput Angqy di
Dahlia.sebelum naik ke mobil, Riri menyita handphone dan gadget kami kecuali
kamera. Setelah menjemput Angqy, kami masih tidak tahu ke mana kami akan dibawa
oleh teman yang satu ini. Surprise.
Dalam perjalanan baru Riri menceritakan tentang mamanya yang
suka pergi-pergi tanpa persiapan ke tempat yang jauh. Istilahnya gamble( redah)
saja.kemudian Riri berkata dia berani menculik kami kerna dia sudah menyiapkan
bekal makanan yang cukup. Naik saja dimobil, kami sudah disogok dengan mi
instant yang dibikin oleh Riri. Menyusul tart, risoles dan berbagai jenis kuih
muih. Setelah kami melihat ke belakang mobil Riri, …WAAHHH!!
SUBHANALLAH..banyak benar makanan. Seperti kami akan memulakan perjalanan yang
berbulan-bulan. Kami serentak terpegun dan berkata
“WEHH KITA MAHU KEMANAKAH
MEMANGNYA??” tidak sabar.penasaran.
“BILI-BILI!! Caught ya!!” kata Riri dengan bersemangat dan
wajah polos tanpa dosa.
“WHAT??” serentak lagi. Kaget dengan pernyataan Riri
sebentar tadi.
Bendungan Serbaguna Bili-bili adalah suatu bendungan atau
empangan yang melindungi kota Makassar dari bencana banjir. Terletak di
Kebupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kira-kira 65-70 km dari Kota Makassar. Atau mengambil
masa hampir 2 jam. Tidak termasuk kami tersesat ke Takalar.haha. diam-diam
meraba tas yang kubawa. Alamak, tidak ada persediaan antimon.. habislah!! Terasa
seperti dalam sinetron Indonesia yang diculik temannya, off-phone dan kami
menjalani suatu pengalaman yang sangat menyenangkan. Iseng ini Riri. Begitu pikiran
kami pertamanya. Tapi ternyata yang iseng itulah yang seru..
Setelah berfoto ria di empangan/bendungan Serbaguna
Bili-bili, kami menyempatkan diri singgah dilesehan yang disediakan khas bagi
pelanggan untuk makan dalam suasana kekeluargaan dan menghadap pemandangan
indah bendungan Bili-bili. Kawasan tadahan air yang meski tidak menyerlah kerna
musim hujan, tapi tetap saja menjanjikan kesegaran dan keindahan panorama alam
yang menyenangkan. Kami memakan dua ekor ikan bakar yang lumayan besar disertai
sayuran dan es kelapa sambil menikmati view alam. Sungguh tidak terlupakan.
Bertolak pulang ke Kota Makassar sekitar jam 18.00 malam,
menyempatkan diri membeli buah rambutan dan cemilan jagung bakar ditepi jalan. Menikmati
jangung bakar sambil menonton “Taken” dimobil sungguh membuat suasana seru.
Terima kasih untuk Riri dan Angqy untuk hari yang cukup
happening.







0 ulasan:
Catat Ulasan