Skinpress Rss

Rabu, 20 Julai 2011

ISTIKHARAH CINTA

0


Dari jendala poliklinik dermatologi, kelihatan sepasang merpati dua sejoli berpimpinan tangan berjalan menuju ke poliklinik tersebut. Kelihatan hubungan yang mesra dan harmonis sekali. Di wajah sang suami kelihatan raut gusar dan khawatir yang tidak berbelah bagi. Mungkin khawatir dengan kondisi sang isteri yang tampak sakit sedang tersebut. Sambil menunggu giliran untuk masuk bertemu dengan dokter, sang suami tidak lepas menggendong tangan isterinya sambil membaca dzikir-dzikir penenang hati.

Sebentar kemudian, si isteri dipanggil masuk ke ruangan dokter untuk menjalani pemeriksaan. Sang suami setia memimpin tangan isterinya hingga ke depan pintu kamar pemeriksaan. Lalu isterinya berkata “Abi tunggu di sini yah,” sambil mencium tangan si suami. Wah, romantisnya! Sewaktu dokter menjalankan pemeriksaan pada bagian yang agak sulit, Cuma diri dan seorang lagi temanku yang berjilbab besar yang dibenarkan menemani (atas permintaan pasien/pesakit) sendiri. Memandangkan penderita adalah seorang muslimah yang masih muda yang bercadar (berpurdah).Sewaktu pemeriksaan dijalankan, Dr.M kelihannya amat terkejut kerna ternyata penyakit yang dideritai oleh muslimah tersebut tidak hanya satu tapi 3. Bacterial Vaginosis, Candidiasis dan Tinea Cruris. Saking banyaknya infeksi yang terjadi hingga kata dokter sebenarnya sangat jarang adanya kasus (kes) seperti ini kecuali pada keadaan system immune yang sangat rendah (suspect penyakit immunosuppressive).

Setelah selesai pemeriksaan fisik (physical examination), dokter melanjutkan anamnesisnya dan dari situ diketahui bahawa baru sejak beberapa tahun belakangan sang muslimah tersebut rentan terkena infeksi (infection). Bisa dikatakan dalam 1 bulan, 2-3 minggu beliau pasti terkena demam dan flu (selsema), nyeri badan (sakit badan), menggigil dan sebagainya. Sedangkan si muslimah ini sejak kecil aktif bersukan dan jarang sakit. Dr.M meminta si suami masuk dan merangkaikan banyak pertanyaan yang diperkirakan berkaitan untuk membantu menegakkan diagnosis. Dari riwayat pennyakit sekarang, penyakit terdahulu, penyakit dalam keluarga hinggalah kepada riwayat pernikahan dan latar belakang keduanya.

Ny.D terlahir dari sebuah keluarga imam (kiai) di pendesaan. Sejak kecil terjaga dalam biah pesantren (pondok) dan sempat kuliah di UNIM dalam bidang ilmu syariah hingga selesai. Sementara si suami terlahir dari keluarga sukses yang sangat sibuk sehingga sejak kecil beliau tidak mendapat belaian kasih sayang yang cukup dari orang tuanya. Melalui masa remaja yang penuh pemberontakan hingga beliau melakukan banyak hal yang tidak seharusnya seperti terlibat dengan alcohol dan pil ecstacy, rokok dan sex bebas. Orang tuanya sangat kesal dan memutuskan untuk menghantarnya ke sekolah pesantren. Di pesantren baru beliau merasai betapa luasnya kasih sayang Allah yang mendakapnya setiap saat hingga mencetuskan rasa sesal dan kesal yang tidak berbelah bagi atas dosa-dosanya yang telah lalu. Beliau bertaubat. Bertaubat dengan taubat nasuha. Astagfirullahal azim, pengakuan tersebut sangat mengejutkan.

Memasuki alam kuliah, beliau menjadi antara penggerak (aktivis) dakwah kampus dan terkenal sebagai seorang yang sangat sholeh (soleh). Sehinggalah saat tiba waktunya, dia dikenalkan (ta’aruf) dengan seorang muslimah sholehah (solehah) yang kini telah bergelar isterinya. Walau sebelumnya tidak pernah saling mengenal, tapi istikharah cinta telah menyatukan hati mereka. Membangun sebuah keluarga sakinah demi meraih cintaNya.

