Skinpress Rss

Sabtu, 5 Januari 2013

IZZATUL ISLAM ON STAGE

0



Gaza.. Gaza.. Gaza.. 
Semuanya bermula
Gaza.. Gaza.. Gaza.. 
Tanah para syuhada
Gaza.. Gaza.. Gaza.. 
Kemenangan kan nyata
Gaza.. Gaza.. Gaza.. 
Palestina merdeka

Negri mujahiddin sejati
Serahkan jiwa di jalan Ilahi
Perjuangan tak kenal kata henti
Demi raih kenikmatan abadi

Debu dan batu jadi saksi
Jiwa nan perkasa tunaikan janji
Seagung kepak sang rajawali
Hancurkan kecongkakan tirani

Wahai Muslimin bangkitlah, bangkitlah..!
Palestin memanggilmu bebaskan, bebaskan..!
Walau tumpah peluh dan darah
Tegak satu cita.. Palestina merdeka !!



Begitulah bunyinya nasyid GAZA yang dilantunkan oleh kumpulan nasyid Indonesia, Izzatul Islam dengan bangga, menggegarkan Baruga Pettarani, Unhas dalam konsert Aman Palestine yang dianjurkan oleh KAMMI atau pertubuhan jemaah kampus di Unhas. Konsert ini diadakan bertujuan menghimpunkan DANA bagi membantu pembangunan Palestine.  

Konsert ini turut dimeriahkan oleh kehadiran Fadly Padi yang turut menyumbang beberapa lagu islamik. Apa yang mengagumkan, saat lagu GAZA itu dilantunkan, terdengar suara beberapa orang anak kecil sekitar 4-5 tahun yang duduk tidak jauh dari tempat kami turut menyanyikan lagu ini dengan suara yang lantang dan tangan yang disilang didada dengan penuh rasa izzah sambil berdiri membentuk solidaritas dalam satu barisan. Begitu bersemangat mereka menyanyi dengan rapal yang sangat jelas membuat beberapa ibu-ibu dan kami yang berada disitu menoleh. Subhanallah.. Bangga sungguh melihat jiwa-jiwa pahlawan mereka yang begitu peka dan peduli terhadap saudara-saudara di Palestine. Inilah yang diharapkan dari generasi muda. Untuk tahu dan peka terhadap isu saudara-saudara kita diseluruh dunia.
Semoga anak-anak ini akan terus mendewasa menjadi pemuda-pemuda tangguh yang akan membela agama.amin..

Meski belum rezeki untuk ketemu dengan Ustaz Yusuf Mansur yang seharusnya turut hadir mengisi tausiyah tentang Palestine, namun tetap terobat dengan melihat telatah anak-anak tersebut.[Padahal mahu sekali ketemu sama Ustaz Yusuf Mansur.. mungkin Allah masih menyimpan kesempatan itu ke suatu waktu amin] Jadi ingat pada Umar dan Ahmad yang seusia anak-anak ini. Semoga mereka juga selalu dilindungi Allah dan mendewasa menjadi anak soleh yang akan membela agama Allah ini.. amin…





Jumaat, 4 Januari 2013

TERRORIS VS DENSUS 88

0



Duduk-duduk di kerusi seperti hari-hari sebelumnya  di Depatmen Forensik Dan Medikolegal  RS Wahidin Sudirohusodo sambil mengerjakan visum et repertum (surat keterangan saksi) di ruang tunggu. Tiba-tiba kedengaran bunyi dentuman..

“Dum!! Dum!!  Dum!!  Dum!!”

Siapa lagi itu main petasan(mercun)  gak habis-habisnya..

Bapak petugas yang ada segera keluar ke perkarangan untuk melihat ulah siapa yang bermain petasan siang-siang begini di kawasan rumah sakit lagi. Belum sempat bapak keluar dari pintu utama,

“DOOM”
 satu dentuman kuat luar biasa kedengaran berserta pekikan orang-orang.
Penasaran, kami semua yang sementara mengerjakan VeR itu serentak saling memandang dan bangun dari tempat duduk menuju ke pintu. Sebaik saja diri keluar dari pintu utama tersebut… Mata dijamu pemandangan  tubuh seseorang laki-laki yang rebah menyembah bumi. Darah mulai mengalir deras dari kepala. Kejadian itu jauh. Beberapa meter dari pintu utama tempat kami berada. Dekat dengan mesjid menjelang solat Jumat.

Kelihatan beberapa orang berpakaian pelindung peluru berlindung disebalik mobil-mobil disitu sambil menumpukan senapang/sniper dan pistol entah apapun itu dan siaga menembak ke sasaran. Densus 88. Orang-orang lari bertempiaran. Sambil menjerit “sembunyi!!sembunyi!!”

Dokter Spesialis Forensik yang baru tiba dan masih mengunci mobilnya lansung diamankan oleh salah satu orang berbaju pelindung diri. Sementara beberapa orang lagi berlari kearah kami dan menarik kami ke dalam bagunan forensic. “hati-hati doc, ada teroris diluar. Kita harus diamankan dari tempat kejadian takutnya ada peluru yang nyasar. Jauhi pintu dan jendala!!”. Kami disuruh berkumpul dalam ruang administrasi yang agak jauh dari pintu utama kerna dikhawatirkan peluru bisa menembus pintu.

“DAMM!!”

