Skinpress Rss

Sabtu, 4 Jun 2011

ORANG YANG BERSEMBUNYI

0


Wahai orang yang bersembunyi,
Mengapa harus berselimut kebencian
Sedang hati kaya dengan kasih sayang
Mengapa berlindung dibalik awan gelap
Sedang jiwa benderang dengan cahaya pelangi

Duhai orang yang bersembunyi,
Tahukah dikau betapa kebencian itu melelahkan
Betapa awan gelap itu mengundang ketakutan
Ia tidak akan pernah menyelesaikan apa-apa
Kecuali menancapkan luka didada yang tak berdosa

Dengarkan aku sebentar walau di balik persembunyian,
Mengenang hari-hari yang berlalu bersamamu
Cukup menata hati mengenang mengimbau memori
Betapa indahnya semalam yang berlalu
Bersama kebaikan dan santun pekertimu

Waktu itu kita bebas berbicara apa sahaja
Tawa senda bumbu ikatan persahabatan
Saat galau menyesakkan atma
Atau awan komulunimbus berarak menziarahi kota
Aku akan berpaling dan melihat, bahawa kau selalu ada

Tika memori memainkan melodinya sendiri
Dalam irama melankolis yang menyayat hati
Ingatan padamu berpadu kukuh
Benar, kerinduan yang mencengkam terasa amat menyakitkan

Betapa aku ingin menjalani hari-hari penuh arti disampingmu
Dalam tatanan masa yang kian menghimpit dan hampir mencapai hujungnya
Aku hanya ingin bersamamu dalam menghidupkan sang waktu
Biar bahagia it terus bernyawa dalam diri walau jasad dipisah samudera

Namun bagai tsunami yang melanda
menyapu pergi semua kenangan yang terbina
Kembali ku berpijak pada bumi yang nyata
Bahawa kita tak lagi seperti dulunya.

Setiap kata yang terungkap bagai api dalam sekam
Saling menyakiti dan berbalas lawan
Ibarat racun yang menjalar dalam urat saraf
Semakin menjarakkan dan semakin mematikan rasa

Hai sang pengamat sepi,
Mungkin benar katamu bahawa terkadang berdiam diri adalah jalan terbaik
Kerna barangkali kita lebih butuh waktu sendiri
Untuk mengintrospeksi sekaligus memperbaiki diri

Walau diam sebenarnya lebih menyiksa
Biarlah waktu yang mengobati segalanya
Cukuplah aku yakini bahawa dihatimu masih ada cahaya
Dijiwamu masih ada rasa kasih yang tersisa..

~mode: suasana hati lagi ambruk galau~
3 June 2011
2.30am
[jaga malam ditemani musik alam dari tangki oksigen]

Isnin, 30 Mei 2011

BAKSOS DI TAKALAR

0

~bersama Dr.Asmiranda dan Dr.Fatma~

Baru kemarin menyelesaikan ujian di bagian Jiwa (Psychiatric). Cuma hari ini libur (cuti) menantikan esok harus melapor lagi dibagian baru yaitu Neurology. Berkesempatan mengikuti bakti sosial (baksos) anjuran PKS bersama 6 orang lagi sahabat seperjuangan dan dari pihak muslimin juga. Baksos ini telah dijalankan oleh PKS kebupaten Takalar dengan kerjasama dari rumah zakat. Diadakan di kantor (pejabat) PKS di Takalar.

Pada kegiatan baksos kali ini diadakan pemeriksaan kesehatan dan juga sunatan missal (berkhatan bersar-besaran). Diri memilih untuk melibatkan diri dalam pemeriksaan kesehatan memandangkan diri sudah sering terlibat dalam sunatan. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan hanya sebatas pemeriksaan yang umum memandangkan alatan untuk pemeriksaan darah dan gula terlupa untuk dibawa bersama.

