Skinpress Rss

Selasa, 10 Julai 2012

SURGERY POSTING

0



Berakhir sudah one of the most critical part of my co-assistant life. S-U-R-G-E-R-Y Department. 11 minggu yang penuh suka duka dan pembelajaran bermakna untuk menempuh hidup. Baik dari mengenal “Dunia Rumah Sakit”, sikap para dokter, rakan sejawat dan gossip-gosip supervisor.

Bermula dengan “warming up”di UGD pada minggu 1. Disitu, titik paling “peak” yang menguji stamina mental, emosional, dan fisikal. Kami dituntut untuk standby di A&E department 7x24 jam full. Waktu makan, solat, dan istirehat harus diatur antara kami ber sebelas orang supaya ada tim yang tetap siaga ditempat. Di UGD inilah inti kepada skill yang harus kami dapatkan dan kami asah sebagai bekal menjadi seorang dokter nanti. Sebaik kedengaran siren UGD lebih dari 2kali, kami sudah siap siaga.. pasien baru yang masuk, segera dimulakan dengan primary survey.. lagi-lagi Airway-Breathing-Circulation-Disability-Exposure sebelum dilanjut dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium rutin seperti darah rutin, foto X-ray Thorax PA, semua specimen yang diperlukan harus kita ambil sendiri. Mengambil darah, meski yang pertama agak gementaran, tapi lama kelamaan terbiasa. Infuse, catheter harus dipasang sendiri. kami juga diberi peluang untuk melakukan hecting. Mahu dikaki, tangan, kepala, leher, wajah mahupun di perut. Tergantung kita rajin mencari peluang dan berani untuk melakukannya. Diri juga banyak kali berpeluang melakukan sendiri procedure cross-section bagi pasien yang terpijak paku atau digigit anjing bagi mengelakkan pembiakan kuman tetani terus membiak subur ditempat luka.

Minggu ke 2, mulai memasuki subdivisi yang lebih spesifik dalam department surgery. Apalagi bedah memang merupakan bagian yang paling luas hingga kita memerlukan pengarahan yang lebih menjurus untuk memudahkan pembelajaran kita. minggu kedua diri terpilih untuk berada di Subdivisi Bedah Saraf. Kerna teman mingguku yang izin libur dan tidak jadi masuk, terpaksa diri berkorban dengan jaga 4 sepanjang minggu tersebut. System oncall di bedah berbeda dengan bagian lain. Di bedah memakai system jaga 1 hari full. 4 hari jaga berarti 4 hari berada dirumah sakit. Untung dokter yang bertangungjawab terhadap kamarku seorang dokter yang bertanggungjawab lagi tidak lokek ilmu. Tiap hari diri diajar bagaimana untuk belajar dibagian ini. Apa yang paling penting untuk diketahui. Penyakit paling banyak yang diri dapatkan dibagian ini tergubung dengan kasus trauma. Epidural Hemorrhage, Subdural hemorrhage, intracerebral hemorrhage, subgaleal hematoma. Bagaimana membedakan penyakit-penyalkit ini dari CT Scan, menentukan luas perdarahan dan terapi yang tepat untuk diberikan. Selain itu ada juga kasus congenital seperti hidrosefalus, tumor dan sebagainya.

