Skinpress Rss

Ahad, 3 Mac 2013

ARTI KETAATAN

0



Suatu kisah yang pernah berlaku sewaktu diri lagi stase di RSIA Siti Fatimah.

Satu sore yang damai, masuk seorang ibu hamil anak pertama yang sudah memasuki fase aktif kala 1 dengan pembukaan mulut rahim 5 cm. wah, pasien pertamaku untuk dibantu partus/melahirkan. Maklum saja diri yang sementara menjalani kursus asuhan persalinan normal di RSP sangat bersemangat waja untuk melakukan bantu partus ini. Untuk itu, dokter menugaskan diri untuk mengobservasi ibu tersebut (menghitung kontraksi uterus/rahim dan observasi denyut jantung bayinya tiap setengah jam).menurut perkiraan medis, jika sebuah persalinan kala I sudah memasuki fase aktif, ibu yang kali pertama hamil, membutuhkan waktu 1 jam untuk pembukaan 1cm. dengan kata lain calon pasien pertamaku ini membutuhkan 5 jam lagi untuk mencapai pembukaan lengkap dan siap untuk dipimpin mengedan dan melahirkan bayinya.

Lewat 5 jam. Ibu tersebut sudah mulai merasa kram akibat kontraksi uterus yang semakin lama dan sering. Lendir berdarah keluar dari mulut vagina menandakan waktu untuk melahirkan atau istilahnya “inpartu” sudah sampai. Tiba-tiba BRUSSTTT!! Pecah ketuban/amnion sac. Menandakan bayi sudah siap untuk dilahirkan. Memakai handscone, melakukan pemeriksaan dalam vagina/VT. Pembukaan lengkap. Ubun-ubun kecil sudah arah jam 12 menandakan bayi sudah siap melakukan putaran paksi dalam. Diri siap-siap memakai apron (celemek) dan sarung tangan steril untuk membantu persalinan. Mengajarkan cara berkuat yang benar dan memberikan pengarahan kepada sang ibu untuk mengedan saat paling nyeri dirasakan. 15 menit dipimpin, bayi masih belum keluar. Dokter mulai campur tangan. Ya.. 15 menit terlalu lama untuk mengeluarkan bayi yang berat badan jangkaan 2500g. dipimpin oleh dokter juga berhasil yang sama. Ibunya mengedan terus. Kepala anaknya dibawah sudah terjadi kaput (pembesaran tidak alami akibat tumpukan cairan bawah lapisan kutis) hingga tidak memungkinkan untuk membantu ibu dengan vacuum. Jalan terakhir..IBU HARUS DIOPERASI!! Padahal kepala anaknya hanya 0.5cm hampir keluar di pintu atas panggul.  Semua gara-gara si Ibu yang tidak tahu cara mengedan yang benar.

tidak lama setelah aku menelpon, itu ibu gawat. sesak napas. si ibu yang memang mempunyai riwayat asma sebelumnya terpaksa dilarikan ke ruang operasi sesegera mungkin. suaminya disuruh masuk ke kamar operasi. kami sudah standby dengan pelbagai alat bantu dan obat-obat emergensi yang berkemungkinan dibutuhkan untuk menolong mempertahankan jalan napas sang ibu. tapi resikonya jika menolong ibu, kemungkinan untuk turut menyelamatkan anaknya sangat tipis. hanya salah satu yang bisa dipilih.
dalam suasana yang mencemaskan itu, sang ibu itu memeluk suaminya sambil berkali-kali meminta maaf dan menyebutkan kesalahan2x.. saat suaminya mengatakan "saya memaafkan kamu dan ridho atasmu" beberapa menit kemudian ibu itu mencoba mengumpulkan kekuatannya dan mengedan keras. membuat kami semua kaget. Bayangkan, tindakan yang diambil itu bisa berakibat fatal pada dirinya. kerna saat ibu menghabiskan sisa udara dalam rongga paru, cabang-cabang bronkus yang sedia menyempit pada kasus asma akan segara tertutup dan terblokir.dalam waktu 5 menit saja jika tidak segara ditolong dengan bronkodilator inhalasi dan udara yang cukup akan menyebabkan otak sang ibu mati dan ibu akan tewas dimeja operasi.

tapi selalu saja ada yang namax keajaiban dari Allah.. kamu tahu, anak yang tertahan lama dijalan lahir itu akhirnya lahir dengan normal.. meski kepalanya agak panjang (caput succidum), tapi ia bisa hilang dalam waktu beberapa minggu. dan ibu itu bisa kembali mengatur nafas normal. seperti tidak pernah terkena serangan asma.. Subhanallah sekali.  Bayi mereka, meski tidak menangis spontan, tetap tertolong setelah diresusitasi. benar-benar suatu keajaiban redha seorang suami....

