Skinpress Rss

Rabu, 16 Mei 2012

NATRAH'S BIRTHDAY

0



May God soften the pillow you rest your head on at night
May He make smooth the path you walk by day
Not just today but everyday



Happy Birthday to you. I pray to God that He blesses you today and gives you strength to have positive thoughts and to give you success in your life.

Selasa, 15 Mei 2012

PERSAHABATAN 4 MUSIM

2




Kadang mungkin kamu berfikir
Bahwa aku terlalu berlebihan dalam mengekspresi rasa
Mengungkap penghargaan lewat kalimah bisu
Sungguh aku tidak pintar untuk menzahirkannya dengan nyata

Mungkin, kadang kamu hairan
Mengapa di antara berjuta orang
Hanya kepadamu puisi ini kutulis? Kenapa harus kamu?
Jujur aku juga tidak tahu persis jawabannya
Dan aku juga sudah lama berhenti untuk bertanya

Boleh jadi hanya disisimu aku lebih bebas…
Bebas untuk meluah rasa, berbagi ide
Bercerita apa saja dan bertanya apa yang tidak kuketahui

Dan kamu…
Selalu menanggapinya dengan caramu sendiri
Mendengar dan kadang mencueki
Menegur, menasehati tapi dalam waktu yang sama selalu memberi pilihan
Membuat aku berfikir dalam, sebelum memutus tindakan
Kamu tidak mengajarku untuk selalu bersandar padamu
Sebaliknya meneguhkan aku untuk tetap bertahan
Dan percaya pada diri sendiri untuk bangkit dari kejatuhan dan keterpurukan

Lewat kamu, Tuhan mengujiku dengan banyak hal
Seterusnya dia mengajarkanku tentang banyak hal pula
Aku yang selalu tergolong tidak peduli dan malas menjelaskan sesuatu kondisi
Keranamu aku belajar untuk lebih deskriptif
Dan belajar menghargai perasaan orang lain

Aku yang paling benci untuk mengatur diri dengan jarak
Tapi keranamu aku belajar untuk menjalaninya
Tidak pernah terlintas dipikiran untuk berpisah secepat ini
Namun keranamu aku belajar untuk merelakannya..

Sadar atau tidak,
Persahabatan ini meski rentang waktunya masih begitu singkat
Tapi ia telah melewati banyak musim
Saat perkenalan menjengah dan fase mencoba untuk mengerti
Ia seperti musim panas yang siangnya lebih panjang
Tunas-tunas buah dan bunga bertumbuh dari akarnya
Ia butuh proses yang panjang dan penuh kesabaran

Saat persahabatan ini teruji dengan kesalahpahaman
Dan tekanan dari persekitaran, sungguh itu ujian terberat buat diri
Kamu lebih memilih untuk diam dari bertegang urat
Ibarat musim dingin yang membekukan segalanya
Oh, musim dingin…cepatlah berlalu!!

Saat keakraban menjahit celah yang terpisah
Hal yang sederhana juga, ternyata sudah cukup membahagiakan
Seperti musim bunga yang penuh warna warni
ditemani cahaya bulan yang gemintang dimalam hari

~amni_shamrah~
15 Mei 2012
12.30 am


menoleh ke belakang, ternyata, kita telah jauh berjalan.. meski di atas garis yang terpisah tapi tetap beriring.. ditengah selanya aku Cuma ingin mengatakan….

“Selamat Ulangtahun-24 temanku.. semoga kebahagiaan mengiringimu hingga penghujung waktu dan semoga impianmu bisa terwujud menjadi nyata..”

Isnin, 14 Mei 2012

TEACHER'S DAY

0



Pernah langkah ku payah
Menuju ke destinasi
Kerana malam gelap
Dan bintang hilang kerdipnya
Menjadikan arah ku keliru
Ke timur atau ke barat

Bagai lilin membakar diri
Menerangi kegelapan hati
Kau curahkan bakti dan budi
Jasamu tiada berganti

Selamat Hari Guru buat semua guru-guru yang telah mendidik diri ini tanpa putus asa.. jasa kalian akan tetap dikenang..guru2 dari sek rendah hingga skrg.. semangat kalian tetap hidup dalam jiwa seperti lantera yang menyinar terang.. buat sahabat2 guru muda dan calon guru, Selamat Hari Guru juga!! teruskan mendidik anak bangsa ini dengan cekal dan tabah..semoga Allah memberkati ^__^ [ModeMenghargaiGuru: ON]

Ahad, 13 Mei 2012

BIRRU WALIDAIN : MOTHER'S DAY MODE

0



“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah. Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan,sehingga apabila dia(anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai umurnya empat puluh tahun, dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada orang tuaku, agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau redhai dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh aku bertaubat kepada Engkau dan sungguh aku termasuk orang Muslim.”
[Al-Ahqaf 46:15]

Saudaraku……
Ibu kita, adalah orang yang telah melahirkan, mengasuh dan membesarkan kita. Bahkan yang telah menghantarkan kita kepada status sosial yang kita miliki saat ini; dengan untaian do’a-do’anya sepanjang usianya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Tiga macam do’a yang pasti terkabulkan (do’anya) yang tidak diragukan lagi; Do’a orang yang teraniaya; Do’a seorang musafir dan do’a buruk orang tua kepada anak-anaknya.” (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, at-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah. Syaikh al-Albani menilai hadits ini shahih).
Ibu kita, yang mungkin saat ini –sedang di tempat kerjanya, atau di rumah; mengisi hari tuanya, selalu dan senantiasa tulus untuk anaknya. Kalau ada kamus kehidupan yang harus menjadi acuan dalam menapaki kerasnya hidup ini; maka kamus itu adalah ibu kita.

