Skinpress Rss

Jumaat, 18 Januari 2013

CERITA KINAN

1



Mahukah kamu mendengarkan kisah Kinan? Kisah cinta yang tidak berakhir bahagia. Kisah saat kau membenarkan dirimu ditenggelamkan oleh ketamakan cinta. Pada akhirnya, kau bahkan hanya mampu hidup dengan separuh jiwamu. Kisah kebenaran. Gengsi. Pengkhianatan. Dan Setia. …

Ayuni menghulur kertas kecil kiriman Kinan kepada Jehan. Kertas bertukar tangan. Jehan membukanya tanpa ekspresi. Selesai membaca, dia membuang pandangan ke laut lepas. Benteng itu membuat mereka bisa melihat Selat Tebrau dengan jelas. Jehan menghela nafas. Terasing dari keriuhan teman-temannya. Sebentar matanya beralih kepada Ayuni. Dia kemudian bertanya:

“Apa yang telah diceritakan padamu Ayuni?”

Yuni membalas tatap.

“Maaf Kang, aku tidak bermaksud untuk ikut campur dalam urusan peribadimu. Hanya saja, aku tidak enak menolak permintaan teman yang banyak membantuku”

Panggilan Kang itu sudah melekat pada nama Jehan kerna rasa hormat teman-temannya dengan peribadi Jehan yang protektif, dewasa dan penuh dengan perhatian terhadap teman-temannya.

“Aku tidak berniat untuk membela diriku Yuni, hanya saja aku mahu kamu lebih jernih untuk menilai diriku. Tunggu aku setelah acara ini selesai. Akanku ceritakan padamu..apa yang perlu kau ketahui”

Jehan:

Bulan purnama menggantung di angkasa. Senyap? Sebenarnya tidak juga. Suara debur ombak menghentam cadas di bawah sana terdengar berirama. Tetapi perbicaraan ini membuat sepi banyak hal. Hatiku. Dan mungkin juga hatinya.

“Ayuni, apa yang diceritakan oleh Kinan tentangku? Jujur saja.”

“Aku tidak tahu banyak Kang. Hanya saja dia menangis tersedu di bahuku dan mengatakan betapa dia merinduimu. Betapa kamu tega untuk menghukumnya seperti ini. Menggantung tak bertali. Itu saja.”

Ayuni benar-benar memilih untuk jujur. Kang sudah layaknya seperti kakaknya sendiri. dia khawatir apa yang keluar dari bibirnya justru nanti membuat kondisi antara Jehan dan Kinan bertambah buruk. Atau sebaliknya akhibat kata-katanya menumbuhkan harapan palsu buat Jehan.

“Apa yang kau pikirkan tentangku setelah mendengarkan itu?”

“Pentingkah apa yang aku fikirkan?” Heran.

“Iya, penting buatku”

“Dia temanku. Kamu juga. Tidak adil aku menghakimi tanpa mengetahuinya darimu. Jadi aku memutuskan untuk tidak berpendapat. Bagiku, bila antara dua hati sedang berkonflik, bukan persoalan siapa yang salah dan siapa yang benar. Tapi hanya persoalan jiwa yang tidak serasi atau memang bukan jodoh.”

“Terima kasih.  Sebenarnya kamu bukan orang pertama yang diceritakan oleh Kinan. Tapi aku benar-benar berharap kamu yang terakhir. Semua yang pernah mengenaliku dan mengenalinya tahu. Kisah itu sepertinya sudah menjadi kisah public. Kau tahu, aku sudah lelah menjelaskannya berulangkali pada orang-orang dan aku sudah lelah juga mengatakan padanya untuk berhenti.”

Diam sejenak.

Sungguh hatiku tidak baik-baik saja. Sehari setelah kau memutuskan untuk mengakhiri semua ini, aku telah memujuk hatiku agar tegar. Tapi percuma. Menyakitkan. Semua itu membuat sesak. Dan untuk apa lagi kau kembali mencariku?