Minggu ke 3 berpindah ke subdivisi Ortopedi. Di rumah sakit luar. RS Hikmah. Memandangkan diri adalah anak malay dan betapa Prof.C yang begitu suka hingga tahap fanat dengan “anak malay”, harusnya minggu atas baru diberikan stase di Ortopedi, namun diri diberikan stase disana kerna direquest oleh Prof. disebabkan RS Hikmah letaknya jauh dari Tamalanrea, tempat diri ngekost kontrakan, maka terpaksa berangkat seawal jam 7 pagi.kerna Prof biasanya sudah ada di RS jam 7.30. jadual insulinnya. Sekalian visite pagi dan duduk di poliklinik jika tidak ada operasi yang berjalan untuk hari itu. Kami terbebas dari short case dan long case Ortopedi gara-gara Prof meminta kami (diri dan teman sejawat) membantu beliau edit mengedit slide kerjasamanya dengan specialist ortopedi dari Malaysia untuk dibacakan di symposium internasional beberapa bulan lai. Sebenarnya slide tersebut sudah lengkap, sisa dikonfirmasi sumber yang valid untuk pernyataan yang dinyatakan di slide. Itu bukan kerja yang payah. Prof sering traktir makan siang meski kami sebenarnya lebih suka makan Bakso Mas Marten disisi RS tersebut. Jadilah kami terpaksa menjadikan bakso sebagai menu makan pagi sementara menemani Prof makan pada waktu makan siang sebelum beliau pulang untuk istirehat siang. Pernah juga Prof member peluang kepada diri untuk menjadi asisten 1 dalam operasi ortopedinya. Habis dikesampingkan dokter-dokter residen yang ada. Meski gementaran namun Prof baik dan bermurah hati untuk mengajar diri baik-baik. Pernah melihat operasi osynmor atau pemasangan besi bundar sebagai mengganti head of femur yang patah gara-gara trauma kecil pada wanita usila.

Minggu 4 dirolling masuk ke bagian Bedah Onkologi. Berbagai jenis tumor diri ketemui. Tapi paling banyak dan tersering itu adalah cancer mammae familial adenoma mamae (FAM), tumor tiroid, atau struma Nodusa non-Toxic (SNNT), penting untuk dibedakan samada nodul bersifat toksik atau tidak. Ini sangat penting kerna mempengaruhi pengobatan kemudiannya. Ada lagi tumor ameloblastoma dan yang lainnya. Diri sempat beberapa kali mengikuti proses kemoterapi. Obat-obat kemoterapi akan dicampurkan oleh dokter dan kami ditugaskan untuk menjalankan obat-obat kemo mengikut waktu yang ditetapkan. Dari situ juga diri belajar apa-apa saja yang digunakan sebagai obat kemo dan apa yang diperlukan sebagai pre-medication atau obat profilaksis yang akan menghalang atau mengurangi efek samping obat kemoterapi. Botol-botol obat kemoterapi ditandai dengan angka I, II, III dan IV. Semua ada aturan mainnya.
Minggu 5 agak santai di subdivisi Bedah Plastik. Paling banyak kasus yang ditangani di subdivisi ini adalah kasus-kasus kontraktur akibat dari post combustio. Banyak juga kasus luka bakar dari pelbagai grade. Luka dan jenis-jenis vulnus yang lainnya. Untuk penanganan gawat kami diajarkan prinsip-prinsip balance cairan, selain itu juga diajarkan tentang teknik flapping dan grafting. Sering juga dibincangkan berkenaan trauma inhalasi, trauma di tempat kerja dan sebagainya.

Minggu 6. Subdivisi Bedah Digestif. Subdivisi yang berat juga. Disini kami dituntut untuk tahu tentang bnanyak hal. Mungkin kerna makanan adalah sumber penyakit. Maka kami bukan Cuma diajar mendiagnosis bahkan diajar juga hal yang penting seperti mengganti bekas colostomy, spooling intestine. Menjijikkan tapi harus dilakukan. Kami juga ditekankan untuk melihat sendiri kasus ileus obstruktif, ileus paralitik, tumor rectum yang khas dan sebagainya. Pernah juga diri mengikuti satu operasi pada anak yang lahir dirawat  di NICU dengan diagnosis Gastroskisis yang mana seluruh organ dalamannya terhembur keluar tanpa kantong yang melindunginya.

Minggu 7. Subdivisi Bedah Anak.  Subdivisi yang paling diri sukai.. bedah anak. Mencabar dan seru kerna pasiennya anak-anak. Penyakit pada anak-anak ada macam-macam. Dari hernia inguinalis lateralis hinggalah tumor-tumor. Kenapa anak memerlukan ilmu bagian bedah tersendiri kerna bagian ini meski kelihatan sederhana namun, ia sebenarnya tidak sesederhana yang dipikirkan. Kerna fisiologi anak-anak agak berbeda dengan orang dewasa. cara penanganannya juga berbeda.

