Skinpress Rss

Selasa, 26 April 2011

TASYAKUR & TAUSYIAH AKBAR

0



Alhamdulillah malam minggu baru-baru ini berpeluang mengikuti program dzikir akbar, atau dikenali sebagai Malam Tasyakur & Tausyiah Akbar yang diadakan dalam rangka milad PKS yang ke-13. Program ini dirasmikan oleh Pak Wali Kota Makassar sebagai penghargaan dan kebersamaan dengan rakyat Sulawesi Selatan.

Ramainya hadirin yang datang membanjiri dataran berpakaian putih sebagai simbolis kepada penyucian jiwa dan bermulanya kamus baru dalam hidup. Subhanallah, walau dikatakan Makassar adalah salah satu Bandar yang penuh dengan hedonism, sebenarnya masih banyak program-program siraman rohani yang bisa dihadiri dan diambil semangat daripadanya. Tinggal terserah pada individu masing-masing untuk mencarinya dan terjun ke dalamnya.

Malam ini, audien yang datang tidak sebatas yang tinggal di Kota Makassar sahaja bahkan yangtinggal di kota-kota perifer (kota kecil) turut hadir seperti dari Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Pangkep, Barru, Pare-Pare dan Sidrap turut memeriahkan suasana. Padahal jarak yang harus mereka tempuh tak kurang dari 2 jam ke atas dengan menaiki mobil (kereta). Namun berbekal rasa hati, syu’ur dan kebersamaan yang tidak berbelah bahagi mereka rela untuk berkorban tenaga, masa, wang dan sebagainya. MasyaAllah.

Jika dilihat sebenarnya dimanapun kita berada, selagi kita berada dalam sibghah Allah, corakannya tetap sama. Biar di Malaysia, di Indonesia, di Brunei mahupun di dunia lain tetap menampilkan hasil didikan yang sama. Teringat kata-kata Akhi Mu’az dalam tazkirahnya, “tanamkan dalam jiwa bahawa, sempadan kita bukan sempadan tanah yang dipecah perintah oleh penjajah, bukan sempadan budaya yang mengekang kita, namun sempadan kita adalah sempadan aqidah. Dimana ada saudara mukmin kita, di situlah negeri kita dan kita harus ikut bergabung ke dalam bendera dakwahnya. Membumikan diri kita dengan syiar Islam walau dimana kita berada”

Kata-kata tersebut walau pertama kalinya susah untuk dimengerti, namun ternyata malam ini dan program Apel Milad sebelumnya (17 April) lalu, dapat dirasai dan meresap ke dalam hati. Dalam program sebelumnya, kumpulan nasyid Shoutul Harokah dengan gabungan dari Izzatul Islam sempat melantunkan nasyid berjudul “Bekerja Untuk Indonesia”. Jika biasanya hal yang bersifat nasionalis seperti ini, kami tidak begitu berani untuk ikut bergabung, namun untuk waktu itu, melaungkan nasyid tersebut sambil menggenggam tangan sahabat-sahabat sefikrah benar-benar member syu’ur yang berbeza. Turut merasa betapa keadaan menuntut kita untuk bersama melawan badai fitnah dan jahiliyah yang menantang.

Ahad, 24 April 2011

MY BEATY AB'YADHY

0


Motor. Sungguh tidak pernah terlintas di minda untuk mengenderai sepada beroda dua ini sepanjang hidupku. Sejak sekolah rendah (sekolah dasar) diri trauma pada yang namanya motor berikutan beberapa kejadian (insidens) yang pernah berlaku yang melibatkan penunggang motor. Termasuklah kemalangan (kecelakaan) yang pernah ku saksikan dengan mata kepalaku sendiri, guru yang sangat akrab denganku meninggal dunia (berpulang) gara-gara terlibat dalam kecelakaan sewaktu menaiki motor, termasuklah kecelakaan yang sendiri ku alami saat mengendalikan kereta (mobil) dan melangar (menabrak) penunggang motor (orang yang menaiki sepeda motor) yang akhirnya menyebabkan diri turut trauma untuk mengendalikan kereta (mobil). Juga kerana kecelakaan salah seorang teman KKN ku sewaktu kami masih belum menyelesaikan program wajib tersebut.