“Ceritaku sepertinya terlalu rumit Yuni. Meski jangka waktunya singkat. Saat di dalamnya ada kesalahpahaman, dan ia mula melibatkan pihak ketiga antara kami, hal ini menjadi lebih celaru. Kekecewaan membengkak. Kebencian terlahir. Biar pangkal semua ini, aku juga sebenarnya tidak mengerti. Aku tidak menyalahkannya. Aku juga mungkin lebih salah. Entahlah”

Jehan mendongak ke langit. Menatap purnama. Berusaha mengusir rasa sesak yang ketat menyelimuti hati saat nama “Kinan” mengudara.

Aku tahu, selalu ada bagian yang tidak masuk akal dalam perjalanan cinta. Tetapi lebih kerana, lihatlah percakapan ini, hanya lebih membuat perkara menjadi kacau. Kecamuk dalam hatiku. Kau telah membawa pergi bagian “tenang”nya.

“Separuh hatiku sudah pergi. Persis seperti sebuah daun berbentuk hati yang diiris paksa oleh belati tajam. Dipotong dua. Dan aku sama sekali tidak bisa mencegahnya. “

Jehan menahan Kristal yang mula terbentuk dimuara matanya. Takkan dia biarkan Kristal itu jatuh. Untuk orang seperti Kinan, TIDAK AKAN PERNAH!!

“Ketika hati itu terkoyak separuhnya beberapa bulan yang lalu, aku sudah bersumpah untuk menguburnya dalam-dalam. Berjanji untuk berdamai meski takkan pernah kuasa untuk melupakan”

Ayuni menelan ludah- berusaha menjawab bijak-dia tahu itu bohong

“Berdamailah dengan masa lalu. Tidak berdendam apapun. Menerima apa adanya.” Senyum.

“Cinta bukan sekadar soal memaafkan Yuni. Cinta bukan sekadar soal menerima apa adanya. Cinta adalah harga diri. Cinta adalah rasionalitas sempurna. Jika kau memahami cinta adalah perasaan irrational, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga.”

Aku tahu kau membutuhkan waktu untuk memahaminya Ayuni. Kerna aku juga belajar dari pengalaman yang menyakitkan ini. Semoga kau tidak perlu melaluinya.

Kinan:

“Bagaimana Yuni, Jehan mahu menerimaku kembali? Dia baca suratku? Apa yang dia katakan? Dia pasti mendengarkanmu kerna kamu temannya yang baik. Aku yakin itu.. iya kan??” Wajah penuh harap

Yuni menghela napas. Menggeleng. Negative.

Airmata Kinan berhembur lagi. Entah untuk keberapa kali.

“Aku salah. Aku salah. Aku tidak harusnya mencampakkan dia dulu. Aku tidak harus memaksanya hingga sekarang. Sungguh aku menyesal. Tidak bisakah dia mengerti itu? Tidak bisakah dia memaafkan aku? Aku sudah berusaha meminta maaf melalui semua orang. Tapi kenapa dia masih keras untuk menerimaku.. semua kerna Fardi”

“Fardi??” Yuni yang pertamanya malas ikut campur jadi terpancing.

“Iya. Sebelum aku mengenal Jehan, aku sudah terlanjur menyintai Fardi. Dia satu projek denganku sewaktu program akhir dulu. Aku menyintai Fardi dari pertama aku mengenalinya. Kau tahu, Fardi memang sosok pemuda salih yang baik dan gentlemen. Kami sering diganggu-ganggu dan digosipkan dikalangan teman-teman. Mungkin kerna kedekatan kami. AKu tahu, dia juga menyukaiku. Aku yakin itu. Hingga satu saat, dia membuat pernyataan di depan semua,
'Saya, tidak akan pernah pacaran sama siapapun. Titik!'"

