Skinpress Rss

Ahad, 4 Disember 2011

TUNGGU TEDUH DULU

0


Setelah melalui satu minggu yang penuh stress di Rumah Sakit Labuang Baji, diri akhirnya berjaya menghabiskan jaga (jadwal oncall) pada hari Sabtu. Hingga mengizinkan diri untuk libur (cuti) 1 hari pada Ahad nya. Wah, weekend pertama di bagian pediatric!! Aseekk!!

Mahu sekali istirehat total dirumah. Tirah baring!! Namun jadi ingat pada adik-adik binaanku. Minggu lalu sewaktu liqa’, tidak dapat menumpukan sepenuh perhatian pada mereka gara-gara keletihan yang amat. Pengisian juga tidak seserius biasanya. Kasihan mereka. Walau sepertinya banyak yang mahu mereka ceritakan, namun tertahan dengan kondisi diri yang agak turun. Sejak terjun ke dunia koas, diri agak kurang meluangkan waktu bersama mereka, mendengar keluh kesahnya mereka. Sedangkan sewaktu pre-klinik dulu, setiap hari ulangtahun kami akan makan bersama..

Lansung jemari mengetik sms buat mereka. Biarlah sisa waktu yang tersisa walau kurang dari 24 jam tersebut, dapat diri manfaatkan sebaiknya bersama mereka. Begitulah. Harus korbankan masa lapang untuk persediaan masa yang sibuk nanti. Inilah investasi akhirat kita. Diri mengajak mereka keluar untuk jaulah bersama keesokannya. Seperti biasa, Tim dan Azurin yang sentiasa ceria dan happening membalas girang untuk keluar bersama. Begitu juga yang lain. Ya.. mereka sentiasa positif untuk melakukan apa saja bersama. Rasa tsiqah yang tinggi dan keazaman yang kuat membuatkan mereka sangat antusias untuk berkomitmen dengan apa saja yang diajukan.

Akhirnya kami bersetuju untuk menjadikan Akarena sebagai tujuan destinasi. Pantai pasir hitam, Akarena yang terletak tidak jauh dari Pantai Losari merupakan suatu destinasi wisata (perlancongan) yang menjadi tumpuan untuk warga Makassar menghabiskan sisa hujung minggu mereka bersama keluarga tersayang. Biasanya warga Makassar berdatangan ke sana untuk menyaksikan matahari terbit mahupun tenggelam yang ternyata sangat indah disaksikan dari kawasan pantai ini. namun tidak kurang juga yang menjadikan pantai ini sebagai tempat bermandi manda dan beramah mesra dengan keluarga masing-masing.

Kami tiba di Akarena jam 7.30 pagi. Meskipun hari hujan dan langit masih mendung, menutupi sinar sang mentari pagi yang mengintip celah untuk menebar gemerlap, namun hati kami tetap girang dan bahagia. Tambahan adik-adik juga baru usai ujian akhir bagian Gastroenterohepatologi. Minggu depan mereka akan memasuki sistem baru yaitu Onkologi. Meskipun diri masih dalam mood keletihan namun jaulah seperti ini mampu me recharge kembali energy yang hampir terkuras total di RS Labuang Baji minggu lalu.

Memulakan aktiviti (aktivitas)dengan sepinggan nasi kuning khas Makassar dan segelas akua (air mineral) dari warung yang berdekatan, kami menyantap makan pagi dengan penuh selera. Bahagia melihat mereka berlari-lari di atas jembatan kayu mendekat ke pantai, bergurau senda menghilangkan sungkam dan ketawa ceria, usil mengusik antara satu sama lain. Alhamdulillah inilah rahmat kasih sayang yang tercurah lewat ukhuwah yang semakin matang. Inilah biasan cinta yang tercipta dari yang ESA. Tiba-tiba, rindu mencengkam terhadap adik-adik yang tidak dapat ikut serta hari ini. Natrah yang semakin hilang kelibatnya disapa waktu yang mencengkam(disebabkan suatu kondisi). Ida yang juga jarang kelihatan bayang. Syafini yang lebih sibuk dengan aktiviti kampus.

Itulah.. mungkin khilaf diri yang lambat beradaptasi dengan lingkungan hingga mereka semakin jarang diri perhatikan. Mungkin khilaf diri yang lemah dan tidak cukup stamina untuk menggenggam tangan mereka dan menemani mereka dalam episode perjalanan panjang ini. Sibuk dengan kesibukan sendiri. Selesa dengan waktu istirehat sendiri. Padahal mereka masih memerlukan tangan ini untuk berpaut. Mereka masih butuh bayangan diri ini untuk berlindung dari terik mentari dan memerlukan contoh tapak kaki ini untuk mengatur langkah.

Ampunkan aku Ya Allah!! Ampunkan kekhilafan dan kelemahan diri ini. Jangan dikau hukum diri ini atas kelalaian yang tidak disedari. Maafkan diri ini wahai adik-adikku yang tercinta. Berikanku peluang untuk menjadi lebih baik. Terima kasih, kalian sentiasa disisi dalam perjuangan panjang ini. Terima kasih, kalian telah bersabar untuk sekian waktu yang diri ini tidak bisa menemani…

Sempat singgah di Trans Mall sebelum pulang, menikmati pancake enak,ANGEL DELIGHT di MR.PANCAKE sambil berlindung dari dinginnya hujan yang mencucuk hingga ke tulang belulang. Ini pertama kalinya mereka menikmatinya pancake yang amat dibanggakan TransMall tersebut sejak pembukaannya April lalu. Selain memiliki pancake enak bertaraf dunia, MR.PANCAKE juga memiliki restoran yang didekorasi ala rumah klasik inggeris yang menciptakan suasana romantis dan harmonis buat pengunjungnya. Walau harganya tergolong standard dan agak mahal pada status kehidupan masyarakat umumnya, namun disitu ada rasa yang tersendiri. Paling tidak mereka pernah makan disitu “sekali” sepanjang berada di Makassar..

Apa yang meninggalkan kenangan yang manis adalah apabila kami memesan hidangan pancake dan berkongsi 1 hidangan berdua sebagai penambah rasa.. diri yang berkongsi dengan Tim memesan hidangan Angel Delight yang terdiri dari pancake serta ais krim coklat strawberry serta Banana Split cukup mengocak deria rasa… indahnya kebersamaan letaknya bukan hanya pada pertemuan tapi pada perasaan yang bertemu dalam keakraban dan bersatu dalam tautan kemesraan ^_^

Jam 2. Belum solat Zohor. Pakaian sudah kotor disapa pasir pantai yang basah dan selut yang masih bercecer ditepian jalan. Kami bersetuju meredah lebatnya hunjaman air hujan yang menerjah bumi, pekatnya awan hitam yang membalut langit, dan percikan becak dari kenderaan bermotor yang lewat. Sebenarnya pada awalnya, perancangan hari ini hampir saja tertunda gara-gara hujan Disember yang turun tanpa permisi, namun akhirnya kami sepakat meneruskan agenda jaulah ini memandangkan lama sekali kami tidak keluar bersama. Meredah banjir serta bermain di gigi air ternyata memberi kredit memori tersendiri dalam perjalanan hidup ini. Tidak perlu menunggu teduh dulu untuk melakukan sesuatu hal bersama..

0 ulasan:

Catat Ulasan