Aku jadi ingat pertanyaan temanku sewaktu kuberikan “tiket jujur” lama dulu. Pertanyaannya,”Jika aku memberikanmu sebuah gelas bertatahkan permata, dan kemudian, aku menyuruhmu untuk memecahkannya, apa yang kamu akan lakukan? dan sebutkan alasannya.”  Pertanyaan yang gampang-gampang susah.  Aku memberikan dua jawaban saat itu.  Ada dua kemungkinan yang akan diri lakukan. Yang pertama, mungkin diri akan menuruti katanya dengan memecahkan gelas tersebut. Kerna mungkin dia ada alasan tertentu yang membuatnya memerintahkan seperti itu. Yang kedua, mungkin juga diri akan mengingkarinya dengan alasan, gelas itu adalah suatu bentuk amanah. Yang mana amanah itu adalah harus dipertahankan biar nyawa dituntut sebagai ganti. (Dia memberikan penilaian 50 markah untuk jawaban itu.)  dia kemudian mengaitkan pertanyaan itu dengan sebuah kisah sang raja yang memilih istri atas dasar ketaatannya. Waktu itu aku berpikir, jika taat dikerja secara buta, ia sia-sia. bukan dasarnya keikhlasan tapi keterpaksaan yang akhirnya menjadi kepasrahan. Tapi sekarang aku mengerti, arti dari ketaatan itu sendiri didalamnya ada kerelaan. keyakinan dan kepercayaan. dan itulah pondisi terkuat sebuah keikhlasan. jika seorang istri tidak bisa memberikan ketaatan pada suami, jadi bagaimana dia menjaga kehormatan keluarganya?..hmm..(dengan catatan suaminya beriman kepada Allah dan suruhannya tidak bertentangn dengan perintah Allah)..

CINTA YANG MANA

Tersebutlah pada suatu kisah, ada seorang Raja yang tengah mencari pendamping hidup..
Ditugaskanlah para orang kepercayaan untuk mencari wanita di seluruh pelosok negeri..

Mulai dari rakyat biasa, hingga yang terpandang..
Dari yang berparas sedang, hingga yang rupawan..
Dari yang sederhana, juga yang kaya raya..
Pada suatu kesempatan, diundanglah beberapa wanita tersebut oleh Sang Raja..
Sebuah jamuan dan pesta mewah pun digelar untuk menyambut mereka..
Namun, tidak beberapaa lama setelah jamuan itu berlangsung…
Kepada mereka diberikan gelas crystal yang bertahtakan permata, berisi minuman terbaik.
Sang Raja kemudian memerintahkan agar mereka membanting gelas masing-masing..
Semuanya terperangah dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu..
Namun, tiba-tiba terdengar bunyi berdenting, karenanya suasana menjadi hening..
Ternyata itu datang dari seorang wanita berparas biasa, sederhana, dan tidak juga begitu kaya..
Di kakinya pecahan gelas berhamburan sampai semua orang tampak terkejut dan keheranan.

"Mengapa kau banting gelas itu?"
Tanpa takut wanita itu menjawab : "Ada beberapa sebab :
Pertama, Dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan Paduka..
Sang Raja terkesima. Para tamunya juga kagum akan jawaban yang masuk akal itu.

Sebab lainnya?" tanya Sang Raja.
"Kedua, saya hanya menaati perintah Allah. Sebab di dalam Alquran, Allah memerintahkan agar kita mematuhi Allah, Utusan-Nya, dan para penguasa. Sedangkan Paduka adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah Paduka." Jawab sang wanita 
Sang Raja pun kian takjub.Demikian pula paran tamunya. "Masih ada sebab lain?"

Wanita itu mengangguk dan berkata :
"Ketiga, dengan saya memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun, hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya dicap gila daripada tidak melakukan perintah Pemimpin nya, yang berarti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima dengan lapang dada daripada saya dituduh durhaka kepada penguasa saya. Itu lebih berat buat saya."

Maka kemudian, Sang Raja melamar wanita tersebut..
Semua rakyak merasa gembira karena Sang Raja memperoleh jodoh seorang wanita yang tidak saja taat kepada suami, tetapi juga taat kepada Pemimpin, kepada Nabinya, dan kepada Tuhannya..

Sesungguhnya..
Bersama nafsu dan kekuasaannya yang senantiasa menggoda..
Intan permata yang bernilai tinggi, pun tak kan ada guna..
Ketika “getaran rasa” telah pergi meninggalkan seorang hamba..
Yang tanpa sadar menyangsikan cinta yang Hakiki..

