Kemarin kakakku kak Murni pulang ke Sulsel. Alhamdulillah ada lagi peluang buat ketemu nih..meski waktu kian sempit, namun menyempatkan juga diri untuk menghadap teriknya mentari menyetir motor ke rumahnya kakak di Maros. Lama juga tidak ketemu dengan Om, tante dan Ayu serta ponakan kecil kak Murni. Hari ini kakak dan keluarga mengadakan makan-makan sempena majlis Maulidurrasul dirumah. Anak-anak pesantren yang dekat diundang untuk memberkati majlis.
Ternyata jika di Maros, orang menyambut bulan maulid dengan
mengadakan majlis makan-makan seperti ini. Agak teruja. Di Malaysia juga
sebenarnya ada Cuma mungkin sambutannya lebih banyak diadakan di masjid-masjid
dan tempat pengajian.
Setelah membantu apa yang mampu, ada tante yang datang
mengajak kakak ke Masjid berdekatan. Katanya ada pembagian “ember/baskom/baldi”.
Heran, apa hubungannya bulan Maulid dengan bagi-bagi ember/baskom/baldi.
Kemudian kakak menjelaskan, jika disini, sambutan Maulid
Nabi itu diadakan juga dimasjid-masjid. Turut diberikan ember/baskom/baldi yang
dipenuhi bahan makanan dan buah-buahan. Ia sebenarnya diberikan perkeluarga
yang menghuni disekitar masjid atau siapa saja yang datang ke masjid pada hari
tersebut.
Mungkin pembagian ini adalah untuk melatih sifat berbagi
dikalangan masyarakat dan sekaligus sebagai simbolik untuk mengeratkan
silaturrahim. Uniknya pada ember ini, diisi dengan telur yang diwarnakan dengan
pewarna yang berwarna warni, pulut, buah-buah seperti apel, dan sebagainya
serta makanan yang agak berat dibawahnya seperti nasi dan lauk pauk. Gula dang
arm turut dibagi rata. Biasanya menurut kepercayaan orang setempat, pasti
setiap item/barang yang dimasukkan ke dalam ember ini punya makna tertentu,
namun tidak sempat diri mahu bertanya lebih lanjut.
Meski tidak ada sunnah Rasulullah SAW yang mengharuskan umat
Islam menyambutnya, mungkin lebih kepada menjadikan ia asbab untuk mengumpulkan
keluarga, silaturrahmi ke jiran tetangga dan berbuat baik pada sesama. Itu inti
dari cerita yang dapat diri tangkap dari sambuatan ini.
Hal yang paling menarik adalah bagian akhir dari kisah hari
ini..setelah ember itu difoto-foto dan dilihat-lahir, ternyata sampailah pada
acara paling kemuncak atau yang paling getir pada hari ini.. acara rebutan
ember alias berebut bahan-bahan yang diletakkan ke dalam ember itu sendiri.
seperti sukaneka anak-anak waktu kita kecil dulu, yakni rebutan permen.
Cuma yang
menjadi persertanya adalah peserta bebas.kebanyakannya dilopori oleh ibu-ibu.
Astagfirullah kagetnya melihat fenomena tidak biasa tersebut. Tidak lupa
merekamkan momen yang penting itu lewat lensa kamera. Aktivitas ini sebenarnya
hanya sebagai bahan suka-suka dan menghibur banyak orang. Ia menjadi lelucon/jenaka
yang menghebohkan buat ibu-ibu mengingat telatah mereka yang seperti anak-anak.






0 ulasan:
Catat Ulasan