Semenjak menjadi super senior pada anak-anak Malaysia di
UNHAS, sibuk betul diri diangkat menjadi perwakilan untuk clinical student
disini. Apa jenis program, pasti “kak Fuzah” yang jadi tumbal.. sabar jelah..
Tapi hari ini, Allah memberi pembelajaran baru buat diri. Diberi
kepercayaan untuk memberikan penyuluhan kepada anak-anak santri di Panti Asuhan
Bumi-Bumi yang terletak di Sudiang. Sejak KKN dulu, diri paling berhajat untuk
berkomunikasi lansung dengan anak-anak kecil ini dan memberikan mereka didikan
secara lansung semampunya. Namun akibat keterbatasan diri dalam berbicara
bahasa tempatan membuat diri tidak berkeyakinan untuk berinteraksi.
Alhamdulillah kesini, selesai dari KKN plus mulai bergaul
dengan teman sejawat serta pasien banyak membantu bahasa tempatanku. Namun kesibukan
di rumah sakit menjadi batu penghadang untuk diri lebih banyak membenahi waktu
untuk mengabdi dimasyarakat. Tapi hari ini, diri diberi kepercayaan tersebut. Meski
masih minder (rendah diri) dan serba kurang, Rahma, teman terbaikku siap
membantu. Meski Materi yang bakal kubawakan adalah materi biasa-biasa bahkan
pernah dibawakan oleh teman KKN ku Adit sewaktu penyuluhan cuci tangan, diri
tidak berkesempatan mengikutinya gara-gara menjadi fesi program Dokter Cilik
kelolaan Amel yang dijalankan serentak.
Berdiri dihadapan wajah-wajah polos yang menanti dengan
penuh harap, tiba-tiba terdetik mampukah lisan ini menyampaikan sedikit amanah
ilmu yang dengannya anak-anak berwajah polos ini mampu masukkan dihati mereka
selanjutnya beramal dengannya. Rahma yang sejatinya datang untuk membantu,
ternyata hanya membantu semangat, bahan dan aturan. Tidak seperti yang diri
bayangkan dia yang mahu memberikan materi penyuluhan. Tapi tidak mengapa, ini
proses yang harus diri jalani. Harus diri lalui sendiri untuk meraih pengalaman
dan melatih kebijaksanaan untuk membuka tabir hati-hati kecil di depanku ini
pada dimensi yang tepat.
Bismillahirahmanirrahim…
“Ya Allah lancarkanlah lisanku..”
Perbicaraan dibuka, penyuluhan diangkat. Allah mengangkat
rasa gugup dan tidak siap. Alhamdulillah semua baik-baik saja. Selesai berbuka,
berpeluang mendirikan solat magrib bersama-sama mereka. Sempat berbual-bual
dengan beberapa santri cilik selesai solat. Mereka meminta diri memberikan
motivasi supaya mereka bisa sukses dalam kehidupan kedepannya.. Ya Allah meski
baru mengenali mereka, merasa rona kasih sayang itu memekar dalam hati. Ada rasa
puas saat kita mampu berbagi dengan mereka..



0 ulasan:
Catat Ulasan