Dr.M serba salah. Berat rasanya mahu menyampaikan kecurigaannya bahawa pasangan suami isteri tersebut telah terinfeksi virus yang maha kejam yaitu HIV!! Berbekalkan semangat yang tinggi dan mujahadah yang jitu, Dr.M tetap berterus terang seraya mengusulkan supaya mereka berdua menjalani pemeriksaan kimia darah, untuk mendeteksi (mengesan) CD4 dalam darah. Dengan kata lain, CD4 adalah pemeriksaan penunjang untuk memastikan adanya infeksi virus HIV. Wajah keduanya berubah. Benar, sebuah berita yang amat mengejutkan. Ibarat merenggut jantung hati dari jasad. Suasana sepi. Beberapa ketika. Tangan keduanya masih saling menggenggam erat. Saling berpandangan sebelum akhirnya kedua mereka menandatangani surat persetujuan untuk pemeriksaan tersebut.

Beberapa hari kemudian, pasangan tersebut kembali ke poliklinik untuk melihat hasil lab dari pemeriksaan CD4 tersebut. Dan betapa remuknya hati saat mendapati bahawa ternyata hasilnya HIV POSITIF!! Tepat seperti yang dicurigakan oleh Dr.M. Ya Allah, betapa beratnya ujian yang menimpa mereka! Usai mendengar penjelasan detail dari dokter berkenaan penyakit tersebut, sang suami spontan menangis keras sambil melutut memohon ampunan dari sang isteri. Dia merasa bahawa sendirilah lelaki paling kejam yang mengaku menyintai isterinya dalam masa yang sama menularkan penyakit zalim yang membuatkan isterinya menderita. Dia telah menzalimi isterinya dengan menyakitinya. Tangis derita batinnya seakan tidak mampu untuk membendung lautan rasa penyesalan terhadap isteri sholehah. Andai saja dia tahu bahawa dia menghidap penyakit zalim akibat perbuatan kejinya dahulu, dia pasti tidak akan tegar untuk menikahi isterinya dan menzaliminya.

Dalam linangan airmata, sang isteri menggenggam erat tangan suaminya seraya berkata:
“suamiku, tidak pernah terdetik biar 1 kali dalam hidupku kata menyesal kerna menikahimu. Saya tahu betul dan saya amat yakin bahwa anda adalah seorang pemuda yang sholeh (soleh). Sewaktu Allah memberikan kita ujian yang maha berat ini, yakinlah.. Allah tahu kemampuan kita dan DIA tidak akan menyia-nyiakan kita..”

MasyaAllah, luar biasa..kata-kata sang isteri benar-benar menjadi bahan pelajaran buat kami semua. Betapa redhanya beliau menghadapi takdir yang menjengah. Betapa tenang jiwanya melihat kehidupan sebagai ujian yang harus dituntaskan. Beliau sama sekali tidak meletakkan kesalahan tersebut pada kesilapan masa lalu suaminya bahkan tidak pernah menyesal dijodohkan dengan suaminya melainkan dia bersyukur dengan semua itu dan menerimanya sebagai ujian hidup.

Kisah nyata yang telah mata ini saksikan menyedarkan diri bahawa terkadang, saat kita menahan diri demi menantikan seorang insan yang telah ditakdirkan untuk mengimami/ mendampingi hidup kita, secara tidak sedar, kita berharap semoga insan itu adalah seorang yang sempurna. Andai saja kita dihadapkan dengan kisah seperti wanita tadi, pasti kebanyakan dari kita akan kecewa dan kesal. Insan yang diharapkan tidak seperti yang kita bayangkan. Jadi persiapkanlah diri bahwa siapapun itu yang akan kita damping, ingatlah.. dia juga adalah manusia biasa seperti kita.. manusia yang tidak akan sempurna. Perjelas kembali bahwa jika benar pernikahan itu disandar kerna Allah SWT, pastikan setiap jalan yang ditempuh adalah jalan menuju keredhaanNya..

Ahad, 17 Julai 2011

AMA ZILNA

0

نقبل بقلوبنا على الله
kami persembahkan jiwa2 kami kepada Allah

لا خوف ولا حزن لمن هداه
tiada ketakutan dan kesedihan
bagi sesiapa yg diberiNya petunjuk

حبله متين لا يندثر
taliNya kukuh takkan terlerai

رزقه دائمٌ لمن يفتقر
rezeqiNya sentiasa ada buat yg memerlukan


في كل مكان
di setiap tempat

وكل زمان
di setiap ketika

فوقكَ ربٌ عظيم يرعاك
di atas sana
ada Tuhan Maha Agung yg memeliharamu

في أي مكان
di mana jua

في أي زمان
pada bila2 masa

لك رب يحبك لن ينساك
kau punya Tuhan yang sentiasa menyayangimu
& tidak pernah melupakanmu

أما زلنا ... أما زلنا .. نخشاه
adakah kita masih punya rasa takut terhadapNya?