Bunyi menyentak pintu utama. Tidak tahu apa itu. Sang pegawai polisi itu lansung menyuruh kami bersembunyi dibawah meja. Takutnya teroris masuk ke sini.  Perasaan yang bergelayut waktu itu sangat mendebarkan. Ya Tuhan, selamatkanlah. Kami!! Ini tidak seberat kondisi perang. Tidak seberat Palestine. Tapi tiba-tiba berpikir bagaimana kalau mereka punya bom tangan seperti yang pernah diliat ditelevesi. Bagaimana jika mereka memasang bom waktu? Oh Tuhan!! Benar-benarkah ini? Ada terosis di RS Wahidin, rumah sakit kelas atas di Makassar..


3menit. Bunyi tembakan yang bertalu-talu melayang ke udara berhenti sudah. Diganti dengan bunyi mobil-mobil dan polisi yang mengamankan kawasan kejadian. Anggota densus 88 yang tadi mengamankan kami lansung keluar dan membantu teman-temannya. Sebuah mobil avanza putih berhenti di depan Mesjid dan anggota Densus yang masih siaga cepat-cepat mengangkat jenazah korban pertama yang mati kerna peluru yang menembus tepat dikepalanya. Serta satu lagi korban yang ditembak di bagian peha dan satu lagi teroris dipercayai berjaya melarikan diri. Perdarahan fatal femur bisa mengguyur 3L dari tubuh korban dan menyebabkan pasien meninggal ditempat.  Mobil hitam yang dinaiki para densus 88 itu menyusuli Avanza putih tersebut dan bubar. Mayat akan dibawa ke RS Polisi Di RS Bhayangkara untuk dibuat visum mati (surat keterangan ahli) sebelum diterbangkan ke Jakarta dan dievakuasi disana.  Sewaktu di visum, dijumpai lebih dari 4 luka tembakan yang menembus tubuh korban. Dan dua-duanya terkepung dalam misi pemberantasan anti-terroris itu.

Menurut sumber-sumber dari pihak kepolisian PolRestabes Makassar, para terroris itu dipercayai telah merencanakan untuk melakukan aksi keganasan di RS WS malam menjelang tahun baru atas motif yang tidak diketahui. Maka 3 dari anggotanya ditugaskan untuk mengincar (spying) system keselamatan Rumah sakit dengan menyamar sebagai anggota keluarga pasien dan diberi kartu pengenalan keluarga..  Tapi sepertinya rencana mereka molor gara-gara diketahui oleh pihak Densus yang turut siaga ditengah kelompok masyarakat disini. Dilaporkan juga dari polisi, pada korban didapatkan beberapa laras senjata api dan bom granat. Oh Tuhan, kalau malam tahun baru itu mereka melancarkan aksi, kami juga akan terperangkap dalamnya kerna kami Oncall (jaga) sepanjang hari terakhir tahun itu. Dan malamnya kami masih sempat keluar ke halaman untuk menyaksikan kembang api tahun baru itu. Dan para teroris ini menjadikan masjid dekat kamar mayat itu sebagai sarang operasi mereka. Benar-benar Tuhan masih menyayangi kami..

Selasa, 1 Januari 2013

NEW YEAR.. A NEW JOURNEY

0



It was New Year Eve..
Banyak orang yang merayakannya. Merayakan apa? Diri juga tidak tahu. Tapi pergantian tahun sering saja disambut seperti itu. Diseluruh dunia.  Padahal dengan hal-hal yang sama saja. Consert… Final Countdown… Firework. That’s it!! Tidak ada pembaharuan dalam cara meraikannya. Sama seperti tahun-tahun lalu. Dan besoknya, akan tersiar di Koran (suratkabar) kadar kecelakaan yang meningkat. Pemerkosaan. Peredaran obat-obat terlarang. Alcohol. Bahkan pembunuhan dan kasus criminal lainnya. Lagi-lagi hal yang sama. Hanya membuat seluruh Departmen Forensik & Medicolegal sibuk. Surat permintaan keterangan ahli (visum et repertum) bagai posmen siaga, berdatangan tanpa henti. Selamat yah!! Jauh sekali dengan cara Islam merayakan tahun baru Hijrah.. simple and practical. Doa akhir dan awal tahun. Doa yang penuh harap semoga hari esok akan lebih baik dari hari ini. Solat hajat kalau mahu. Dan mengeratkan silaturrahim sesame muslim.

The end of December.. lets muhasabah, what we've done along this year? Adakah ia menjadi hari-hari tanpa penyesalan yang terdetik di hati kita?  what can we improve ourself for tomorrow? Pergantian tahun, berarti akan ada lagi cerita-cerita baru. Episode selanjutnya dalam kehidupan kita. . Hadapi pengalaman baru yang menantimu. Experience make people wiser. Jadi optimislah dan hadapi hari besok dengan berani. New Year Spirit?[Hahaha].. yang paling penting bukan concert.. bukan firework [meski teruja juga nungguin firework yang warna warni dan meriah itu]..tapi bukan itu. Yang terpenting adalah azam dan semangat.. to be a better person in the future. To put more effort and to be kinder to others. To be more educated in studying and to be enrich by love and care to one another.

live is moving. Peoples are changing. As well as relationship. Whatever it is.. Friendship. Familiship. Networkingship. All of it. It will undergo several selection. Weather we become closer or far away from one another... Tapi bersyukurlah. Kerna Tuhan telah bermurah hati menghadirkan orang-orang yang banyak dan peristiwa-peristiwa yang pelbagai untuk mendidik kita. To make us, the way we are today. Ada pesan dari seorang teman yang berbunyi :