Bertugas bersama kakak angkatan 2005 yang telah selesai dokter, Kak Fatmawati dan Kak Asmiranda benar-benar memberikan pengalaman baru. Kak Fatma yang kebetulan duduk disampingku banyak mengajarkan cara meresepkan obat (memberi ubatan), cara menggali gejala utama dari pesakit dan sebagainya. Kakak juga tidak lupa untuk menunjukkan beberapa kasus klinis (cases) daripada yang sering ditemui dimasyarakat seperti Parkinson,Sindrom nefrosis, dermatitis sebbaroid, elephant leg (cara membedakan elephant leg disebabkan nephropathy diabetes, atau filariasis atau disebabkan complication of infection. Ada banyak juga kasus (cases) penyakit mata yang ditemukan seperti ptyrigium (adanya selaput diatas anak mata) menyebabkan mata kabur dan sebagainya, katarak, dan banyak lagi.

Bermula dari jam 11 hingga hampir jam 5, kami berjaya menyelesaikan pemeriksaan kesehatan kepada 150 orang warga kampong tersebut. Hanya dengan 4 orang tenaga medis, Dr.Fatma dan Dr.Aida, diri dan Rahma, mengatasi pasien (patient) seramai itu tetap menimbulkan sedikit kelelahan namun ia amat bermakna. Selesai bertugas, kami dijamu dengan pelbagai makanan enak yang disediakan oleh tuan rumah sebagai tanda terima kasih. Waktu makan sempat lagi berkenalan dengan 2 orang apoteker (farmasis) yang sejak awal begitu cekap meracik (menyediakan) obat dan setia memenami kami bertugas di situ.

Subhanallah, walau lebih kepenatan dari hari kerja biasanya, namun merasa begitu puas hati. Kerna melakukan kerja sukarela seperti ini, diri merasa seakan kita melakukan hal yang kita inginkan.. membantu orang-orang yang tidak berupaya. Walau badan letih, namun bibir masih berukir senyum. Saat yang paling bahagia itu adalah apabila kita dapat menggunakan professional kita untuk membantu orang yang memerlukannya. Bukan hanya menggunakan professional tersebut untuk memenuhkan saku baju. Melalui program seperti ini juga kita dapat mendidik hati kita supaya lebih dekat pada orang dan menjadikan kebajikan sebagai sesuatu yang melunakakan hati kita.

Sabtu, 28 Mei 2011

PSYCHIATRIC POSTING

0


Sedar tak sedar, Alhamdulillah diri telah berjaya melewati satu lagi bagian (department) dalam siri kepaniteraan klinik (clinical year) yaitu bagian (department ) Jiwa (Psychiatry). Satu bulan di bagian (department) ini, walaupun bukanlah satu jangka waktu yang lama, namun telah mengajarkan diri akan banyak hal.

Psychiatry atau ilmu kejiwaan adalah suatu gagasan ilmu yang cukup misteri dan sebenarnya sangat susah untuk ditelusuri. Kerna tiada penemuan yang mampu menetapkan secara tepat patomekanisme (pathomechanism) terjadinya sesuatu gangguan (disorder) pada penderita. Melainkan berdasar kepada hipotesis (hypothesis) yang dibuat berasas dari basic organo-biologi dan penelitian melalui functional MRI (fMRI).

Hipotesis (hypothesis) yang dibuat: adanya gangguan pada pelepasan neurotransmitter di otak seperti peningkatan pelepasan dopamine yang mengawal fungsi kognitif, persepsi dan emosi, akan menyebabkan gangguan psikotik (psychotic disorder) yang mana seorang penderita hilang kemampuan untuk menilai antara reality dan fantasi hingga akhirnya menyebabkan penderitaan pada diri sendiri dan orang lain (distress) dan ketidakmampuan (disability) dalam menjalankan pekerjaan, bersosial dan juga menggunakan waktu senggang (lapang) untuk melakukan hal yang bermanfaat. Seringkali gangguan psikotik (psychotic disorder) ini ditandai dengan adanya halusinasi (hallucination) dalam bentuk auditorik (mendengar suara-suara), visual (melihat bayangan atau orang secara jelas), odor (bau busuk) dan lain-lain oleh pancaindera yang tidak dapat dideteksi (dikesan) oleh orang lain. Ini dinamakan adanya gangguan persepsi pada penderita ini.

