Skinpress Rss

Jumaat, 30 Disember 2011

NAFAS KEHIDUPAN

0


Ketakutan adalah bagian dari nafas kehidupan yang harus kita miliki selain nafas harapan dan cinta. Takut pada kegagalan setelah memulai perjalanan dan berusaha sepenuh tenaga untuk meraih jaya. Takut pada perpisahan setelah hadirnya pertemuan, serta menjalani persahabatan dalam bingkai kasih sayang. Wajar. Ketakutanlah yang membuat kita waspada..

Mari lanjutkan perjalanan kita. Waspadai segala ketenangan di jalan ini. Berhati-hati dengan kemudahan. Dan hargailah segala hal yang berlaku disekeliling kita.. Fatamorgana dunia sentiasa melalaikan kita dan menjadikan kita tidak siap untuk menghadapi banyak hal dalam hidup ini..^__~

Rabu, 28 Disember 2011

GRADUATION !!

0



Faizal Tahir - Gemuruh

Bila bertalu rentak di kalbu
Hasrat yang tersirat semakin ku buru
Bila bergema laungan gempita
Harapan bernyala nadiku berganda

Gemuruh jiwa semangat membara
Dari puncak ingin ke angkasa
Berkalungkan bintang berkelipan
Menyerlah jauh dari yang biasa

Bila bertalu rentak di kalbu
Hasrat yang tersirat semakin ku buru
Bila bergema laungan gempita
Harapan bernyala nadiku berganda

Gemuruh jiwa semangat membara
Dari puncak ingin ke angkasa
Berkalungkan bintang berkelipan
Menyerlah jauh dari yang biasa

Ungkapan ini bukan sekadar bermimpi
Segalanya pastikan terbukti nanti

Gemuruh jiwa semangat membara
Dari puncak ingin ke angkasa
Berkalungkan bintang berkelipan
Menyerlah jauh dari yang biasa

~traktiran wisuda (graduasi) sekaligus acara perpisahan Fitrah~

Khamis, 22 Disember 2011

MEMBESAR DI BELAKANG BAYANGAN YANG HEBAT

4


Kali ini rasa ingin sekali berkongsi tentang “ Membesar di Belakang Bayangan Yang Hebat”. Pengalaman yang pernah dilalui sewaktu zaman kecilku. Dari kacamata seorang adik lebih tepatnya. Semoga bermanfaat. [mungkin bawaan hujan dan rindukan kakak membuatkan memori semalam berputar di minda sedar hingga memberikan ilham sebuah perkongsian]

Membesar sebagai seorang adik, pasti sosok sang kakak yang paling berperan dalam pembentukan peribadinya. Kerana sebagai anak-anak, pastilah didikan paling efektif itu adalah melalui contoh teladan yang baik ketimbang kata-kata semata. Kadang untuk anak yang berusia 6-7 tahun, mencontohi ibu bapa secara lansung boleh jadi terasa amat berat kerana pada pikiran dangkal kita, ibu dan ayah adalah sosok yang sangat sempurna dan tingga hingga kita tidak mungkin dapat mencapainya. Kita cenderung untuk melihat dan mengambil contoh dari sosok yang berada di depan kita (alias kakak/saudara yang lebih tua). Makanya, menjadi kakak juga sebenarnya tidak mudah. Bak kata teori Survival Of The Fittest, “Chosen by Fate”. Jadi terserah kita untuk membentuk diri kita menjadi teladan yang baik buat adik-adik kita atau sebaliknya menjadi teladan yang jelek untuk mereka contohi.

Meski terlahir bersaudara, tetap kita menjalani proses perkenalan dan kebersamaan yang tersendiri. Kebanyakan kita bisa lihat, hubungan bersaudara itu sangat jarang yang bisa diekspresikan. Kadang, meski sang kakak sangat menyayangi adiknya, namun sebaliknya mereka bersikap cuek (tidak peduli) atau bersikap usil (nakal). Mereka lebih selesa dengan menjadikan adik-adik mereka bahan ketawa, bahan ejekan dan sebagainya. Sang adik jua merespon sedemikian. Saat sang kakak dimarahi, mereka juga akan membalas dendam dengan mengetawai atau mengacungkan jempol sebagai tanda gembira atau “padan muka”!! Tak kurang juga yang acap menggunakan bahasa yang kasar dalam bertutur dan mengeluarkan caci maki dalam perbualan harian. Tanpa disedari, hal-hal ini mendarah daging dalam kehidupan dan menjadi bagian dari peribadi mereka.