Pertama kali diri menaiki motor adalah sewaktu dalam pogram wajib universiti (universitas) KKN. Kerana berada di kawasan kampung yang berada agak pedalaman dan tiada kenderaan awam (angkot) yang sudi untuk masuk ke kawasan kampung tersebut, maka diri terpaksa menaiki motor teman posko untuk bergerak ke lokasi-lokasi aktiviti (aktivitas).itu juga dibonceng oleh teman posko yang baik hati. Pertama kali.. diri hanya mampu memejam mata dengan erat dan memegang baju temanku kemas-kemas. Takut kalau sesuatu terjadi. Takut kalau sesuatu yang tidak diingini menerpa. Mulut tak henti-henti berkumat kamit membaca doa dan mengucap kalimah syahadah. Saking beratnya bebanan perasaan yang menendang dinding dada. Temanku agak mengerti. Maka dengan penuh hati-hati dan perlahan dibawa (setir) motornya agar hilang gugup didada. Agar yakin dengan pembawaannya.

Kali kedua agak stabil. Mata sudah mula berani untuk dibuka. Dan begitulah seterusnya hingga diri sudah mulai terbiasa untuk menaiki kenderaan beroda dua tersebut. Hingga pernah diri menaiki motor (dibonceng) sepanjang 4 jam perjalanan merentasi 3 daerah dengan menaiki motor. Jalan yang agak curam dan berbukit benar-benar mampu meningkatkan hormone adrenaline dalam badan hingga jantung sempat berdegup agak kencang melihat mehnah dijalanan. Namun akhirnya perasaan itu hilang jua setelah teman yang memboncengku ternyata ekstra hati-hati dalam mengendalikan (menyetir) motornya hingga perasaan seronok (seru) bertandang datang.

Mengenangkan hari kemarin, rasanya tidak percaya kalau hari ini diri sudah berjaya memiliki my beaty abyadhy. Sebuah motor matic (skuter) keluaran Honda yang mencecah harga 14juta Rupiah sebagai kenderaan peribadi. dan lebih parah lagi apabila belajar menunggangnya (menyetirnya) setelah ia dibeli. pendek kata, mahu tidak mahu arus berani untuk mengenderainya (menyetirnya).Tuntutan dunia klinikal yang memaksa diri untuk memilikinya lantaran harus berpindah rumah sakit yang tidak dekat jaraknya, menghadiri diskusi dan menemui pembimbing (dokter residen) dihospital (rumah sakit) yang berbeza, oncall (jaga malam) yang tidak tentu jam pulangnya dan pelbagai lagi asbab dan musabab yang menekan.

Walau pada awalnya ummi amat berat hati untuk memberikan izin, namun berkat ayah yang sentiasa positif dan percaya pada diri, akhirnya mereka tetap mengizinkan. Iyalah, ibu mana yang tidak membimbangkan keselamatan puterinya yang jauh dari keluarga? Terdampar di negeri orang tanpa ada yang bisa dijadikan tempat bergantung. Terima kasih ayah. Terima kasih ummi. Terlalu besar jasa kalian buat anakmu ini..

Sabtu, 23 April 2011

AMAZING SNORKELING AT PUNTONDO, TAKALAR.

0


Dusun Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Mangngara' Bombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Mungkin tidak banyak yang tahu daerah teluk yang terletak di kaki pulau sulawesi ini. Puntondo merupakan salah satu alternatif wisata yang bisa di acungi jempol. Hamparan laut lepas dan pasir putih makin menempatkan Puntondo sebagai obyek observasi wisata yang sangat indah.

