Skinpress Rss

Khamis, 10 Mei 2012

BILAKAN DAMAI?

0


"Saat jemu sulit di akhiri, 
ketika kaki tak mampu berdiri,
ketika bibir tak bisa lagi berargumentasi,
ketika jalan keluar tak juga menghampiri,
jika semua penolong lari dan takda teman berbagi,
Ingatlah Allah SWT yang tidak pernah membiarkan kita melangkah sndiri......"


Apa namanya jika bukan CINTA,
membuat sesiapapun rela melakukan yang terbaik di mata yang dicintainya...
seperti langit yang mencintai bumi dan menurunkan hujan sebagai tandanya....
seperti matahari yang tak kenal lelah memancarkan cahaya terbaiknya....
Dan atas nama CINTA pula, ALLAH pilih kita menjalani hari ini,
semoga kita boleh melakukan hal terbaik hari ini sebagai tanda cinta kita kepada Allah....
"tersenyumlah, beramallah, dan ikhlaskanlah"



Kesekian kali kening ku ta'aruf-kan (perkenalkan) dengan sajadah....
berharap keduanya saling merindu, apabila kerananya hati menjadi cemburu....
semoga diajaknya lisan menari bersama dan membisikkan senandung pujian menjemput iman....
Ya Rabb....hati ini cemburu, maka sandingkanlah ia dengan iman hingga keduanya menuju kepada-Mu beriringan.....
aku sangat takut ketika rasa rindu dan cinta ini kepada-Mu semakin tak terasa, sinarilah hatiku dengan Nur Iman...amin



"di mana ada JALAN BUNTU,
maka disitu ada HARAPAN........
di mana ada KESIBUKAN,
maka di situ ada ISTIREHAT........
di mana ada KESEDIHAN,
maka di situ ada KEBAHAGIAAN......
sesungguhnya baik atau buruknya hari-hari yang kita lalui dalam hidup ini, semua akan silih bergant...
sesungguhnya SESUDAH KESULITAN ADA KEMUDAHAN....."



"AIR YANG LEMBUT DAN HALUS BOLEH MENEMBUS BATU KARANG KERANA KONSISTEN"!!!!!!
Yahya inbu yahya mengajarkan tentang sikap konsisten. Konsisten untuk memenuhi komitmennya. Komitmen untuk belajar dan menuntut ilmu, istiqomah dalam melangkah seperti air yang terus menuruni batu karang sepanjang hari sepanjang tahun sehingga batu pun berlubang.......
Indahnya ciptaan ALLAH, segala ciptaan-Nya blh diambil pelajaran dalam hidup bagi mereka yang ingin memerhati, mengamati dan dan berfikir lalu mengambil pelajaran darinya......

Rabu, 9 Mei 2012

ATOM

0



Didalam agama islam semua amal kita nantinya akan dihitung dan ditimbang oleh Allah serta akan mendapat balasan yang setimpal.Kalau itu baik maka kebaikan kita akan dibalas walau hanya sebesar zarah dan keburukan kita akan dibalas walau hanya sebesar zarah. Firman Allah dalam surah Al-Zalzalah:

“Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah, nescaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah, nescaya dia akan melihat balasannya”

[surah Al-Zalzalah:7-8]

Itu seperti hukum kekekalan energi. Masih ingat hukum kekekalan energi? Energi tidak bisa diciptakan, tidak bisa dimusnahkan. Jadi jumlah total energi, baik positif atau negatif, dalam bentuk apapun di seluruh semesta ini akan selalu sama. Energi yang kita lepaskan, entah bagaimana caranya, akan kembali lagi kepada kita dengan jumlah yang sama. Meski sebesar biji zarah pun itu.