Selain itu juga penderita bisa menimbulkan gejala waham (delusion) yang mana delusion ini adalah suatu bentuk keyakinan yang dianuti oleh penderita yang tidak sesuai dengan realitas (reality) walaupun telah diberikan kenyataannya dan dipatahkan keyakinannya tetap saja penderita yakin dengan apa yang dianutinya. Ini salah satu bentuk gangguan isi fikir (content) yang berkaitan dengan fungsi kognitif (fungsi berfikir) otak.

Di bagian (department) ini, diri bukan hanya berguru kepada dokter-dokter pakar dan professor tapi juga berguru kepada penderita yang mengalami gangguan tersebut sendiri. Apabila melihat penderita yang terdiri dari pelbagai golongan tua, muda, remaja, belia, orang terpelajar (educated), orang tidak tamat pendidikan, orang kaya, orang miskin, masyaAllah betapa sebenarnya gangguan tersebut bisa menyerang siapa saja tanpa kompromi. Melihat keadaan mereka dikurung di dalam sel-sel (bangsal (ward) yang berpagar besi untuk mengelakkan penderita melarikan diri), makan walaupun sudah disediakan dengan baik, disepahkan ke lantai dan makan makanan yang telah tumpah ke lantai, berkongsi dengan kucing-kucing, merasa kasihan. Tiada lagi sifat manusiawi yang tersisa pada diri mereka.

Saat itu merasa betapa besarnya nikmat akal yang Allah berikan pada kita. Dan betapa akal itu sebenarnya yang menaikkan derajat (darjat) manusia di muka bumi ini. akal yang sehat harus dijaga dan dipelihara bukan hanya secara fisik tapi juga secara maknawinya. Ibarat kata seorang penderita (dalam observasi/in observation),

“jiwa adalah akal fikiran yang diperkuatkan dengan nurani dan kemahuan. Dan semua orang itu bisa sakit jiwa selama dia tidak bersyukur dengan apa yang dia punya dan selama dia berputus asa.”

Kerna itu, kita dapat melihat betapa Islam amat diberi perhatian (dititikberatkan) keseimbangan (tawazun) antara akal, rohani dan jasmani. Dalam hidup ini, kita dihadapkan dengan berbagai macam ujian/dugaan yang mana ujian ini dalam bahas medis (medical term) diistilahkan sebagai stressor (stress factor) yang mana ini yang kemudiannya akan berkembang dan memberi dampak pada akal seseorang. Sebab itu Allah SWT mengajar kita untuk sentiasa sabar dan kembali padaNya.

“sesungguhnya dengan mengingati Allah, hati akan menjadi tenang”.

Sabar itu perlukan didikan dan latihan. Kerna memang sabar itu pahit sewaktu menjalaninya tapi manis setelah melaluinya. Dari ujian kecil yang Allah turunkan, hinggalah ujian yang besar, DIA turunkan ujian sebenarnya untuk melatih dan semakin meninggikan ambang batas sabar kita dan agar kita kembali padaNya. Berhubung denganNya. Memohon bantuanNya. Itulah ujian tingkat keimanan sebenarnya.

“dan mohonlah bantuan Allah dengan sabar dan solat”

Ajaibnya mukmin itu, apabila dia diberi nikmat, dia bersyukur dan apabila di uji, dia bersabar. Ujian/ factor stress yang akan memicu ketidak seimbangan neurotransmitter bukan bertitik tolak dari akal, sebaliknya dari nurani yang gersang dan jiwa yang hanya mementingkan keinginan sendiri. Nurani yang tidak seimbang inilah yang akan bermanifestasi pada akal dan fisik manusia. Seperti mana pada penderita psikotik (psychotic disorder), mereka ini hanya mementing Id.