Dengan menempuh jarak 60 km dan waktu 2 jam setengah ke selatan dari Kota Makassar kita sudah sampai ke tujuan. Dengan akses jalanan yang sudah baik memudahkan kendaraan mobil(kereta) dan motor.sepanjang perjalanan akan terlihat hamparan pantai dan hutan.bertempat di PPLH(Pusat Pelatihan Lingkungan Hidup) Puntondo, kita dapat menikmati fasilitas - fasilitas penginapan berupa bungalow dan asrama ,resotran, aula dan perpustakaan. Daerah yang luas arealnya sekitar 5 hektar ini ditumbuhi ribuan pohon rindang sehingga menjadikan tempat ini sejuk walau berada di bibir pasir putih.di PPLH juga dapat dijadikan pelatihan lingkungan hidup bagi pelajar baik yang mulai dari TK hingga Mahasiswa dan terbuka juga untuk kalangan umum.para pengunjung dapat menikmati air laut dan pasir putih tanpa dipungut biaya.

Selain sebagai pusat lingkungan hidup,kita juga dapat menikmati wisata pantai dan bahari.PPLH yang berdiri pada tahun 1998 dan beroperasi sejak tahun 2000 ini menyediakan Speed Boat untuk menyusuri terumbu karang (batu karang) yang sengaja di pelihara dan dilestarikan oleh penduduk setempat.para pengunjung dapat melakukan kegiatan Diving dan Snorkling yang seluruh peralatannya disiapkan oleh pengelola PPLH Puntondo. Keindahan terumbu karang di Puntondo dapat disandingkan dengan keindahan terumbu karang di Wakatobi dan Bunaken.

PPLH membantu masyarakat yang sebagian besar pengumpul rumput laut untuk mengelola rumput laut menjadi bahan makanan meliputi ,sirup rumput lau,stik rumput laut,agar-agar dan dodol rumput laut yang nantinya akan di pasarkan di pasar terdekat.

Pengalaman pertama snorkeling. Amat mendebarkan dan mengasyikkan. Diri yang tidak tahu berenang dengan penuh pecaya diri dan semangat yang tinggi berani untuk menjalani snorkeling di kawasan pantai berterumbu karang dengan kedalaman 10 meter dari dasar laut. Tentunya dengan bekalan life jacket dan juga google serta alat bantu pernafasan. Di situ kami diajarkan untuk menyeimbangkan pernafasan melalui mulut dan belajar asas berenang.

Waktu berada ditengah laut, tiba-tiba merasa betapa kerdlnya diri di hadapan Allah. Sendirian mendengar degupjantung, dan menghitung suara nafas, tiada ada siapapun yang dapat menyelamatkan diri jika sesuatu terjadi kecuali Allah yang sentiasa menjaga kita. Paru yang tidak pernah lelah mengembang walau hebat ditantang air laut yang menekan dada, jantung yang tidak penat memompa walau anggota tak lagi mampu bertahan dengan daya yang diberikan air lautan. Begitulah hebatnya kekuasaan yang dimiliki Allah.. sungguh, DIA lah yang menjaga semua hal supaya berjalan sesuai dengan qudrahNYA.

Berbalik pada snorkeling, berpeluang menyaksikan keindahan alam bawah laut yang indahnya, Subhanallah, seakan kaku lidah untuk menafsirkannya. Terumbu karang yang berbagai warna dan rupa, ada berwarna merah pekat, ada yang pink, ada yang hijau da ada yang unggu. Terbuai-buai, liuk lengkok mengikuti irama gelombang laut. Ada kawanan ikan berbagai warna dan rupa lalu lalang seakan sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ada tapak Sulaiman gergasi berwarna oren yang sangat indah. Subhanallah.. Subhanallah.. betapa cantiknya ciptaan Allah. Semoga masih berpeluang untuk berkunjung ke sana suatu hari nanti.