Masing-masing kita ini seperti atom. Kecil, dengan jumlah muatan positif dan negatif yang berbeda-beda. Pada waktu muatan negatif menyeimbangkan muatan positif, atau sebaliknya, pada kondisi tertentu, atom akan netral. Cas positif akan kembali pada kita sebagai cas positif sedang cas negative akan kembali kepada kita sebagai cas negative. Berarti kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada kita kebaikan juga sebaliknya jika kita berbuat kejahatan, maka balasan jahat juga yang akan menanti kita. itulah sunnatullah. Hukum alam yang berjalan sesuai ketentuan Allah agar alam ini terus bergerak. begitulah saat kita melakukan dosa atau kesalahan, segeralah imbanginya dengan kebaikan. supaya kebaikan atau cas positif ini akan menetralkan cas negatif atau kejahatan yang telah kita lakukan. 

Ayuh kita kumpulkan cas-cas positif untuk menjalani hidup dengan lebih baik!!

Isnin, 7 Mei 2012

MAR'AH

0


Wanita yang di sayang Allah, adalah wanita yang mencintai Rabb-Nya...
Rasa cinta, tajut, dan harapnya menguasai hidupnya....
Wanita yang dirindui Allah, adalah yang di mata dan wajanya terpancar Nur Ilahi....lidahnya basah oleh zikir...
di sudut hati kecilnya sentiasa membesarkan Allah...
Wanita yang di cintai Allah adalah yang menutup auratnya,
kehormatan dirinya menjadi mahal nilainya,
dan di sanjung penduduk langit dan bumi.......
RENUNGKANLAH..............................................


Allah memilih diri kita untuk menjadi wanita luar biasa.. justeru kenapa kita yang memilih untuk menjadi biasa-biasa saja? ayuh menjadi wanita yang bermartabat disisi Allah..

Ahad, 6 Mei 2012

MY BIRTHDAY

0



May 6 2012..It's my 24th birthday..

Sebenarnya menjelang ulangtahun, ia bukan kemenangan buat diri kecuali segunung penghargaan buat Ummi tercinta dan ayah yang tersayang kerna mendidik diri ini hingga aku bisa seperti sekarang..

Terima kasih Ya Allah kerna masih memberi diri kesempatan disela-sela ruas waktu yang berbatas.. masih memberi diri peluang untuk menikmati terbitnya fajar dipagi hari dan tenggelamnya senja dimalam hari..


semoga diri ini bisa menjadi anak solehah dan seorang yang bermanfaat bagi orang lain hingga penghujung nyawa..


Terharu saat teman-teman memberikan kue (kek) ulangtahun. bersusah payah rupanya mereka merancang sebuah kejutan untukku.. kek dari "Dapur Coklat" benar-benar enak dengan campuran buah-buah segar. tapi yang paling penting bukanlah keknya melainnya " a huge love behind it".. tambah pula masing-masing sebenarnya sibuk dengan dunia perkoasan.



Kad ulangtahun dari Shafa, Aimi dan Ain benar-benar mengharukan..hand-made dengan penuh kasih sayang adik-adik.. ^__^



kad dari Along juga sangat mengundang haru.. menangis saat membacanya.. missing home..

dan juga puisi dari seorang teman....

untukmu yg mencari jati diri..
yg sedang mencari arti kehidupan...

tetesan embun seolah berbisik memanggil asmamu..
dedaunan bertasbih menyebut asmamu..
mentari pun meneriakkan asmamu dengan sinarnya...
bahkan kicauan burung pun melagukan asmamu,,,

benang-benang merah kehidupan terlukis indah diraut wajahmu yang teduh...
kotak-kotak kehidupan menyapa beningnya hatimu...
seolah langit hendak mengucapkan syahadat cinta..
biarlah awan berlari mengejar dirimu...

mengubah kedengkian menjadi bait-bait puisi...
membuat amarah menjadi asmara di kehidupan
hingga jarak dan waktu...
membuat segalanya menjadi utuh...

Sabtu, 5 Mei 2012

OUR FIRST MEETING

2




Hari ini bertemu dengan teman yang sebelumnya hanya kukenali lewat MukaBuku.. Kak Murni, 27 thn, asli Bugis. Asal Maros.. itupun setelah kurang lebih 1 tahun usia perkenalan ini. Tidak semua orang sebenarnya bisa kita berteman dengan akrab saat pertemuan belum menjengah. Namun takdir berlaku sebaliknya buat kami..
Ingat kembali, waktu mengenali Kak Murni, kondisi emosi tidak seperti biasanya. Mungkin lagi memerlukan teman bicara setelah lama diri menghentikan tabiat berteman pena. Ada sesuatu yang menarik diri pada kakak itu. 

