Skinpress Rss

Rabu, 18 Mei 2011

NEGERI MIMPI

0


Negeri itu adalah mimpi. Suatu negeri yang ingin kukunjungi. Aku akan berbagi cerita tentang sebuah alam nyata yang telah berkali-kali membuatku terluka. Terkapar. Remuk. Negeri itu adalah mimpi. Aku akan membawakannya untukmu bersama segelas kopi dan roti pagi ini. ya. Pagi ini. di saat kuntum-kuntum hati sedang mekar. Ada lengkungan pelangi yang seperti senyum bidadari di atap rumahmu. Aku akan bercerita untukmu. Pagi ini. Ya. Ketika kita mencoba untuk melupakan luka yang lama kita renda. Di sebuah negeri nyata bernama Indonesia Raya. Simaklah ceritaku ini.

Negeri itu indah. Sangat indah. Di sana tiada seorangpun manusia yang menderita, tidak ada manusia yang menangis seharian karena memikirkan naiknya harga barang dan jasa, tak ada yang menyesali bahan bakar minyak yang langka, tidak ada kata-kata saling mengumpat, tidak ada caci maki, tidak ada dengki, tidak ada perang, tidak ada global warming, tidak ada kemiskinan dan penderitaan, tidak ada air mata kesedihan, tidak ada luka!

Negeri itu indah. Sangat indah. Melebihi keindahan taman raya yang pernah kau kunjungi di alam nyata bernama Indonesia Raya. Apakah kau pernah membayangkannya sebelumnya?
Tiba-tiba kau berhenti. Menghirup kopi sejenak. Menghirup pagi. Sebentar kau lirik headline Koran(akhbar) hari ini. kau mengeluh. Kau mengaduh. Ada lagi satu luka yang kau tanam, teman. Dalam. Marilah kulanjutkan ceritaku dan lupakanlah berita itu.

Negeri itu, aku hanya pernah mendengar kisahnya. Aku hanya membacanya sejenak, seperti engkau teman. Aku lebih senang membaca Koran (akhbar), aku lebih senang membaca luka yang kembali menyayat negeri nyata bernama Indonesia Raya. Sama sepertimu, teman.
Teman, marilah kita beranjak dari kerusi ini. sekarang kita akan menyusuri jalan. Kita akan melihat pemandangan luka sambil kembali melanjutkan cerita tentang negeri mimpi. Betapa banyak anak-anak jalanan, peminta-peminta, preman (samseng).

Teman, maukah kau kuberitahu tentang negeri mimpi itu? Kau sering membaca tentangnya. Ya. Di dalam Al-Quran. Negeri itu kita sebut sebagai syurga. Syurga yang luasnya melebihi langit dan bumi. Syurga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Adakah kau pernah memimpikannya? Saat ini, negeri itu memang masih negeri mimpi. Tapi suatu saat, percayalah, asal kau beriman pada Pemiliknya maka negeri itu akan menjadi negeri nyata! Sama seperti yang engkau rasa saat ini. hanya saja bedanya, tidak akan kau temukan luka di sana, dan sejuta hal-hal yang tidak kau inginkan di dalamnya. Selamat menuju negeri mimpi itu, teman.

~Rafif Amir~

0 ulasan:

Catat Ulasan