اما زلنا نحمده
adakah kita masih lagi sentiasa memujiNya?


أم نسينا أنّا عباده
atau adakah kita telah pun melupainya?

لا إله إلا الله .. لا إله إلا الله
لا إله إلا الله .. لا إله إلا الله
tiada Tuhan selain ALLAH



نعيش في ملكه ما يشاء
kita hidup di bawah kekuasaannya selagi mana Dia kehendaki

نغوص في جوده بالدعاء
kita menikmati kemurahan daripadaNya dengan berdoa

نطمع في افضاله بالرجاء
kita berhajatkan kebaikan daripadaNya dengan penuh pengharapan

ملاذنا اذا اشتد البلاء
tempat kita berlindung tatkala ujian dirasakan begitu berat

CHORUS

قلبي لله
hatiku untuk Allah..

روحي لله
seluruh nyawaku untuk Allah..

امالي لله
cita2ku untuk Allah..

كلّي لله
segalanya hanya kerana Allah

~ a very beutiful nasheed suggested by my dear Kak Soolihah.. really misses arabic language badly~

Sabtu, 16 Julai 2011

FAREWELL PARTY FAZ YAM

0



Malam ini majlis perpisahan tetangga sebelah kamar (bilik) Wan Nor Fazlina & Siti Mariam, 2 teman yang berjaya menamatkan kuliyah dalam bidang farmasi di Unhas. Setelah 4 tahun bertungkus lumus dan tunggang terbalik mengharungi onak duri dalam pelajaran akhirnya mereka berjaya memperoleh sarjana muda Farmasi di Unhas.

Majlis diadakan di Hotel Aryaduta, Losari dengan dihadiri oleh 14 orang teman-teman seangkatan yang perempuan. Makanan berkonsep buffei dengan bayaran 150k per orang memberikan kami peluang untuk mencoba semua jenis makanan dari seluruh dunia dengan sepuasnya. Ada barbeque set, French’s crusine , Italy’s crusine, Japanese food dan beraneka jenis dessert yang cukup mebuka selera.

Berbalik kepada Fazlina dan Mariam, mengenang hari-hari kemarin bersama mereka, walaupun diri dan anak berdua itu memiliki gaya hidup yang cukup berbeza dengan diri, namun tetap tidak canggung saat bercerita dan berbual bersama mereka. Teman jalan yang setia dan rakan yang cukup akrab. Masih ingat saat tahun pertama bergelar mahasiswa Unhas, saat hidup dilanda stress berat setiap hari, Faz dan Yam yang menempati kamar disebelah sering datang dan menangis. Atas hal apapun. Masalah asistenlah, masalah dosen pembimbinglah, masalah tugasan yang harus diketik manual lah (taip menggunakan type writer), masalah pantulan (assignment yang harus dikerja ulang) dan sebagainya. Berbagai cerita aneh yang mereka bawa pulang selesai dari kampus. Saat keletihan melanda, pasti terdengar lagi ketukan dipintu kamar, “mahfuzah, nak tidur lima menit”.. hihi.. begitulah setiap harinya. Saat hari minggu, pasti kami akan keluar jalan-jalan bersama bagi melepas beban stress yang memberat dipundak.

Mengharungi tahun kedua, kami masih lagi ditakdirkan bertetangga, kehidupan Faz dan Yam semakin disibukkan dengan campus-life, laboratory workship dan sebagainya hingga mereka sering lambat pulang. Diri juga semakin disibukkan dengan kehidupan berpersatuan, studygrouping, dan sebagainya hingga kami jarang bertemu, kecuali malam dan hari minggu. Walau semakin jarang keluar bersama (sering ditinggalkan jika mereka dan teman jalan yang lain pergi jalan gara-gara terpaksa menghadiri meeting, liqa’ dan program persatuan), tapi kami tetap akrab dan saling berhubung. Terkadang saat kesibukan benar-benar menjerut urat nadi, Faz dan Yam akan datang ke kamar dan membawakan the hangat atau keropok buat dimakan bersama. Walau hidup kami semakin berbeza, tidak pernah mencipta jarak dan jurang yang memisahkan.

Saat tahun ketiga baru kehidupan kami masing-masing semakin stabil. Faz dan Yam sudah agak longgar jadual kuliyahnya memandangkan matakuliah yang berkaitan dengan laboratorium telah diselesaikan pada semester lalu. Diri juga sudah bersara dari dunia persatuan. Tinggal masih sibuk dengan kulaih pre-klinik tahun 3 dan liqa’ rutin tiap minggunya. Ini memberikan kami lebih banyak waktu bersama. Jalan-jalan dan memasak bersama menjadi aktiviti mingguan yang mengisi hari-hari kami. Faz yang memang pintar memasak, banyak mengajarkan resepi-resepi turunan ibunya hingga diri banyak pula belajar darinya. Nasi ayam, nasi lemak, karipap, pengat pisang dan kuih-kuih (kue) tradisional menjadi bahan pelajaran kelas memasak kami.

Tahun ke empat lebih santai lagi kerna Faz dan Yam tinggal menyusun skripsi (final project) untuk meluluskan mereka sebagai pharmacist-graduate. Diri yang menunggu waktu untuk masuk ke dunia klinikal juga tidak melakukan apa-apa hingga memberi kami waktu yang ekstra untuk diluangkan bersama. Sempat ke bermusafir ke tempat yang lebih jauh seperti Pangkep, Toraja, Palopo dan Pontundo,Takalar bersama. Benar-benar melakar kisah yang indah bersama mereka.

Faz dan Yam, walaupun sebenarnya, berbanding diri, mereka lebih akrab dengan teman yang lain memandangkan mereka lebih banyak menghabiskan masa bersama mereka, namun ada beberapa hal yang membuat diri cukup terharu dengan mereka. Menjelang hari-hari terakhir sebelum pulang, Faz agak lebih memaksa diri untuk turut hadir saat makan-makan atau keluar jalan-jalan bersama ketimbang sebelumnya dia bersikap santai dan tidak terlalu mendesak untuk datang kerna sangat memahami kesibukan diri. Katanya “ala mahfuzah, takkan tak nak spend masa ngn orang, orang kan dah nak balik..”.. tidak sanggup menghampakan harapannya, jadi diri walau susah payah akan berusaha untuk hadir..” Sewaktu Faz mahu kembali ke tanah air sewaktu menyelesaikan kuliahnya (pulang sebelum majlis graduasi), mereka masih ceria hingga sewaktu Faz menyalami dan memeluk diri ini, Faz justeru lansung menangis dan berkata “terima kasih ye” kata yang cukup ringkas namun berbekas. Diri juga turut tidak dapat menahan empangan dari pecah berderai. Yam juga mulai banjir dengan airmata hingga langit Makassar turut mendung mengiringi kepulangan mereka.

~Semoga sahabatku Fazlina dan Mariam akan pulang dan memanfaatkan ilmu yang telah mereka dapatkan disini dengan terbaik. Menjadi pharmacist yang bisa diandal..~

Jumaat, 15 Julai 2011

KNOWING YOU 1%

0


I’ve got a conversation with one of my good friend, IR last night that inspire me to write this.. for a time being, I think I’ve got to know that person for a very long time but IR make me realize that the fact is actually vise versa.

The starting point of a friendship is varied. From the same old school, or the social society till the pen pals network. When we get to know someone, it actually starts from zero. Getting to know her name, her identity etc will add the percentage of our memory about her. And it keep on growing by times and communication that we’ve made. Till the time that we felt, we had known them, very good enough to make our own perception and assessment toward our friend. Knowing her 100%. Even her piece of mind.

Sometimes we feel comfortable to be with her. Felt free to share secrets, problems, opinions.. Until we think that there’s no difference between us. Just feeling that she is ”another me”. Our mind starts to create “her” in our own way. Undirectly forcing her to be the one we want her to be. Not the way she truly is. So at the moment she makes unexpected or the things that out of our box of mind, we rapidly, and fiercely judging her without counting her reason. Actually we’ve made mistake. We’re actually knows nothing about her except 1% that she shows it off. Lukmanul Hakim had said :

“ try hard to think every action and even a single words that took by anther person, then you’ll know their reasons and their thought..”

Perception… is subjective. For some action that have been made and for the thinking that have been subjected, we can make the judgment in many different ways. Practically, we’ll make the assessment in our own way and sometimes we don't even know that we've make a wrong interpretation. The thing is not actually what we think it is. We’ve forgot the 99% of her that we haven’t know yet. 99% that didn’t show off. 99% that make her the way she is. So please hold your judgment, ask and make it clear as it is actually a process to know someone better. try to put ourselves in other shoes and be an understanding person because knowing her clearly need a process…

~Learning to appreciate others, the way they are..~

Jumaat, 8 Julai 2011

KAPURUNG & KELUARGA TOLBAR

0


Hari yang benar-benar sibuk. Dari pagi bertugas di RS (hospital) tentera (Wirabuana) Pelamonia. Pasien dermatology datang tidak henti-henti dari jam 6.30 pagi hingga jam 1.30 siang. Kurang lebih jumlah keseluruhan (total) pesakit poliklinik pada pagi itu 25 orang. Selain itu masih ada beberapa pasien (pesakit) yang konsul dari bangsal (pesakit rujukan dari department) lain. Tidak sempat duduk dibuatnya kami pagi ini. Lanjut diskusi (case discussion) dan bedside teaching oleh dokter residen pada jam 2 hingga 4 tapi di RS utama(hospital) Wahidin yang terletak kira-kira 45 minit perjalanan dari RS yang pertama. Benar-benar melelahkan.