Status pertamanya:
 “jika persahabatan itu langka, biarkan keikhlasan menjalinnya dengan untaian kasih sayang yang kukuh”.. seakan magnet yang menarik kutub lainnya. Mulai salam pena melayang, menerobos angkasa. Menghulur salam perkenalan sebagai pembuka bicara.  

Kak Murni baik dan manis orangnya. Sebenarnya dulu pernah kuliah di Unhas juga. Namun kerna tawaran kerja yang terlebih dahulu menjanjikan, dia menarik diri dari kuliyah. Begitu yang diceritakan seawal persahabatan terjalin dalam maya. Dari pesan berganti pesan.. Jika dulu, diri berteman maya dengan seusia atau yang lebih muda, kali ini Tuhan memberi ruang dan peluang untuk diri menghirup pedoman dari pengalaman yang lebih dewasa...pertama kalinya mungkin. Jadi ingat pada kakakku yang tersayang.. Along…kalau dulu, diri sering berbagi cerita dengan Along, apa saja.. bercerita dengan beliau meski hal yang simple pasti akan mendatangkan manfaat dan pembelajaran. Begitu juga dengan Kak Murni. Komunikasi semakin kerap. Bahkan ia menjadi sesuatu yang kutunggu-tunggu saat pulang ke rumah. "Balasannya!! apa lagi yang akan dia ceritakan hari ini?" Cereka riwayat hidupnya. Masa kecilnya. Pengalaman kerjanya. Adat budayanya. Kondisi kesehatannya. Profesionalismenya.  Hinggalah Kisah suka duka rintang hadang cintanya hingga akhirnya belangkah bersama ke jinjang pelaminan.Kalah kisah cinta Shah Jehan & Mumtaz Mahal..  
Darinya aku belajar banyak hal. Melihat dari kacamatanya benar-benar membuka jendala kehidupan dengan lebih luas.

Hingga menjengah suatu kabar yang tidak disangka-sangka.. Kak Murni ternyata adalah ipar dari seorang temanku. Mulai merasa tidak enak untuk meneruskan. Tahu sajalah dalam sesetengah kondisi, terlalu dekat dengan keluarga temanku ini bahkan akan mendatangkan kesalahfahaman!! Mencoba untuk berhenti.. tapi sepertinya persahabatan ini sudah terlanjur tumbuh tunas-tunas bunganya.. kakak mulai menegur balasan pesanku yang lambat. Takutnya diri sibuk dengan rutinitas. Takutnya diri tidak dalam kondisi kesehatan yang full.. takut dirinya mengganggu. Jadi terharu. Kakak baik sekali.. Auranya begitu kuat. Sepertinya sudah terlambat untuk berhenti. Dan aku memutuskan untuk meneruskannya saja meski akan bersulam dengan rasa aneh dan dipertengahannya akan ditaburi ranjau!!

Kak Murni sudah hampir 2 tahun menetap di Kalimantan Timur kerna alasan kerja. Sudah menikah dengan seorang pahlawan baik hati yang sangat ia cintai. Tapi kerna alasan kerja mereka tinggal terpisah buat sementara. Hanya internet dan telefon yang menjadi penghubung saat jarak menghukum pertemuan dari menari mejelajahi mimpi. Jadi kakak punya sedikit waktu baki untuk melayaniku. Saat suaminya sudah disisi, Kak Murni tetap punya waktu untuk berbagi dan bertukar kabar meski tidak sepanjang lebar dan sekerap dulu. Tetap membahagiakan.. terutama kerna dia tak lagi sendiri..

