Pernah kucoba pejamkan mata, membayangkan seperti apa diriku dikemudian hari....
Ah,kenapa aku selalu melihat sosokku dengan segala kesempurnaan....apa karena memang fitrah manusia yang selalu seperti itu???Mungkin kalian bilang "Iya", seperti halnya diriku. Tapi tidak untuk sosok satu ini.
Perempuan tegar yang telah mengajarkanku arti keikhlasan. Itulah sosok yang aku maksud. Dia tidak pernah terlalu terobsesi untuk melakukan hal sesuai keinginannya. Justru yang selalu terlontar dari mulutnya "Takdirku...". Awalnya aku gregetan setiap kali kata itu terlontar dari mulutnya. Takdir, ya, memang takdir, tapi bukankah selalu menyelimuti diri dengan ketentuan kata "takdir" mencerminkan orang yang pesimis???!!!!Bukankah ada takdir yang dapat diubah????!!!!
Tapi itulah dia,Perempuan tegar yang telah mengajarkanku keikhlasan. Ikhlas????seperti apa implementasi kata yang konon "susah" pembuktiannya ini???!!!! Aku juga tidak tahu. Tapi lagi-lagi, dia kembali muncul sebagai perempuan tegar yang telah mengajarkanku keikhlasan.
"Aku lulus.....," senyumnya padaku dengan wajah yang sumringah. Ekspresiku yang semula deg-degan menanti hasil SNMPTN-nya langsung berubah, luapan haru yang tak terbendung. Bagaimana tidak, dia lulus di Perguruan Tinggi Negeri yang terbaik di Indonesia.
"Selamat,,,,kapan pendaftaran ulangnya, siapa2 saja yang lulus, ini....itu...????," aku sudah tak sabaran mencercanya dengan sejuta pertanyaan.
Wajah itu tetap tersenyum.Hingga akhirnya kata2 itu keluar dari mulutnya.
"Saya rasa cukup sampai disini, bisa lulus itu sudah kesyukuran besar untukku."
"Maksud kamu????"
"Kamu tahu,mendaftar SNMPTN ini hanya karena rasa kasihan mamaku melihatku. Lulus atau tidak, itu bukan persoalan bagiku.....awalnya. Bisa merasakan SNMPTN, lagi-lagi itu cukup bagiku. Kamu tahu, mamaku bukan mama seperti yang kamu punya. Eitzzz,,,,itu bukan salah mamaku.....memang takdirku seperti ini...., tapi ternyata bisa lulus, ya, setidaknya aku bisa membuktikan cerdas belum tentu harus kuliah....."Dia masih tetap dengan senyumnya mengatakan semua itu padaku. Setegar inikah dia???? Aku sendiri hampir frustasi saat tidak lulus SNMPTN beberapa tahun yang lalu.
"Tapi kan sayang......mubazir, banyak yang lain pengen lulus tapi tidak ketiban rejeki....."
"Bukan mubazir,,,,,tapi mencoba memaknai ujian Tuhan yang diberikan padaku....."
Senyum itu diiringi air mata. Perempuan Tegar yang telah mengajarkanku keikhlasan ternyata menangis.Apa yang terjadi?????
_Bersambung........._


0 ulasan:
Catat Ulasan