“ketika Allah menempatkan seseorang disisimu entah itu sebagai apa dan siapapun dia, tentu Allah punya maksud tersendiri didalamnya.. belajarlah bersyukur untuk orang-orang yang telah Allah tempatkan disisimu, apapun kelebihan dan kekurangannya. Meski orang itu selalu membuat kamu jengkel dan marah-marah serta emosian, tapi Allah bisa menggunakan apapun untuk membentuk peribadimu, termasuk orang-orang yang telah Allah pilihkan untukmu. Ada pepatah yang mengatakan bahwa hanya orang-orang yang bijak yang mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian”

Dan hadapilah hari besok. Hadapi pertemuan dan perkenalan dengan orang-orang baru yang akan berpapasan dikehidupanmu. Belajar dari mereka dan ambillah ikhtibar dari semua yang terjadi disekitarmu…

We can't predict what will come tomorrow..and we don't even know what GOD has planned for us in the future... just let pray for the best.. "end" is a closing of something but it also bring "a new opening"..lets refresh our iman and renew our niat to be better in future.. Bismillah..

~Jaga Sehari Di Akhir Tahun 2011 Di Kamar Jenazah RSWS Sambil Melihat FireWork  Setelah Ada Yang BerBaik Hati Membawakan Makanan Ketupat, Kari Ayam Dan Palu Basa Di Tengah Malam~

Ahad, 30 Disember 2012

MOUNTAIN HIKE

0



Akhir-akhir ini hiking atau panjat gunung kembali menjadi suatu hal yang fenomenal di kalangan muda mudi. Sukan mendaki gunung adalah salah satu aktiviti rekreasi yang mencabar. Mereka melihat sukan ini sebagai salah satu cabang untuk menyihatkan badan di samping mempunyai beberapa kelebihan tersendiri.
Sedari dulu, diri tidaklah termasuk dalam kalangan orang yang suka mendaki gunung. Namun kerna tiap kali cuti sekolah, ayah dan ummi akan menghantar diri ke kem-kem kerohanian, yang mana salah satu tentative wajibnya adalah “jungle trekking/hiking/dsb” hingga diri terbiasa dengan sukan lasak itu bahkan lama kelamaan menunbuhkan cinta pada aktivitas ini.

Pada mulanya diri tidak mengerti apa gunanya aktivitas ini dijalankan.. bersusah payah mengharung bahaya, mehnah dan tribulasi mendaki, sampai dipuncak, duduk-duduk, foto-foto, mendengarkan sedikit tazkirah dan menikmati sedikit makanan kemudian turun lagi dengan segala susah payah. Aneh rasanya mendaki hanya untuk mengundang sekelumit puas pada rasa. Padahal banyak lagi yang bisa dilakukan untuk menghasilkan euphoria yang sama.

Tapi pada suatu hari tidak lama sewaktu diri berada di bangku Senior High School, diri pernah berjalan-jalan di pantai bersama ayah tercinta. Kerna kebetulannya disitu ada Bukit Keluang yang tersergam indah, kami memutuskan untuk mendaki ke atas. Dalam pendakian kami, ayah bercerita..

“Alhamdulillah segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Jika kita mengambil setiap perjalanan tarbawi kita ini sebagai suatu didikan, maka kita akan mendapati bahawa alam juga adalah guru kita. kakak tahu kenapa dalam tiap kem, pakcik-pakcik menyediakan tentative trekking/hiking?kerna trekking/hiking ini adalah padang latihan bagi melatih dan membina kekuatan dari tiga fakulti insane yang utama yaitu jasmani, mental dan rohani bagi membentuk modal insan yang berkualiti tinggi selari dengan apa yang telah digariskan oleh Islam seterusnya melahirkan generasi pewaris yang seimbang.

Kenapa kita memberi anak-anak ruang untuk dekat dengan alam? Supaya anak-anak bisa merasai sendiri kedamaian alam. Melihat fajar saat ia terbit dikaki langit, merasai dinginnya air sungai yang mencucuk tulang belulang. Melihat flora dan fauna yang tersimpan dibalik hutan yang melindungi. Melihat hamparan pantai dari atas laut. Semua itu tanda kebesaran Allah SWT yang menciptakan.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang belayar dilaut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu DIA hidupkan bumi setelah mati (kekeringan) dan DIA sebarkan dibumi itu segala jeneis hewan dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh terdapat tanda-tanda keEsaan dan kebesaran Allah bagi kaum yang memikirkan”
 [Al-Baqarah:164]

“Bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?”
(Q.S. An-Nabaa 78:6-7)

Begitu kata ayah sewaktu itu. Membuat diri kembali membaca-baca fungsi gunung sebagai pasak bumi seperti yang ayah katakan. Membuat diri mengerti bahwa kita hiking bukan saja-saja. Tanpa tujuan seperti orang lain pergi hiking. Tapi kita hiking untuk melihat bukti kekuasaan Allah.
Dan sekarang, keinginan untuk pergi hiking itu datang lagi. Setelah 6 tahun meninggalkan aktivitas itu. Maklum, sejak bersekolah di sekolah perubatan ini, jarang benar punya peluang mengikuti aktivitas seumpama itu lagi hingga diri kembali mencari-cari catatatan perjalanan dulu buat dibaca ulang. Tentang Gunung Sebagai Pasak Bumi.

Sepanjang sejarah, manusia selalu terpana oleh tinggi dan besarnya gunung. Mereka menganggap gunung adalah tempat suci, tempat bersemayam Tuhan. Orang Jepang mensakralkan Gunung Fuji. Dewa-dewi orang Yunani tinggal di Gunung Olympus.
Pegunungan Himalaya merupakan tempat dewanya orang India dan Tibet. Gunung Merapi dianggap angker oleh orang Yogyakarta. Gunung Bromo merupakan kahyangan penduduk Tengger. Gunung Agung tempat dewanya orang Bali. Semua mengaiskan gunung pada fungsi mistik supranatural. Hanya Islam yang menempatkan kembali fungsi gunung secara ilmiah.