Menurut teori Freud mengatakan bahawa dalam diri manusia ada 3 komponen penting yang mengawal jiwa iaitu:
1) Id, naluri atau kemahuan yang harus segera terpenuhi. Ia biasanya mendominasi anak kecil contohnya apabila anak mahu makan, dia akan menangis sekuatnya.
2) Ego, yang mana manusia akan menahan diri dari melakukan sesuatu yang dianggap tidak wajar. Seperti jika seseorang ingin membuang air, dia tidak mungkin malakukan hal tersebut di khalayak ramai.
3) Super ego. Adalah menahan diri daripada melakukan sesuatu hal yang bertentangan dengan norma masyarakat atau nilaian agama. Contohnya seseorang ingin meminum arak tapi tidak melakukannya kerna takut pada larangan agamanya.

Dalam kata lain, super ego adalah salah satu bentuk tarbiyah, didikan diri. Kita belajar untuk menahan diri dari melakukan hal yang dimurkai Allah dalam hal ini. itu yang kemudiannya nanti akan melahirkan keseimbangan rohani yang akan menguatkan mental seseorang.
Allah SWT juga telah memberikan kita penawar/obat bagi stress sendiri iaitu dengan memohon padaNya, ingat padaNya.

“sesungguhnya setelah kesusahan itu, akan beriring dengannya kesenangan. Dan setelah kesusahan itu ada kesenangan.”

Sungguh, Allah itu dekat dengan kita lebih dari urat marikh kita sendiri.
Jadi kendalikanlah stress, jangan biarkan stress mengendalikan diri kita. Yakinlah bahawa pertolongan Allah itu amat dekat.

“ When you are at the edge of the hill, never give up. Have faith in Allah. Whether HE’ll catch you when you fall or He will teach you how to fly.. Have faith in HIM”..

Rabu, 18 Mei 2011

NEGERI MIMPI

0


Negeri itu adalah mimpi. Suatu negeri yang ingin kukunjungi. Aku akan berbagi cerita tentang sebuah alam nyata yang telah berkali-kali membuatku terluka. Terkapar. Remuk. Negeri itu adalah mimpi. Aku akan membawakannya untukmu bersama segelas kopi dan roti pagi ini. ya. Pagi ini. di saat kuntum-kuntum hati sedang mekar. Ada lengkungan pelangi yang seperti senyum bidadari di atap rumahmu. Aku akan bercerita untukmu. Pagi ini. Ya. Ketika kita mencoba untuk melupakan luka yang lama kita renda. Di sebuah negeri nyata bernama Indonesia Raya. Simaklah ceritaku ini.

Negeri itu indah. Sangat indah. Di sana tiada seorangpun manusia yang menderita, tidak ada manusia yang menangis seharian karena memikirkan naiknya harga barang dan jasa, tak ada yang menyesali bahan bakar minyak yang langka, tidak ada kata-kata saling mengumpat, tidak ada caci maki, tidak ada dengki, tidak ada perang, tidak ada global warming, tidak ada kemiskinan dan penderitaan, tidak ada air mata kesedihan, tidak ada luka!

Negeri itu indah. Sangat indah. Melebihi keindahan taman raya yang pernah kau kunjungi di alam nyata bernama Indonesia Raya. Apakah kau pernah membayangkannya sebelumnya?
Tiba-tiba kau berhenti. Menghirup kopi sejenak. Menghirup pagi. Sebentar kau lirik headline Koran(akhbar) hari ini. kau mengeluh. Kau mengaduh. Ada lagi satu luka yang kau tanam, teman. Dalam. Marilah kulanjutkan ceritaku dan lupakanlah berita itu.

Negeri itu, aku hanya pernah mendengar kisahnya. Aku hanya membacanya sejenak, seperti engkau teman. Aku lebih senang membaca Koran (akhbar), aku lebih senang membaca luka yang kembali menyayat negeri nyata bernama Indonesia Raya. Sama sepertimu, teman.
Teman, marilah kita beranjak dari kerusi ini. sekarang kita akan menyusuri jalan. Kita akan melihat pemandangan luka sambil kembali melanjutkan cerita tentang negeri mimpi. Betapa banyak anak-anak jalanan, peminta-peminta, preman (samseng).

