Skinpress Rss

Rabu, 20 Februari 2013

SEMANGAT YANG TIDAK MATI

0



Menerima sms dari teman..
“Telah kembali ke Rahmatullah saudara kita Kak Novian, FKG 2005 tadi pagi. Innalillahi Wa Inna Ialihi Rajiun..”

Ya Allah!! Kak Novian!! Innalillahi Wa Inna ilaihi Rajiun..Dari Allah SWT kita datang, dan kepadaNya lah kita kembali..

Kemarin diri dikejutkan dengan berita bahwa Kak Novian dalam keadaan kritis dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo tepatnya di UGD. Beliau kecelakaan sewaktu dalam perjalanan pulang dari salah satu program diksar BSMI Maros paginya. Tepatnya di Jalan Bandara Lama Maros. Sempat dilarikan di RS Maros sebelum tidak tertangani dan dirujuk ke RSWS. Sewaktu itu diri dalam perjalanan ke RS Maros kerna akan bertugas disana selama satu minggu. Lambat mendapat berita tersebut.

Sempat menghubungi teman yang bertugas di WS untuk melihatkan kondisi Beliau. Waktu itu masih GCS 10. Koma ringan. Beliau masih bernafas spontan tapi direncanakan untuk diintubasi untuk mempertahankan jalan napas gara-gara Maxillofacial Injury atau patah tulang rahang. 2jam kemudian masuk sms dari teman yang lain memberitakan jika kondisi beliau berfluktuasi. Naik turun dan cenderung gawat. Darah keluar dari mulut dan hidung seakan ada massif bleeding di dalam. Dokter semakin ragu. GCS menurun menjadi 7. Gencarkan doa.. Ya Allah selamatkanlah kakak ini. Dia orang baik Ya Allah. Orang yang senang membantu orang lain. 

Jam 4 sore, keadaan makin kritis. Darah “O” dibutuhkan. Ingat suatu ketika dulu, diri pernah bertanya pada kakak,
“Kak, jika ada lagi kegiatan donor darah, panggilka juga yah..mahu ikut donor”
Kak Novi yang tahu diri pernah ikut dalam kegiatan donor sebelumnya mungkin penasaran bertanya;
“Kenapa sukaki ikut yang begituan? Kenapa suka donor darah?..”
“Mungkin darah itu satu yang tidak mahal kak, kerna tubuh kita sendiri yang produksi. Jadi kita tak terlalu merasa jika ia berharga. Namun buat setengah orang, ia memberi harapan kelansungan hidup buat  mereka kak. Kita hanya melakukan sedikit pengorbanan untuk menahan pedihnya jarum donor yang besar itu. Tapi dengan itu kita membantu orang yang benar butuh, melanjutkan hidupnya.”
Muncul begitu saja asbabnya. Tercerah dari sebuah kisah yang diri baca tentang PENDONOR YANG CACAT.

“Benar katamu. Jika uang kita kasi ke orang, tidak tentu orang akan menggunakannya dengan penuh bijaksana. Adakalanya ada orang yang bahkan menyalahgunakan uang tersebut untuk kepentingan sendiri. namun jika kita belajar konsep sedekah dari donor darah, kita akan benar merasa bahwa kita ingin membantu orang yang benar memerlukan. Orang yang Allah bantu melalui tangan-tangan dan tubuh yang DIA pinjamkan pada kita. bayangkan jika kita nanti berada dalam kondisi membutuhkan seperti itu, semoga Allah juga akan menghulurkan bantuanNya lewat tangan-tangan orang lain. Jadi untuk membantu juga kita harus memberikan yang terbaik”.

Waktu itu merasa jawaban Kak Novi itu sangat mantap. Dan sama sekali tidak menyangka bahwa Tuhan benar-benar menjadikan kata itu nyata. 

Cepat-cepat menyebarkan sms itu keteman-teman. Untuk mendonorkan darah buat relawan sejati itu. Semoga Tuhan akan membantunya lewat tangan-tangan orang lain yang prihatin untuk membantu..seperti yang beliau yakini.. GCS 5. Edema cerebri dan hemothorax memperberat kondisi kakak. Hampir jatuh ke koma dalam, disertai gangguan jalan napas yang disebabkan oleh darah yang tertumpuk disana. Beliau sudah tidak bisa bernafas spontan. Harus dengan alat bantu ventilator. Suhu tubuhnya makin tinggi. 

Jam 22.00 malam.
“fuzah, kondisi Kak Novi makin parah. GCS 3. Darah keluar dari mulut, hidung dan…telinga”
Ya Allah..airmata yang tertahan menetes juga akhirnya. Sedih dengan kondisi yang semakin menipis harapannya. Perdarahan dari telinga merupakan salah satu petanda dari terjadinya fraktur basis cranii atau patahnya tulang dasar otak. Ia bisa berakibat fatal atau mematikan kerna disana terdapat pusat pernafasan dimedulla oblongata. Waktu kian menipis. Usaha yang dilakukan hanya untuk memperpanjang waktu hidup. Tidak lebih. Tidak kurang.  Hanya bisa berharap pada keajaiban..