Dalam Al Quran kita temukan kata gunung sebanyak 49 kali. Di antaranya, 22 ayat menyebutkan fungsi gunung sebagai pasak atau tiang pancang.
Pasak atau paku besar merupakan benda yang menancap ke dalam. Artinya, kepala pasak yang tampak di luar selalu jauh lebih pendek dibanding panjangnya pasak yang terhunjam.

Ketika agama-agama primitif selama ribuan tahun hanya takjub pada ketinggian gunung, Al-Quran mementahkan kekaguman sesat mereka itu. Ternyata bukan tingginya, tetapi kedalaman akar gunung yang menghunjam sampai 15 kali lipat dari tinggi di atas permukaan bumi, itulah yang lebih dahsyat.
Al-Quran menegaskan bahwa fungsi gunung adalah pasak bumi yang memancang ke bawah tanah dengan kokoh. Itu adalah sebuah konsep tentang gunung yang sangat mutakhir dan baru dikenal. Baru 20 tahun yang lalu para ahli geofisika menemukan bukti bahwa kerak bumi berubah terus. Ketika itu baru ditemukan teori lempeng tektonik (plate tectonics) yang menyebabkan asumsi bahwa gunung mempunyai akar yang berperan menghentikan gerakan horisontal lithosfer.

"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi tidak goncang bersama kamu,..."
 (QS. An-Nahl (161: 15)

Rasulullah SAW. bersabda, "Tatkala Allah menciptakan bumi, bumi bergoyang dan menyentak, lalu Allah menenangkannya dengan gunung." Bagaimana mungkin Nabi SAW. yang buta huruf dan hidupnya di abad ke-6 di tengah masyarakat padang pasir, bisa mengetahui tentang gerakan horisontal lithosfer humi yang berfungsi menstabilkan goncangan? Subhanallaah.

Memang, sejak tahun 1620-an, para ilmuwan seperti Francis Bacon dan RPF Placer dari Prancis mengamati kemungkinan bahwa dahulu benua Amerika, Eropa, dan Afrika pernah menyatu. Pada 1858, Antonio Snider mengemukakan konsep Continental Drift, mengambangnya benua-henua. Kemudian menurut ahli geologi Austria, Eduard Suess, semua benua dulunya memang menjadi satu, diberi nama Godwanaland. Sedangkan ilmuwan Jerman, Alfred Wegener menamakannya Pangea.

Pada awal abad ke-20 seorang ilmuwan Jerman Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi. Namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.

Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915 menyatakan sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea, terletak di kutub selatan. Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara, dan Asia kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.

Benua-benua yang terbentuk setelah terbelahnya Pangaea bergerak di permukaan bumi secara terus menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di bumi.

Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980 yakni setelah 50 tahun kematiannya. Pergerakan kerak bumi ini ditemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di abad ke-20. Namun, teori-teori itu belum mendapatkan pengesahan, sampai tahun 1960-an saat ditemukannya bukti-bukti meyakinkan hahwa benua-benua memang bergerak.

Kecepatan pergerakan itu 1 cm per tahun di Laut Arktik, 6 cm per tahun di khatulistiwa, sampai 9 cm per tahun di jalur pegunungan. Dan itu adalah 1400 tahun setelah Al-Quran memberitahukan tentang konsep gunung kepada manusia! Allaahu Akbar

Teori lempeng tektonik menyebutkan bahwa kulit bumi herupa 12 lempeng lithosfer setebal 5 sampai 100 km mengapung di atas substratum plastis (astenosfer), yang tebalnya sampai 3000 km. Lempengan itu bergerak secara horisontal dan saling bertabrakan dari waktu ke waktu dan terlipat ke atas dan ke bawah, melahirkan gunung-gunung.

Misalnya, tabrakan lempeng India dan lempeng Eurasia menghasilkan formasi rantai pegunungan Himalaya dengan puncak tertingginya Gunung Everest dgn ketinggian 8,848 km, terbentuk mulai 45 juta tahun yang lalu. Pose akhir terbentuknya glinting ditandai dengan akar yang jauh menancap ke dalam bumi. Hal ini menyebabkan melambatnya pergerakan lempeng lithosfer.

ltulah fungsi gunung. Tanpa gunung, gerakan lithosfer akan lebih cepat dan tabrakan antar lempeng akan lebih drastis dan mungkin membahayakan kehidupan.
Terdapat fakta yang menakjubkan bahwa ternyata gunung-gunung tersebut adalah laksana pasak yang menjaga stabilitas daratan dari pergerakan lempeng bumi yang massif. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip dibawah lempengan yang satunya, sementara yang diatas melipat dan membentuk dataran tinggi. Lapisan bawah bergerak dibawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah.

Gunung adalah lapisan yang melipat dan membentuk dataran tinggi. Dan gunung selalu mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi. Dengan kata lain, gunung-gunung menggengam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, gunung memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing diatas lapisan magma atau diantara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu. Fungsi pemancangan dari gunung disebut dengan istilah "isostasi".

