Alhamdulillah kasih sayang Allah masih lagi menyampaikan
kita pada bulan yang berkah ini. Bulan yang dinanti-nanti oleh para sahabat,
para tabien tabi’ tabien, para salafussoleh dan para sufi. Bulan penuh rahmah
dan berkah, murah dengan keampunan dan sejati dengan tersingkirnya syaitan
durjana dari memandu nafsu manusia.
Puasa pertama. Sedikit sebanyak pasti terkesan dengan
konfrontasi terhadap makanan dan minumannya. Kebiasaan minum air banyak membuat
tubuh seperti dipasang alarm menandakan ia mengalami dehedrasi. Namun, inilah
permulaan dari tarbiyah Allah untuk menjinakkan kembali hati-hati yang penuh
dengan rawasib jahilayah yang kian menebal. Tadarus Al-Quran juzuk 1
dikumandangkan kembali dengan azam dan semangat yang berkobar-kobar untuk
menghabiskan tadarus dan tadabbur ayat-ayatnya. Tekak semakin kering bagai akan
segera meradang didalam jika diteruskan. Tinggal 3 menit sebelum masuk waktu
berbuka.. Iftar pertama Ramadhan tahun ini. Kami menyambut kemenangan pertama
ini dengan iftar bersama muslimat dibawah kelolaan IMAM SCI yang digerakkan
oleh adik-adik 2010.
Mereka memasak sendiri hari ini. Lauk ayam gulai, telur
goreng, sayur, sambal tempe dan air sirup limau nipis. Makanan yang simple
namun sangat menyelerakan. Yang unik dengan iftar hari ini adalah makan talam. Suatu
budaya yang rasanya sudah lama sekali ditinggalkan sejak beberapa waktu. Alhamdulillah
hari ini berpeluang lagi untuk merasi syu’ur dalam menikmati iftar bersama. Kami
berlima memenuhkan satu talam. Meski kadang perbualan masih berkitar hal yang
biasa-biasa saja namun syu’ur yang mengalir itu benar-benar terasa mendalam. Saling
berbagi, saling mengutamakan antara satu sama lain. Makan talam benar adalah
suatu bentuk didikan hati untuk membangun pilar ukhuwah. Mungkin kerna ini juga
kemungkinan adalah Ramadhan terakhir kami di tanah Makassar ini. Kebersamaan sepertinya
semakin tipis mengunjur ke tengah laman.
Hari minggunya sempat menyusun waktu dan kelapangan untuk
duduk lagi bersama dalam halaqah yang mendidik jiwa yaitu halaqah bersama
ustazah yang telah lama tertunda. Kembali menyusun surah-surah hapalan, materi
tarbiyah.. benarlah semoga momentum madrasah Ramadhan ini akan mendidik kami
supaya lebih tabah, lebih istiqamah dan lebih jiddiyah di jalan ini.

0 ulasan:
Catat Ulasan