Jumaat, 22 April 2011

MET MILAD UMMIKU..

0



Tertanam naluri keibuan amat mendalam
Dijiwa insan yang mendamba kebahagiaan
Oh ibu..

Dibahumu tergalas beban
Perjalananmu penuh rintangan
Kau titipkan kasih saying
Sejujur pengorbanan
Takku nafikan..

Disaat kita berjauhan
Terasa ingin ku berlari
Mendakapimu penuh girang
Bak si kecil kehilangan

Kau insan penyayang
Betapa ku merindu
Lembutnya belaian ibu
Membuatku terlena

Di wajah terlukis tenang
Debar di dada kau sembunyikan
Ku pastikan dikau aman
Dikurnia sejahtera
Tak kan ku lupakan

Tiada aku tanpa ibu
Hanya kau satu di dunia
Bertakhta kau di jiwaku
Kaulah ibu yang tercinta

Kau insan pengasih
Betapa ku mengharap
Hadirnya restumu ibu
Membawaku ke syurga

Bersemi belaian kasih saying nan berpanjangan
Darimu insan yang mendoakan kebahagiaan anak-anakmu
Oh ibu…

Khamis, 21 April 2011

NYANYIAN LAGU LANGKA

0

~bersama teman-teman Indonesian yang berbaju kurung [exciting mode : ON]~


Memasuki dunia klinikal, bagian (department) pertama yang kulalui adalah bagian Radiologi. Radiologi adalah salah satu cabang dalam ilmu kedokteran yang digunakan untuk melihat bagian tubuh yang menggunakan pancaran atau radiasi gelombang. Baik gelombang elektromagnetik mahupun mekanik. Pada awalnya frekuensi yang dipakai berbentuk sinar X (X-ray), namun kemajuan teknologi moden memakai pemindaian (scanning) gelombang sangat tinggi (ultrasonic) seperti ultrasonography (USG) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Tanggal 4 April 2011, menjadi permulaan kepada proses pembelajaran aktif sebagai mahasiswa klinikal. Kami disambut hangat oleh Gebenur, Dr.Yasin yang merupakan dokter residen (dokter yang sedang melanjutkan pelajaran untuk menjadi specialist). Apa yang agak mengagetkan adalah “tradisi” yang diamalkan di bagian Radiologi buat coas (clinical student) Minggu Satu* yaitu “menyanyi”. Pertama kali diri mendengar tradisi itu dari teman-teman yang telah melalui bagian (department) ini, diri menginterpretasikan sebagai “nyanyian foto (films interpretation)” sepertimana yang pernah diajarkan di clinical skill lab sewaktu masih dijenjang pendidikan teori dahulu. Namun setelah melapor di bagian, ternyata “menyanyi” yang dimaksud temanku adalah bnar-benar menyanyi. Disebabkan diri asli dari Malaysia, dokter meminta untuk dinyanyikan lagu Malaysia = lagu Siti Nurhaliza. MasyaAllah..waktu itu hanya mampu memohon bantuan dari Allah yang Maha Kuasa. Dan Allah SWT Yang Maha Mendengar lansung memberikan huluran simpatiNya. Dokter tidak terlalu memaksakan dan diberi waktu sampai hari Senin (Isnin). Alhamdulillah.. terima kasih Ya Allah kerana dipermudahkan.