Jumaat, 28 Disember 2012

AUTOPSY PERTAMA

4



Mendapat sms dari teman-teman minggu 3 yang sekarang bertugas di RS Bhayangkara atau RS Polisi yang terletak di Mapaodang. Katanya ada Autopsi di sana jam 1 siang nanti. Bagi ko-ass di bagian Forensik, kami diwajibkan untuk mengikuti sekurang-kurangnya 1 autopsi sepanjang berada dalam kepanitraan ini. Jadi semua ko-ass forensic  akan mengikuti dan mencatat proses dan penemuan dari autopsy yang dijalankan.

Otopsi (juga dikenal pemeriksaan kematian atau nekropsi) adalah investigasi medis jenazah untuk memeriksa sebab kematian. Kata "otopsi" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "lihat dengan mata sendiri". "Nekropsi" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "melihat mayat". Otopsi adalah pemeriksaan terhadap tubuh mayat, yang meliputi pemeriksaan terhadap bagian luar maupun dalam, dengan tujuan menemukan proses penyakit dan atau adanya cedera, melakukan interpretasi atau penemuan-penemuan tersebut, menerangkan penyebab kematian serta mencari hubungan sebab akibat antara kelainan-kelainan yang ditemukan dengan penyebab kematian.

Berdasarkan tujuannya, otopsi terbagi atas :
Otopsi Anatomi, : dilakukan untuk keperluan pendidikan mahasiswa fakultas kedokteran. Bahan yang dipakai adalah mayat yang dikirim ke rumah sakit yang setelah disimpan 2 x 24 jam di laboratorium ilmu kedokteran kehakiman tidak ada ahli waris yang mengakuinya. Setelah diawetkan di laboratorium anatomi, mayat disimpan sekurang-kurangnya satu tahun sebelum digunakan untuk praktikum anatomi. Menurut hukum, hal ini dapat dipertanggungjawabkan sebab warisan yang tak ada yang mengakuinya menjadi milik negara setelah tiga tahun (KUHPerdata pasal 1129). Ada kalanya, seseorang mewariskan mayatnya setelah ia meninggal pada fakultas kedokteran, hal ini haruslah sesuai dengan KUHPerdata pasal 935.

Otopsi Klinik,:  dilakukan terhadap mayat seseorang yang diduga terjadi akibat suatu penyakit. Tujuannya untuk menentukan penyebab kematian yang pasti, menganalisa kesesuaian antara diagnosis klinis dan diagnosis postmortem, pathogenesis penyakit, dan sebagainya. Otopsi klinis dilakukan dengan persetujuan tertulis ahli waris, ada kalanya ahli waris sendiri yang memintanya.

Otopsi Forensik/Medikolegal,:  dilakukan terhadap mayat seseorang yang diduga meninggal akibat suatu sebab yang tidak wajar seperti pada kasus kecelakaan, pembunuhan, maupun bunuh diri. Otopsi ini dilakukan atas permintaan penyidik sehubungan dengan adanya penyidikan suatu perkara. Tujuan dari otopsi medikolegal adalah :

  • Untuk memastikan identitas seseorang yang tidak diketahui atau belum jelas.
  • Untuk menentukan sebab pasti kematian, mekanisme kematian, dan saat kematian.
  • Untuk mengumpulkan dan memeriksa tanda bukti untuk penentuan identitas benda penyebab dan pelaku kejahatan.
  • Membuat laporan tertulis yang objektif berdasarkan fakta dalam bentuk visum et repertum.
Otopsi medikolegal dilakukan atas permintaan penyidik sehubungan dengan adanya penyidikan suatu perkara. Hasil pemeriksaan adalah temuan obyektif pada korban, yang diperoleh dari pemeriksaan medis.
Tiba di RS Bhayangkara jam 12.45 siang. Habis solat Jumat. Semua ko-ass kelihatannya sibuk mengurus perlengkapan yang diperlukan. Operator untuk autopsy kali ini akan dikendalikan oleh ko-ass minggu 3 yang bertanggungjawab.

Masuk ke kamar bedah mayat. Rasa sedikit berbeda. Teruja dan tegang kerna pertama kali akan menyaksikan proses otopsi medikolegal yang selama ini hanya dilihat lewat tontonan video dan sebagainya. Jenezah seorang laki-laki yang sudah kelihatan membiru akibat lebam mayat (Livor Mortis) seperti wajah dan belakang tubuhnya.  Jenazah ini ditemukan di Gowa. Tergantung di sebuah pohon jambu mante dikebun warga. Sewaktu ditemui, mayat sudah berusia beberapa hari hingga mengeluarkan aroma gas yang khas dan busuk.  Mengikut siasatan yang dijalankan oleh pihak polisi, mayat ini dipercayai dibunuh sebelum digantung di pohon tersebut. Makanya mereka meminta pihak kedokteran polisi menjalankan otopsi medikolegal untuk mencari bukti.

Dr.Eko, dokter polisi yang bertanggungjawab pada kasus ini masuk. Lengkap dengan pakaian dan apron serta sarung tangan panjang.masuk ke ruangan. Beliau memberikan peluang kepada ko-ass yang mahu ikut membantu untuk menjalankan otopsi tersebut. Pastilah Hana yang paling pertama bersemangat. Apalagi memang minggunya yang bertanggungjawab sebagai operator. Hafiz  dan Gopi juga masuk membuat diri terfikir, jika bukan sekarang kapan lagi ada peluang untuk melakukan otopsi. Antara takut dan mahu, akhirnya diri memilih “ON” juga. Pengalaman sekali seumur hidup mungkin.
Inti dari bedah otopsi medikolegal terletak pada pemeriksaan dalam yang dilakukan berbeda pada korban hidup yang hanya dilakukan pemeriksaan luar.