Jumaat, 1 Mac 2013

IBU CEMUMUT, DOKTER CEMUMUT,BIDAN JUGA IKUT CEMUMUT!!

0



MINGGU 2. Bagian Obstetric & Gynecology (Obgyn) ditugaskan di Rumah Sakit Ibu Anak Siti Fatimah. Minggu ini sebenarnya diri akan mengikuti kursus dan pelatihan tentang asuhan  persalinan normal (APN) di Rumah Sakit Pendidikan (RSP). Jadi kami hanya akan bertugas oncall/jaga di RS jejaring ini.
Bersama M.Rizal, Jackson, Zein, Agus dan Tengku Shah, hanya diri seorang coass perempuan yang stase di RS ini. Kami berenam dibahagi kepada 2 tim. Tim A dan tim B yang akan bergiliran jaga sepanjang satu minggu di sini. Diri sangat beruntung untuk berada satu tim dengan M.Rizal dan Jackson. Jack yang dari minggu satu kebetulan satu tim dengan diri sangat membantu mempermudahkan urusan pembelajaranku sepanjang di Obgyn.

 Tiap kali jaga Jack akan mengajarkan teori-teori dan mendiskusikan hal yang penting untuk diketahui. Sama saat kami menerima pasien baru, dia akan memberikan peluang pada diri untuk melakukan Vaginal Toucher (VT) atau nama lainnya Pemeriksaan dalam Vagina. Ini memberikan diri pengalaman untuk menentukan pembukaan portio uterus (mulut rahim) yang membenarkan kepala bayi keluar dari ruang sempit itu. Kemahiran menentukan luas pembukaan sangat tergantung dari jam terbang. Artinya, semakin sering kita melakukan VT, semakin banyak pengalaman dan semakin kita tahu bagaimana yang namanya pembukaan satu sentimeter, dua, tiga dan seterusnya.  Begitu juga dengan pemeriksaan luar. Kepekaan tangan untuk meraba bagian punggung (belakang badan) dan kepala pada pemeriksaan Leopold I-IV serta menentukan perlimaan sangat tergantung dari jam terbang atau pengalaman kita memeriksa. Sepanjang itu Jack banyak mendampingi dan mengajarkan. Maklum saja Jack sudah minggu berbelas-belas di Obgyn. Diri suka menjulukinya dengan panggilan Prof saking pintarnya dia dengan ilmu-ilmu Obgyn. Psst: diri tidak pernah membaca buku untuk kursus APN di keesokan harinya, cukup Prof.Jack mengajarkan tip-tips penting APN hingga diri mampu menjawab pre-test APN dengan baik. Discuss make perfect!! As always..

Berbeda dengan Rizal alias Ical. Meski agak pendiam dan kalem (cool), Ical sangat percaya diri dalam menangani pasien. Ical yang mendampingi diri waktu “partus pertama” yang kubantu. Waktu itu, ibu yang kubantu melahirkan anak pertama. Jadi wajar saja terjadi robekan perineum (bagian antara vagina dan anus) hingga memaksa kami untuk hecting (jahit). Ical ini seperti spesialis yang serba tahu bab-bab hecting. Kata Ical, hecting itu seperti meluahkan karya seni seorang dokter. Harus tahu yang mana yang mahu kita sambungkan dan perkemaskan…bagaimana mahu kita jahit..ototnya, mukosanya, kulitnya..adakah menggunakan teknik interuptus (jahitan putus2) atau subkutikal (antara kulit). Bagaimana memperkemas jahitan hingga ia tidak menyebabkan pendarahan. Alias menutup sumber perdarahan. Ical paling professional tentang itu. Maklum saja sudah minggu keempat di obgyn dan alumni RSUD Salewangang, Maros lagi.

Dokter-dokter residen di sana juga sangatlah baik hati lagi tidak sombong. Ada dr.Eric, dr.Tuti, dr.Santi dan dr.Emmy yang dari dokter senior sampai Observer (dokter yang mengikuti pendidikan spesialis yang semester 1) sangat baik hati. Apalagi diri seorang coass perempuan dan minggu bawah. Sangat di”manjakan”.dan tidak lokek diajar. Very friendly peoples. Dr.Santi misalnya, datang saja pasien baru, pasti diri yang pertama yang dipanggil untuk mengikuti beliau melakukan pemeriksaan dalam alias VT. Beliau juga selalu akan bertanya “Fuzah sudah makan? Sini dulu makan..kasi Bicil (bidan kecil/mahasiswa kebidanan) yang observasi(follow up)”.

