
Gadisku,
Saat dikau berwajah muram,
Dan mengeluhkan kenapa kau tidak secantik yang lainnya
Kenapa mereka punya penaksir sedang kau tidak
Kenapa mereka sering berganti pasangan sedang kau tak pernah punya
Kau lupa barangkali gadisku,
Kata “cantik” itu sangat subjektif
Kecantikan, nilainya bukan pada lahiriah semata
Tapi ia lebih cenderung pada pekerjaan hati
Yang diperelok dengan kebaikan dan ketaqwaan
Diperindah dengan amal soleh dan keikhlasan
Itulah kecantikan paling sempurna dan terindah
Gadisku,
Bersyukurlah saat Allah menjadikan wajahmu biasa-biasa saja
Kerana Allah sebenarnya menyelamatkanmu dari fitnah dunia
Laki-laki yang menyintaimu kerana parasmu atau fisikmu
Sungguh mereka hanya pendusta yang bertuhankan nafsu
Leki-laki yang naksir padamu lantaran keelokan wajahmu
Tidak mustahil akan berpaling darimu demi seorang yang lebih elok paranya pula
Tetapi laki-laki yang menerima dirimu yang berwajah biasa,
Mereka melihat kepada kecantikan hati dan pekertimu,
Dialah laki-laki yang akan memuliakanmu
Laki-laki yang akan berbuat baik padamu kerana Tuhannya
Laki-laki yang akan melindungimu dan membimbing tanganmu menuju syurgaNya
Apakah yang lebih baik dari itu?
Gadisku,
Pernah kau dengar kisah apel yang bermutu?
Apel dengan kualiti terbaik itu adanya di puncak pohon
Sedang apel kurang berkualiti jatuh berguguran sebelum masa panennya
Diinjak, dilempar, dimakan ulat.. sama sekali tidak dihargai
Sedang apel dipuncak terus menanti
Menanti orang yang benar-benar yakin akan keberadaannya
Walau terlindung dek dedaunan merimbun yang menutupi
Hanya orang terpilih yang akan memanjat pohon itu dan memetiknya dengan hormat
Apel it uterus bersabar dan memperbaiki dirinya
Agar saat dipetik, ia bisa menmberikan rasa yang manis dan bergizi…
“Duhai orang yang menanti, teruslah menanti dengan sedikit kesabaran lagi.. yakinlah bahawa janji Allah itu pasti..”
~amni shamrah~
05 December 2011
11.00pm
credit to: gadis yang bertanya dalam kegalauan.. kerana dirimu begitu berharga ^_^
Saat dikau berwajah muram,
Dan mengeluhkan kenapa kau tidak secantik yang lainnya
Kenapa mereka punya penaksir sedang kau tidak
Kenapa mereka sering berganti pasangan sedang kau tak pernah punya
Kau lupa barangkali gadisku,
Kata “cantik” itu sangat subjektif
Kecantikan, nilainya bukan pada lahiriah semata
Tapi ia lebih cenderung pada pekerjaan hati
Yang diperelok dengan kebaikan dan ketaqwaan
Diperindah dengan amal soleh dan keikhlasan
Itulah kecantikan paling sempurna dan terindah
Gadisku,
Bersyukurlah saat Allah menjadikan wajahmu biasa-biasa saja
Kerana Allah sebenarnya menyelamatkanmu dari fitnah dunia
Laki-laki yang menyintaimu kerana parasmu atau fisikmu
Sungguh mereka hanya pendusta yang bertuhankan nafsu
Leki-laki yang naksir padamu lantaran keelokan wajahmu
Tidak mustahil akan berpaling darimu demi seorang yang lebih elok paranya pula
Tetapi laki-laki yang menerima dirimu yang berwajah biasa,
Mereka melihat kepada kecantikan hati dan pekertimu,
Dialah laki-laki yang akan memuliakanmu
Laki-laki yang akan berbuat baik padamu kerana Tuhannya
Laki-laki yang akan melindungimu dan membimbing tanganmu menuju syurgaNya
Apakah yang lebih baik dari itu?
Gadisku,
Pernah kau dengar kisah apel yang bermutu?
Apel dengan kualiti terbaik itu adanya di puncak pohon
Sedang apel kurang berkualiti jatuh berguguran sebelum masa panennya
Diinjak, dilempar, dimakan ulat.. sama sekali tidak dihargai
Sedang apel dipuncak terus menanti
Menanti orang yang benar-benar yakin akan keberadaannya
Walau terlindung dek dedaunan merimbun yang menutupi
Hanya orang terpilih yang akan memanjat pohon itu dan memetiknya dengan hormat
Apel it uterus bersabar dan memperbaiki dirinya
Agar saat dipetik, ia bisa menmberikan rasa yang manis dan bergizi…
“Duhai orang yang menanti, teruslah menanti dengan sedikit kesabaran lagi.. yakinlah bahawa janji Allah itu pasti..”
~amni shamrah~
05 December 2011
11.00pm
credit to: gadis yang bertanya dalam kegalauan.. kerana dirimu begitu berharga ^_^

0 ulasan:
Catat Ulasan