Minggu 8. Subdivisi Bedah Toraks Kardiovaskuler (BTKV). Dari hari minggu dating melapor, sudah mulai gege (gaduh gelisah) menghapal pasien dan diagnosis serta menghapal semua tempat-tempatnya. Hingga kami punya peta tersendiri yang menunjukkan dimana lokasi pasien. Begitu memang resminya bagian BTKV. Banyak tuntutan yang harus dipenuhi. Namun kerna itu kita belajar banyak. Mengenali pasien benar-benar secara detail. Tahu kapan mereka masuk, apa keluhan utamanya. Tahu apa yang tejadi pada mereka. Sudah diterapi dengan apa, mahu di follow up apa.  Setiap pagi menunggu di bangsal Palem Bawah dengan penuh debaran. Menanti “permainan baru” dari big boss.. kapan dibilang “naik OK”, semua bergegas ke ruang operasi sentral, mengganti pakaian dan menunggu di depan kamar operasi nomor 8. Kamar Operasi BTKV. Kapan dibilang “visite” berarti kami akan membagi diri memimpin kamar yang masing-masing bertanggungjawab, sebelum beliau menunjuk “kamu, jadi leader”.. BERATT!! Kadang koass yan menjadi mangsa, tapi kadang dokter residen juga turut terlibat. Sama saja. Jadi koass dan residen juga berkerjasama demi keselamatan bersama.

Minggu 9. Bedah Urologi. Bagian big boss paling besar di bedah. Prof.AMP yang Maha teliti dalam segenap hal. Kata orang, keluar mulut harimau masuk ke mulut singa. 2 minggu yang memerlukan kami untuk tetap siaga dan standby hampir 22 jam di rumah sakit. Dating seawal jam 7 pagi dan pulang jam 10 malam hampir setiap hari. Hingga kadang tidak jelas juga apa yang di”gege”kan. Di urologi kami diperkenalkan dengan penyakit-penyakit yang banyak dimasyarakat seperti benign prostate hyperplasia, nephrolithiasis, urolithiasis dan sebagainya. Kami juga diperkenankan untuk mengikuti operasi yang mengangkat ginjal parsial atau total serta pengangkatan batu ginjal.

Minggu 10. Stase Luar Negeri. Kalau dulu “luar negeri”nya benar-benar luar dari kota Makassar, tapi sekarang Luar Negeri Cuma di rumah sakit pendidikan sebelah asramaku dan dirumah sakit  Ibnu Sina. Tempat biasa LN. tapi tetap saja banyak pengalaman yang didapatkan meski Cuma beberapa hari di setiap rumah sakit. Lebih banyak mempelajari cara menangani outpatient. Atau pasien control. Apa yang harus di follow up dan bagaimana memberikan inform concern yang baik kepada pasien.

Minggu 11. Pengumpulan berkas, diundi nama penguji dan persiapan untuk ujian sudah. Kami dituntut membuat 3 status pasien dari subdivisi yang berbeda dan kasus yang diangkat sebagai kasus panjang atau long case (disertakan discussion) mengikut subdivisi penguji masing-masing.

Isnin, 9 Julai 2012

TERUS SEMANGAT LAGI

0



Kau tahu,
Garis air mata itu masih berbekas dipipimu
Saat engkau memaksakan senyum digaris bibir
Aku mengerti kesedihanmu
Aku tahu betapa engkau terluka didalam
Disabalik wajahmu yang terlihat tegar

Kau tahu,
Aku ingin sekali menghiburmu
Melihat kau tertawa lepas lagi seperti ombak di gigian pantai
Mendengar cerita lucumu yang tak kunjung selesai
Namun aku buntu.. bingung untuk bertingkah
Aku tidak pintar menghadapi situasi seperti ini
Sungguh tidak pintar!!
Aku lemah saat berada disampingmu
Airmata ini pastikan tumpah meski terhadang empangan yang melangit
Aku akan memberatkan lagi beban dihatimu..