Pernyataanmu itu telah meranapkan dua pertiga dari jiwaku Far. Dan kau mungkin tidak tahu itu. Beberapa waktu aku tenggelam dalam keterpurukanku, kecewa dengan penolakan halusmu hinggalah Arsya dan Santi yang mengerti kegalauanku, memperkenalkan Jehan menggantikan posisimu, dihatiku. Ya, bermula dari pertemuan singkat, sewaktu Jehan diundang ke acara pembukaan tapak projek kita. aku tahu Jehan laki-laki yang baik. Alim. Terpercaya. Kau lihat juga kan, betapa perhatiannya membuat ia sanggup meredah pekatnya malam sewaktu menghantarkanku obat sewaktu maag ku kambuh. Padahal jarak tapak projek kita sangat jauh dari kota. Kau lihat sendiri bukan? Aku yakin, Jehan akan menyayangiku setulus hatinya. Dan aku memutuskan untuk menjalani saja hubungan kami ini. Benar, hubungan ini mulus-mulus saja hingga kau kembali untuk mengatakan itu.

Bahwa aku yang terlalu terburu-buru memutuskan. Bahwa kau tidak ingin berpacaran kerna kau ingin suatu hari nanti, melamar diriku menjadi permaisuri hatimu.

Dan aku segera berlari ke dalam lingkaran cintamu. Tanpa berpikir panjang bagaimana nanti dengan hubunganku dan Jehan? Apa nanti yang akan dikatakan Jehan? Sudahlah, mungkin jehan hanyalah ujian Tuhan buat menguji perasaan kau dan aku.. bukankah??

Kecemburuanmu Far, membuat aku perlahan menjauhi Jehan. Aku tahu Jehan merasainya. Menangkap baying hambar yang mula menggelayut. Namun, apalah aku untuk menangkis cinta yang sememangnya milikmu?Jehan, benar adalah orang yang wajar untuk kau cemburui Fardi. Hampir saja aku menyerahkan semua berkas cinta ini padanya. Tapi, kerna kau berjaya merebutnya kembali sebelum ia kuhulurkan, hingga kau membuat aku tegar menolak kedatangan Jehan dalam kuyup guyuran hujan semata bertemu denganku. Mengabaikan telpon-telponnya biar berkali mencoba untuk meraihku. Menghapus smsnya yang memenuhi kotak pesan. Jehan yang sungguh kusia-siakan kerna cintamu. Dan akhirnya, kau pergi… meninggalkanku sendiri.

Ayuni:

Ini kedengarannya tidak adil!

“Jehan tahu alasanmu meninggalkannya demi Fardi?”

“Tidak. Aku bahkan tidak pernah memberi kata putus apapun berkaitan kami. Dia juga. Hilang begitu saja terbawa arus. Dia bahkan tidak pernah tahu soal Fardi.”

“Jika satu hari nanti, Fardi datang padamu dan memintamu kembali padanya, apakah kau akan meninggalkan Jehan lagi?”

“Aku tidak tahu Yuni. Yang aku tahu sekarang, aku membutuhkan Jehan. Dan harus disisiku. Ahhhh, dasar jahat!!pecundang!!”

Ayuni menggenggam botol minuman yang dipegangnya. Tidak menyangka ada cerita begitu sebalik semua kejadian ini. Dari bibir Kinan. Tidak percaya..

Apa salah Jehan hingga semudah itu kau jadikan bahan permainan? Kau menjabarkan kisah sedihmu kepada semua orang dan memposisikan Jehan dalam sangkar orang bersalah, hanya untuk meraih simpati dari orang banyak?

Kau menganggapnya jahat kerna dia tidak kembali padamu saat kau mahu? Kau menggelarnya pecundang kerna dia mencoba untuk melindungi sekeping hatinya yang terluka keranamu? Haruskah dia kembali padamu Kinan, setelah kau cabik-cabik jiwanya menjadi berkeping-keping. Jehan tidak pernah pacaran. Dan saat dia menyayangimu, dia memberikan separuh dari jiwanya untukmu. Maaf Kinan, aku tidak mahu menghakimi kisah cintamu. Aku yakin ada banyak cerita antara kalian yang membuat kondisi berada dipondisi terberat ini. Cerita ini sungguh adalah lelucon yang tidak lucu.