Perbedaan usia diri dan kakak tidak jauh beda. 4 tahun. Tambahan diri dan kakak sama-sama perempuan membuat hubungan kami sangat akrab sejak kecil. Kakakku teman terbaikku. Teman bermainku. Teman ceritaku. Sepanjang akal ini masih mampu mengingat, selalu ada kakak yang menemani hari kecil dan hari remajaku.

Meniti-meniti hari remaja, kakak semakin mendewasa. Diri sangat kagum sewaktu melihat kakak mampu berbahas banyak hal dengan ayah dari isu semasa hingga kepada isu dunia. Kakak banyak membaca. Jadi pengetahuannya sangat luas. Diri masih ingat dalam 1 perjalanan pulang kampung ayah di Selangor di suatu musim cuti sekolah, seperti biasa ayah akan bercerita kepada kami tentang kisah sirah nabi dan para sahabat. Kakak banyak merespon. Kemudian dia bercerita kepada ayah tentang rencananya untuk menulis tentang Imam As-Syahid Hasan Al-Banna, pengasas gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, Mujadid yang telah memberi nafas baru dalam perkembangan dunia dakwah. Nilaian pertama yang diri belajar dari kakak. Membaca jembatan ilmu. Seiring dengan ini, ayah dan ummi mengesyorkan (memberi saran) bahan bacaan yang sesuai dengan tahap kami dan berusaha menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk membantu proses pembelajaran dan pengetahuan kami.

Sewaktu pertama menjejakkan kaki ke alam sekolah menengah (SMP), diri masih lagi terperangkap dalam dunia kanak-kanak yang tidak begitu mempedulikan soal aurat dsb. Dan kemudian kakaklah yang mengajarkan diri untuk lebih prihatin terhadap pakaian yang menutup aurat. Tapi cara kakak mendidik diri jelas terasa seninya. Diri masih ingat sewaktu kakak meminta ummi membelikan kami jubah (gamis) yang serupa coraknya. Kakak mengajak diri untuk memakai baju yang sama dan menghadiahkan diri sepasang stoking (koas kaki). Beliau tidak lansung memarahi diri yang masih tidak menutup aurat dengan sempurna di usia 13 ku. Namun sebaliknya beliau mengajarkan diri dengan teladan yang baik dan cerita-cerita tentang wanita hebat zaman nabi.

Kakak selalu menggunakan pendekatan psikologis. Walau tampak sederhana namun sebenarnya amat berbekas dihati. Selalu, jika dimarahi, kakak menjadi orang pertama yang akan membela. Pasti al sepele seperti itu, buat anak-anak akan menjadi suatu hal yang sangat berharga. Belum lagi, kebiasaan kakak yang membelikan hadiah buat kami. Meski jika dia hanya ke kota untuk membeli keperluan tanpa kami, pasti dia tetap akan membelikan sesuatu sebagai ole-ole. Diri yang semakin meningkat remaja, dan mulai punya pemikiran tersendiri, pernah bertanya pada kakak kenapa harus dia bazirkan uangnya untuk kami? Padahal uang tersebut bisa digunakan untuk perbelanjaan hariannya. Namun kakak hanya tersenyum dan menjawab tak mengapa. Kemurahan hati dan kasih sayang yang kakak tunjukkan mengajar diri bahawa kemurahan hati itu adalah suatu yang harus mendasar dalam diri dan indahnya kasih sayang jika diterjemahkan dalam perbuatan.

Masih segar diingatan,hari pengumuman keputusan SPM (Sijil Peperiksaan Malaysia/ Ujian Nasional SMA), kakak tidak berada di rumah. Beliau sedang melanjutkan pelajarannya di kampus KUSZA, Terengganu. Sebaik mengetahui keputusan ujian, diri segera menelefon kakak untuk memberitahunya kabar tersebut. Jawaban kakak sewaktu itu “tahniah angah, kakak tau angah boleh..” kata-kata sederhana. Tapi buat seorang adik, ia memberi makna yang sangat mendalam. Kakak punya keyakinan yang tinggi pada kita meski dia terkesan lebih dewasa dan lebih berpengalaman. Ia menanam keyakinan diri dan rasa ingin berusaha dengan lebih keras. Kakak lansung menyuruh diri mengambil hadiah (kado) yan sudah disiapkan dari awal dikamarnya. Segera berlari ke kamar kakak setelah pulang dari sekolah. Kakak telah menghadiahkan sehelai jubah (gamis) berwarna pink muda dengan layer tipis berwarna peach. Baju yang kian lama diri impikan. Menangis terharu. Wah, kakak tau betul apa yang diri mau.. TERIMA KASIH KAKAK..