Bicil-bicil di RS ini juga sangat membantu. Tiap kali ada ibu melahirkan, mereka lincah menyiapkan set partus (alat-alat yang diperlukan untuk partus/melahirkan), hecting set, underpad, lampu sorot, pakaian bayi, kantong untuk plasenta dan yang paling penting, kami berkerja seperti satu tim bola. Ada yang jaga gawang (bantu melahirkan). Ada penyerang (bantu untuk melakukan aksi Cress-John/Cress-taller) yang tidak etis dilihat itu), ada defender (yang menahan perineum dari robek sewaktu kepala bayi melewati pintu panggul bawah alias vagina) dan ada supporter (bicil-bicil yang menyemangati ibu dengan kata-kata seperti “ayo, ibu pasti bisa!!” “yah, begitu cara berkuatnya,pintar ibu…terussss!!!” “semangat ibu mawmi keluar anakta” “berkuat ibu!!ayo!!”) kita berkisar dengan waktu. Mungkin fase melahirkan/KALA II tidak selama waktu bermain bola, ini hanya kisaran 5-10 menit dan tidak boleh melewati 2jam. Maka kami menukarkan suasana rumahsakit itu menjadi lapangan bola yang meriah..penentu menang kalahnya, pastilah SI IBU ITU SENDIRI. dengan kontraksi yang adekuat dan kekuatan ibu mengedan, maka lahirlah bayi comel yang kutarik kepalanya sewaktu dalam misi penyelamatan gawang gol dari bobolan bola alias keluarnya bayi dari uterus sang ibu.  

Seringkali tim bola kami menang..meski harus akhirnya menggunakan “set hecting” akibat adanya robekan perineum, namun saat kemenangan itu datang, seperti supporter Liverpool yang doyan menyanyikan lagu kebanggaan Anfield “You’ll Never Walk Alone” usai kemenangan..tapi tidak kurang juga kami menelan pahitnya kegagalan dengan segala dukacitanya dimaklumkan, sang ibu HARUS DI SC/dioperasi atas segala indikasi. Saat itu, ooo no.. kecewa penonton. Tapi kami tetap saja solid. Kami temani sang ibu sampai ke meja operasi. Meski bukan kami yang menindaki ibu tersebut (pastilah..kerna sudah kompetensinya dokter spesialis dan dokter residen PPDS), namun kami tetap saja berkontribusi dengan membantu dokter menulis laporan operasi sebanyak 3rangkap..

Meski tiap kali jaga, kepenatan gara-gara pasien yang tidak mengenal system waktu 24 jam, namun tetap terasa seru..sama-sama menderita dan merasai penderitaan si pasien juga. Tidur dimeja-meja atau kursi tidak masalah. Meski diri harus bertemankan secangkir kopi untuk memulakan hari di APN, tetap saja pelatihan yang didapatkan dan langsung dipraktekkan di Rumah Sakit memberikan pengalaman yang luar biasa dan jauh lebih mudah untuk diingat. Knowledge plus practice make perfect!!

  

Sabtu, 23 Februari 2013

MENGURUNG RINDU

0


Kerinduanku,
Bagai ombak yang menghempas pantai
Tahu saatnya untuk pergi
Namun tak pernah lelah untuk kembali

Kerinduanku,
Bagai angin yang bertiup sepoi
Makin lama makin kencang
Hingga akhirnya menjadi puting beliung

Kerinduanku,
Bagai hujan renai
Yang turun mengguyur bumi
Kian menjadi bah yang menghayutkan

Kerinduanku,
Bagai mentari yang bersinar terang
Indah dipandang menebar benderang
Hangatnya memeluk jiwa yang kedinginan

Kerinduanku,
Seperti arus sungai yang mengalir
Makin ditahan makin kuat menghunjam
Mengaliri tiap relung hati yang kontang
Kerinduanku,
Bagai elang rajawali yang ingin bebas
Makin dikurung makin berontak
Maka lepaskanlah..biarkan ia bebas…

Amni_shamrah
02 Februari 2013
12.55 am

Rabu, 20 Februari 2013

SEMANGAT YANG TIDAK MATI

0



Menerima sms dari teman..
“Telah kembali ke Rahmatullah saudara kita Kak Novian, FKG 2005 tadi pagi. Innalillahi Wa Inna Ialihi Rajiun..”

Ya Allah!! Kak Novian!! Innalillahi Wa Inna ilaihi Rajiun..Dari Allah SWT kita datang, dan kepadaNya lah kita kembali..

Kemarin diri dikejutkan dengan berita bahwa Kak Novian dalam keadaan kritis dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo tepatnya di UGD. Beliau kecelakaan sewaktu dalam perjalanan pulang dari salah satu program diksar BSMI Maros paginya. Tepatnya di Jalan Bandara Lama Maros. Sempat dilarikan di RS Maros sebelum tidak tertangani dan dirujuk ke RSWS. Sewaktu itu diri dalam perjalanan ke RS Maros kerna akan bertugas disana selama satu minggu. Lambat mendapat berita tersebut.

