Skinpress Rss

Sabtu, 21 Julai 2012

IFTAR PERTAMA

0



Ramadhan Kareem..
Alhamdulillah kasih sayang Allah masih lagi menyampaikan kita pada bulan yang berkah ini. Bulan yang dinanti-nanti oleh para sahabat, para tabien tabi’ tabien, para salafussoleh dan para sufi. Bulan penuh rahmah dan berkah, murah dengan keampunan dan sejati dengan tersingkirnya syaitan durjana dari memandu nafsu manusia.

Puasa pertama. Sedikit sebanyak pasti terkesan dengan konfrontasi terhadap makanan dan minumannya. Kebiasaan minum air banyak membuat tubuh seperti dipasang alarm menandakan ia mengalami dehedrasi. Namun, inilah permulaan dari tarbiyah Allah untuk menjinakkan kembali hati-hati yang penuh dengan rawasib jahilayah yang kian menebal. Tadarus Al-Quran juzuk 1 dikumandangkan kembali dengan azam dan semangat yang berkobar-kobar untuk menghabiskan tadarus dan tadabbur ayat-ayatnya. Tekak semakin kering bagai akan segera meradang didalam jika diteruskan. Tinggal 3 menit sebelum masuk waktu berbuka.. Iftar pertama Ramadhan tahun ini. Kami menyambut kemenangan pertama ini dengan iftar bersama muslimat dibawah kelolaan IMAM SCI yang digerakkan oleh adik-adik 2010.

Mereka memasak sendiri hari ini. Lauk ayam gulai, telur goreng, sayur, sambal tempe dan air sirup limau nipis. Makanan yang simple namun sangat menyelerakan. Yang unik dengan iftar hari ini adalah makan talam. Suatu budaya yang rasanya sudah lama sekali ditinggalkan sejak beberapa waktu. Alhamdulillah hari ini berpeluang lagi untuk merasi syu’ur dalam menikmati iftar bersama. Kami berlima memenuhkan satu talam. Meski kadang perbualan masih berkitar hal yang biasa-biasa saja namun syu’ur yang mengalir itu benar-benar terasa mendalam. Saling berbagi, saling mengutamakan antara satu sama lain. Makan talam benar adalah suatu bentuk didikan hati untuk membangun pilar ukhuwah. Mungkin kerna ini juga kemungkinan adalah Ramadhan terakhir kami di tanah Makassar ini. Kebersamaan sepertinya semakin tipis mengunjur ke tengah laman.

Hari minggunya sempat menyusun waktu dan kelapangan untuk duduk lagi bersama dalam halaqah yang mendidik jiwa yaitu halaqah bersama ustazah yang telah lama tertunda. Kembali menyusun surah-surah hapalan, materi tarbiyah.. benarlah semoga momentum madrasah Ramadhan ini akan mendidik kami supaya lebih tabah, lebih istiqamah dan lebih jiddiyah di jalan ini. 

Halaqah memang sebelumnya berjalan meski cuma kami-kami namun untuk disiplin datang ke pertemuan dengan ustazah, adalah suatu mujahadah yang tak mudah. kerna ustazah juga biasanya sibuk dengan pelbagai urusan hingga lama-kelamaan ia agak berkurang frekuensinya. namun syu'ur yang terbina tetap bersemat dijiwa. minggu-minggu akan datang kami akan memulakan kembali hafazan yang sempat tertangguh. 

0 ulasan:

Catat Ulasan