“Kenapa baru sekarang kau mahu kembali kepada Jehan?”

“ Kerna aku baru sadar, aku selama ini salah. Tapi aku terlalu egois untuk mengakuinya. Aku sadar, tidak ada yang mampu memberikan perhatian padaku seperti Jehan, tidak ada yang menyintaiku setulus dia."
Yuni mengetap bibir.

“Aku akhirnya tahu apa sesungguhnya yang membuat kita mampu merindukan sesuatu. Yaitu kepergian. Seperti bahwa bintang hanya terlihat terang kerana langit ditelan gelap malam. Seperti pelangi membutuhkan hujan agar lengkungnya bisa dibentuk awan.”

Ya.. paradox paradox hidup yang mahu tidak mahu harus juga kita hidup dengannya.

“Seperti bahwa kami tahu kami saling sayang justru pada saat kami melepaskan. Kerna adakala diperlukan jarak untuk membuat kita merasa dekat. Kerna adakalanya justru perpisahanlah yang membuat kita menyedari sesungguhnya kita saling cinta”

Kinan, kau terlalu banyak membaca novel. Kau dengan mudah membenarkan apapun yang terjadi dihati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi kerna kau tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut. Tidak lebih. Tidak kurang.

Kinan, aku tidak akan mungkin akan menjabarkan kisah  sadis ini pada Jehan. Kerna aku tidak berharap dia akan tambah membencimu. Kinan, jangan lumpuhkan dia dengan airmatamu hanya untuk melukainya lagi di akhir ceritamu. Kerna dia juga memiliki hati untuk dihargai. Saat kau sudah memilih satu dari cintamu, belajarlah untuk bertahan biar apapun konsekuensinya. Jangan jadikan Jehan persinggahanmu untuk melampiaskan emosi sesaat kerna Jehan juga berhak bahagia.

Buatmu Kang. Sungguh aku salut padamu. Benarlah katamu, kadang, bersifat keras dan tegas itu perlu. Inilah yang dikatakan, patah hati, tapi tetap gengsi!! Patah hati, tapi tetap keren!!

[presenting a random love story for a competition. it just to brought up the effect of different type of writing. 1st trial always bad!!]

Selasa, 15 Januari 2013

KEEP STRONG

0


"seorang mukmin itu menangis lemah disisi Allah dan Allah menguatkannya disisi manusia.."
kekuatan bukan dicipta dari kelemahan orang lain justeru kekuatan itu dibangun dari dalam diri.. tercipta dari kualiti yang kita miliki.. tak perlu menjabarkan kelemahan orang lain untuk menjadi kuat. namun jadilah kuat dengan membina kekuatan itu..

Isnin, 7 Januari 2013

SAAT PUING-PUING ITU PECAH....

0


Saat puing-puing itu pecah..
Saat suara penyeru-Nya diperdengarkan
Ketahuilah bahwa aku selalu menyebut namamu dalam doaku
Dan rasa yang terpendam di hati…
Jiwa yang lama menanti
Akan sirna…

Karena cinta telah tumbuh di hati
Dan bukan sekadar untuk dihayati
Tapi di resapi..
Tak usah resah, tak usah gundah..
Karena di batas waktuku nanti…
Kan kujemput dirimu menjadi bidadariku..
Biarpun lama..
Namun tetaplah menanti…
 ----x----------x------------x------------
Kubiar rasa ini mengalir hingga ke samudera..
Ada rindu yang membara..
Ada hati yang merana..
Terkadang mencintai tak harus memiliki..
Ku sujud dalam malam..
Ku kubur dalam dalam..
Dan kubiarkan menjadi kenangan..
[Berakhir Di Melaka]

Ahad, 6 Januari 2013

KEBENARAN, ANTARA REALITI DAN PROPAGANDA

0



MAKASSAR (voa-islam.com) - Densus 88 kembali melakukan aksi brutalnya dengan membunuh dua orang pemuda yang tidak melakukan perlawanan. Parahnya lagi keduanya ditembak di teras masjid usai shalat Dhuha.