Sempat menghubungi teman yang bertugas di WS untuk melihatkan kondisi Beliau. Waktu itu masih GCS 10. Koma ringan. Beliau masih bernafas spontan tapi direncanakan untuk diintubasi untuk mempertahankan jalan napas gara-gara Maxillofacial Injury atau patah tulang rahang. 2jam kemudian masuk sms dari teman yang lain memberitakan jika kondisi beliau berfluktuasi. Naik turun dan cenderung gawat. Darah keluar dari mulut dan hidung seakan ada massif bleeding di dalam. Dokter semakin ragu. GCS menurun menjadi 7. Gencarkan doa.. Ya Allah selamatkanlah kakak ini. Dia orang baik Ya Allah. Orang yang senang membantu orang lain. 

Jam 4 sore, keadaan makin kritis. Darah “O” dibutuhkan. Ingat suatu ketika dulu, diri pernah bertanya pada kakak,
“Kak, jika ada lagi kegiatan donor darah, panggilka juga yah..mahu ikut donor”
Kak Novi yang tahu diri pernah ikut dalam kegiatan donor sebelumnya mungkin penasaran bertanya;
“Kenapa sukaki ikut yang begituan? Kenapa suka donor darah?..”
“Mungkin darah itu satu yang tidak mahal kak, kerna tubuh kita sendiri yang produksi. Jadi kita tak terlalu merasa jika ia berharga. Namun buat setengah orang, ia memberi harapan kelansungan hidup buat  mereka kak. Kita hanya melakukan sedikit pengorbanan untuk menahan pedihnya jarum donor yang besar itu. Tapi dengan itu kita membantu orang yang benar butuh, melanjutkan hidupnya.”
Muncul begitu saja asbabnya. Tercerah dari sebuah kisah yang diri baca tentang PENDONOR YANG CACAT.

“Benar katamu. Jika uang kita kasi ke orang, tidak tentu orang akan menggunakannya dengan penuh bijaksana. Adakalanya ada orang yang bahkan menyalahgunakan uang tersebut untuk kepentingan sendiri. namun jika kita belajar konsep sedekah dari donor darah, kita akan benar merasa bahwa kita ingin membantu orang yang benar memerlukan. Orang yang Allah bantu melalui tangan-tangan dan tubuh yang DIA pinjamkan pada kita. bayangkan jika kita nanti berada dalam kondisi membutuhkan seperti itu, semoga Allah juga akan menghulurkan bantuanNya lewat tangan-tangan orang lain. Jadi untuk membantu juga kita harus memberikan yang terbaik”.

Waktu itu merasa jawaban Kak Novi itu sangat mantap. Dan sama sekali tidak menyangka bahwa Tuhan benar-benar menjadikan kata itu nyata. 

Cepat-cepat menyebarkan sms itu keteman-teman. Untuk mendonorkan darah buat relawan sejati itu. Semoga Tuhan akan membantunya lewat tangan-tangan orang lain yang prihatin untuk membantu..seperti yang beliau yakini.. GCS 5. Edema cerebri dan hemothorax memperberat kondisi kakak. Hampir jatuh ke koma dalam, disertai gangguan jalan napas yang disebabkan oleh darah yang tertumpuk disana. Beliau sudah tidak bisa bernafas spontan. Harus dengan alat bantu ventilator. Suhu tubuhnya makin tinggi. 

Jam 22.00 malam.
“fuzah, kondisi Kak Novi makin parah. GCS 3. Darah keluar dari mulut, hidung dan…telinga”
Ya Allah..airmata yang tertahan menetes juga akhirnya. Sedih dengan kondisi yang semakin menipis harapannya. Perdarahan dari telinga merupakan salah satu petanda dari terjadinya fraktur basis cranii atau patahnya tulang dasar otak. Ia bisa berakibat fatal atau mematikan kerna disana terdapat pusat pernafasan dimedulla oblongata. Waktu kian menipis. Usaha yang dilakukan hanya untuk memperpanjang waktu hidup. Tidak lebih. Tidak kurang.  Hanya bisa berharap pada keajaiban..

Pertama kali mengenali Kakak itu sewaktu kami satu bagian di THT. Alias akhir tahun lalu. Kak Novi adalah salah satu aktivis BSMI Makassar yang begitu berwibawa. Sewaktu itu, Kak Novi mengajak temanku Uni ikut serta dalam Baksos yang akan diadakan di Maros pekan depannya. Uni yang memang akrab dengan diri sejak dari Bagian anak turut mengajak diri menyertai aktivitas itu memandangkan Uni juga tahu jika diri juga sangat berminat dengan program kemanusiaan seperti itu. 