Pemeriksaan dalam bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut ini :

Insisi I dimulai di bawah tulang rawan krikoid di garis tengah sampai prosesus xifoideus kemudian 2 jari paramedian kiri dari puat sampai simfisis, dengan demikian tidak perlu melingkari pusat.
Insisi Y, merupakan salah satu tehnik khusus otopsi dan akan dijelaskan kemudian.
Insisi melalui lekukan suprastenal menuju simfisis pubis, lalu dari lekukan suprasternal ini dibuat sayatan melingkari bagian leher.

Pada pemeriksaan dalam, organ tubuh diambil satu persatu dengan hati-hati dan dicatat :
  1. Ukuran : Pengukuran secara langsung adalah dengan menggunakan pita pengukur. Secara tidak langsung dilihat adanya penumpulan pada batas inferior organ. Organ hati yang mengeras juga menunjukkan adanya pembesaran.
  2. Bentuk.
  3. Permukaan : Pada umumnya organ tubuh mempunyai permukaan yang lembut, berkilat dengan kapsul pembungkus yang bening. Carilah jika terdapat penebalan, permukaan yang kasar , penumpulan atau kekeruhan.
  4. Konsistensi: Diperkirakan dengan cara menekan jari ke organ tubuh tersebut.
  5. Kohesi: Merupakan kekuatan daya regang anatar jaringan pada organ itu. Caranya dengan memperkirakan kekuatan daya regang organ tubuh pada saat ditarik. Jaringan yang mudah teregang (robek) menunjukkan kohesi yang rendah sedangkan jaringan yang susah menunjukkan kohesi yang kuat.
  6. Potongan penampang melintang: Disini dicatat warna dan struktur permukaan penampang organ yang dipotong. Pada umumnya warna organ tubuh adalah keabu-abuan, tapi hal ini juga dipengaruhi oleh jumlah darah yang terdapat pada organ tersebut. Warna kekuningan, infiltrasi lemak, lipofisi, hemosiferin atau bahan pigmen bisa merubah warna organ. Warna yang pucat merupakan tanda anemia.
Struktur organ juga bisa berubah dengan adanya penyakit. Pemeriksaan khusus juga bisa dilakukan terhadap sistem organ tertentu, tergantung dari dugaan penyebab kematian
Otopsi berjalan selama 3 jam lebih. Dengan bau keras yang kami semua dilarang memakai masker. Belajar bertahan dengan bau kurang enak. Dan mencari penyebab kematian sedetail mungkin. Salut dengan Hana yang perkasa yang tidak teragak-agak untuk mengambil tindakan. Dan Hafiz yang bersungguh-sungguh hingga akhir.

Melihat sekujur tubuh yang terbaring, dibuka dan dinilai organ-organnya seperti tiada arti. Insaf melihat betapa sebenarnya yang paling berharga pada diri manusia itu adalah bagaimana mereka sewaktu hidupnya. Apa yang mereka kerjakan yang menbedakan anatara satu individu dengan yang lainnya. Kerna saat kematian menjemput. Tubuh kita tidak bernilai sedikit pun kecuali amalan kita yang diangkat sebagai ibadah terhadapNya..

Khamis, 27 Disember 2012

GAUDEAMUS IGITUR

0




Graduasi adikku Aine Rain..

Alhamdulillah adikku akan melangkah setapak lebih ke depan dalam dunia koass. Semoga ia menjadi pembakar dan pemangkin semangat untuk terus maju..

Adikku pernah bertanya tentang lagu yang sering dinyanyikan dalam baruga saat upacara graduasi dilaksanakan. Mungin diri bisa berkongsi sedikit tentang lagu ini.

De Brevitate Vitae (Dalam Singkatnya Kehidupan), atau lebih dikenal dengan judul Gaudeamus igitur ("Karenanya marilah kita bergembira") adalah lagu berbahasa Latin yang merupakan lagu komersium akademik dan sering dinyanyikan di berbagai negara Eropa. Di negara-negara Barat, lagu ini dinyanyikan sebagai anthem dalam upacara kelulusan. Melodi lagu ini terinspirasi oleh lagu abad pertengahan, bishop of Bologna ciptaan Strada. Gaudeamus ini pada zaman dahulu di jerman merupakan lagu perjuangan kebebasan akademi.

Liriknya sendiri mencerminkan semangat para pelajar yang tetap semangat meskipun dengan pengetahuan bahwa pada suatu hari nanti kita semua akan mati, seperti terangkum dalam bait pertama pada baris ke-4 dan yang lebih diperjelas lagi pada isi bait ketiga, yang mengandung arti kesadaran akan dekatnya kematian dengan kehidupan manusia di bumi ini.

Dengan demikian bukanlah sebuah 'ajakan' untuk hidup dalam hedonisme seperti yang sering dituduhkan, hal ini dapat dilihat dari bait kedua dari stanza ini yang secara tersurat dan tersirat berisi pengakuan akan keberadaan alam lain setelah kematian yaitu surga dan neraka
Meskipun sering dipakai sebagai 'lagu pembuka' acara, lagu ini sendiri bukan dimaksudkan untuk mabuk-mabukan namun lebih kepada perayaan atas segala keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang, misalnya berhasil menyelesaikan pendidikan. Itulah sebabnya Gaudeamus igitur banyak dipakai di hampir seluruh universitas di dunia dalam acara wisuda.