Minggu hadapannya, sewaktu junior mingguku (kami selesai menjalani pendidikan minggu 1 dan akan beralih ke pendidikan minggu 2), dokter resident senior yan turut menghadiri perkenalan dengan Minggu Satu memaksa seluruh coas (clinical student) Minggu Satu untuk menyanyikan sebuah lagu per orang. Kata dokter tersebut, jika mereka tidak mahu mematuhi arahan tersebut, mereka akan diberikan sanksi (denda/hukuman) serta tidak diperbolehkan untuk mengikuti bimbingan khusus (tuition) menjelang ujian akhir di Radiologi. Wah, pilihan yang benar-benar kejam. Namun tiada jalan lain. Yang senangnya, menyanyi saja. Mahasiswa tidak boleh protes. Hanya pasrah dengan system yang sedia ada. bila berhubung dengan tradisi/budaya/hokum ciptaan manusia, pasti ada ketidakadilan. Pasti ada hal yang kita tidak bisa untuk akur lantaran percanggahannya dengan hokum syarak. Yang mampu untuk membantu kita untuk menghadapi situasi-situasi seperti ini hanya Yang Di Atas, Penguasa seluruh alam dan pemilik mutlak hati yang menjadi raja diri semua insan di dunia ini.
Dari situ merasai betapa pentingnya kita menjaga hubungan kita dengan Allah. Bila berhubung dengan manusia, kita tidak dapat menebak sebarang kebarangkalian apa yang bakal berlaku pada kita pada hari esok, namun Allahlah yang mampu menjaganya untuk kita. Maka yakin pada Allah dan sentiasa berdoa semoga kita dipelihara olehNya dalam sebarang situasi.

Di akhir kepaniteraan kami di Radiologi, baru diberi penjelasan secara medis oleh dokter senior tersebut bahawa menyanyi dapat mengaktifkan sel-sel neuron di otak dan meransang otak kanan yang berperan (berperanan) dalam penyusunan dan penyimpanan memori jangka panjang berkaitan dengan kalimat-kalimat. Menyanyi juga dapat melatih otak supaya mengingati informasi yang didapatkan secara teratur (lirik yang harus tepat pada setiap rangkap). Kemahiran ini sangat berguna di bagian (department) Radiologi memandangkan kami dituntut untuk mengingati nyanyian (interpretation) kepada kelainan-kelainan yang ada pada setiap foto.

Catatan kaki: * di Unhas, mahasiswa klinikal dirujuk mengikut minggu pendaftaran di setiap department kerana menerima pendidikan yang khusus selama 1 minggu berikutan keterbatasan waktu yang tersedia. Maka mahasiswa dituntut untuk menguasai setiap pembelajaran yang diperoleh setiap harinya.

Khamis, 14 April 2011

SURAT BUAT MENANTUKU

0


Sambil tangan menaip (mengetik) problem based learning report (refarat), mata semakin berat untuk bertahan. mata sempat mengerling ke jam tangan (arloji). 1.04 menit..huh?sudah kurang lebih 5 jam setengah mata, tangan, dan otak memeras tenaga, bekerja untuk menyiapkan tugasan ini. patutlah badan seakan mulai memprotes. I need a little break.

Terbaca sebuah tulisan, luahan hati seorang ibu terhadap bakal menantunya. Merasakan begitu bagus untuk dishare di sini. sebagai peringatan kepada kita sebagai bakal menantu mahupun sebagai ibu mertua.. mampung lama juga sudah tidak update blog..

~semoga bermanfaat~

Duhai gadis, yg baru ku kenal.
Tahukah kau, dia putraku, lahir dr rahim suciku, kupertaruhkan hidupku u memilikinya, anak kesayanganku yg sepanjang hidupx ku besarkan dgn segenap rasa cintaku..
Tangan renta ini yg mengankat tubuh mungilnya, menyuapinya, menyeka air matax, dan memelukx dlm dekapanku..

Duhai gadis, tahukah kau betapa besar rasa cintaku padanya? Bahkan aku tak mampu membayangkan bila ada yg merebutnya dr dekapku..

Tahukah kau gadis? Betapa bangga ku rasakan ketika dia mulai beranjak dewasa? Menatapx tumbuh mjadi laki2 tegap dan tampan.. Seulas senyumx mengingatxku pd senyuman ayahx yg sgt ku cinta..

Betapa hati ini terus diliputi rasa bangga dan buncahan cinta padanya.. Kebangganku.. Putraku..