Teman, maukah kau kuberitahu tentang negeri mimpi itu? Kau sering membaca tentangnya. Ya. Di dalam Al-Quran. Negeri itu kita sebut sebagai syurga. Syurga yang luasnya melebihi langit dan bumi. Syurga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Adakah kau pernah memimpikannya? Saat ini, negeri itu memang masih negeri mimpi. Tapi suatu saat, percayalah, asal kau beriman pada Pemiliknya maka negeri itu akan menjadi negeri nyata! Sama seperti yang engkau rasa saat ini. hanya saja bedanya, tidak akan kau temukan luka di sana, dan sejuta hal-hal yang tidak kau inginkan di dalamnya. Selamat menuju negeri mimpi itu, teman.

~Rafif Amir~

Ahad, 15 Mei 2011

BARAKALLAH

0


Sahabatku,
Pada hari yang penuh makna ini,
Alam tersenyum simpuh penuh arti,
Awan malu-malu membisikkan dendang langka,Align Center
Lagu yang sudah punah dikunyah dek masa,
Hanya masih dikenali oleh insan dilabirin senja.

Selamat ulang tahun temanku,
Aku hanya ingin kau tahu betapa aku menghargaimu,
Semoga salju sakinah sentiasa menyelimutimu,
Wudhu’ muthma’innah memadamkan amarah bissu’
Mardhatillah mengiringimu ke penghujung waktu
Dan husnul khotimah menjadi pengakhiranmu..

Lautan ucapan terima kasih buat ibundamu,
Atas perjuangannya 23 tahun silam mempertaruhkan nyawanya demi melahirkanmu
Atas jerih payahnya membesarkanmu hingga kau bisa sehebat sekarang
Atas pengorbanan dengan kerelaan yang tidak pernah minta balasan
Dan atas kasih sayang dan didikan yang tidak pernah jemu diberikan..

Sahabatku,
Kau bagaikan fajar,
Yang terbit bersama semburat cahaya,
Terang menyuluh kegelapan langit timur,
Teguh menyusun hari baru yang penuh harapan,
Indah membungkus alam dengan pesona,
Maka sahabatku,
Teruslah menjadi cahaya yang memancar terang menerangi semesta raya,
Teruslah menjadi teduhan untuk musafir kelana,
Teruslah menjadi rumah yang bisa membuat keluargamu bahagia,

Dan akhirnya, teruslah menggenggam impianmu hingga ke bintang kejora..
Karena impian adalah titik mula kepada segalanya..
Langit adalah arenamu.. terbanglah…
Raih impianmu setinggi yang kau mahu…

~doa buat sahabat di hari yang penuh makna~
15 Mei 2011
05.00am

Ahad, 8 Mei 2011

LITTLE TAMRIN

0


Alhamdulillah baru-baru ni Allah SWT berkenan memberikan kami ruang dan peluang untuk bertemu dan menimba ilmu dari salah seorang Specialist O&G dan suami, Ustaz dan ustazah muda yang diterbangkan khas untuk berkongsi pengalaman dan ilmu dengan kami di sini. Walaupun program berbentuk mini tamrin (bermalam 1 hari 1 malam) memakan masa yang tidaklah terlalu lama, namun intipati dan syu’ur yang didapatkan dari program ini amat berkesan.

Walaupun sahabat-sahabat yang klinikal (coas) tidak dapat hadir sepenuh program, namun kebersamaan yang singkat itu ternyata meningkatkan rasa syu’ur untuk bersama memberikan kontribusi semampunya. Harus berkejar antara waktu program dengan waktu oncall (jaga), namun di situlah manisnya terasa. Berbanding pengorbanan yang diberikan oleh pakcik makcik, ustaz dan ustazah yang jauh lebih besar dan tidak mungkin mampu untuk kami membalasnya kecuali Allah lah yang akan membalasnya dengan ganjaran pahalanya yang berganda.