Kehalusan jiwa kakak dan sensitivitinya amat terserlah sejak kecil. Sewaktu adikku Afham masih ditingkatan 1 (SMP kelas 1) , pernah satu kejadian sewaktu adikku yang tinggal di asrama sekolah Tahfiz Sains, pulang bercuti (libur) di rumah. Suatu pagi, sedang diri sedang membersihkan kamar, kakak tiba-tiba masuk sambil matanya merah. Sisa air mata masih mengalir deras ditubir matanya menandakan hati yang gundah masih belum tenang. Hairan. Padahal baru setengah jam yang lalu beliau keluar dari kamarku untuk menggambil minuman dalam keadaan ketawa-ketawa.setelah diri bertanya, kakak mengatakan “sedih lihat adik menangis kerana susah menghafal Al-Quran. Tapi kakak tidak dapat bantu sedikitpun..” sebaik mendengar kata-kata kakak, semerta dada ini sebak. Ingin ikut menangis. Tapi harus dipendam. Memang seperti itu. Sejak kecil diri harus lebih pintar menyembunyikan perasaan kerana kakak sangat ekspresif orangnya. Saat kakak menarik tanganku keluar kamar dan mengintip dikamar adik, air mata ini tidak mampu lagi terbendung. Mengingat kata-kata kakak tadi dan melihat sendiri sosok adik yang sedaya upaya berusaha dengan keras untuk memantapkan hafalannya..kasihan adikku..

Begitu juga adikku Ijah, dari kecil, kerna perempuan bungsu, Ijah selalu adalah yang paling unik. Jadi sebagai yang bungsu, sering dimanjakan oleh kakak. Apapun maunya pasti kakak turuti. Setiap kali pulang dari kampus, kakak pasti akan membahagikan waktunya untuk menemani Ijah menonton kartun meski itu bukanlah kebiasaan kakak, sepertimana kakak mengajar diri untuk menyintai sepak bola gunag menembusi dunia satu-satunya adik lelakiku. Kakak juga sering membelikan sesuatu yang disukai adikku Ijah menjelang hari lahirnya. Kakak mulai suka menonton Barbie gara-gara adikku yang satu. Tiap kali Ijah bercerita tentang Barbie dan cerita tentang zaman kanak-kanaknya disekolah rendah, Kakak pasti menunjukkan perhatian penuh dan merespon cerita tersebut hingga adik semakin senang dan mulai cerewet dengan kakak..

Sepanjang akal ini mampu menyimpan memori, tidak pernah rasanya mendengar kakak mengeluarkan kata-kata yang kasar atau kesat. Sebaliknya kakak sering memberi motivasi dan paling penting, kakak adalah tempat mencurah masalah dan berkongsi pendapat. Kakak sangat rasional dan berfikiran terbuka serta berpandangan jauh. Setiap dia memberi pendapat pasti masuk akal dan bisa dipraktekkan. Bukan sekadar teori semata-mata. Berbicara dengan kakak itu menambah ilmu dan wawasan. Berbincang dengan kakak itu akan membenahi idea yang kreatif.

~kakak, saranghyeyo~

Selasa, 20 Disember 2011

REPLY ME NOT!!

0


Sometime I said those stupid words
And demand you to do silly things
Never reply me!
Cause I’ve just making nonsense that come
Neither from my brain nor my heart
But from my uncontrolled and unorganized emotion

Sometime I ask you the unneeded questions
And urge you to answer
Never reply me!
You’re just building up my ego and cause me to be unbearable person
An arrogant that totally didn’t make sense
Who only know just to demand and not to give

Sometime I ask you “not so important” question
And hoping that you’ll keep up with me
Taking a part of your leisure time that not suppose to be mine
Never reply me!
Teach me to be rational
Teach me to be patious
Teach me to be strong
And teach me to be independend
Lead me to be better than I do before knowing you..

Amni_Shamrah
20 Dec 2011-12-23 8.45pm

Isnin, 12 Disember 2011

DI MANA ALLAH DALAM HATI KITA?