De Brevitate Vitae dikenal dengan sebutan "Gaudeamus igitur" atau "Gaudeamus", yang merupakan kata pembuka lagu ini. Di Britania Raya, lagu ini juga dikenal sebagai The Gaudie.
Di negara-negara seperti Italia, Jerman, Belanda, dan Swiss, lagu ini juga sering dinyanyikan sebelum acara minum (bir) bersama untuk merayakan kelulusan. Di negara Belgia dan Belanda, dimana aktivitas minum sambil bernyanyi dianggap lazim, lagu ini menjadi salah satu lagu yang sering dinyanyikan sebagai 'lagu pembuka' acara pada pesta para pelajar.

Tidak diketahui sejak kapan lagu ini menjadi pengiring 'pesta-pesta' tersebut, namun seringkali karena lagu tersebut merupakan lagu yang membuat mereka mengenang akan masa-masa sekolah dan kuliah menjadi alasan lagu tersebut selalu dipilih dalam menemani acara minum.
Kebiasaan ini berkaitan erat dengan acara minum bersama pada malam hari setelah acara kelulusan, setelah sekian lama mengikuti kegiatan akademis yang melelahkan, dan para pelajar tersebut mengulangi lagu Gaudeamus igitur yang dinyanyikan sebelumnya oleh paduan suara Universitas untuk merayakan keberhasilan mereka. Kebiasaan inilah yang akhirnya terbawa-bawa dalam acara-acara resmi publik dan acara privat lainnya yang membuat lagu ini dikenal sebagai lagu pesta.

Di Universitas Indonesia, sudah menjadi tradisi tersendiri untuk menyanyikan lagu ini saat Upacara Pelepasan Wisudawan dan Penyambutan Mahasiswa Baru. Mahasiswa Baru di bawah pelatihan seorang dosen komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Agustinus Sudibyo akan menyanyikan lagu Gaudeamus igitur saat petinggi universitas memasuki atau meninggalkan lokasi upacara di Balairung UI. Sedangkan di Institut Kesenian Jakarta ini adalah salah satu lagu wajib yang harus dihapalkan oleh semua mahasiswa baru.

Teks yang tertulis di bawah ini merupakan versi Christian Wilhelm Kindleben yang ditulis pada tahun 1781, dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Sebagai catatan, kata antiburschius ("anti-mahasiswa") sebenarnya bukanlah kata asli dari bahasa Latin, melainkan sebuah kata serapan dari bahasa Jerman Bursch atau Bursche, yang berarti "anak muda" atau "mahasiswa".
Selain itu dalam acara wisuda umumnya lagu ini 'dipersingkat' dengan hanya menyanyikan bait kesatu dan bait keempat saja.

Latin
Indonesia
Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Post jucundam juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus.

Ubi sunt qui ante nos
In mundo fuere?
Vadite ad superos
Transite in inferos
Hos si vis videre.

Vita nostra brevis est
Brevi finietur.
Venit mors velociter
Rapit nos atrociter
Nemini parcetur.

Vivat academia!
Vivant professores!
Vivat membrum quod libet
Vivant membra quae libet
Semper sint in flore.

Vivant omnes virgines
Faciles, formosae.
Vivant et mulieres
Tenerae, amabiles
Bonae, laboriosae.

Vivant et res publica
et qui illam regit.
Vivat nostra civitas,
Maecenatum caritas
Quae nos hic protegit.

Pereat tristitia,
Pereant osores.
Pereat diabolus,
Quivis antiburschius
Atque irrisores.

Mari kita bersenang-senang
Selagi masih muda.
Setelah masa muda yang penuh keceriaan
Setelah masa tua yang penuh kesukaran
Tanah akan menguasai kita.

Kemana orang-orang sebelum kita
Yang pernah hidup di dunia ini?
Terbanglah ke surga
Terjunlah ke dalam neraka
Bila kau ingin menjumpai mereka

Hidup kita sangatlah singkat
Berakhir dengan segera
Maut datang dengan cepat
Merenggut kita dengan ganas
Tak seorang pun mampu menghindar

Panjang umur akademi!
Panjang umur para pengajar!
Panjang umur setiap pelajar!
Panjang umur seluruh pelajar!
Semoga mereka terus tumbuh berkembang!

Panjang umur para gadis!
Yang sederhana dan elok
Juga, hidup para wanita!
Yang lembut dan penuh cinta
Jujur, pekerja keras

Hidup negaraku!
Dan pemerintahannya
Hidup kota kami!
Dan kemurahan hati para dermawan
Yang telah melindungi kami

Enyahlah kesedihan
Enyahlah kebencian
Enyahlah kejahatan
Dan siapa pun yg anti mahasiswa
Juga mereka yang mencemoh kami


 Penggunaan di Indonesia

Di Indonesia lagu ini di beberapa perguruan-perguruan tinggi yang memiliki tradisi paduan suara yang kuat, seperti di Makassar, Manado, Medan, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Biasanya, lagu ini dimainkan untuk mengiringi kehadiran para anggota Senat Universitas pada awal upacara penerimaan mahasiswa baru dan pada awal upacara wisuda. dan juga menggunakan lagu-lagu lain seperti hymne atau mars universitas setelah lagu-lagu gaudemus dinyanyikan.
Ada beberapa juga yang tidak menyertakan lagu ini karena beberapa alasan yang salah kaprah, salah satunya karena mereka beranggapan lagu gaudemus sangat bernuansa hedonis padahal tidak demikian sebenarnya (karena kurangnya pengetahuan para penerjemah lagu latin ini dan juga kurangnya pengetahuan atas sejarah lagu gaudemus) yang adalah lagu perjuangan para mahasiswa di jerman.