Dari penyampaian yang diberikan, Alhamdulillah mampu mengetuk kembali hati-hati yang agak terlena dalam kesibukan dan menambah ilmu yang baru buat yang belum pernah tahu. Terkadang kita terlalu sibuk dengan dunia hingga dunia kembali lebih menyibukkan kita. Jadi kita harus juga memperhatikan akhirat kita supaya apabila kita memperhatikan akhirat kita, dunia akan menyeimbangkan kita.

Selain mendapatkan siraman rohani tentang betapa pentingnya tarbiyah imaniyah yang berterusan hingga kita dipanggil pulang oleh Allah SWT, tentang pentingnya kita menjalankan kerja Rasulullah SAW sebagai core business kita, kami juga mendapat suntikan semangat untuk belajar dengan lebih bersungguh-sungguh. Kita diseru untuk kembali membetulkan niat, melihat peranan menuntut ilmu sebagai salah satu ibadah yang penting dan semoga dengan kejayaan kita akan mengelakkan fitnah kepada diri dan agama.

Respon dari adik-adik yang baru pertama kali merasai suasana tamrin (bermalam bersama) seperti ini sangat memberangsangkan. Mereka sangat teruja untuk menyerap lebih banyak ilmu dan pengalaman. Ibarat satu kata-kata yang sering diulang-ulang oleh kakakku “semangat orang muda dipandu dengan pengalaman orang tua”.. begitulah. Walaupun adik-adik memang sudah dikatakan dari satu kelompok yang sangat akrab, namun suasana tamrin yang terbina dengan syu’ur yang tersendiri itu Alhamdulillah mampu menciptakan kelainan. Masing-masing banyak tanyanya, banyak maunya hingga kelelahan makcik mahu melayani semua. Banyak persoalan yang ingin dilontarkan dan digali dari pengalaman makcik. Tak cukup rasanya masa sehari semalam tersebut. (tambah berseri saat menerima ole-ole makcik berupa coklat hazelnut dan almond.. berebut layaknya anak-anak)

Antara tujuan utama juga untuk mempertemukan adik-adik dengan tokoh-tokoh yang sudah berjaya adalah untuk memberikan mereka contoh nyata betapa ada orang yang bergabung ke dalam islam dan mengambil urusan Allah SWT sebagai core business mereka, boleh berjaya dalam hidup. Mereka-mereka inilah yang harus kita contohi. Orang-orang yang tidak menelantarkan akhirat gara-gara kesibukan dunia. Dan itu adalah pilihan kita sebenarnya. Kesanggupan kita untuk berkorban atau tidak. Subhanallah, diri juga sangat teruja dengan figure-figure yang hebat ini.

Mereka yang mengorbankan wang ringgit, masa dan tenaga demi orang-orang yang tidak terhubung darah dengan mereka sama sekali. Bahkan orang yang tidak pernah mereka kenali (pertama kali juga bertemu dengan ustaz dan ustazah). Namun mereka rela.. hanya atas dasar keyakinan aqidah dan ikatan kasih sayang kerana Allah SWT.. Padahal ada anak-anak yang menanti huluran kasih sayang mereka di rumah .. ada pekerjaan yang menumpuk menanti mereka pas pulang.. Allahu Akbar!!

Lebih bahagia saat berjaya mempertemukan makcik, pakcik, ustaz dan ustazah dengan murabbiyah kami di sini. Walaupun sendiri tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut lantaran terpaksa oncall (jaga pagi) hari tersebut. Mungkin setelah makcik, pakcik, ustaz dan ustazah melihat sendiri kehidupan yang kami jalani di sini, akan membuat kami lebih bersemangat untuk bangkit melakukan sesuatu. Melakukan sesuatu dalam rangka mengelakkan fahsya’ (kemungkaran) dari berleluasa.