0


Di mana Allah dalam hati kita? Renungkan dan pikirkan kalimat ini, saudaraku. Kerana Ali bin Abi Talib RA pernah menyifatkan keadaan para solihin di zamannya dengan mengatakan “azhumal khaliqu fii qulubihim, fashaghura maa duunahu fii a’yunihim”, sungguh keagungan Allah telah mendominasi dinding hati mereka. Karenanya menjadi kecil dan tidak berartilah di mata mereka, selain Allah. Mereka menjadi besar kerana telah meyakini kebesaran dan keagungan Allah SWT. Kedudukan mereka menjadi tinggi, kerana mereka telah meninggikan Allah SWT. Jiwa mereka telah sibuk dengan hanya mengagungkan Allah hingga mereka menjadi tidak takut kecuali kerana Allah, menjadi tidak tenang kecuali bila dekat kepada Allah, menjadi tidak memiliki tempat bersandar kecuali kepada Allah, menjadi tidak memiliki tempat bergantung kecuali Allah. Keagungan Allah benar-benar telah merajai hati mereka. Selalu begitu hebat dan mengagumkan keadaan hati para solafussoleh dalam tingkat ma’rifah mereka kepada Allah SWT.. Subhanallah.. Maha Suci Allah…

Saudaraku,

Dimana Allah dalam hati kita? Seberapa dominan keagungan Allah SWT dalam hati kita? Allah SWT tak ingin hati kita dipenuhsesaki oleh keinginan nafsu dan ita-cita dunia. Dahulu, ketika Nabi Allah Ibrahim terdominasi oleh kecintaannya kepada sang anak, Allah memerintahkannya untuk menyembelih anaknya. Dahulu, ketika suatu saat Rasulullah SAW dan para sahabat begitu memuliakan Baitul haram dalam hati mereka, Allah lalu memerintahkan mereka melakukan solat menghadap Baitul Maqdis. Agar Allah mengetahui apakah kadar kecintaan mereka kepada Allah lebih kuat, lebih dominan dan lebih besar daripada kecintaan mereka terhadap Baitul Haram? Ketika jawabannya adalah IYA, lalu Allah mengembalikan lagi Baitul Haram kepada mereka dengan perintahNya. Ketika Ibrahim ternyata lebih menyintai Allah, maka Allah kembalikan lagi sang anaknya kepadanya dan menggantikannya dengan menyembelih kambing qibashy.

Dimanakah Allah SWT dalam hati kita? Apakah yang mendominasi hati kita selama ini?

Saudaraku,

Apakah kita merasa gembira dan senang saat berdekatan denganNya? Apakah kita selalu berusaha agar Allah selalu bersama kita? Sejauh mana tingkat kesenangan dan kedamaian kita saat sholat, disaat kita bertemu dan bermunajat kepadaNya? Seberapa sejuk dan teduhnya jiwa kita saat sujud di hadapanNya, kerana saat sujud merupakan saat yang paling dekat denganNya.. Duhai, indahnya bila kita mengetahui firman Allah SWT :

“Aku bersama hambaKU di saat ia mengingatiKU dan dua bibirnya menyebutKU”
[HR Bukhari, Kitab at Tauhid]

Apakah kita menyediakan waktu sejenak, disepertiga malam terakhir untuk menikmati saat-saat kedekatan kita denganNya? Di saat Allah mengatakan:

“Apakah ada orang yang bertaubat yang aku terima taubatnya. Adakah orang yang meminta ampun atas dosanya dan Aku ampuni dosanya. Adakah orang yang meminta dan aku berikan pintanya.”
[HR Muslim]

Sejauh manakah pengorbanan kita untukNya? Apakah kita selalu berupaya melangkah dan bergegas mendekat tempat-tempat yang bisa membuat Allah redha kepada kita? Atau justeru kita mendekati tempat-tempat kemurkaanNya hingga kita semakin jauh dari redhaNya? Tapi lalu kita memohon dan meminta keluasan rahmatNya, mengeluhkan ragam kesempitan, kesedihan dan kelemahan kita kepadaNya. Mengetuk pintu kasih sayangNya dan berharap agar Allah mau membukakannya untuk kita yang penuh dosa, banyak lalai dan berlumur kesalahan?

