Bismillahi Alhamdulillah.. segala puja dan puji dipersembahkan buat Rabb yang Maha Agung, Pemilik mutlak jiwa-jiwa yang masih terus diberi kesempatan menjalani kehidupan di dunia fana ini.
Sedikit perkongsian setelah menjalani fase tugas di hospital Daerah di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Siti Fatimah. Selama 1 minggu bertugas di rumah sakit yang terkenal sebagai rumah sakit yang “paling sibuk” dikota ini, diri belajar banyak hal baik dari segi nilai dan juga dari segi ilmu medisnya. Menurut Kak Hajar, salah seorang perawat senior di Fatimah, rata-rata
Kesibukan bekerja disini benar-benar menguji eksistensi diri dalam menjalani hidup di dunia kedokteran. Apatah lagi saat diri harus bertindak sebagai “lone ranger” lantaran teman yang seharusnya masuk bersama mengundurkan diri kerna jatuh sakit. Diri hanya sempat tidur selama 2 jam paling lama dalam sehari kerna saking sibuknya.
Mana tidaknya Sectio Cessarian paling kurang 5-6 dalam sehari yang mengharuskan diri untuk ikut serta, menyambut bayi yang baru lahir sekaligus memberikan pertolongan pertama, “hangatkan, posisikan, bersihkan jalan napas, keringkan, ransang taktil dan reposisi” serta menilai APGAR SCORE bagi bayi-bayi ini.
Pengalaman menyaksikan SC sangat menginsafkan. Melihat perjuangan sang ibu yang tak kenal lelah berusaha untuk melahirkan anaknya. Bertaruh nyawa di meja operasi. Betapa cinta dan sayang yang lahir dari ketelusan hati meleburkan siksa dan sengsara yang merantai. Melihat kebahagiaan dari sang ayah yang erat menampung tubuh mungil sambil di azankan. Suasana yang sangat harmonis dan bahagia. Seorang anak yang lahir dengan seribu harapan, berjuta kebahagiaan. Banyak kisah yang kusaksikan. Ada juga ykisah yang sebaliknya. Saat sang anak tidak berjaya diselamatkan, sang ibu meraung histeris. Minta nyawanya diganti dengan nyawa sang anak. Dalam kisah lain, ayah yang berwajah dingin menjualkan anaknya yang masih belum sampai 1 jam menghirup udara dunia yang fana dengan tukaran uang Rupiah. Tanpa belas. Tanpa kasihan. Nauzubillahi min dzalik..
Diri terlatih untuk peka pada tangisan sang bayi, entah kerna popoknya (pampers basah), entah kerna laparnya (beri susu) atau entah kerna kesakitan (phlebitis etc). sepanjang malam harus berjaga untuk memastikan kondisi bayi tetap baik. Walau sangat memenatkan namun disitulah seninya sabar dan berkorban. Tambah membebankan saat harus menulis status patient yang akan difollow up pada besoknya. “nyanyian langka” patient seramai kurang lebih totalnya 50 orang perhari harus disiapkan dalam satu malam. Benar-benar menguji kekuatan mental fisikal.
Kepercayaan dokter atas diri bernilai segalanya. Dokter yang sibuk dengan ujian akhir memberikan keperayaan kepada diri untuk memeriksa dan meresepkan obat dan konsultasi (inform concern) kepada bayi dengan persalinan normal sekaligus memberi kuasa penuh untuk memulangkan pasien setelah memastikan kondisi bayi baik dan sehat.
Terima kasih buat semua warga Fatimah yang menyambut diri dengan penuh hangat..
Dr.Fauzin, Ibu Hasni yang tak kenal jemu menjaga kebajikan makanan dan tempat istirehatku, Kak Hajar,yang mengajarkan tentang keikhlasan (ternyata kita satu tarbiyah kak di’), Kak Marwah yang mempercayakan diri ini untuk menyambut kelahiran bayi abnormal, Kak Mia yang memberi peluang untuk melakukan banyak tindakan, Kak Asdar, diri banyak belajar tentang sifat care dan ketelitian darimu kakak, Kak Adet, Kak Yuyun, terima kasih menjadi teman terbaikku, Kak Vivin dan adik2 mahasiswa yang banyak membantu. Ida, semoga persahabatan akan kekal hingga ke syurga.
Semoga bekal yang telah diri perolehi diri akan menjadi suatu pengalaman bermakna dalam meniti kehidupan sebagai seorang dokter nanti..amin..

0 ulasan:
Catat Ulasan