Dua orang yang baru keluar dan berada di teras masjid Nurul Alfiyah RS. Dr. Wahidin Sudiro Husodo langsung ditembak dengan berondongan senjata oleh pasukan Densus 88, sekitar pukul 10.00 WIB, Jum’at (4/1/2013). Kedua pria yang menurut pihak Polri dituding sebagai DPO jaringan teroris Poso tersebut langsung gugur di tempat kejadian.

Keduanya diketauhi bernama Abdul Qodir alias Asmar alias Syamsudin alias Jundi alias Abu Uswah dan Hasan alias Kholil. Keduanya tinggal di Komplek Masjid Ridho Jalan Manuruki II kelurahan Sudiang kecamatan Biringkanayya Makassar dan rumah keduanya berdekatan.

"setelah keduanya selesai sholat Dhuha dan keluar dari masjid langsung diberondong tembakan oleh pasukan Densus 88"

Untuk mengetahui lebih jelas bagaimana peristiwa pembunuhan tersebut, istri dari Abdul Qodir alias Asmar alias Syamsudin alias Jundi alias Abu Uswah menuturkan kesaksiannya. Ibu tiga anak yang biasa disapa dengan nama Ati atau Ummu Uswah mengisahkan,"pagi itu suami saya bersama Hasan pergi ke Rumah Sakit Dr. Wahidin untuk menjenguk temannya yang sakit," ujarnya kepada voa-islam.com, Sabtu (5/1/2013).

Menurut Ummu Uswah bahwa peristiwa pembunuhan terhadap suaminya dan rekannya Hasan terjadi dalam perjalanan hendak pulang dari Rumah Sakit.


”Setelah dari Rumah Sakit suami saya dan Hasan pergi ke Masjid Nurul Afiyah untuk sholat Dhuha, setelah keduanya selesai sholat Dhuha dan keluar dari masjid langsung diberondong tembakan oleh pasukan Densus 88,” tuturnya.

Meskipun jenazah Abdul Qodir alias Asmar dan Hasan telah dibawa ke RS Polri Keramat Jati Jakarta untuk diautopsi  tapi sampai hari ini pihak keluarga belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi dari pihak Polri.

Sementara itu Hardin kakak kandung Abdul Qodir alias Asmar mengatakan bahwa keluarganya akan mengupayakan agar jenazah Abdul Qodir alias Asmar bisa segera diambil untuk kemudian dikebumikan.

Rencananya jenazah Abdul Qodir alias Asmar akan dimakamkan di kampung halamannya di desa Mulyosari Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan. Namun sampai hari ini belum ada keterangan resmi dari pihak Polri kapan jenazah Hasan dan Abdul Qodir alias Asmar akan diserahkan kepada pihak keluarga. [AF]

[http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/01/06/22645/ummu-uswah-suami-saya-diberondong-tembakan-densus-usai-shalat-dhuha]

~benarkan ini sebuah penegakan keadilan? atau hanyalah semata-mata sebuah pembantaian atas nama anti-terorism? kita cukup banyak dikelirukan oleh media dan pihak-pihak tertentu hingga kebenaran itu menjadi abu-abu. pikiran kita dimanipulasikan untuk menerima doktrin yang mereka bawa sedangkan pernahkah kita bertanya kembali pada diri kita, inikah fakta yang terjadi? mereka bisa menipu kita. membutakan mata kita tapi mereka sebenarnya tidak dapat menipu fakta bahwa tubuh korban ini ditembusi oleh lebih dari 22 butir peluru dengan pelbagai ukuran.. TANPA PERLAWANAN!! suatu jumlah yang tidak manusiawi jika dipikir dengan akal sehat kita~


Sabtu, 5 Januari 2013

IZZATUL ISLAM ON STAGE

0



Gaza.. Gaza.. Gaza.. 
Semuanya bermula
Gaza.. Gaza.. Gaza.. 
Tanah para syuhada
Gaza.. Gaza.. Gaza.. 
Kemenangan kan nyata
Gaza.. Gaza.. Gaza.. 
Palestina merdeka

