Skinpress Rss

Jumaat, 8 Julai 2011

KAPURUNG & KELUARGA TOLBAR

0


Hari yang benar-benar sibuk. Dari pagi bertugas di RS (hospital) tentera (Wirabuana) Pelamonia. Pasien dermatology datang tidak henti-henti dari jam 6.30 pagi hingga jam 1.30 siang. Kurang lebih jumlah keseluruhan (total) pesakit poliklinik pada pagi itu 25 orang. Selain itu masih ada beberapa pasien (pesakit) yang konsul dari bangsal (pesakit rujukan dari department) lain. Tidak sempat duduk dibuatnya kami pagi ini. Lanjut diskusi (case discussion) dan bedside teaching oleh dokter residen pada jam 2 hingga 4 tapi di RS utama(hospital) Wahidin yang terletak kira-kira 45 minit perjalanan dari RS yang pertama. Benar-benar melelahkan.

Hari ini juga ada undangan syukuran dirumahnya teman KKN ku yang telah tamat sarjana beberapa hari yang lalu. Kak Anie. Walau awalnya agak keberatan untuk menghadirkan diri memandangkan tanggungjawab yang menumpuk harus dituntaskan, namun akhirnya tetap memutuskan untuk pergi setelah beberapa sms dari teman-teman yang sangat setia mengundang sejak dari pagi. Tidak sampai hati mencari alasan untuk tidak pergi tambahan acara hari ini memang sengaja dirancang oleh Kak Anie buat teman-teman KKN.

Jam 4.00 berangkat dari RS (hospital) beriringan dengan teman setia Amel ke rumahnya Kak Anie yang lumayan jauhnya. Hati masih berat memikirkan bebanan tugas. Sampai dirumahnya Kak Anie, sudah ramai yang tiba. “kepala artis”(gelar buat si comel yang selalu heboh) Winda, Iyan, Irfan, Fitrah, Wawan dan Adit. Seperti biasa, walau masih kurang lengkap, tetaplah heboh. Walau suasana agak “berlainan”, tetaplah ceria dengan senda gurau yang masuk akal dan tidak masuk akal.. kepenatan yang menjalar dalam urat saraf dari pagi, beransur pergi.. terobat dengan celoteh dan kemanjaan Winda yang sibuk bercerita tentang pengalamannya mengikuti casting filem di Jakarta, perencanaannya untuk umrah tanggal 27 yang akan datang dan banyak lagi. Iyan walau kalem (tenang) tetap tidak mahu ketinggalan meluah kata dan cerita yang lama terpendam di lubuk hati. Kak Anie yang lucu masih seperti dulu dengan ceria tawanya yang memenuhi ruang tamu. Ada lagi rfan yang masih belum penat mengganggu. Wawan dengan cerita naik tingkatnya (sudah masuk ke bagian Anesthesi) dan Adit yang masih mengimbau hari koas kemarin.

Dihidangkan Kapurung (makanan khas Palopo) yang dimasak dengan penuh kasih sayang oleh Kak Anie. Tiba-tiba rasa rindu pada mereka baru menjalar di hati. Terima kasih Ya Allah, akhirnya memberi diri ruang dan peluang untuk hadir. Banyak hal yang berlaku beberapa bulan terakhir terutama kesibukan keseharian sebagai koas (pelajar clinical) hingga diri agak-agak sebal dan malas untuk hadir di pertemuan KKN dan sengaja mahu melupakan (memadamkan kenangan lalu dalam-dalam). Walau begitu, tetaplah mereka telah menjadi bagian dari diri ini. Bagai keluarga yang biar apa yang berlaku, tetaplah ikatannya akan kukuh (semoga).

Semakin terharu saat membaca komentarnya Winda,”bahagia bertemu keluarga tolbarku” dan sifat back up dan suportif gadis itu untuk mempertahankan keceriaan dan Suasana kekeluargaan antara kami.. Benarlah, keakraban… tetap ada fase ujiannya. Tetaplah ada saat pasang surutnya. Tergantung bagaimana kita menanggapi dan menyikapi suatu permasalahan untuk mencari solusinya (penyelesaiannya). Semoga keluarga tolbarku, tetaplah akrab dan ceria.

0 ulasan:

Catat Ulasan