Kak Novi cepat mengenali diri setelah tahu namaku. Kata Kak Novi dia sudah pernah mendengar namaku. [hadeuh terkenal salah-salah. #Tepuk Jidat] Melanjuti hari-hari Ko-ass sangat membantu mengakrabkan diri dengan kakak yang satu ini. Tidak jemu-jemu dia mengundang diri untuk ikut serta dalam program-program BSMI. Ketelusan hatinya untuk membantu sesama sangat terserlah dari kesungguhan dan pedulinya. Meski diri tidak bisa sering ikut serta dalam setiap ajakannya namun beliau sungguh memberikan impak yang baik terhadap peribadi seorang relawan.

Pernah diri bertanya pada Kak Novi,
“Kak, apa yang membuat kakak sangat bersemangat untuk istiqamah dengan BSMI? Tiap kali kakak ketemu ma aku, pasti tentang program-program kemanusiaan itu yang kakak bahas..seakan mengakar dalam dirinya kakak..” 

bukan pertanyaan yang menguji. Tapi lebih pada penasaran. Kerna sebanyak yang pernah kutemui, orang lebih kepada ikut-ikutan atau lebih kepada menginginkan nama besar ataui diakui keberadaannya hingga mereka cenderung ikut serta dalam organisasi-organisasi bebas seperti BSMI.

“Gak tahu juga yah. Merasa terpanggil saja..” senyum.

Terakhir waktu bertemu beliau waktu di Kandea 3 minggu lalu, kakak sibuk memberi update tentang Banjir di Maros. Ada satu kata-kata kakak yang diri melekat di kepalaku;

“Kasihan itu orang-orang di Camba. Air sampai batas pinggang.Harta benda rusak semua. Kenderaan barang elektronik. Bahkan sampai kebutuhan harian saja tidak bisa terpenuhi. Mana yang masalah sanitasi, sakit-sakitan dan syok emosional. Mereka butuh dukungan. Tidak terbayangkan bagaimana mereka begitu kuat menjalaninya. Kita juga jika ke sana banyak belajar dari semangat mereka untuk lebih dewasa menanggapi hidup”

Satu lagi yang paling tidak terlupakan adalah, waktu kakak memujukku mengikuti salah satu aktivitas baksos, beliau berkata

“Dik, saya ini, ilmuku terbatas. Hanya tahu seputar gigi dan sedikit ilmu dasar tentang kesehatan. Kamu ahlinya. jika ada kesempatanmu, ayuhlah bergabung untuk membantu orang lain. Ini amal jariah kita. jika bukan kita siapa lagi? Masih banyak orang diluar sana yang benar butuh bantuan kita dan mereka terkekang biaya. Mereka terhimpit dengan keadaan. inilah kehidupan..dan kehidupan itu harus terus diperjuangkan..Apa kontribusi kita? ilmu itu amanah. Dan ia akan dipertanggungjawabkan”

Subhanallah. Kata-kata yang sangat berbekas. Kepeduliannya itu murni dari hatinya. Disalurkan lewat organisasi. Usaha keprihatinan dan kebaikan hatinya benar sangat menginspirasi. Diri tidak mengenal lama dan akrab Kak Novi namun perkenalan yang singkat itu cukup memberi pembelajaran yang banyak.  Kak Novi adalah sosok seorang pejuang. Bahkan Allah mengambilnya dalam salah satu dari siri perjuangannya. Kini, beliau sudah pergi. …sudah berada di alam baka dan tidak lagi memikirkan rasa takut pada kematian. Tidak lagi diurusi beban dunia yang fana ini. Kitalah yang masih hidup yang justeru masih dibebani dengan rasa takut pada maut itu dan juga rasa takut pada beban hidup ini. Dan seperti kata beliau..kehidupan itu harus terus diperjuangkan..

Mendung. Awan berkabut. Bagaikan bidadari menangis di kaki langit, mengiringi pemergiannya. Hari itu mentari redup terlindung tidak dibenarkan menyinar. Berhias ratapan awan-awan tebal itu.  Harum kemboja siap-siap mengalukan kedatangannya. Semoga beliau terhitung sebagai syahid. Orang yang diambil dalam kondisi berjihad dijalanNya. Semoga beliau tenang ditempat istirehat abadi. 