Pertama kali mengenali Kakak itu sewaktu kami satu bagian di THT. Alias akhir tahun lalu. Kak Novi adalah salah satu aktivis BSMI Makassar yang begitu berwibawa. Sewaktu itu, Kak Novi mengajak temanku Uni ikut serta dalam Baksos yang akan diadakan di Maros pekan depannya. Uni yang memang akrab dengan diri sejak dari Bagian anak turut mengajak diri menyertai aktivitas itu memandangkan Uni juga tahu jika diri juga sangat berminat dengan program kemanusiaan seperti itu. 

Kak Novi cepat mengenali diri setelah tahu namaku. Kata Kak Novi dia sudah pernah mendengar namaku. [hadeuh terkenal salah-salah. #Tepuk Jidat] Melanjuti hari-hari Ko-ass sangat membantu mengakrabkan diri dengan kakak yang satu ini. Tidak jemu-jemu dia mengundang diri untuk ikut serta dalam program-program BSMI. Ketelusan hatinya untuk membantu sesama sangat terserlah dari kesungguhan dan pedulinya. Meski diri tidak bisa sering ikut serta dalam setiap ajakannya namun beliau sungguh memberikan impak yang baik terhadap peribadi seorang relawan.

Pernah diri bertanya pada Kak Novi,
“Kak, apa yang membuat kakak sangat bersemangat untuk istiqamah dengan BSMI? Tiap kali kakak ketemu ma aku, pasti tentang program-program kemanusiaan itu yang kakak bahas..seakan mengakar dalam dirinya kakak..” 

bukan pertanyaan yang menguji. Tapi lebih pada penasaran. Kerna sebanyak yang pernah kutemui, orang lebih kepada ikut-ikutan atau lebih kepada menginginkan nama besar ataui diakui keberadaannya hingga mereka cenderung ikut serta dalam organisasi-organisasi bebas seperti BSMI.

“Gak tahu juga yah. Merasa terpanggil saja..” senyum.

Terakhir waktu bertemu beliau waktu di Kandea 3 minggu lalu, kakak sibuk memberi update tentang Banjir di Maros. Ada satu kata-kata kakak yang diri melekat di kepalaku;

“Kasihan itu orang-orang di Camba. Air sampai batas pinggang.Harta benda rusak semua. Kenderaan barang elektronik. Bahkan sampai kebutuhan harian saja tidak bisa terpenuhi. Mana yang masalah sanitasi, sakit-sakitan dan syok emosional. Mereka butuh dukungan. Tidak terbayangkan bagaimana mereka begitu kuat menjalaninya. Kita juga jika ke sana banyak belajar dari semangat mereka untuk lebih dewasa menanggapi hidup”

Satu lagi yang paling tidak terlupakan adalah, waktu kakak memujukku mengikuti salah satu aktivitas baksos, beliau berkata

“Dik, saya ini, ilmuku terbatas. Hanya tahu seputar gigi dan sedikit ilmu dasar tentang kesehatan. Kamu ahlinya. jika ada kesempatanmu, ayuhlah bergabung untuk membantu orang lain. Ini amal jariah kita. jika bukan kita siapa lagi? Masih banyak orang diluar sana yang benar butuh bantuan kita dan mereka terkekang biaya. Mereka terhimpit dengan keadaan. inilah kehidupan..dan kehidupan itu harus terus diperjuangkan..Apa kontribusi kita? ilmu itu amanah. Dan ia akan dipertanggungjawabkan”

Subhanallah. Kata-kata yang sangat berbekas. Kepeduliannya itu murni dari hatinya. Disalurkan lewat organisasi. Usaha keprihatinan dan kebaikan hatinya benar sangat menginspirasi. Diri tidak mengenal lama dan akrab Kak Novi namun perkenalan yang singkat itu cukup memberi pembelajaran yang banyak.  Kak Novi adalah sosok seorang pejuang. Bahkan Allah mengambilnya dalam salah satu dari siri perjuangannya. Kini, beliau sudah pergi. …sudah berada di alam baka dan tidak lagi memikirkan rasa takut pada kematian. Tidak lagi diurusi beban dunia yang fana ini. Kitalah yang masih hidup yang justeru masih dibebani dengan rasa takut pada maut itu dan juga rasa takut pada beban hidup ini. Dan seperti kata beliau..kehidupan itu harus terus diperjuangkan..

Mendung. Awan berkabut. Bagaikan bidadari menangis di kaki langit, mengiringi pemergiannya. Hari itu mentari redup terlindung tidak dibenarkan menyinar. Berhias ratapan awan-awan tebal itu.  Harum kemboja siap-siap mengalukan kedatangannya. Semoga beliau terhitung sebagai syahid. Orang yang diambil dalam kondisi berjihad dijalanNya. Semoga beliau tenang ditempat istirehat abadi. 

Mari kita lebih menggunakan logika dari rasa. Memang berat menerima arti kehilangan. Namun kematian pasti akan datang samada kita siap atau tidak. Pejuang akan mati. Sama seperti tokoh-tokoh besar yang pernah mengukir namanya di kanvas sejarah. Namun semangatnya tetap hidup!! Dalam jiwa-jiwa orang yang mengambil ikhtibar darinya. 

“Selamatkan Satu Nyawa Sambung Seribu Asa”

0 ulasan:

Catat Ulasan