Skinpress Rss

Ahad, 6 Januari 2013

KEBENARAN, ANTARA REALITI DAN PROPAGANDA

0



MAKASSAR (voa-islam.com) - Densus 88 kembali melakukan aksi brutalnya dengan membunuh dua orang pemuda yang tidak melakukan perlawanan. Parahnya lagi keduanya ditembak di teras masjid usai shalat Dhuha.

Dua orang yang baru keluar dan berada di teras masjid Nurul Alfiyah RS. Dr. Wahidin Sudiro Husodo langsung ditembak dengan berondongan senjata oleh pasukan Densus 88, sekitar pukul 10.00 WIB, Jum’at (4/1/2013). Kedua pria yang menurut pihak Polri dituding sebagai DPO jaringan teroris Poso tersebut langsung gugur di tempat kejadian.

Keduanya diketauhi bernama Abdul Qodir alias Asmar alias Syamsudin alias Jundi alias Abu Uswah dan Hasan alias Kholil. Keduanya tinggal di Komplek Masjid Ridho Jalan Manuruki II kelurahan Sudiang kecamatan Biringkanayya Makassar dan rumah keduanya berdekatan.

"setelah keduanya selesai sholat Dhuha dan keluar dari masjid langsung diberondong tembakan oleh pasukan Densus 88"

Untuk mengetahui lebih jelas bagaimana peristiwa pembunuhan tersebut, istri dari Abdul Qodir alias Asmar alias Syamsudin alias Jundi alias Abu Uswah menuturkan kesaksiannya. Ibu tiga anak yang biasa disapa dengan nama Ati atau Ummu Uswah mengisahkan,"pagi itu suami saya bersama Hasan pergi ke Rumah Sakit Dr. Wahidin untuk menjenguk temannya yang sakit," ujarnya kepada voa-islam.com, Sabtu (5/1/2013).

Menurut Ummu Uswah bahwa peristiwa pembunuhan terhadap suaminya dan rekannya Hasan terjadi dalam perjalanan hendak pulang dari Rumah Sakit.


”Setelah dari Rumah Sakit suami saya dan Hasan pergi ke Masjid Nurul Afiyah untuk sholat Dhuha, setelah keduanya selesai sholat Dhuha dan keluar dari masjid langsung diberondong tembakan oleh pasukan Densus 88,” tuturnya.

Meskipun jenazah Abdul Qodir alias Asmar dan Hasan telah dibawa ke RS Polri Keramat Jati Jakarta untuk diautopsi  tapi sampai hari ini pihak keluarga belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi dari pihak Polri.

Sementara itu Hardin kakak kandung Abdul Qodir alias Asmar mengatakan bahwa keluarganya akan mengupayakan agar jenazah Abdul Qodir alias Asmar bisa segera diambil untuk kemudian dikebumikan.

Rencananya jenazah Abdul Qodir alias Asmar akan dimakamkan di kampung halamannya di desa Mulyosari Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan. Namun sampai hari ini belum ada keterangan resmi dari pihak Polri kapan jenazah Hasan dan Abdul Qodir alias Asmar akan diserahkan kepada pihak keluarga. [AF]

[http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/01/06/22645/ummu-uswah-suami-saya-diberondong-tembakan-densus-usai-shalat-dhuha]

~benarkan ini sebuah penegakan keadilan? atau hanyalah semata-mata sebuah pembantaian atas nama anti-terorism? kita cukup banyak dikelirukan oleh media dan pihak-pihak tertentu hingga kebenaran itu menjadi abu-abu. pikiran kita dimanipulasikan untuk menerima doktrin yang mereka bawa sedangkan pernahkah kita bertanya kembali pada diri kita, inikah fakta yang terjadi? mereka bisa menipu kita. membutakan mata kita tapi mereka sebenarnya tidak dapat menipu fakta bahwa tubuh korban ini ditembusi oleh lebih dari 22 butir peluru dengan pelbagai ukuran.. TANPA PERLAWANAN!! suatu jumlah yang tidak manusiawi jika dipikir dengan akal sehat kita~


0 ulasan:

Catat Ulasan