Negri mujahiddin sejati
Serahkan jiwa di jalan Ilahi
Perjuangan tak kenal kata henti
Demi raih kenikmatan abadi

Debu dan batu jadi saksi
Jiwa nan perkasa tunaikan janji
Seagung kepak sang rajawali
Hancurkan kecongkakan tirani

Wahai Muslimin bangkitlah, bangkitlah..!
Palestin memanggilmu bebaskan, bebaskan..!
Walau tumpah peluh dan darah
Tegak satu cita.. Palestina merdeka !!



Begitulah bunyinya nasyid GAZA yang dilantunkan oleh kumpulan nasyid Indonesia, Izzatul Islam dengan bangga, menggegarkan Baruga Pettarani, Unhas dalam konsert Aman Palestine yang dianjurkan oleh KAMMI atau pertubuhan jemaah kampus di Unhas. Konsert ini diadakan bertujuan menghimpunkan DANA bagi membantu pembangunan Palestine.  

Konsert ini turut dimeriahkan oleh kehadiran Fadly Padi yang turut menyumbang beberapa lagu islamik. Apa yang mengagumkan, saat lagu GAZA itu dilantunkan, terdengar suara beberapa orang anak kecil sekitar 4-5 tahun yang duduk tidak jauh dari tempat kami turut menyanyikan lagu ini dengan suara yang lantang dan tangan yang disilang didada dengan penuh rasa izzah sambil berdiri membentuk solidaritas dalam satu barisan. Begitu bersemangat mereka menyanyi dengan rapal yang sangat jelas membuat beberapa ibu-ibu dan kami yang berada disitu menoleh. Subhanallah.. Bangga sungguh melihat jiwa-jiwa pahlawan mereka yang begitu peka dan peduli terhadap saudara-saudara di Palestine. Inilah yang diharapkan dari generasi muda. Untuk tahu dan peka terhadap isu saudara-saudara kita diseluruh dunia.
Semoga anak-anak ini akan terus mendewasa menjadi pemuda-pemuda tangguh yang akan membela agama.amin..

Meski belum rezeki untuk ketemu dengan Ustaz Yusuf Mansur yang seharusnya turut hadir mengisi tausiyah tentang Palestine, namun tetap terobat dengan melihat telatah anak-anak tersebut.[Padahal mahu sekali ketemu sama Ustaz Yusuf Mansur.. mungkin Allah masih menyimpan kesempatan itu ke suatu waktu amin] Jadi ingat pada Umar dan Ahmad yang seusia anak-anak ini. Semoga mereka juga selalu dilindungi Allah dan mendewasa menjadi anak soleh yang akan membela agama Allah ini.. amin…





Jumaat, 4 Januari 2013

TERRORIS VS DENSUS 88

0



Duduk-duduk di kerusi seperti hari-hari sebelumnya  di Depatmen Forensik Dan Medikolegal  RS Wahidin Sudirohusodo sambil mengerjakan visum et repertum (surat keterangan saksi) di ruang tunggu. Tiba-tiba kedengaran bunyi dentuman..

“Dum!! Dum!!  Dum!!  Dum!!”

Siapa lagi itu main petasan(mercun)  gak habis-habisnya..

Bapak petugas yang ada segera keluar ke perkarangan untuk melihat ulah siapa yang bermain petasan siang-siang begini di kawasan rumah sakit lagi. Belum sempat bapak keluar dari pintu utama,

“DOOM”
 satu dentuman kuat luar biasa kedengaran berserta pekikan orang-orang.
Penasaran, kami semua yang sementara mengerjakan VeR itu serentak saling memandang dan bangun dari tempat duduk menuju ke pintu. Sebaik saja diri keluar dari pintu utama tersebut… Mata dijamu pemandangan  tubuh seseorang laki-laki yang rebah menyembah bumi. Darah mulai mengalir deras dari kepala. Kejadian itu jauh. Beberapa meter dari pintu utama tempat kami berada. Dekat dengan mesjid menjelang solat Jumat.