Mari kita lebih menggunakan logika dari rasa. Memang berat menerima arti kehilangan. Namun kematian pasti akan datang samada kita siap atau tidak. Pejuang akan mati. Sama seperti tokoh-tokoh besar yang pernah mengukir namanya di kanvas sejarah. Namun semangatnya tetap hidup!! Dalam jiwa-jiwa orang yang mengambil ikhtibar darinya. 

“Selamatkan Satu Nyawa Sambung Seribu Asa”

Isnin, 18 Februari 2013

METAFORA CINTA

0



Saat rasa mula menyentuh jiwa
Hadirnya halus menyusup atma
Ada bahagia dalam tiap titiannya
Inikah yang mereka terjemahkan dengan metafora cinta?

Rasa itu susah kita mengerti
Semakin ia disembunyi
Semakin ia gencar mencari jalannya sendiri
Memilih bahasanya untuk berbicara

Rasa itu mengalir tenang dalam diri
Tidak luput dek waktu tidak luluh oleh musim yang berganti
Semakin lama ia menghuni di hati
Semakin ia membina kekuatan sendiri
Untuk kemudian menyanggupi apapun kesulitan yang mendatang

Rasa itu tidak ada yang rancu
Tidak ada yang ambigu
Nyata dalam terang
Namun adakalanya kau tetap membutuhkan aksara dan artikulasi
Untuk kemudian menjelaskan

Metafora cinta meski tidak terwakili
Keseluruhan badai kecamuk yang melanda
Ia tetap saja menanam percaya
Bahwa kau benar cinta…

Amni_shamrah
18 Februari 2013
15.15 pm

Ahad, 10 Februari 2013

ZIARAH AKBAR ANIS MATTA

0



Menyempatkan diri hadir di program Ziarah Akbar Anis Matta, Presiden baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setelah Presiden sebelumnya diinterogasi oleh pihak KPK berhubungan dengan Kasus Suap Daging Sapi Import. Ujian yang maha berat yang ditimpakan Allah mungkin beralasan untuk mendidik jiwa-jiwa tangguh.

Subhanallah.. suatu pengalaman yang menurut diri sangat membangkitkan semangat dan keyakinan yang padu pada tarbiyah Allah Subhana Wa Ta’ala.. suatu bentuk kepasrahan dan pantang menyerah untuk membawa dakwah itu dengan lebih gencar.

Program ini diadakan di Hotel Sahid, tidak jauh dari Pantai Losari. Sesampai disana, disambut dengan barisan solidaritas PKS yang siap memudahkan jalan. Semua menunggu di dalam dalam baris yang teratur. Di auditorium sudah penuh dengan kader-kader PKS yang datang dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan. Ada yang dari Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba. Ada yang dari Maros,Pangkep, Pare-pare, Sidrap, Pinrang, Palopo bahkan dari Palu dan Buton. Sulawesi Tenggara. MasyaAllah sekali pengorbanan mereka semata-mata menunjukkan kebersamaan ini dalam saat getir dan musibah yang maha dahsyat yang melanda. Ada ibu-ibu yang membawa anak bayi berusia 1minggu, ada ibu yang membawa anak-anak kecil dengan pakaian bertulis “Mujahid Muda”. Berbagai ragam. Tak kurang para pemuda yang menjadi tunggak dan tulang belakang masyarakat yang ingin dibangun ini.

Berpeluang ketemu teman-teman sahabat-sahabat koass yang turut berkecimpung dalam DNT ini. Uni, Ety,Izra,Wahyuni dan lain-lain. Diri, adik-adikku Ima,Aine dan Syimah juga diberi kesempatan oleh Allah untuk bergabung dengan barisan ini. Alhamdulillah.

Sebaik Ustaz Anis Matta masuk ke ruangan, bergema nasyid “Bekerja Untuk Indonesia” dendangan Izzatul Islam yang sangat berkobar dan bersemangat. Cukup membuat jiwa bergetar. Ustaz Anis Matta berserta para pimpinan PKS itu Cuma duduk melantai dibawah seperti para peserta yang lain. Tidak ada tanda-tanda tidak selesa dan canggung dengan situasi seperti itu. Wajah yang tenang dan berkaliber itu bercahaya sinar wajah orang soleh..Subhanallah.