Hari ini juga ada undangan syukuran dirumahnya teman KKN ku yang telah tamat sarjana beberapa hari yang lalu. Kak Anie. Walau awalnya agak keberatan untuk menghadirkan diri memandangkan tanggungjawab yang menumpuk harus dituntaskan, namun akhirnya tetap memutuskan untuk pergi setelah beberapa sms dari teman-teman yang sangat setia mengundang sejak dari pagi. Tidak sampai hati mencari alasan untuk tidak pergi tambahan acara hari ini memang sengaja dirancang oleh Kak Anie buat teman-teman KKN.

Jam 4.00 berangkat dari RS (hospital) beriringan dengan teman setia Amel ke rumahnya Kak Anie yang lumayan jauhnya. Hati masih berat memikirkan bebanan tugas. Sampai dirumahnya Kak Anie, sudah ramai yang tiba. “kepala artis”(gelar buat si comel yang selalu heboh) Winda, Iyan, Irfan, Fitrah, Wawan dan Adit. Seperti biasa, walau masih kurang lengkap, tetaplah heboh. Walau suasana agak “berlainan”, tetaplah ceria dengan senda gurau yang masuk akal dan tidak masuk akal.. kepenatan yang menjalar dalam urat saraf dari pagi, beransur pergi.. terobat dengan celoteh dan kemanjaan Winda yang sibuk bercerita tentang pengalamannya mengikuti casting filem di Jakarta, perencanaannya untuk umrah tanggal 27 yang akan datang dan banyak lagi. Iyan walau kalem (tenang) tetap tidak mahu ketinggalan meluah kata dan cerita yang lama terpendam di lubuk hati. Kak Anie yang lucu masih seperti dulu dengan ceria tawanya yang memenuhi ruang tamu. Ada lagi rfan yang masih belum penat mengganggu. Wawan dengan cerita naik tingkatnya (sudah masuk ke bagian Anesthesi) dan Adit yang masih mengimbau hari koas kemarin.

Dihidangkan Kapurung (makanan khas Palopo) yang dimasak dengan penuh kasih sayang oleh Kak Anie. Tiba-tiba rasa rindu pada mereka baru menjalar di hati. Terima kasih Ya Allah, akhirnya memberi diri ruang dan peluang untuk hadir. Banyak hal yang berlaku beberapa bulan terakhir terutama kesibukan keseharian sebagai koas (pelajar clinical) hingga diri agak-agak sebal dan malas untuk hadir di pertemuan KKN dan sengaja mahu melupakan (memadamkan kenangan lalu dalam-dalam). Walau begitu, tetaplah mereka telah menjadi bagian dari diri ini. Bagai keluarga yang biar apa yang berlaku, tetaplah ikatannya akan kukuh (semoga).

Semakin terharu saat membaca komentarnya Winda,”bahagia bertemu keluarga tolbarku” dan sifat back up dan suportif gadis itu untuk mempertahankan keceriaan dan Suasana kekeluargaan antara kami.. Benarlah, keakraban… tetap ada fase ujiannya. Tetaplah ada saat pasang surutnya. Tergantung bagaimana kita menanggapi dan menyikapi suatu permasalahan untuk mencari solusinya (penyelesaiannya). Semoga keluarga tolbarku, tetaplah akrab dan ceria.

Jumaat, 1 Julai 2011

TOLBAR ANNIVERSIRE

0


Di dasar relung jiwaku
Bergema nyanyian tanpa kata
Sebuah lagu yang bernafas dalam benih hatiku
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit
Ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yang nipis kainnya
Dan mengalirkan saying
Airmataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu
Tentang kisah semalam antara kita semua
Lagu itu digubah oleh renungan
Dan dikumandangkan oleh kesunyian
Kemudian disingkiri oleh kebisingan
Dilipat oleh realita yang membentang
Dan diulang-ulang oleh mimpi indah dan bayangan
Kemudian difahami oleh kasih sayang
Disembunyikan oleh kesadaran siang
Didendangkan oleh sukma malam
Lagu itu, sungguh..adalah lagu kerinduan…


Jumaat, 1 July 2011
7.00 am