Kelihatan beberapa orang berpakaian pelindung peluru berlindung disebalik mobil-mobil disitu sambil menumpukan senapang/sniper dan pistol entah apapun itu dan siaga menembak ke sasaran. Densus 88. Orang-orang lari bertempiaran. Sambil menjerit “sembunyi!!sembunyi!!”

Dokter Spesialis Forensik yang baru tiba dan masih mengunci mobilnya lansung diamankan oleh salah satu orang berbaju pelindung diri. Sementara beberapa orang lagi berlari kearah kami dan menarik kami ke dalam bagunan forensic. “hati-hati doc, ada teroris diluar. Kita harus diamankan dari tempat kejadian takutnya ada peluru yang nyasar. Jauhi pintu dan jendala!!”. Kami disuruh berkumpul dalam ruang administrasi yang agak jauh dari pintu utama kerna dikhawatirkan peluru bisa menembus pintu.

“DAMM!!”

Bunyi menyentak pintu utama. Tidak tahu apa itu. Sang pegawai polisi itu lansung menyuruh kami bersembunyi dibawah meja. Takutnya teroris masuk ke sini.  Perasaan yang bergelayut waktu itu sangat mendebarkan. Ya Tuhan, selamatkanlah. Kami!! Ini tidak seberat kondisi perang. Tidak seberat Palestine. Tapi tiba-tiba berpikir bagaimana kalau mereka punya bom tangan seperti yang pernah diliat ditelevesi. Bagaimana jika mereka memasang bom waktu? Oh Tuhan!! Benar-benarkah ini? Ada terosis di RS Wahidin, rumah sakit kelas atas di Makassar..


3menit. Bunyi tembakan yang bertalu-talu melayang ke udara berhenti sudah. Diganti dengan bunyi mobil-mobil dan polisi yang mengamankan kawasan kejadian. Anggota densus 88 yang tadi mengamankan kami lansung keluar dan membantu teman-temannya. Sebuah mobil avanza putih berhenti di depan Mesjid dan anggota Densus yang masih siaga cepat-cepat mengangkat jenazah korban pertama yang mati kerna peluru yang menembus tepat dikepalanya. Serta satu lagi korban yang ditembak di bagian peha dan satu lagi teroris dipercayai berjaya melarikan diri. Perdarahan fatal femur bisa mengguyur 3L dari tubuh korban dan menyebabkan pasien meninggal ditempat.  Mobil hitam yang dinaiki para densus 88 itu menyusuli Avanza putih tersebut dan bubar. Mayat akan dibawa ke RS Polisi Di RS Bhayangkara untuk dibuat visum mati (surat keterangan ahli) sebelum diterbangkan ke Jakarta dan dievakuasi disana.  Sewaktu di visum, dijumpai lebih dari 4 luka tembakan yang menembus tubuh korban. Dan dua-duanya terkepung dalam misi pemberantasan anti-terroris itu.

Menurut sumber-sumber dari pihak kepolisian PolRestabes Makassar, para terroris itu dipercayai telah merencanakan untuk melakukan aksi keganasan di RS WS malam menjelang tahun baru atas motif yang tidak diketahui. Maka 3 dari anggotanya ditugaskan untuk mengincar (spying) system keselamatan Rumah sakit dengan menyamar sebagai anggota keluarga pasien dan diberi kartu pengenalan keluarga..  Tapi sepertinya rencana mereka molor gara-gara diketahui oleh pihak Densus yang turut siaga ditengah kelompok masyarakat disini. Dilaporkan juga dari polisi, pada korban didapatkan beberapa laras senjata api dan bom granat. Oh Tuhan, kalau malam tahun baru itu mereka melancarkan aksi, kami juga akan terperangkap dalamnya kerna kami Oncall (jaga) sepanjang hari terakhir tahun itu. Dan malamnya kami masih sempat keluar ke halaman untuk menyaksikan kembang api tahun baru itu. Dan para teroris ini menjadikan masjid dekat kamar mayat itu sebagai sarang operasi mereka. Benar-benar Tuhan masih menyayangi kami..

