Skinpress Rss

Isnin, 23 Julai 2012

IFTAR BERSAMA SANTRI DI PESANTREN

0




Semenjak menjadi super senior pada anak-anak Malaysia di UNHAS, sibuk betul diri diangkat menjadi perwakilan untuk clinical student disini. Apa jenis program, pasti “kak Fuzah” yang jadi tumbal.. sabar jelah..
Tapi hari ini, Allah memberi pembelajaran baru buat diri. Diberi kepercayaan untuk memberikan penyuluhan kepada anak-anak santri di Panti Asuhan Bumi-Bumi yang terletak di Sudiang. Sejak KKN dulu, diri paling berhajat untuk berkomunikasi lansung dengan anak-anak kecil ini dan memberikan mereka didikan secara lansung semampunya. Namun akibat keterbatasan diri dalam berbicara bahasa tempatan membuat diri tidak berkeyakinan untuk berinteraksi.

Alhamdulillah kesini, selesai dari KKN plus mulai bergaul dengan teman sejawat serta pasien banyak membantu bahasa tempatanku. Namun kesibukan di rumah sakit menjadi batu penghadang untuk diri lebih banyak membenahi waktu untuk mengabdi dimasyarakat. Tapi hari ini, diri diberi kepercayaan tersebut. Meski masih minder (rendah diri) dan serba kurang, Rahma, teman terbaikku siap membantu. Meski Materi yang bakal kubawakan adalah materi biasa-biasa bahkan pernah dibawakan oleh teman KKN ku Adit sewaktu penyuluhan cuci tangan, diri tidak berkesempatan mengikutinya gara-gara menjadi fesi program Dokter Cilik kelolaan Amel yang dijalankan serentak.

Berdiri dihadapan wajah-wajah polos yang menanti dengan penuh harap, tiba-tiba terdetik mampukah lisan ini menyampaikan sedikit amanah ilmu yang dengannya anak-anak berwajah polos ini mampu masukkan dihati mereka selanjutnya beramal dengannya. Rahma yang sejatinya datang untuk membantu, ternyata hanya membantu semangat, bahan dan aturan. Tidak seperti yang diri bayangkan dia yang mahu memberikan materi penyuluhan. Tapi tidak mengapa, ini proses yang harus diri jalani. Harus diri lalui sendiri untuk meraih pengalaman dan melatih kebijaksanaan untuk membuka tabir hati-hati kecil di depanku ini pada dimensi yang tepat.

Bismillahirahmanirrahim…
“Ya Allah lancarkanlah lisanku..”
Perbicaraan dibuka, penyuluhan diangkat. Allah mengangkat rasa gugup dan tidak siap. Alhamdulillah semua baik-baik saja. Selesai berbuka, berpeluang mendirikan solat magrib bersama-sama mereka. Sempat berbual-bual dengan beberapa santri cilik selesai solat. Mereka meminta diri memberikan motivasi supaya mereka bisa sukses dalam kehidupan kedepannya.. Ya Allah meski baru mengenali mereka, merasa rona kasih sayang itu memekar dalam hati. Ada rasa puas saat kita mampu berbagi dengan mereka..

0 ulasan:

Catat Ulasan