Sahabatku,
Sungguh, kegagalan itu suatu yang pahit untuk ditelan
Apalagi setelah melalui siri perjuangan yang panjang dan payah
Jadi biarkan saja air mata itu mengalir.. biar ia mengalir semahu-mahunya
Kerna ia kemudian nanti akan membuatmu kuat untuk menghadapi tantangan
Kadang, Tuhan tidak lansung memberikan kita kemudahan
Kerna dalam kepayahan, DIA mendidik kita untuk menjadi tangguh
Menempa kita dalam keputusasaan supaya kita tegar
Seperti kata pepatah, semakin tinggi suatu pohon
Semakin kuat pula angin yang mengoncangnya supaya akarnya bertambah kuat

Apa yang pasti
Dan harus kau percaya sepenuh hati, bahwa Tuhan tidak pernah membiarkanmu sendiri
DIA selalu ada didekatmu
DIA juga memberimu aku yang akan selalu berusaha untuk membantumu sedayanya
Tetap semangat temanku yang tabah hati!!

Amni_shamrah
09 Juni 2012
06.00 pm

Khamis, 28 Jun 2012

THE PARCEL

0



The parcel I had posted today,
With all types of feeling accompanied me
Curious, palpitated, worries dominated my soul
It’s actually a simple parcel…
Chocolate-brown wrapped as other parcels
With my best handwriting and stamps
I wish the postman will be able to read it and quickly send it to you

The parcel I had posted yesterday,
It will undergo several procedures to fly up the sky and reach you
It was a simple parcel…
But I’m pretty sure that it will be the parcel that make you happy
I had send off several parcels before
But none are as special as this one
 Because I know you’ll be waiting it at the other side of the ocean

The parcel I had posted last week,
It still didn’t reach you as I hope it will..
Waiting patiently is the only choice left for us to take
You have waited for it for the whole week at the quarter round of the world
But it doesn’t reach you.. not at all..
Mr. Postman, please! Please! Please!
That simple parcel, even not tremendously expensive
It bring someone a little joy to have it..
Well I think it’s important.. at least for us…

The simple special parcel, had gone beyond delivery limit
But we still would not give up.. still  hoping that it will come..
That simple important parcel that brings joy…

Amni_shamrah
28 June 2012
08.00pm

Sabtu, 23 Jun 2012

WEDDING OF THE YEAR

0




Menghadiri pernikahan salah seorang teman sejawat. Ichot. Alias Mirza dengan pasangannya Oriza. Terkejut melihat betapa megah dan istimewanya majlis ini. Bila ditelusuri rupanya Ichot adalah anak kepada salah seorang politikus Makassar. Pantas saja jalan ke Clarion Hotel macet total.

Kamis, 21 Juni 2012 | 20:38:08 WITA | 277 HITS
Pernikahan Adat ala Mirza dan Oriza
Rossa Guest Star, Amin Rais Jadi Saksi 
Dok Pribadi
CERIA. Mirza dan Oriza menunjukkan keceriaan saat berpose di Marina Bay, Singapura, beberapa waktu lalu.
BERITA TERKAIT:
»
»
»
»
»
MAKASSAR, FAJAR -- Nama Mirza dan Oriza mungkin belum familiar bagi warga Kota Makassar. Tapi orang tua keduanya, Andry S. Arief Bulu dan Yusran Paris bukan nama baru di kota ini. Mirza putra pertama dari Andry S. Arief Bulu dan Maya Rahmawati, sedangkan Oriza putri pertama Yusran Paris dan Yasmin Nuraeny.