Berbagai prestasi dia ukir dan memahatx bangga tak terperi dalam lubang rasaku.. Dan ku slalu mrasa puas menyebutnya putraku..
Tak sdktpun dia prnh mengecewakanku.. Tak pernah..

Gadis, tahukah kau, betapa haru hatiku, ketika ku melihat perubahanx, mencoba mengenal Diennya lebih dalam dr yg kami ajarkan padanya.. Dia menjadi laki2 sejati, laki2 yg dirindukan syurga.. Aku smakin sayang padanya. Putraku, kini yg malah mengajarkanku bnyk hal.. Mendakatxku padaNya, pada Rabbku yg slama ini ku kenal dg sederhana krn kebodohanku. Tp ku tak malu, mamun sebaliknya, aku smakin bangga pdnya.. Putraku, cahayaku..

Namun, smua rasa itu berubah mjadi takut, cemas dan khawatir..
Ketika dia mnyampaikan pdku keinginannya. Dia ingin menyempurnakan agamanya..
Yah.. Dia ingin membngun rumah tangganya sendiri..
Dan, dia telah memilih, kaulah gadis beruntung itu..

Gadis, tahukah kau? Betapa cemburuku padamu? Yah, aku sgt takut kehilangan putra kesayanganku. Takut kau merebut smua perhatiannya dariku. Takut kbradaanmu, memalingkanx dariku.. Kau akan merebutx, dan aku cemburu..

Namun, kmbli ku sadari, putraku tak akan memilih wanita sembarang.. Ku yakin kau punya kelebihan yg membuatx memilihmu, dan ku mulai menata hatiku..

Duhai gadis pilihan putraku..
Ku harap kau memiliki tangan yg lbh lembut dariku, krn ku tak mau kau melukai putraku..
Ku harap kau mpunyai senyum yg lebih sejuk dariku.. Krena kelak, dia akan dtg padamu dalam tiap galaunya, u mencari ketenangan..
Ku harap, kau memiliki pelukan yg lbh hangat dariku.. Krn ku ingin hatinya selalu damai dlm dekapanmu..
Ku harap, kau mempunyai tutur kata yg seindah embun, krn ku tak ingin dia mendengar kata2 kasar dlm hidupnya..

Duhai gadis pilihan putraku.. Jadilah anakku.. Agar tak pernah ku mrasa kehilangan putraku krn kehadiranmu..
Jadilah sahabatku.. Agar kau dpt mencurahx rasamu padakku kelak..
Jadilah rekanku.. Agar bersama2 qt membahagiakan laki2 yg sama2 qt cintai..

Untukmu gadis pilihan putraku.. Selamat datang d istana kami.. Penuhilah dgn cinta dan kasih.. Semoga kau bahagia mjadi bagian dari kami..

Padamu gadis pilihan putraku.. Akupun akan mencintaimu..

---***---

aztriana. Selasa 130410.. Makassar.. 17.39
^_^

Rabu, 30 Mac 2011

HARI LAHIR IDA

2

Alhamdulillah, 28 Mac lalu, genaplah usia sahabatku Ida 24 tahun. Usia pemuda yang mengalir di dalamnya darah semangat dan kecekalan yang tinggi. Mengimbau hari-hari semalam yang ku lalui bersama Ida sangat memberi kesan yang tersendiri. Jujur, diri ini banyak belajar dari ketelusan, kecekalan serta sifat sensitive yang menyelimuti diri srikandi tersebut.

Melihat kelibat gadis yang terbungkus litup dalam jubah hitam dan tudung ala gadis arab sambil mata tersenyum simpul di bawah payungan pelangi akibat gerimis soreitu, serta merta otak ligat menghemburkan kisah-kisah pertemuan semalam yang unik dan aneh. Dari pertama kehadiran Ida di tanah Makassar ini hujung tahun 2009, diri lebih banyak mengenalinya lewat nama. Ya pelbagai hal yang mengejutkan berkenaan dirinya yang menyapa halwa telinga. Tanpa pernah secara tepat bicara lansung sama empunya badan.