Alhamdulillah walaupun tidak dapat full time melayani makcik, pakcik, ustaz dan ustazah sepanjang keberadaan mereka di sini, namun berjaya menghantar mereka sewaktu pulang. Sangat terkesan dihati sewaktu menyatakan kepada makcik sebelum berpisah..
“makcik maaf sangat tak dapat layan makcik penuh kali ni terpaksa jaga” jawapan makcik sambil ketawa “tak mengapa insyaAllah, anti jagalah semua orang”..(sama-sama ketawa, makcik dah faham istilah jaga=oncall)
“makcik, terima kasih sangat2 atas semuanya, hanya Allah yang mampu balas” diri berkata lagi
“insyaAllah apa yang kami boleh bantu, kami bantu..anti bagitau je”

MasyaAllah.. kata-kata tersebut walau nampak simple tapi sangat mendalam maksudnya. Terasa menusuk ke lubuk hati terdalam. Jika selama ini merasa berat, sering bertanya pada Allah, “Ya Allah, mampu ke aku mahu membantu adik-adik terbang lebih jauh?” tapi hari ini perasaan itu hilang sama sekali. Terasa berkahnya bekerja dalam payungan jemaah. Kerna kita tak pernah sendiri. Ada tangan-tangan yang saling menyokong dan mendukung. Tangan pakcik makcik, tangan ustaz ustazah, tangan sahabat-sahabat sefikrah yang sentiasa ada untuk kita paut. Dalam masa yang sama, kita juga harus kuat. Supaya suatu hari nanti, kita juga akan menjadi tangan yang memaut.

Sms terakhir makcik sebelum berangkat pulang “Jzkk atas segala layanan. Moga Allah membalas anak-anak semua dengan jannah. Teruskan usaha D&T ilallah dengan menggemblingkan tenaga akhawat sekitar sebagai ansar”.. subhanallah, luar biasa. Empangan airmata yang ditahan waktu di airport (bandara) akhirnya pecah jua. Terharu dan segan dengan layanan tak seberapa yang diberikan. Baru berazam untuk tidak menangis seperti kali pertama menghantar makcik dan pakcik pulang 2 tahun yang lalu. Semoga pertemuan ini akan menjadi momentum besar dalam menjana perubahan di bumi Makassar ini amin..

