Skinpress Rss

Khamis, 28 April 2011

DUNIA HITAM PUTIH

0


Sedar tidak sedar, diri telahpun berjaya melalui 3minggu di bagian Radiologi. Setiap hari melalui pelbagai pengalaman baru buat bekalan sebagai seorang dokter umum nantinya.

Minggu pertama, kami diberi kesempatan untuk mendalami dan memahirkan pembacaan foto (film interpretation) berkenaan Thorax, Esophagography, BNO-IVP, Colon In Loop (barium enema), MD (barium meal), Hysterosalpingography (HSG) dan foto tulang. Terdapat foto (film) yang menggunakan kontras dan yang polos (plain film). Contoh plain film : Foto thorax (chest X-ray), foto abdomen 3 posisi (abdominal X-ray), foto pelvis (pelvic X-ray). Contoh foto dengan kontras pula adalah : Esophagography (menggunakan barium sulfat yang kental/pekat, diminum supaya melalui esophagus), Colon In Loop/ Barium Enema (menggunakan kontras barium sulfat yang dicairkan menggunakan larutan fisiologis, NaCl dengan nisbah 1:3 dan dimasukkan melalui anus), BNO-Intravenous pyelography (menggunakan contrast non-ionic water soluble, Urografin 1-3cc/ Iopamidol 30cc yang disuntik melalui vena).

Kami terlebih dahulu diberi bimbingan/ theory refreshment sebelum diberi kesempatan untuk melihat lansung cara pembuatan foto-foto (mengikuti proses yang dijalankan sepanjang mendapatkan sesuatu film), baik dari segi persiapan pasien (persiapan yang dijalankan oleh penderita) hinggalah persiapan filemnya. Setelah proses penggambaran (sesi pemotreten penderita), foto (film) tersebut akan diproses dalam bilik gelap yang kedap cahaya supaya hasilnya nanti tidak ralat. Setelah itu foto (film) diberi pengenalan (marker)[nama penderita, umur, jenis kelamin, tanggal diambil dan mark]. Foto (film) ini akan dibawa ke kamar baca (reading theater) yang terletak dijantung bagian radiologi (ditengah-tengah). Nah, diruang baca ini, dokter-dokter residen akan menginterpretasikan foto sesuai dengan pengetahuan mereka dan keterangan klinis dari bagian tertentu. Setelah menginterpretasikan, foto (film) ini akan dibawa pula kepada konsulen (dokter pakar/specialist) untuk dikonfirmasikan (diperiksa ulang) dan kemudian akan ditandatangani. Setelah proses ini berjalan, barulah foto (film) ini akan dikembalikan kepada bagian (department) yang merujuk.

Setiap penderita yang dirujuk dibagian radiologi (department radiologi) akan dibuatkan foto sesuai dengan permintaan/ hal yang dikeluhkan (sesuatu indikasi tertentu). Foto thorax (foto dada/ chest X-ray) misalnya, diindikasikan pada penderita yang mempunyai gejala nyeri dada (sakit dada), demam yang tidak diketahui penyebabnya, batuk lama (>2-3 minggu), disfonia (suara sengau), hemoptisis (batuk berdarah), kontak dengan penderita TBC aktif, trauma dan tumor). Begitu juga halnya dengan foto kontras (contrast film) seperti Hysterosalpingography yang diindikasikan buat wanita yang infertile, adanya perdarahan mahupun yang mengalami translokasi IUD (Intrauterine deice/ alat perancang kehamilan). Pada pemeriksaan ini, kontras urografin 10cc dimasukkan ke uterus dan tuba fallopi (fallopian tube) untuk melihat fungsi atau defek dari keduanya.

Sebagai calon dokter umum, kami ditekankan pada foto-foto (films) yang bersifat emergency memandangkan kami nantinya akan bertugas dan bertanggungjawab sepenuhnya untuk mengambil keputusan pertama yang bijak (primary/ first line health care provider). Untuk foto thorax (chest X-ray) kami lebih berfokus pada efusi pleura (pleural effusion)/cairan dalam rongga selaput paru (pleura), emphysema (udara dalam parenkima paru), pneumothorax (udara dalam rongga dada yang mendesak/menghimpit paru) dll. Pada foto emergensi abdomen (perut), kami harus mengetahui ileus (obstruction/ paralytic)(gangguan peristalsis usus), peritonitis (peradangan pada rongga perut), dan perforasi (perforation) dll.

Pada minggu kedua, kami lebih berfokus pada pembuatan dan pembacaan foto (film) Ultrasonography (USG), CT-Scan, dan MRI. USG misalnya adalah salah satu teknologi tinggi yang menggunakan gelombang ultrasonic (ultrasonic wave) untuk mendeteksi (mengesan) organ-organ dalam rongga badan. Alat ini paling berkesan pada bagian badan yang diliputi oleh cairan seperti abdomen (rongga perut) kerana penghantaran gelombang yang lebih bagus). USG sering diindikasikan kepada kehamilan, untuk mengesan batu (nephrolithiasis, ureterolithiasis, vesicolithiasis), tumor, perdarahan (bleeding) dsb. CT Scan pula paling berguna untuk menentuan sesuatu lokasi dengan tepat. Misalnya ada tumor di otak yang tidak dapat dipastikan kedudukan sebenarnya, maka CT Scan adalah teknologi canggih yang paling berkesan digunakan. Sementara Magnetic Resonance Imaging (MRI) pula adalah teknologi yang paling handal untuk mendeteksi (mengesan) tulang. Penggunaan MRI selalunya diindikasikan pada orang yang mengalami low back pain, yang mengalami sakit pinggang yang lama dan sebagainya.

Pada minggu ketiga, kami dipindahkan ke devisi (devision) radiotheraphy dibawah bimbingan Radio-Oncologist, Dr.Hasanuddin. di sini, kami diperkenalkan tentang perawatan radioterapi bagi penghidap cancer dengan menggunakan metode (method) radiotheraphy conventional mahupun brachytheraphy (perawatan baru yang memasukkan beam detector ke tempat yang mahu diradiasi). Mulai dari peralatan yang digunakan hinggalah paket (pakej) perawatan yang ditawarkan. Kami juga sempat diberi tugasan untuk dipresentasikan (present) berkenaan perawatan radioterapi. Sempat membaca banyak status pasien (file case) yang memaparkan kebanyakan penderita yang dirawat disini menderita nasopharynx carcinoma (KNF), Giant Cell Carcinoma (GCC), Ca Mammae dll.

Sebagai kesimpulan, bagian (department) radiologi sangat seru (menyeronokkan). Pelbagai pelajaran dapat dikutip dan dihadam. Tergantung kerajinan kita untuk berpartisipasi (get involved) dalam pelajaran yang ditawarkan. Dokter Residen yang baik hati dan sentiasa terbuka untuk membagi ilmu dan dokter spesialis (specialist) yang tidak lokek untuk mengajar amat menyenangkan. Dan Alhamdulillah hari ini baru sahaja menyelesaikan ujian akhir refarat dan lisan dengan dokter Konsulen (specialist) Dr. Achmad Dara, SpRad.

0 ulasan:

Catat Ulasan