Antara hal yang sangat terkesan pada diri sewaktu Ida menyatakan hasratnya untuk memakai niqab (purdah/hijab/cadar). Sewaktu itu, bagai satu dunia menentangnya. Tapi Allah mencampakkan keyakinan di hati ini bahawa dia akan sanggup untuk mengharungi badai tentangan yang menghadang. Dan tanpa mempedulikan pendapat-pendapat yang tidak membantu, dia melangkah gagah, menjadikan niqab sebagai suatu turning point atau nokhtah bidayah yang baru untuk berubah total menjadi seorang yang lebih baik. Annajah buat keimanan. Subhanallah.. diri belajar banyak dari gadis itu bahawa jangan pernah bertangguh untuk melakukan kebaikan. Apabila kita mulai melangkah untuk merubah kejahilan kita menuju cahaya Allah yang terang, insyaAllah walau kita tak punya kekuatan ilmu dan kaedah, Allah pasti akan membantu kita dan memguatkan pendirian kita. Harus yakin itu.

Banyak orang kata, takut pakai niqab tidak mampu untuk istiqamah, tapi Ida jelas kenapa identiti niqab yang dipilih untuk menjadi identiti peribadinya. Dia tahu betul kelemahan dan kekuatan dirinya dan itulah yang membantu dia untuk istiqamah. Pengetahuannya tentang niqab telah lama dibangun sebelum ia menunjahkan sebuah kekuatan guna di aplikasikan ke dalam reality hidupnya. Namun, identity seperti itu tidaklah menjadikan pola pemikirannya rigid terhadap sesuatu hal hingga membataskan seluruh kehidupannya, sebaliknya dia menggunakan segala kekuatan yang dipunya untuk membangun kualiti komunikasi dan jaringan persahabatan yang luas.

Hakikatnya semua orang tidak sempurna. Tiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing namun kebanyakan manusia lebih suka untuk menyingkapi kelemahannya orang lain daripada banyak belajar dari kelebihannya.

Bahagia rasanya masih diberikan Allah peluang untuk keluar bersama adik-adik 09. Walaupun hanya sekadar makan-makan dan tazkirah ringkas, namun sebenarnya ia merupakan sebuah makan malam yang tarbawi. Makan malam yang masih dalam lingkungan untuk menguatkan taaruf (perkenalan) dan membina rasa kasih yang lebih dalam terhadap sesama sahabat. Contohnya diri baru tahu malam ini kalau kegilaan Ida terhadap sushi hingga suka sekali pada yang namanya sushi mentah. Mengambil peluang untuk mencicipi sedikit makanan kegemaran Ida tersebut walaupun rasanya masyaAllah tidak sanggup esophagus menjalankan peristalsis untuk menolak makanan tersebut ke jihat perut yang menggelodak tanda protes.

Dari makan malam ini juga baru mengetahui kalau makanan berasaskan beras Jepun (Jepang) dan berlauk ini tidak mampu melalui tekak Natrah dan Fini untuk menelannya sampai ke perut (lambung). Namun mereka tetap hadir untuk melengkapkan kebersamaan. Aine, Ima, Azurin, Fatimah, Najwa, Nini, Aqilah berkondisi sebaliknya apabila terpancar dari sinar mata mereka yang teruja untuk mencuba sesuatu yang baru (sushi dan menu jepun/Jepang yang jarang ditemui).. pelbagai menu dipesan guna melunaskan deria rasa yang semakin ingin tahu (penasaran).

Semoga sahaja Allah memelihara diri ini, si Birthday Girl Ida serta adik-adik semuanya dalam rahmat dan kasih sayangNya..




RABITHAH HATI

Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma'rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela