Skinpress Rss

Sabtu, 20 Ogos 2011

ARRAFIQ QABLA THARIQ

0



Tidak selalu benar anggapan sebagian orang yang menyebutkan bahawa hidup di dunia ini adalah misteri. Kerna ternyata kehidupan ini memiliki alur dan garis suratan yang tersendiri yang sudah berjalan sepanjang kehidupan itu ada. Kehidupan ini mempunyai sunnatu al hayah, berupa ketentuan hidup yang ditetapkan oleh Allah SWT. Salah satu kepastian hidup itu adalah bahwa keburukan dan kebatilan pasti berakhir pada kesengsaraan dan kehancuran. Sementara kebaikan dan kebenaran akan berakhir pada kebahagiaan, kemenangan dan keabadian. Dua kaedah itu adalah garis kehidupan yang tidak pernah berubah.

Begitulah dengan garis kehidupan yang kita lalui hingga saat ini. kita menginginkan garis kehidupan ini, membentang hingga titik terakhir kami memperoleh keridhaanNya. Dari dunia inilah kita menjalani setapak demi setapak langkah untuk mencapai akhirat yang membahagiakan. Atas pilihan inilah Allah memberikan kekuatan untuk kami menyelesaikan tamrin qiyadhi (naqibah). Walaupun tidak terlalu formal, namun ia tetap adalah suatu proses yang penting untuk dilalui. Sungguh, didalamnya terkandung nilaian tarbiyah yang sangat tinggi dalam mendewasakan kami.

Bermula dari proses perancangannya yang walau telah dirancang dari awal, namun disebabkan kealpaan diri menunda waktu hingga akhirnya hampir saja dibatalkan gara-gara diri akan berangkat untuk bertugas di hospital perifer yang perjalanannya 1jam dari kota. Namun sungguh..Allah SWT berkehendak lain. Diri akhirnya ditukarkan untuk bertugas di hospital perifer yang terletak dalam kota dan tidak terlalu jauh dari kampus hingga memberi sedikit celah agar tamrin tetap bisa berjalan.

Dari tamrin ini, komitmen kami teruji. Sungguh, komitmen yang ditunjukkan dan diberikan oleh sahabat-sahabat, masyaAllah sekali. Dalam tatanan waktu yang singkat lagi mendadak, semua bersetuju untuk hadir. Adik-adik junior menawarkan rumah mereka untuk ditempati sebagai tempat program. Merekalah yang bersusah payah menempah makanan, menyediakan minuman dan peralatan program yang diperlukan memandangkan kami masih harus bertugas di hospital masing-masing. Hinggakan ada antara adik junior yang sanggup meredah pekatnya malam, menempuh jarak yang tak kalah jauh demi menjemput salah seorang junior di bawahnya atas dasar kasih sayang fillah. Ingin memastikan adik juniornya tersebut mendapat pembekalan yang sama. Subhanallah. Meski kebanyakan dari adik-adik ini dikurniakan Allah kefahaman dan kesedaran Islam setelah menjejakkan kaki ke bumi Makassar, namun mereka sangat komited dan sanggup untuk berkorban demi mendukung fikrah ini.

Sama halnya dengan sahabat-sahabat seperjuangan. Ada yang sedang bergelut dengan ujian akhir (department radiology), ada yang sarat dengan tugasan wajib department dermatology (bagian kulit), bahkan ada yang super sibuk dan super penat di department pediatric (bagian anak). Tetap bermujahadah dalam kepayahan bukan hanya sekadar datang sebagai pendengar malah berkontribusi sebagai pemateri. Padahal mereka sebelumnya sangat tidak terbiasa dan malu-malu untuk berucap di hadapan khalayak ramai. Sungguh, tarbiyah Allah itu indah. Allah sedang mendidik kami untuk membina peribadi dan menjadi sosok yang bisa diandalkan oleh adik-adik. Bukan lagi sekadar mengandalkan orang lain memandangkan kami adalah angkatan paling senior di Makassar buat masa sekarang.

Tujuan diadakan tamrin naqibah ini sebenarnya adalah sebagai pengukuhan kepada dasar tarbiyah yang akan diterapkan pada adik-adik junior yang baru menapakkan kaki ke bumi bertuah Sultan Hasanuddin ini. Di sini kami fikrah diselaraskan sesuai dengan apa yang Allah kehendaki dan sebagai tapak ta’aruf (perkenalan) sahabat seperjuangan dari angkatan kami yang tertua hingga angkatan adik-adik 2010. Semoga pertemuan ini akan menjadi suatu momentum yang akan menunjahkan perubahan yang besar pada masyarakat Makassar secara am dan kepada Islam secara khususnya.

Benarlah istilah “arrafiq qabla thariq”, memilih teman harus didahulukan sebelum memulai perjalanan. Penempuh jalan dakwah hakikatnya sama saja dengan penempuh jalan pada umumnya yang memerlukan teman seperjalanan sebagai teman berbicara, berdiskusi, saling berbagi suka dan duka, saling memikul kesulitan perjalanan, menemani di kala sepi, menjadi penasihat ketika lemah, pelipur lara ketika sulit, pelindung saat-saat ketakutan mencengkam, pendorong semangat ketika lelah dan sebagainya. Memilih sahabat seperjalanan memerlukan syarat-syaratnya tersendiri. Dan salah satu syaratnya adalah teman yang baik. Di jalan ini, kita secara automatis tergabung dalam kebersamaan setelah berbagai tahapan seleksi.barangkali yang dominan dalam hal ini bukanlah seleksi yang kita lakukan sendiri, melainkan tabiat kehidupan dan perjalanan ini yang menyeleksi kita dan saudara-saudara kita secara tidak langsung.

0 ulasan:

Catat Ulasan