Sabtu 23 Juni mendatang, Mirza dan Oriza akan mengikat janji suci dalam akad nikah dan resepsi yang digelar di Phinisi Ballroom Grand Clarion Hotel & Convention Makassar. 
Pernikahan ini menjadi salah satu royal wedding selain pernikahan putra pengusaha Rizal Tandiawan yang juga digelar di bulan yang sama. 

Mirza yang dihubungi FAJAR kemarin, menampik pesta pernikahannya sebagai pesta yang megah. "Tidak berlebihan kok. Ini full adat. Benar-benar akad nikah sesuai adat, baik dari Bugis maupun dari Makassar. Jadi semacam perkawinan adat Bugis dan Makassar. Kebetulan saya dan Oriza datang dari dua keluarga besar," tutur Mirza.

Bersatunya dua keluarga besar dari dua partai yang berbeda juga bakal mempertemukan para tokoh dari Demokrat maupun PAN. Mirza menyatakan, yang sudah pasti hadir adalah pendiri PAN Amin Rais. Untuk guest starnya sendiri, salah satu diva Indonesia, Rossa juga dipastikan datang. 

"Alhamdulillah, Rossa akan hadir di resepsi dan menghibur para undangan. Ini sesuai dengan rencana kami berdua," ujar Mirza.
Mengenai prosesi adat, Mirza memastikan prosesi yang biasa digunakan calon pengantin Bugis Makassar, itu juga yang ia akan lalui. Seperti mappasili, mappaci, sampai mapparola.
     
Penuh Bunga

Satu hal yang berbeda pada resepsi Mirza dan Oriza adalah sentuhan bunga di mana-mana. Menurut Mirza, berbagai jenis bunga akan menghiasi tempat resepsi mulai dari pintu masuk sampai ke pelaminan.
"Khusus aksen bunga ini ditangani sendiri oleh Koya. Kami mempercayakan semuanya pada Koya termasuk dalam memilih jenis bunga yang akan dihadirkan," urai Mirza. (una)

Waduh!! Difikirkan disatu sisi kasihan si Ichot harus menjalani kehidupan yang tidak pernah mengenal erti kekurangan. Mungkin dia sudah terbiasa. Tidak hairan jika dia membawa maid dan mesin cuci sewaktu KKN dulu. Kerna memang semulanya dia terlahir di keluarga politikus kelas atas. 

Tapi sebenarnya pernikahan bukan Cuma persoalan adat dan kemegahan.
Menghadiri proses pernikahan yang begini membuat diri mengimbas kembali pelajaran baitul muslim.. pernikahan yang berkah..yang terasa sakinahnya.. mawadahnya..tak perlu terlalu mewah terlalu megah. Cukup sederhana saja. Mengikut adat boleh-boleh saja asal tidak melanggar syariat dan adab. Berbelanja bisa saja tapi biarlah yang member manfaat. Pernikahan yang berkah itu yang sederhana tidak membazir tapi di dalamnya orang berdatangan untuk mendoakan.. Di saat seseorang melaksanakan aqad pernikahan, maka ia akan mendapatkan banyak ucapan do’a dari para undangan dengan do’a keberkahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW; “Semoga Allah memberkahimu, dan menetapkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” Do’a ini sarat dengan makna yang mendalam, bahwa pernikahan seharusnya akan mendatangkan banyak keberkahan bagi pelakunya. 

Khamis, 21 Jun 2012

NEGERIKU

0



Mahukan mendengarkan kisah negeriku? negeri yang menjadi terkenal ke negera jiran kerna "kasus Manohara" dan Sultan Zalimnya.. negeri yang orang bilang rakyatnya menderita kerna kekejaman rajanya.. mahukan kamu mendengarkannya sebentar? aku akan menceritakan ia kepadamu.. kisah negeriku yang terpencil.. yang disisihkan  dari pemerintah pusat. negeri yang ekonominya disekat. negeri MISKIN.. itu yang orang lain bilang..dengarkanlah..





:: KELANTAN DARUL MISKIN ::.

Di negeri miskin itulah,
Mempunyai seorang Sultan, kesayangan rakyat.

Di negeri miskin itulah,
Jual beli dihentikan bila azan berkumandang..

Di negeri miskin itulah,
Selebriti wanita popular tanah air bertudung ayu..

Di negeri miskin itulah,
Berebut ibu ayah mendaftar anak di Maahad Tahfiz Sains..

Di negeri miskin itulah,
Diperkenalkan sistem gadaian Islam Ar-Rahnu menolak riba..

Di negeri miskin itulah,
Kerja 5 hari seminggu mula berkuatkuasa..

Di negeri miskin itulah,
Hari Jumaat dijadikan hari menuntut ilmu agama..

Di negeri miskin itulah,
Cuti bersalin mula ditambah dari 40 ke 60 hari..

Di negeri miskin itulah,
Elaun Menteri Besar dipotong untuk Tabung Serambi Mekah..

Di negeri miskin itulah,
Amalan memberi cenderamata kepada pemimpin dihentikan..

Di negeri miskin itulah,
Waktu bekerja pada bulan Ramadhan dipendekkan..

Di negeri miskin itulah,
Cuti iddah diberikan khusus kepada kakitangan wanita yang kematian suami..

Di negeri miskin itulah,
Tak mungkin sekali kelihatan pawagam dan tempat hiburan..

Di negeri miskin itulah,
Papan tanda cara menjaga aurat ditayangkan..

Di negeri miskin itulah,
Peringatan waktu solat di sepanjang jalan..

Di negeri miskin itulah,
Ramai orang mengenal mula mengenal Tuhan..

Di negeri miskin itulah,
Lahirnya tokoh-tokoh islam terkenal..




~narrated by: I Love Kelantan~

Rabu, 20 Jun 2012

MIDDLE OF EXAM MODE

0


Hey, it's a kind of busy right here.. the exam is around the corner and super serious plus tension environment surrounded me. what's make the things quite uncomfortable is that i'm catching a flu again.. tropical fever to accompany my critical exam.. S-U-R-G-E-R-Y.. just hoping that i would not get fainted in front of my examiner again.. NOT AGAIN, please for a GOD's Sake!!

i won't say much but then it's annoying to see no improvement in this blog.. so can't help myself to scratch something on it..haha..

let just istigfar together and let's pray..astagfirullahal adzim..

"circle of Willis, corona mortis.. climbing to the edge of cliff and we had nothing except the faith in Allah SWT.. trust in HIM..full hearted!! whether HE'll catch us when we fall or HE'll teach us how to fly"

Isnin, 18 Jun 2012

REHLAH AKBAR

0



Selalu ada masa-masa sulit yang harus dilewati dalam hidup. Masa-masa sulit itu sering kita beri nama macam-macam. Kadang kita sebut dia ujian, cobaan, musibah atau azab. Tergantung sejauh mana kita melihat dan menyetujuinya.

Lepas dari department Surgery seolah suatu kebebasan mutlak yang mengundang kebahagiaan tingkat atas. Ustazah menghantar sms mengajak untuk ikut serta dalam Rehlah Akbar anjuran PKS. Ya, lama rasanya hati tidak direndam dalam suasana iman hingga ia keras dibakar fatamorgana dunia. Menjalani 11 minggu di bedah benar-benar fase getir yang menguji ketaqwaan. Dalam segala aspek. Baik pakaian, pergaulan, pertuturan, adab dan sebagainya. Mana tidaknya pakaian seragam bedah itu saja sudah menjadi bukti yang kukuh. (not very islamic way). bahkan ada yang tidak membenarkan memakai jilbab di ruang operasi. Dan sebagai mahasiswa, kami tidak bisa melakukan banyak perlawanan. hanya yang melanggar prinsip harus ditinggalkan dengan tegas. no excuse!!

Belum bercerita soal jam kerja yang seolahnya setiap hari berada dirumah sakit. Bedah tidak mengenal apa itu siang dan malam, jam dan menit.. apakan lagi hari libur atau hari minggu. Setiap hari paling cepat dibenarkan pulang jam 8 atau 9 malam, paling cepatpun jam 5 hingga 6. Hari minggu pula digunakan untuk melapor subdivisi. Pendek cerita untuk menghadiri liqa tiap minggu seperti tantangan yang maha besar dan serba tidak mengizin. Meski teman-teman tetap menjalankannya tiap pecan, bisa dihitung dengan jari berapa kali diri berkesempatan menyertainya hingga selesai meski kami berusaha sedaya mungkin untuk memfleksibelkannya. Selebihnya diri hanya sempat bersembang kosong atau bersarapan pagi bersama anggota liqa atau mengikuti sebagian dari prosesnya sebelum berangkat ke rumah sakit. Apalagi liqa dengan ustazah yang hanya 2 kali sempat dihadiri dalam fasa ujian itu.

Astagfirullahal adzim.. padahal sudah berkali-kali pakcik dan makcik, ayah dan umi ingatkan bahawa jangan pernah sesekali menjadikan kesibukan itu sebagai alasan untuk kita meninggalkan tarbiyah. Hati yang lama jauh dari tarbiyah akan mengeras dan tidak perasa. Tidak peka dan tidak sensitive dengan dosa yang mengintipnya. 11 minggu tanpa pengisian rohani yang mapan itu ibarat kali nol. Benar-benar terasa lesunya jiwa, letihnya jasmani dan penatnya fikiran menghadapi sandiwara yang dilakonkan di pentas kehidupan seharian. Mungkin ini juga bagian dari tarbiyah buat diri. Untuk belajar lebih cermat dan pintar mengatur waktu. Teringat 10 ciri mukmin yang digariskan oleh Imam As-Syahid Hasan Al-Banna, salah satu daripadanya adalah teratur urusannya dan bijak menyusun waktu. Semoga ini menjadi pelajaran penting dalam kehidupan seterusnya.

Tiba di Akarena jam 8.30 pagi. Sudah ramai disana. Dari orang dewasa, hinggalah mahasiswa remaja belia dan anak-anak turut meramaikan. Acara sukaneka sedang berlansung. Diiringi nasyid Bekerja Untuk Negeriku dari Izzatul Islam. Menghayati bait per bait benar-benar menggetarkan jiwa. Melihat telatah anak-anak yang berlari-lari kecil, mendekap balon warna warni dan membawa tepung dalam sudu sangat lucu. Subhanallah.. bahagia rasanya taman islami yang coba dibina untuk mencetak jiwa-jiwa mujahid mujahidah junior yang tangguh untuk menebarkan wangian Islam ke penjuru dunia. Mungkin ini kelihatannya seperti usaha kecil. Namun ketahuilah bahwa usaha kecil ini akan melahirkan jiwa-jiwa besar yang akan membawa dampak besar pada dunia..

Selesai sukaneka, setiap keluarga sibuk mencari tempat masing-masing untuk rehlah. Anak-anak, remaja dan mahasiswa kelihatannya tidak kuat lagi menahan diri dari godaan air. Semua masuk beramai-ramai.. sang ikhwannya ditengah sementara akhwatnya dibelah yang tersembunyi. Tak kurang yang mengabadikan momen-momen kebersamaan ini di kamera digital. Kami menyertai keluarga ustazah untuk rehlah. Meski dengan makanan yang saling berbagi-bagi tapi momen itu cukup bermakna untuk membina syu’ur dalam hati kita. sederhana sekali. Berkelah bersama-sama. Itu saja. Tidak ada materi ruhani. Tidak ada laungan takbir. Hanya semata-mata rehlah. Tapi rehlah dalam suasana saling mencintai kerana Allah. Itu yang harganya mahal. Saling berbagi dan mementingkan antara satu sama lain, itu sudah menjadi materi cukup berharga buat hari ini. Alhamdulillah..