Ibu kita, -sebagaimana layaknya orang tua bagi anak-anaknya- tentu tidak memiliki secuil asa pun untuk menelantarkan anaknya, ia akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempersembahkan yang terbaik yang ia miliki. Dan ibu kita telah melakukan itu semua untuk kita.

“Kasih ibu sepanjang jalan; kasih anak sepanjang galah.” Demikian kata pepatah. Lalu, bagaimanakah sikap kita terhadap ibu selama ini?

Saudaraku……
Adalah Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu yang meriwayatkan dan menghafal lebih dari 5.374 hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang seseorang yang menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya bertanya;
 “Wahai Rasulullah!, siapakah yang paling utama aku perlakukan dengan baik terhadapnya?. Beliau bersabda; “ibumu.” Lalu dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?.” Beliau menjawab, “ibumu.” Lalu dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?.” Beliau menjawab, “ibumu.” Lalu dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?.” Beliau menjawab, “bapakmu.” (Hadist Shahih; diriwayatakan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Ibnu al-Baththal rahimahullah berkata dalam syarah-nya terhadap hadits di atas, “Hadits tersebut mengandung pengertian bahwa hak berbuat baik kepada ibu tiga kali lipat dari hak yang sama terhadap bapak. Hal ini dikarenakan betapa sulitnya masa kehamilan, kemudian masa melahirkan, kemudian masa menyususi. Ini semua dilakukan oleh ibu sendirian, barulah kemudian ayah berpartisipasi dalam mendidik.”
Sebagian ulama berpandangan, “Ibu lebih didahulukan dalam hal berbakti kepadanya, berbuat baik dan kasih sayang, sedangkan ayah didahulukan dalam hal kepatuhan terhadapnya karena dia adalah tuan rumah dan nahkoda biduk rumah tangga.”

Saudaraku…
Seberapa pentingkah dalam anggapan kita, urusan yang kini tengah dihadapi oleh ibu dan bapak kita? Terhadap keduanya, sebagian kita lebih banyak “lupa”. Walau sekadar menyisipkan do’a untuk keselamatan mereka berdua, setiap seusai shalat.

Sungguh mengherankan, sebagian kalangan lebih memilih orang tuanya diserahkan pengasuhannya ke panti-panti jompo kemudian “dilupakan”. Sebab, bagi mereka, ibu atau bapak, di sisa-sisa usianya, tidak lebih hanya sosok yang membebani keluarga. Semoga fenomena ini tidak termasuk dari fenomena kita.

Saudaraku…
Untuk mengakhiri tulisan ini, sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu layak untuk kita renungkan bersama. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai anak Adam, berbuat baiklah kamu kepada kedua orang tuamu dan sambunglah tali silaturrahim-mu, niscaya Allah akan mempermudah urusanmu dan memperpanjang usiamu, taatilah perintah Tuhan-Mu, niscaya engkau berakal sehat dan jangan engkau bermaksiat kepada-Nya, sebab engkau pasti akan menjadi bodoh.” (lihat. Birrul Walidaini, Jamaludin al-Jauzi)

Saudaraku….
Pandanglah sekali lagi, wajah ibu-bapak kita!. Perhatikan keinginan yang terpendam pada dirinya. Lalu berbuat baiklah untuk keduanya. Niscaya, hidup ini terasa damai, mudah dan tak ada beban yang menyesakkan diri. Dengan demikian, raihlah umur yang berkah. Semoga!

~Selamat Hari Ibu Ummiku.. semoga Allah tetap meyayungimu dalam rahmatNya~

Sabtu, 12 Mei 2012

LIFE'S A CHOICE

0



Ada orang berkata:

“Life is not fair!!”

know what? that's very wrong!!

Sebenarnya, Tuhan Yang Maha Adil, menciptakan hidup itu dengan sangat adil. Sesuai dengan sifatNya. Kamu tahu, Tuhan tidak menentukan nasib. Tuhan Cuma memberi orang beberapa karekteristik seperti electron, proton dan neutron dalam atom. Ada fitrah, ada nafsu, ada harapan.. Sisanya berjalan seperti hukum alam. 

Semua orang punya pilihan untuk menarik garis hidup mereka masing-masing.
Tapi, kita cuma dapat beberapa kesempatan seumur hidup – hanya beberapa kesempatan saja—yang bisa mengubah seluruh hidup kita. Kita menentukan untuk memilih jalan mana. Sometimes, we make bad choices!!