Dari inbox-inbox bertukaran nombor telefon gengam. Dari smsan bergilir telefonan. Begitulah hukum alam yang selalu mendekatkan. Saat diri kurang semangat menjalani hari.. dia yang selalu menyemangati.. saat kelelahan bermaharajalela, dia yang menjadi penceria.. tapi sosok yang teguh itu, tak selamanya kuat.. adakalanya dia juga perlu disemangati perlu ditanyai kabarnya. Begitulah.. diri akan selalu ada untuknya seperi dia yang selalu ada untuk diri.. Kakakku yang manis.. sepertinya telah lama roh kita bertaaruf dalam dimensi yang berbeda meski sekarang baru dipertemukannya.  Terima kasih Ya Allah telah menghadiahkan perkenalan ini ke dalam hidupku. Semoga biar bermula dengan keanehan yang bagaimanapun, semoga saja Tuhan tetap mengumpulkan kita kembali dalam naungan cintanya di akhirat kelak..

Dan pertemuan hari ini, adalah pertemuan pertama kami.. setelah dirancang dan gagal buat beberapa kali sebelumnya. Tidak seperti Boboi yang membutuhkan kata sandi untuk mengenali Gegirl dalam Maharaja Lawak, kami walau tidak pernah melihat dekat orangnya, cepat saja bisa kenal sewaktu bertemu. Kak Murni sebenarnya tiba-tiba kembali ke bumi Makassar dalam rangka menyiapkan pertukaran Kartu Keluarga yang harus diganti setelah dia menikah. Harusnya itu sudah diurus lama dahulu tapi kerna kesibukan yang menjerat, beliau baru sempat mengurus sekarang.  Dan Alhamdulillah, Tuhan sepertinya menyimpan pertemuan ini ke satu saat yang sangat berharga. Precious moment. Kado ulangtahunku ke-24.

Meski pertama bertemu, seakan sudah seabad mengenali. Heboh bercerita itu ini hingga serasanya malu-malu kucing yang pertama sempat menjenguk lari lintang pukang kerna salah menghadirkan diri. Suaminya kak Murni juga kelihatan hairan. Mungkin pikirnya kami akan mengambil sedikit sesi segan menyegan. Menemui Kak Murni, sepertinya mengundang rasa rindu pada kakakku tercinta.. entah apa yang membuat mereka sama, diri juga tidak pasti. Tapi ada rasa tenang, senang dan bahagia saat menatap wajahnya. mungkin kasih sayang melaut dari seorang kakak..

paling terkesan saat perpisahan menjengah. pelukan terakhir dari Kak Murni begitu erat. Seakan tidak mahu sama sekali dilepas pergi diri walau seinci darinya.. Pelukan hangat itu mengundang rasa hiba apabila mengenangkan dia akan kembali jauh pulang ke Kalimantan Senin depan. pertemuan sebentar. hanya satu jam lebih tapi memberi efek yang besar pada jiwa..

Unni, saranghyeyo!!


Jumaat, 4 Mei 2012

KONRO BAKAR

0



Sup Konro adalah masakan sup iga sapi khas Indonesia yang berasal dari tradisi Bugis dan Makassar. Sup ini biasanya dibuat dengan bahan iga sapi atau daging sapi. Masakan berkuah warna coklat kehitaman ini biasa dimakan dengan ketupat kecil yang dipotong-potong terlebih dahulu. Warna gelap ini berasal dari buah kluwek yang memang berwarna hitam. Bumbunya relatif "kuat" akibat digunakannya ketumbar.

Konro aslinya dimasak berkuah dalam bentuk sup yang kaya rempah, akan tetapi kini terdapat variasi kering yang disebut "Konro bakar" yaitu iga sapi bakar dengan bumbu khas konro.

Baru-baru ini sewaktu berpeluang makan lagi konro bakar di salah satu warung konro terkenal dimakassar, ibu empunya warung senang hati berbagi resep sop konro siapa tahu nanti jika pulang ke tanah air, berkeinginan untuk merasai lagi keenakannya konro Makassar..terima kasih ibu atas resepnya..


