Skinpress Rss

Sabtu, 16 Julai 2011

FAREWELL PARTY FAZ YAM

0



Malam ini majlis perpisahan tetangga sebelah kamar (bilik) Wan Nor Fazlina & Siti Mariam, 2 teman yang berjaya menamatkan kuliyah dalam bidang farmasi di Unhas. Setelah 4 tahun bertungkus lumus dan tunggang terbalik mengharungi onak duri dalam pelajaran akhirnya mereka berjaya memperoleh sarjana muda Farmasi di Unhas.

Majlis diadakan di Hotel Aryaduta, Losari dengan dihadiri oleh 14 orang teman-teman seangkatan yang perempuan. Makanan berkonsep buffei dengan bayaran 150k per orang memberikan kami peluang untuk mencoba semua jenis makanan dari seluruh dunia dengan sepuasnya. Ada barbeque set, French’s crusine , Italy’s crusine, Japanese food dan beraneka jenis dessert yang cukup mebuka selera.

Berbalik kepada Fazlina dan Mariam, mengenang hari-hari kemarin bersama mereka, walaupun diri dan anak berdua itu memiliki gaya hidup yang cukup berbeza dengan diri, namun tetap tidak canggung saat bercerita dan berbual bersama mereka. Teman jalan yang setia dan rakan yang cukup akrab. Masih ingat saat tahun pertama bergelar mahasiswa Unhas, saat hidup dilanda stress berat setiap hari, Faz dan Yam yang menempati kamar disebelah sering datang dan menangis. Atas hal apapun. Masalah asistenlah, masalah dosen pembimbinglah, masalah tugasan yang harus diketik manual lah (taip menggunakan type writer), masalah pantulan (assignment yang harus dikerja ulang) dan sebagainya. Berbagai cerita aneh yang mereka bawa pulang selesai dari kampus. Saat keletihan melanda, pasti terdengar lagi ketukan dipintu kamar, “mahfuzah, nak tidur lima menit”.. hihi.. begitulah setiap harinya. Saat hari minggu, pasti kami akan keluar jalan-jalan bersama bagi melepas beban stress yang memberat dipundak.

Mengharungi tahun kedua, kami masih lagi ditakdirkan bertetangga, kehidupan Faz dan Yam semakin disibukkan dengan campus-life, laboratory workship dan sebagainya hingga mereka sering lambat pulang. Diri juga semakin disibukkan dengan kehidupan berpersatuan, studygrouping, dan sebagainya hingga kami jarang bertemu, kecuali malam dan hari minggu. Walau semakin jarang keluar bersama (sering ditinggalkan jika mereka dan teman jalan yang lain pergi jalan gara-gara terpaksa menghadiri meeting, liqa’ dan program persatuan), tapi kami tetap akrab dan saling berhubung. Terkadang saat kesibukan benar-benar menjerut urat nadi, Faz dan Yam akan datang ke kamar dan membawakan the hangat atau keropok buat dimakan bersama. Walau hidup kami semakin berbeza, tidak pernah mencipta jarak dan jurang yang memisahkan.

Saat tahun ketiga baru kehidupan kami masing-masing semakin stabil. Faz dan Yam sudah agak longgar jadual kuliyahnya memandangkan matakuliah yang berkaitan dengan laboratorium telah diselesaikan pada semester lalu. Diri juga sudah bersara dari dunia persatuan. Tinggal masih sibuk dengan kulaih pre-klinik tahun 3 dan liqa’ rutin tiap minggunya. Ini memberikan kami lebih banyak waktu bersama. Jalan-jalan dan memasak bersama menjadi aktiviti mingguan yang mengisi hari-hari kami. Faz yang memang pintar memasak, banyak mengajarkan resepi-resepi turunan ibunya hingga diri banyak pula belajar darinya. Nasi ayam, nasi lemak, karipap, pengat pisang dan kuih-kuih (kue) tradisional menjadi bahan pelajaran kelas memasak kami.

Tahun ke empat lebih santai lagi kerna Faz dan Yam tinggal menyusun skripsi (final project) untuk meluluskan mereka sebagai pharmacist-graduate. Diri yang menunggu waktu untuk masuk ke dunia klinikal juga tidak melakukan apa-apa hingga memberi kami waktu yang ekstra untuk diluangkan bersama. Sempat ke bermusafir ke tempat yang lebih jauh seperti Pangkep, Toraja, Palopo dan Pontundo,Takalar bersama. Benar-benar melakar kisah yang indah bersama mereka.

Faz dan Yam, walaupun sebenarnya, berbanding diri, mereka lebih akrab dengan teman yang lain memandangkan mereka lebih banyak menghabiskan masa bersama mereka, namun ada beberapa hal yang membuat diri cukup terharu dengan mereka. Menjelang hari-hari terakhir sebelum pulang, Faz agak lebih memaksa diri untuk turut hadir saat makan-makan atau keluar jalan-jalan bersama ketimbang sebelumnya dia bersikap santai dan tidak terlalu mendesak untuk datang kerna sangat memahami kesibukan diri. Katanya “ala mahfuzah, takkan tak nak spend masa ngn orang, orang kan dah nak balik..”.. tidak sanggup menghampakan harapannya, jadi diri walau susah payah akan berusaha untuk hadir..” Sewaktu Faz mahu kembali ke tanah air sewaktu menyelesaikan kuliahnya (pulang sebelum majlis graduasi), mereka masih ceria hingga sewaktu Faz menyalami dan memeluk diri ini, Faz justeru lansung menangis dan berkata “terima kasih ye” kata yang cukup ringkas namun berbekas. Diri juga turut tidak dapat menahan empangan dari pecah berderai. Yam juga mulai banjir dengan airmata hingga langit Makassar turut mendung mengiringi kepulangan mereka.

~Semoga sahabatku Fazlina dan Mariam akan pulang dan memanfaatkan ilmu yang telah mereka dapatkan disini dengan terbaik. Menjadi pharmacist yang bisa diandal..~

0 ulasan:

Catat Ulasan