Skinpress Rss

Sabtu, 28 Julai 2012

BUKPUS BARENG KKN-PK

0



Lama rasanya tidak berkumpul lagi anak-anak KKN. Kalo setahun yang lalu, boleh dikatakan hampir setiap bulan ada saja ide-ide pertemuannya, namun setahun kedepan ini ternyata sunyi sekali. Mungkin kerna sebagian dari keluarga ini sudah meninggalkan  tanah bertuah ini.. sebagian lagi sibuk berjuang menyelesaikan sisa studi.

Hari ini janjian untuk buka puasa bersama keluarga Tolbar. Sekalian melangsaikan “hutang”ku untuk memasak masakan Malaysia seperti yang pernah kujanjikan pada mereka. Menu hari ini “Tomyam campur” plus tempe goreng. Kerna permintaan khas dari Rahma, maka turut membuat “ayam Paprik”. Sebenarnya sudah lama sekali tidak memasak. Namun Alhamdulillah sepertinya belum hilang ingatan untuk memasak makanan-makanan rutin itu semua..

Rencana yang bisa hadir hari ini, Winda si Tuan rumah sendiri, Rahma, diri, Irfan, Adit, Kiki, Uul dan Amel. Namun setelah jenuh menunggu ternyata hanya kami berempat lagi.. yah, sudahlah!! Ayong ada buka puasa juga dirumahnya, Adit harus menjaga toko, Kiki tiba-tiba tidak enak badan, Uul tidak muncul-muncul, Amel harus jaga di Obgyn.. Wawan juga.. Ochy hilang kabar. Iyan sudah di Buton. Yang lain semua diluar kota. Ya persahabatan butuh pengertian bukan?

Berempat juga tidak apa-apa. Tetap ada kebahagiaan tersendiri. Bahagia itu ternyata sederhana saat kita menikmati apa yang ada di hadapan kita. tidak terlalu berharap dan tidak terlalu kecewa dengan hal yang tidak sesuai dengan harapan. Berempat kami menikmati buka puasa dengan es kelapa dan es buah, serta kek “Rainbow” Kiki yang memang dijual oleh Winda. Solat berjemaah Magrib menyalakan lagi sumbu-sumbu kebahagiaan yang tumbuh mekar dalam jiwa.

Selesai solat Magrib baru menikmati juadah buka puasa. Berdebar juga melihat Tomyam yang tidak tahu seperti apa rasanya. Maklum saja belum dicoba dan di “otter” rasanya. Semoga saja tidak terlalu jelek untuk bertitle “layak dimakan”..haha.. kata Winda berbeda dari yang biasa dimakan di De Cost. Iya memang kalau di De Cost itu sebenarnya asal rasa. Tidak pernah kami yang pernah merasai tomyam itu sendiri mengiktiraf itu sebagai tomyam.. aneh rasanya.. Rahma terlihat bersemangat dengan ayam papriknya. Maklum saja lama benar dia teringin menjamahnya lagi setelah beberapa ketika dulu diri pernah memasakkannya itu.

Selesai buka puasa kami terawih bersama di mesjid didekat rumahnya Winda. Bagus sekali suasananya. Mesjid terbuka itu meski terlihat kecil tapi sebenarnya mampu menanggung jemaah sebanyak 150 orang. Bacaan imamnya juga tertil. Enak didengar. Mungkin itulah ajaibnya saat ayat-ayat langit itu dibumikan.. maka akan terasa dingin dan ringan hati yang mendengarkan.

Bermalam di rumah Winda malam ini. Sudah lama tidak melayani celoteh teman satu itu yang selalu ceria dan banyak cerita. Meski secara fisik kelihatan seperti anak-anak sekali namun hakikatnya ini teman satu ada banyak sisi dewasanya. Meski kepenatan coba juga untuk menggelayut tapi bersama Winda kepenatan itu berbalas baik..

0 ulasan:

Catat Ulasan