Sop Konro

Bahan:
1 kg Iga berdaging (Vierly: pake back ribs NZ, cepet empuk)
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
Minyak goreng
2 batang serai, memarkan
3 butir cengkeh
3 cm kayu manis

Bumbu halus:
10 butir bawang merah
3 siung bawang putih
6 keluwak, ambil isinya
1 sdt ketumbar bubuk
1 sdt merica
1/4 sdt jintan
1 sdt kunyit bubuk
garam secukupnya
gula secukupnya

Pelengkap:
Daun bawang iris halus
Bawang goreng
Jeruk nipis
Sambal rebus

Cara membuat:
1.Didihkan air dalam panci, masukkan iga tambahkan daun salalm dan lengkuas. Rebus daging hingga matang dan empuk.

2. Panaskan minyak goreng di wajan, tumis bumbu halus sampai wangi, angkat.

3. Masukkan bumbu halus ke dalam panci berisi iga, masak kembali. Masukkan Serai, cengkeh dan kayu manis, masak hingga bumbu meresap dengan api kecil (biar dagingnya tidak hancur), aduk sesekali, angkat.

4. Taruh iga dan kuah ke dalam mangkuk, tabiri daun bawang dan bawang goreng. Tambahkan air jeruk nipis san sambal, hidangkan.



Selasa, 1 Mei 2012

TENTANG BAYU

0



Minggu 1 Bagian Surgery. Dinas UGD hari ke 3. Hari ini seperti biasanya serangan pasien ditengah malam seperti mall yang sementara sale penghabisan stok. Kebanyakan adalah rujukan dari rumah sakit daerah yang jaraknya 2-10jam dari kota Makassar. Biasa juga yang kondisinya sudah parah. Menjelang tengah malam, tensinya orang-orang semakin tinggi. Baik dokter, perawat, penata radiologi, pemeriksa lab mahupun pasien dan keluarga pasien. Semua orang keletihan. Semua orang mahu istirehat. Namun itulah, keadaan kesehatan tidak bisa kompromi dengan waktu. Tidak boleh kita mengatakan “nanti besok saja” pada pasien yang mengalami perdarahan massif hingga membawa kepada syok. Begitu juga tidak bisa kita katakan “saya tidur dulu” kepada pasien yang datang dengan sindroma kompartmen pada ekstremitas hingga mengancam kondisi tangan atau kakinya untuk mati dalam beberapa jam.

Mahu tidak mahu, dokter dan tim medis harus siap untuk melayani pasien kapan saja. Malam ini, diri dihadapkan dengan suatu pengalaman yang amat berbekas dijiwa hingga insyaAllah akan menjadi bekal dalam mengharungi dunia praktik nantinya.

Ada satu pasien datang dari daerah. Pasien ini adalah seorang dukun kampong yang sangat disegani. Anaknya tentera wirabuana. Keluhan utamanya pasien ini adalah nyeri daerah dada. Dialami sejak 10 jam sebelum masuk rumah sakit gara-gara jatuh dari pohon rambutan yang berketinggian 2.5m. pasien masih sempat berjalan pulang sendiri dan merawat beberapa orang pasiennya yang sangat berharap. Menjelang malam, baru kesakitan yang tak tertanggung menerpa. Hingga pasien terpaksa diusung ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.  Dari pemeriksaan fisik didapatkan emfisema subkutis dan fraktur pada tulang costa. Namun ia bukan fraktur segmental dan berturut-turut sebanyak 3 costa hingga menyebabkan terjadinya flail chest. Frakturnya sebaliknya berupa fraktur simple transverse tapi cukup untuk menyebabkan terjadinya robek lapisan pleura dan menyebabkan emfisema subkutis. Saat ini emfisema subkutisnya sudah menebar kemana-mana. Massif.