Isnin, 24 Disember 2012

MALINO HIGHLAND

0



Libur natal selama 2 hari. Membuat kami memutuskan wisata dadakan (immediate vacation). Destinasi yang kami tuju adalah Malino. Salah satu tempat wisata tanah tinggi di Kepulauan Sulawesi Selatan ini. Kali kedua menjejakkan kaki ke sana setelah kali pertama pada 2007 yang lalu (baca:tahun pertama kuliyah di Makassar). Bersma tasya, ainul, ain, ana dan ain nursalli, kami menaiki mobil rental yang disetir oleh supir berbayar. Membawa bekalan karipap dan roti goreng ana yang enak, kami merentas perjalanan 3 jam dari kota Makassar ke Malino yang terletak di daerah Gowa.

Berangkat seawal jam 7 pagi dan tiba di sana jam 09.30 pagi. Ternyata ada tempat wisata yang baru di buka di sekitar situ. Malino Highland. Untuk masuk ke dalam, kami dikenakan bayaran sebanyak Rp50,000 setiap orang. Supir dan mobil dibenarkan masuk tanpa bayaran. Kerna penasaran dan ingin tahu yang tinggi, seperti apa pemandangannya di dalam situ, kami sanggupi untuk membayar masuk. Sebetulnya, masih banyak tempat yang masih dalam pembinaan. Namun sudah ada paling kurang 5 tempat yang bisa kami lawati di situ. Antaranya ladang the dan coffee house di puncak bukit, air terjun I dan II, taman setwa yakni taman burung dan kebun binatang. Meski binatangnya masih terbatas burung kasawari, kijang dan rusa, kaola, monyet dan aneka burung.

Dari atas bukit kami bisa melihat saujana ladang the yang menghijau. Didukung dengan hawa dingin yang menyegarkan. Menikmati the panas setelah penat berfoto di sela ladang the itu benar-benar refreshing. Kita juga diberi peluang untuk mengutip the dan diajarkan teknik memetik the yang baik. Setelah itu, kami juga berpeluang melihat penternakan kuda di puncak gunung tersebut. Kuda yang gagah perkasa diberi makan dari rumput yang bugar dan air yang berflorida. Setelah bermanja-manja dengan dinginnya puncak gunung, kami turun ke tepat air terjan yang menuntut kami untuk turun melalui celah yang curam beberapa kilometer sebelum sampai. Meski pemandangannya menyihir mata yang memandang namun keletihan tetap memanjat memandangkan kami sama sekali tidak bersedia atau tidak siap untuk hiking hari ini.

Pegal betis sedikit memanjat namun kesaktian alam tetap memenangkan euphoria dalam diri. Puas hati benar melihat air terjun yang cantik dan berbatu-batu. Masih terawat rapi disamping  bunga-bungaan yang sengaja ditanam di sepanjang trek perjalanan. Setelah mengambil beberapa waktu di air terjun, kami berpindah ke taman setwa atau taman burung. Di sini kami diperbolehkan untuk bercengkerama dengan lebih dekat dengan pelbagai spesies burung dari merpati hingga burung merbuk. Merak dan sebagainya. Diluar taman burung ada kebun binatang. Lucu melihat telatah monyet-monyet dan kaola yang agresif meminta dan makanan. Disini pengunjung dibenarkan untuk memberi makanan yang disediakan kepada para binatang yang ada. Ada   juga kijang bambi yang lucu dan menggemaskan.

Keluar dari Malino Highland, kami bergerak menuju ke tempat favourite kami di hutan Pinus. Di hutan ini kami bisa menunggang kuda mengelilingi perbukitan dengan biaya Rp10.000 dan berfoto disekitar hutan  terawatt itu. Sangat cantik pemandangan di hutan ini. Sebelumnya kami sempat singgah makan bihun yang dibawa sebagai bekal oleh cik Ain dan Cik Tasya sambil menikmati the susu hangat di warung pinggir jalan. Menghangatkan tubuh yang sudah menggigil kedinginan gara-gara cuaca puncak bukit ditambah hujan renai yang menyapa. Tak lupa jangung manis khas tanah tinggi yang menghangatkan tenggorokan.

Selesai dari menunggang kuda, kami lanjut lagi ke air terjun Takapala, salah satu air terjun tertinggi di Sulawesi Selatan ini. Kerna jalan menuju ke tempat air terjun tersebut licin, kami terpaksa meredah beberapa kilometer jalan hutan untuk turun ke tempat air terjun tersebut. Namun perjalanan  itu worth our while. Keindahan air terjun yang memukau dengan percikan air yang sudah terasa sejak juahari, kami benar-benar tidak bisa menahan diri dari terjun ke dalamnya. Melawan perkasa dingin yang mencucuk tulang belulang dan mengkonstriksikan pembuluh-pembuluh darah yang membawa cairan penghidupan itu.
Setelah puas berendam badak di dalam air terjun baru kami malas-malas naik dan bersiap untuk pulang.

~there's also hiking tract~

~high tea at tea house~

~memetik daun teh di ladang~

~ladang teh, Malino Highland~

~pemandangan dari atas bukit~

~tangga ke air terjun~

~istirehat seketika~

~pemandangan di cafe~
~di taman setwa~

~Menunggang kuda di Hutan Pinus~

~memetik daun teh~

~Halaman depan Malino Highland~

~Air terjun dalam MH~
~nice view, seriously~
~Rusa Bambi~
~Riding at Pinus Forest~

~air terjun Takapala~
~great waterfall of Takapala~

~beli ole-ole sebelum pulang~