Selasa, 1 Januari 2013

NEW YEAR.. A NEW JOURNEY

0



It was New Year Eve..
Banyak orang yang merayakannya. Merayakan apa? Diri juga tidak tahu. Tapi pergantian tahun sering saja disambut seperti itu. Diseluruh dunia.  Padahal dengan hal-hal yang sama saja. Consert… Final Countdown… Firework. That’s it!! Tidak ada pembaharuan dalam cara meraikannya. Sama seperti tahun-tahun lalu. Dan besoknya, akan tersiar di Koran (suratkabar) kadar kecelakaan yang meningkat. Pemerkosaan. Peredaran obat-obat terlarang. Alcohol. Bahkan pembunuhan dan kasus criminal lainnya. Lagi-lagi hal yang sama. Hanya membuat seluruh Departmen Forensik & Medicolegal sibuk. Surat permintaan keterangan ahli (visum et repertum) bagai posmen siaga, berdatangan tanpa henti. Selamat yah!! Jauh sekali dengan cara Islam merayakan tahun baru Hijrah.. simple and practical. Doa akhir dan awal tahun. Doa yang penuh harap semoga hari esok akan lebih baik dari hari ini. Solat hajat kalau mahu. Dan mengeratkan silaturrahim sesame muslim.

The end of December.. lets muhasabah, what we've done along this year? Adakah ia menjadi hari-hari tanpa penyesalan yang terdetik di hati kita?  what can we improve ourself for tomorrow? Pergantian tahun, berarti akan ada lagi cerita-cerita baru. Episode selanjutnya dalam kehidupan kita. . Hadapi pengalaman baru yang menantimu. Experience make people wiser. Jadi optimislah dan hadapi hari besok dengan berani. New Year Spirit?[Hahaha].. yang paling penting bukan concert.. bukan firework [meski teruja juga nungguin firework yang warna warni dan meriah itu]..tapi bukan itu. Yang terpenting adalah azam dan semangat.. to be a better person in the future. To put more effort and to be kinder to others. To be more educated in studying and to be enrich by love and care to one another.

live is moving. Peoples are changing. As well as relationship. Whatever it is.. Friendship. Familiship. Networkingship. All of it. It will undergo several selection. Weather we become closer or far away from one another... Tapi bersyukurlah. Kerna Tuhan telah bermurah hati menghadirkan orang-orang yang banyak dan peristiwa-peristiwa yang pelbagai untuk mendidik kita. To make us, the way we are today. Ada pesan dari seorang teman yang berbunyi :

“ketika Allah menempatkan seseorang disisimu entah itu sebagai apa dan siapapun dia, tentu Allah punya maksud tersendiri didalamnya.. belajarlah bersyukur untuk orang-orang yang telah Allah tempatkan disisimu, apapun kelebihan dan kekurangannya. Meski orang itu selalu membuat kamu jengkel dan marah-marah serta emosian, tapi Allah bisa menggunakan apapun untuk membentuk peribadimu, termasuk orang-orang yang telah Allah pilihkan untukmu. Ada pepatah yang mengatakan bahwa hanya orang-orang yang bijak yang mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian”

Dan hadapilah hari besok. Hadapi pertemuan dan perkenalan dengan orang-orang baru yang akan berpapasan dikehidupanmu. Belajar dari mereka dan ambillah ikhtibar dari semua yang terjadi disekitarmu…

We can't predict what will come tomorrow..and we don't even know what GOD has planned for us in the future... just let pray for the best.. "end" is a closing of something but it also bring "a new opening"..lets refresh our iman and renew our niat to be better in future.. Bismillah..

~Jaga Sehari Di Akhir Tahun 2011 Di Kamar Jenazah RSWS Sambil Melihat FireWork  Setelah Ada Yang BerBaik Hati Membawakan Makanan Ketupat, Kari Ayam Dan Palu Basa Di Tengah Malam~