Tiba jam 2 pagi memang waktu yang kemuncak kesibukan. Diri dan Bayu diarahkan untuk membawa pasien untuk foto Rontgen. Dan kami hanya menerima pengarahan bahawa foto thorax dilakukan dalam posisi  anteriorposterior dan lateral. Setelah difoto dan pasien telah dikembalikan ke tempat, dokter manyuruh kami pergi foto ulang dengan posisi pasien duduk sedangkan pasien merasa sakit amat jika duduk. Aduh!! Kami hanya diam dan menurut arahan. Membantu bapak duduk dengan susah payah sedang dokter hanya melihat dari jauh dan mengarah begitu begini.. arrgghh!! Stress!! Tapi tetap bersabar. Kasihan pada bapak soalnya. Ternyata tindakan dokter tersebut memancing amarah anaknya yang tentara itu. Mungkin dia juga kasihan melihat kami yang Cuma diarah-arah tidak jelas tanpa diperlihatkan contohnya. Lansung anaknya ini berteriak:
“ih dokter suruh-suruh saja!! ke sinimi tunjuk!!”
Dokter terkaget-kaget dan membalas
 “kamu kira cuma satu saya urus?”

Waduh, gawat!! Orang Makassar jika sudah mulai bab berbalas teriak, nada tinggi, besar resikonya untuk berantam (gaduh) di tempat.. Bayu cepat-cepat merangkul bahu anaknya yang tentara sambil tersenyum.

“sabarki pak.. malam-malam begini tensi semua orang juga naik”
Tidak banyak bicara Cuma keakraban tersalur lewat sapaan sentuhannya yang hangat kasih sayang. Bapak itu lansung mereda.
“ Iya dok. Kita mengerti. Capek semua orang disini. Tapi kita juga dari kampong kasihan. Butuh pertolongan. Tidak perlu lebih layanannya dok. Cukup dilayan baik saja. Manis muka saja kayak dokter-dokter disini”

Kata-kata yang simple tapi cukup mengesankan bagi diri dan Bayu. Perbahasan setelah itu kami berusaha untuk mengalihkan perbicaraan ke topic yang lebih menyenangkan. Berusaha untuk mengembalikan suasana harmonis.
Si pasien sewaktu kami hantar kembali ke tempatnya mengatakan
“makasih dokter, saya sudah merasa banyak lebih baik dari pertama. Biar belum masuk obatnya tetap sudah merasa semangat kembali pulih”

Begitulah.. kadang dokter juga dalam melayani pasien terlupa yang kita bukan hanya berhadapan dengan   frakturnya saja, bukan emfisemanya saja. Tapi ada hati yang harus disembuhkan. Ada jiwa yang harus dikomunikasikan dengan baik. Ada kerunsingan keluarga yang memuncak.  Menjadi dokter bukan andalannya hanya pada otak tapi juga pada komunikasinya dengan pasien yang baik.
Sewaktu ingin melakukan hecting/suturing pada pasien tersebut, Bayu mengatakan
“Fuzah bisa kalo kamu bantu saya hecting itu bapak yang tadi? Pelipisnya yang mahu dihecting.. maaf yah saya merepotkan kamu. Pasti kamu capek”
“Aduh bayu tidakji kale. Kan memang kita sama-sama terima pasien yang tadi. Ayomi!!”

meski lenguh mulai memanjat batang tubuh, tapi mendengarkan kata-kata Bayu seperti sentrum yang membuatkan semangat kembali okay.. ringan rasanya tangan mahu membantu biar tidak diminta kerna kita tahu kita bekerja bersama-sama untuk kebaikan pasien. sebenarnya tidak memerlukan usaha yang banyak untuk menciptakan suasana yang bersahabat untuk bekerja. Cukup dengan manis muka dan mengucapkan kata-kata yang baik.

Setiap hari juga Bayu menunjukkan perhatian dan sifat sensitifnya pada pasien. Setiap ada sela waktu, dia akan mendekati mana-mana pasien dan berkenalan dengan mereka hingga pasien dan keluarganya merasakan mereka diperhatikan. Kadang yang lebih diperlukan pasien bukan obat tapi curhat (curahan hati).

 Ya.. belajar dari Bayu.. menjadi dokter itu bukan hanya menjadi robot merawat tapi menjadi daei.. pendakwah yang peduli pada pasiennya..merawat dengan kasih sayang dan mengharap Allah akan menyembuhkannya dengan usaha kita..