Tanggal 4 April 2011, menjadi permulaan kepada proses pembelajaran aktif sebagai mahasiswa klinikal. Kami disambut hangat oleh Gebenur, Dr.Yasin yang merupakan dokter residen (dokter yang sedang melanjutkan pelajaran untuk menjadi specialist). Apa yang agak mengagetkan adalah “tradisi” yang diamalkan di bagian Radiologi buat coas (clinical student) Minggu Satu* yaitu “menyanyi”. Pertama kali diri mendengar tradisi itu dari teman-teman yang telah melalui bagian (department) ini, diri menginterpretasikan sebagai “nyanyian foto (films interpretation)” sepertimana yang pernah diajarkan di clinical skill lab sewaktu masih dijenjang pendidikan teori dahulu. Namun setelah melapor di bagian, ternyata “menyanyi” yang dimaksud temanku adalah bnar-benar menyanyi. Disebabkan diri asli dari Malaysia, dokter meminta untuk dinyanyikan lagu Malaysia = lagu Siti Nurhaliza. MasyaAllah..waktu itu hanya mampu memohon bantuan dari Allah yang Maha Kuasa. Dan Allah SWT Yang Maha Mendengar lansung memberikan huluran simpatiNya. Dokter tidak terlalu memaksakan dan diberi waktu sampai hari Senin (Isnin). Alhamdulillah.. terima kasih Ya Allah kerana dipermudahkan.
Minggu hadapannya, sewaktu junior mingguku (kami selesai menjalani pendidikan minggu 1 dan akan beralih ke pendidikan minggu 2), dokter resident senior yan turut menghadiri perkenalan dengan Minggu Satu memaksa seluruh coas (clinical student) Minggu Satu untuk menyanyikan sebuah lagu per orang. Kata dokter tersebut, jika mereka tidak mahu mematuhi arahan tersebut, mereka akan diberikan sanksi (denda/hukuman) serta tidak diperbolehkan untuk mengikuti bimbingan khusus (tuition) menjelang ujian akhir di Radiologi. Wah, pilihan yang benar-benar kejam. Namun tiada jalan lain. Yang senangnya, menyanyi saja. Mahasiswa tidak boleh protes. Hanya pasrah dengan system yang sedia ada. bila berhubung dengan tradisi/budaya/hokum ciptaan manusia, pasti ada ketidakadilan. Pasti ada hal yang kita tidak bisa untuk akur lantaran percanggahannya dengan hokum syarak. Yang mampu untuk membantu kita untuk menghadapi situasi-situasi seperti ini hanya Yang Di Atas, Penguasa seluruh alam dan pemilik mutlak hati yang menjadi raja diri semua insan di dunia ini.Dari situ merasai betapa pentingnya kita menjaga hubungan kita dengan Allah. Bila berhubung dengan manusia, kita tidak dapat menebak sebarang kebarangkalian apa yang bakal berlaku pada kita pada hari esok, namun Allahlah yang mampu menjaganya untuk kita. Maka yakin pada Allah dan sentiasa berdoa semoga kita dipelihara olehNya dalam sebarang situasi.
Di akhir kepaniteraan kami di Radiologi, baru diberi penjelasan secara medis oleh dokter senior tersebut bahawa menyanyi dapat mengaktifkan sel-sel neuron di otak dan meransang otak kanan yang berperan (berperanan) dalam penyusunan dan penyimpanan memori jangka panjang berkaitan dengan kalimat-kalimat. Menyanyi juga dapat melatih otak supaya mengingati informasi yang didapatkan secara teratur (lirik yang harus tepat pada setiap rangkap). Kemahiran ini sangat berguna di bagian (department) Radiologi memandangkan kami dituntut untuk mengingati nyanyian (interpretation) kepada kelainan-kelainan yang ada pada setiap foto.
Catatan kaki: * di Unhas, mahasiswa klinikal dirujuk mengikut minggu pendaftaran di setiap department kerana menerima pendidikan yang khusus selama 1 minggu berikutan keterbatasan waktu yang tersedia. Maka mahasiswa dituntut untuk menguasai setiap pembelajaran yang diperoleh setiap harinya.


0 ulasan:
Catat Ulasan