No wonder, everyone make mistakes! But only a few could forgive… padahal ada banyak kesalahan yang hanya perlu dimaafkan bukan dihukum. -- An eye for an eye will make us all blind.. everything we've done have a consequences for sure.. however sometimes people deserve to get second chance to change..

Khamis, 10 Mei 2012

BILAKAN DAMAI?

0


"Saat jemu sulit di akhiri, 
ketika kaki tak mampu berdiri,
ketika bibir tak bisa lagi berargumentasi,
ketika jalan keluar tak juga menghampiri,
jika semua penolong lari dan takda teman berbagi,
Ingatlah Allah SWT yang tidak pernah membiarkan kita melangkah sndiri......"


Apa namanya jika bukan CINTA,
membuat sesiapapun rela melakukan yang terbaik di mata yang dicintainya...
seperti langit yang mencintai bumi dan menurunkan hujan sebagai tandanya....
seperti matahari yang tak kenal lelah memancarkan cahaya terbaiknya....
Dan atas nama CINTA pula, ALLAH pilih kita menjalani hari ini,
semoga kita boleh melakukan hal terbaik hari ini sebagai tanda cinta kita kepada Allah....
"tersenyumlah, beramallah, dan ikhlaskanlah"



Kesekian kali kening ku ta'aruf-kan (perkenalkan) dengan sajadah....
berharap keduanya saling merindu, apabila kerananya hati menjadi cemburu....
semoga diajaknya lisan menari bersama dan membisikkan senandung pujian menjemput iman....
Ya Rabb....hati ini cemburu, maka sandingkanlah ia dengan iman hingga keduanya menuju kepada-Mu beriringan.....
aku sangat takut ketika rasa rindu dan cinta ini kepada-Mu semakin tak terasa, sinarilah hatiku dengan Nur Iman...amin



"di mana ada JALAN BUNTU,
maka disitu ada HARAPAN........
di mana ada KESIBUKAN,
maka di situ ada ISTIREHAT........
di mana ada KESEDIHAN,
maka di situ ada KEBAHAGIAAN......
sesungguhnya baik atau buruknya hari-hari yang kita lalui dalam hidup ini, semua akan silih bergant...
sesungguhnya SESUDAH KESULITAN ADA KEMUDAHAN....."



"AIR YANG LEMBUT DAN HALUS BOLEH MENEMBUS BATU KARANG KERANA KONSISTEN"!!!!!!
Yahya inbu yahya mengajarkan tentang sikap konsisten. Konsisten untuk memenuhi komitmennya. Komitmen untuk belajar dan menuntut ilmu, istiqomah dalam melangkah seperti air yang terus menuruni batu karang sepanjang hari sepanjang tahun sehingga batu pun berlubang.......
Indahnya ciptaan ALLAH, segala ciptaan-Nya blh diambil pelajaran dalam hidup bagi mereka yang ingin memerhati, mengamati dan dan berfikir lalu mengambil pelajaran darinya......

Rabu, 9 Mei 2012

ATOM

0



Didalam agama islam semua amal kita nantinya akan dihitung dan ditimbang oleh Allah serta akan mendapat balasan yang setimpal.Kalau itu baik maka kebaikan kita akan dibalas walau hanya sebesar zarah dan keburukan kita akan dibalas walau hanya sebesar zarah. Firman Allah dalam surah Al-Zalzalah:

“Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah, nescaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah, nescaya dia akan melihat balasannya”

[surah Al-Zalzalah:7-8]

Itu seperti hukum kekekalan energi. Masih ingat hukum kekekalan energi? Energi tidak bisa diciptakan, tidak bisa dimusnahkan. Jadi jumlah total energi, baik positif atau negatif, dalam bentuk apapun di seluruh semesta ini akan selalu sama. Energi yang kita lepaskan, entah bagaimana caranya, akan kembali lagi kepada kita dengan jumlah yang sama. Meski sebesar biji zarah pun itu.

Masing-masing kita ini seperti atom. Kecil, dengan jumlah muatan positif dan negatif yang berbeda-beda. Pada waktu muatan negatif menyeimbangkan muatan positif, atau sebaliknya, pada kondisi tertentu, atom akan netral. Cas positif akan kembali pada kita sebagai cas positif sedang cas negative akan kembali kepada kita sebagai cas negative. Berarti kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada kita kebaikan juga sebaliknya jika kita berbuat kejahatan, maka balasan jahat juga yang akan menanti kita. itulah sunnatullah. Hukum alam yang berjalan sesuai ketentuan Allah agar alam ini terus bergerak. begitulah saat kita melakukan dosa atau kesalahan, segeralah imbanginya dengan kebaikan. supaya kebaikan atau cas positif ini akan menetralkan cas negatif atau kejahatan yang telah kita lakukan. 

Ayuh kita kumpulkan cas-cas positif untuk menjalani hidup dengan lebih baik!!