Saudaraku,

Dimanakah Allah SWT dalam hati kita? Saat kita harus melewati sebuah peristiwa pahit dan menyakitkan dalam hidup. Mampukah kita meraba kasih sayang Allah SWT dalam setiap peristiwa pahit dan menyakitkan itu? Karena, sesungguhnya apapun yang datang dari Allah itu adalah indah. Meskipun kadang kita tak mampu melihat keindahan dalam musibah yang menimpa. Tapi itu tetap saja indah. Renungkanlah keindahan dalam musibah yang menimpa Nabi Musa AS saat bersama Nabi Khaidir. Bagaimana peristiwa kapal yang diboocrkan, seorang anak yang dibunuh dan rumah hampir roboh yang dibangun kembali. Semua itu musibah yang buruk dalam pandangan Nabi Musa AS. Tapi saksikanlah betapa keindahan itu terbentuk sedemikian rupa dari ketetapan Allah, setelah diketahui hakikat dan hikmah musibah itu semua? [Ibnu Qayyim, Al Fawaid]

Saudaraku,

Mari terus menerus berlatih agar jiwa kita benar-benar dipenuhi oleh cinta kepadaNya, bukan kepada selainNya. Kita sudah lama menjalani hidup. Tapi kita terlalu lama dibuai dunia. Kita harus berhenti sejenak disini. Lalu bertanya kepada diri sendiri

“Dimanakah Allah SWT dalam hati kita?”

Sabtu, 10 Disember 2011

HAYO SEMANGAT!!

0


Jalan ini bukan jalan yang mudah.. harus dilalui dengan susah payah, keringat dan air mata.. ada ketika kita berlari terlalu laju dan kelelahan hingga pada waktu yang lain kita harus berjalan perlahan-lahan. Tapi jangan terlalu lama dan jangan terlalu larut dengan "jalan perlahan" kerna ia hanya sekadar jeda untuk mengisi kembali takungan semangat yang kian berkurang, habis dipakai buat energi diperjalanan.. Tetaplah semangat lagi!! terus berjalan walau bertapakkan kaki yang tempang, sayap yang patah maupun hati yang terluka hingga ke akhirnya..

[Rabbi Yassir Wa Laa Tu'Assir, Ya Kareem..] ^__^

I heard..
The sound of Ur footstep..

The sound of Ur falling tears..

Running doubt..

Flooding feelings..


Now Go...!

Firing with super strength..

To Promise HOUSE!!

Hayo sama sama SEMANGAT!! kerana semangat itu sendiri adalah kehidupan!!

Isnin, 5 Disember 2011

BERWAJAH BIASA

0


Gadisku,
Saat dikau berwajah muram,
Dan mengeluhkan kenapa kau tidak secantik yang lainnya
Kenapa mereka punya penaksir sedang kau tidak
Kenapa mereka sering berganti pasangan sedang kau tak pernah punya

Kau lupa barangkali gadisku,
Kata “cantik” itu sangat subjektif
Kecantikan, nilainya bukan pada lahiriah semata
Tapi ia lebih cenderung pada pekerjaan hati
Yang diperelok dengan kebaikan dan ketaqwaan
Diperindah dengan amal soleh dan keikhlasan
Itulah kecantikan paling sempurna dan terindah

Gadisku,
Bersyukurlah saat Allah menjadikan wajahmu biasa-biasa saja
Kerana Allah sebenarnya menyelamatkanmu dari fitnah dunia
Laki-laki yang menyintaimu kerana parasmu atau fisikmu
Sungguh mereka hanya pendusta yang bertuhankan nafsu
Leki-laki yang naksir padamu lantaran keelokan wajahmu
Tidak mustahil akan berpaling darimu demi seorang yang lebih elok paranya pula

Tetapi laki-laki yang menerima dirimu yang berwajah biasa,
Mereka melihat kepada kecantikan hati dan pekertimu,
Dialah laki-laki yang akan memuliakanmu
Laki-laki yang akan berbuat baik padamu kerana Tuhannya
Laki-laki yang akan melindungimu dan membimbing tanganmu menuju syurgaNya
Apakah yang lebih baik dari itu?

Gadisku,
Pernah kau dengar kisah apel yang bermutu?
Apel dengan kualiti terbaik itu adanya di puncak pohon
Sedang apel kurang berkualiti jatuh berguguran sebelum masa panennya
Diinjak, dilempar, dimakan ulat.. sama sekali tidak dihargai
Sedang apel dipuncak terus menanti
Menanti orang yang benar-benar yakin akan keberadaannya
Walau terlindung dek dedaunan merimbun yang menutupi
Hanya orang terpilih yang akan memanjat pohon itu dan memetiknya dengan hormat
Apel it uterus bersabar dan memperbaiki dirinya
Agar saat dipetik, ia bisa menmberikan rasa yang manis dan bergizi…

“Duhai orang yang menanti, teruslah menanti dengan sedikit kesabaran lagi.. yakinlah bahawa janji Allah itu pasti..”

~amni shamrah~
05 December 2011
11.00pm

credit to: gadis yang bertanya dalam kegalauan.. kerana dirimu begitu berharga ^_^