Dalam ucaptamanya, ustaz membawa kita kepda suatu sejarah yang simple sebenarnya namun sangat menggugah hati orang-orang yang mendengarkannya. Beliau mengangkat kembali kisah peperangan Ain Jalut yang terjadi pada 3 September 1260 Masehi atau 25 Ramadan 658 Hijriah, meru pakan salah satu pertempuran besar dalam sejarah Islam. Selain itu, pertempuran ini, menurut banyak ahli sejarah, termasuk salah satu pertempuran yang penting dalam sejarah penaklukan bangsa Mongol di Asia Tengah. Dalam perang itu, untuk pertama kalinya bangsa Mongol mengalami kekalahan telak dan tidak mampu membalasnya di kemudian hari. Padahal Mongol (Tartar) telah menguasai banyak daerah Islam dan bahkan menjatuhkan Khilafah Abbasiah. Mereka juga berhasil membunuh Khalifah Mu’tashim Billah di Bagdad pada 656 H/1256 M. Yang uniknya dari perang ini, Allah membalikkan Tentera Mongol yang katanya penuh dengan tipu daya dan kekejian akhirnya diberi sinar iman hingga kemudian mereka terbalik menjadi para pendukung Islam yang membina kekuatan demi menegakkan agama Allah dimuka bumi.

Ustaz juga membawakan kisah Perang Hittin. Pertempuran Hittin adalah suatu pertempuran yang terjadi pada bulan Ramadan tahun 584 H/1187 M, antara pasukan Muslim dibawah pimpinan Salahuddin Ayyubi dan Tentara Salib dari Kerajaan Yerusalem. Pertempuran ini dimenangkan oleh pihak Muslim, dan adalah salah satu pertempuran terpenting dalam Perang Salib. Sebagian besar kekuatan tentara salib di tanah suci terbunuh atau ditawan oleh pihak Muslim (termasuk raja Guy Lusignan yang berhasil ditawan), dan setelah pertempuran ini tentara Muslim dapat merebut kembali Yerusalem dan kota-kota lainnya di tanah suci.

Kisah terakhir yang dibawakan adalah Kisah Penaklukan Konstantinople. Penaklukan Konstantinopel (dan dua wilayah pecahan lainnya segera setelah itu Bizantium) menandai berakhirnya Kekaisaran Romawi, sebuah negara yang telah berlangsung selama hampir 1.500 tahun, itu juga merupakan pukulan besar untuk Kristen. Intelektual Yunani dan non-Yunani Beberapa meninggalkan kota sebelum dan sesudah pengepungan, migrasi terutama ke Italia. Dikatakan bahwa mereka membantu penanda dimulainya Renaisans. Itu juga merupakan beberapa tanda akhir Abad Pertengahan oleh jatuhnya kota dan kekaisaran.

Kisah-kisah ini ada makna yang tersendiri dimana kita belajar dari sejarah bahwa harus melihat musibah itu sebagai potensi untuk terus bergerak menuju kepada apa yang diredhai oleh Allah. Menjadikan ujian itu sebagai booster atau pemicu supaya kita lebih dekat dengan Allah. Meningkatkan kualitas ibadah dan doa. Dan untuk semakin merapatkan saff dan barisan perjuangan ini agar lebih solid. Subhanallah. Semoga badai yang mengguncang aliran dakwah ini justeru akan menjadikan aliran itu berubah menjadi pusaran, menjadi bah yang akan membanjiri arena bumi Allah ini..amin.

Khamis, 7 Februari 2013

TUESDAY BREAK

0


berjalan, jangan hanya lurus-lurus melihat ke depan. belajarlah untuk menikmati juga warna-warna dalam hidup. jika kita tidak memiliki cahaya yang bagus, kita akan buta warna. perjuangan ini, meski bertatih, meski merangkak..sikapilah dengan lebih santai..dengan itu kita akn mengurangi setengah dari beban dunia yang maha berat..BEBAN PIKIRAN!

belajarlah dari sejarah Ain Jalut..belajarlah dari kisah Perang Hittin.. belajarlah dari pembukaan Constantinople.. percayalah bahwa kegemilangan itu datang dengan adanya cobaan, susah payah dan cekal dalam perjuangan.. ayuh, rapatkan barisan dan bergeraklah maju dengan segala kekuatan yg kita bina..

how far you can walk through the storm?
how strong you will believe that there's a rainbow at the end of road?
how patience you'd be to face the difference and tests?
keep moving..slowly..but certainly..then you'll know, that you can go beyond your limit!


"bersifat keras dan tegas itu kadang perlu untuk mendidik...kerna bukan hanya 1 nyawa yang akan terlewatkan dengan kelalaian kita, tapi 2.atau bahkan 3.peluang itu adalah anugerah dan Tuhan meletakkan penyembuhannya melalui tangan2 kita..jadilah dokter yang baik yang berusaha utk menyembuhkan..."
~dr.W~


hujan sepertinya menjadi irama sempurna untuk menjadi pengantar tidur..mungkin iniLAH yang dikatakan "jeda sejenak" untuk kemudian membuka mata lagi dan mengerahkan sisa2 kekuatan serta memberikan yang terbaik, berusaha maksimal demi orang lain..[SEMANGATT!!] ^__^v