Jumaat, 6 Mei 2011

BIRTHDAY EVE

0



It’s My Birthday Eve.. Saengil Chukha Hamnida!!
Ramai orang tanya “kenapa Mahfuzah tak letak remainder di FB atau email tarikh lahir awak? Susah.. ramai orang tak ingat” begitulah, antara soalan yang dilontarkan buat diri entah ke berapa kalinya. Belum pernah rasa ingin menyingkap cerita disebaliknya sebelumnya kecuali hari ini. mungkin kerna lidah ini sudah malas menjawab apa adanya atau mungkin juga kerna telinga ini sudah bosan mendengar pertanyaan yang sama, maka ayuh kita berbicara dari hati ke hati,cuma untuk hari ini… pada hari yang penting ini….
Arti Ulangtahun buat diri..
Ramai orang mentafsirkan ulangtahun dalam versi masing-masing. Ada yang menyambutnya dengan gilang gemilang. Mengelar acara atau pesta ulangtahun, ada orang menyambutnya kecil-kecilan. Bahkan ada yang tidak pernah menyambutnya. Tergantung pada individu masing-masing. Bagi diri yang sangat menghargai nilai eksistensi diri, diri sangat menghargai tanggal 6 MEI 1988. Hari pertama Allah mengizinkan paru ini untuk mengembang setelah menyedut udara didunia, jantung ini berdegup menyambung kehidupan bermula dari detak pertama.
Paling penting adalah hari ini, pasti selamanya akan terulang dan terkenang dalam minda, sebuah azimat pertama yang terukir dikanvas sejarah hidupku tentang hasil pertarungan hidup-mati seorang insan yang paling kucintai. Insan yang mengorbankan seluruh jiwa raga dan seluruh yang dia punya untuk kita dengan rela.. itulah Ummiku sayang.. tak dapat kubayangkan betapa kuat ummiku menahan kesakitan yang diberikan oleh tekanan yang Brixton Hitz hingga bermula the real stages of labor.
1. The first stage starts from the latent phase of labor (progressive cervical dilatation associated with regular uterine contraction) and terminates at the time of full dilatation of the cervix.
2. The second stage starts from full dilatation of the cervix and terminates at the time of the delivery of the infant.
3. The third stage starts from delivery of the infant and terminates at the time of expulsion of the placenta.
Yang mana kesakitan yang ditanggung sang ibu saat memasuki Stage 1 sahaja merembat melalui afferent nerve supply pada uterus melalui symphatetic nerve yang mana impuls nya akan menjangkau segment tulang belakang dari T10-L1. Belum lagi berbicara tentang proses-proses seterusnya. Itulah dia kesakitan yang ditanggung ummi demi diri ini. Bermula saat mengandung hinggalah diri meningkat dewasa seperti hari ini, terlalu besar pengorbanan yang ummi berikan hingga walau untuk menghitungnya diri sudah tidak sanggup.
Sejak dari kecil, ummi dan ayah tidak pernah lupa hari lahir anak-anaknya. Setiap anak bagi mereka adalah asset yang amat berharga dan sangat istimewa. Ucapan “selamat hari lahir” dan solat hajat bersama bukan sekadar ritual yang dijalankan setiap ulangtahun. Namun ia adalah pemberdayaan dari kasih sayang yang tersalur dari kegiatan bersama. Diri pernah bertanya kenapa ulangtahun harus istimewa seperti itu? Padahal yang sakit melahirkan itu ummi, yang sibuk mencari nafkah itu ayah.. namun kemudian baru ku sadari bahawa hari lahir itu adalah bentuk penghargaan ayah dan ummi untuk meraikan keluarga baru dalam kehidupan mereka. Jadi diri juga mulai menghargai hari ulangtahun, kerana ulangtahun adalah penghargaan diri buat ayah, ummi dan ahli keluarga yang lain.
Dan yang paling penting, hari ini menjadi turning point kepada perubahan diri,untuk menjalankan muhasabah dan kembali menata hari untuk menjadi insan yang solehah. Ya paling penting juga untuk memasang azam baru dan memasang niat kembali pada landasan yang Allah tetapkan.
Hari lahir bukan setakat suatu tarikh tak bermakna yang layak diingat oleh mesin-mesin yang tiada perasaan, tapi ia adalah gabungan emosi yang menerbitkan memori jangka panjang. Ya, tarikh lahir adalah untuk diingati oleh orang-orang yang menganggap kita penting di episode kehidupannya. Intinya bukan pada ucapan selamatnya semata tapi pada ingatannya buat kita. Jadi tidak usah memaksakan mesin untuk mengingatkan kita pada hari lahir seseorang.. cukuplah kalau seseorang itu benar bermakna dalam kehidupan kita, memori kita akan merekam tarikh yang bermakna buat dia dihati kita… jangan merasa bersalah andai kita terlepas mengucapkan selamat kerna boleh jadi, orang itu belum cukup dekat dihati kita untuk kita ingati..tapi juga tak salah untuk mengingat hari lahir seseorang kerna hari lahir adalah hari yang sangat sensitive buat seseorang. Begitu kata seorang ahli psikologi.
*terima kasih Ya Allah kerna memberikan diri ini nikmat keluarga bahagia yang sentiasa bertakhta dijiwa, memiliki ibubapa yang hangat dengan kasih sayang, sabar mendidik diri dan memberikan contoh teladan paling berkesan, terima kasih Ya Allah, kerana mengurniakan kakak yang sangat memahami diri, dan memiliki sosok hebat dan membenarkan diri untuk membesar dibelakang bayangannya, terima kasih Ya Allah kerana mengurniakan adik-adik yang sangat mendukung dan bersahabat. Adik yang bisa menjadi teman untuk melakukan banyak hal bersama, menjadi sahabat saat bertukar cerita. Terima kasih Ya Allah kerana mengurniakan sahabat-sahabat serta adik-adik yang baik yang menemani setiap episode dalam kehidupan ini hingga pada saat ini. terima kasih Ya Allah kerna memberikanku teman KKN yang baik yang menjadi penyeri dalam salah satu fase hidup ini..
Thank You Allah… Thank You Allah…