Skinpress Rss

Ahad, 23 Januari 2011

MET MILAD UKHTI FILLAH

0





Selamat ulangtahun buat sahabat dunia akhiratku kak Soolihah dan Ummi Kalsom.. semoga peningkatan ilmu seiring dengan usia yang menginjak dewasa..

Menapaki hari-hari dihadapan yang penuh onak dan cabaran, semoga kalian tetap tegar dan tabah menghadapinya.. yach, SEMANGAT TEMAN-TEMAN!! ^_^

Hari lahir yang penuh tarbiyah pada tahun ini. Allah izin, MARA belum memasukkan wang perbelanjaan bulanan hingga menyebabkan semua orang dalam keadaan yang agak terdesak. wand di bank juga cuma tinggal Rp100 000. wang terakhir. Memutuskan untuk makan bersama dikamar dengan menu special nasi goreng. kalau tahun-tahun sebelumnya kami pasti keluar makan bersama-sama direstoran dan sebagainya pada hari lahir, namun tahun ini cuma mampu memasak nasi goreng.

Namun sebenarnya inilah yang justeru mamaut kemas ukhuwwah.. nikmatnya terasa dalam susah atau senang dihadapi bersama...

Khamis, 20 Januari 2011

RAHMA..MET ULTAH

0


RAHMA SYAM.. mengimbau hari-hari yang kulalui denganmu penuh mematri makna yang tersendiri. Tangan bertaut huluran salam bersambut tika takdir menemukan kita dalam Program Kerja Nyata (KKN) di pendesaan. Walau selama ini menuntut dikampus yang sama namun tak pernah saling mengenali sebelumnya lantaran tiada peluang untuk berbuat seperti itu.

Rahma, kaulah teman pertama yang berjaya meruntuhkan tembok perbedaan yang menggunung tinggi. Menghancurkan jurang pemisah yang kuat merantai hati. Sebelumnya mungkin kerna beda budaya, bahasa, usia, cara dan pola pemikiran hingga menyebabkan diri begitu terbatas untuk bergaul mesra dengan teman-teman beda Negara namun kerna ada kamu, segalanya itu berubah total.

Kata orang, persahabatan itu mulai akrab tatkala kita memiliki titik persamaan. Apa yang menarik diriku padamu adalah sewaktu kau meminta diri membangunkanmu untuk bersama mendirikan solat tahjud di sepertiga malam hari. Sebelum itu aku hanya bangun sendiri. Ternyata setelah ada dirimu menemani, ibadah itu semakin bahagia untuk dikerjai. Setiap pagi pasti kita berlumba-lumba untuk saling membangunkan. Mendirikan solat memperkukuh bacaan Al-Quran. Sewaktu subuh mulai menjengah, kita bekerjasama membangunkan teman-teman yang lain untuk melaksanakan tuntutan sebagai hamba yang taat. Sedar tak sedar itu menjadi rutin harian. Kala dinihari memerhati.

Langit fajar sebagai saksi. Ya, langit itu unik dan indah. Mula-mula gelap lalu perlahan-lahan menjadi terang. Warnanya juga mengagumkan. Perpaduan warna yang bermacam-macam dan selalu berubah setiap saat. Proses perubahan yang begitu lembut sehingga tidak disedari oleh mata manusia sampai perubahan itu terjadi. Campuran warna yang tertoreh di langit itu, terlalu indah sehingga sulit sekali untuk digambarkan. Begitulah perjalanan persahabatan kita Rahma. Bermula dari perkenalan yang singkat, berlahan-lahan berubah..berkembang dengan kasih sayang dan kebersamaan. Hal-hal yang kita lalui bersama mengakrabkan lagi persahabatan antara kita..

Seninya pada perbedaan yang melatari siapa diri kita sebenarnya. Dibesarkan dalam suasana budaya dan kehidupan yang cukup berbeda namun campuran warna itu kelihatan amat indah apabila teradun bersama. Kerana asasnya tetap pada paksi jitu.. Sumber yang Satu yakni Allah SWT, Pemilik Mutlak segala persamaan dan perbedaan. Indah persahabatan letaknya pada sifat toleransi dan saling memerima apa adanya serta saling menghargai.

Masih ku ingat saat diri terpaksa menghadiri rapat baksos, dirimu yang sangat khawatir lantaran lamanya rapat tersebut. Beberapa kali sms mu masuk menghiasi layar telefon bimbitku menanyakan keadaanku dan dikau tidak penat menyuruhku menghubungimu usai rapat supaya kau bisa menjemputku di Puskesmas Tolo’. Perhatianmu setiap saat cukup terkesan dihati.. temanku..

Kebersamaan kita, mematri kebahagiaan yang tak bertepi. Diri pasti tidak akan melupakan saat-saat bersamamu menikmati fajar yang merona menghiasi langit pagi sewaktu kita ke pantai.. bagiku itu adalah fajar yang paling sempurna yang aku nikmati. Berbuka bersama sewaktu dalam perjalanan ke Mesjid Raya, berterawih bersama selama puasa. Diri juga tidak akan bakalan lupa saat-saat manis ketika kita bertukar cerita (curhat).. saat dikau menggenggam tanganku dan menyatakan semuanya akan baik-baik saja. Walau hakikatnya usiamu jauh lebih muda, tapi adakalanya perhatian dan sifat melindungimu layaknya kakak yang lebih tua.

Paling tidak dapat kulupakan adalah saat dikau mengalirkan air mata lantaran kesedihan mengenangkan diriku bakalan pulang ke Malaysia untuk berhari raya (lebaran).. saat itu kau setia datang ke Praktek dokter gigi untuk menemaniku sementara masuk menemui dokter. senyuman manis menghiasi raut wajahmu tatkala berpisah sambil tanganmu menghulurkan bungkusan songkolok, makanan tradisi yang sering menjadi sebutan dikalangan anak-anak. Keadaan waktu itu seakan diri akan pulang buat selamanya. Ketahuilah sahabatku, itulah pertama kalinya dalam hidupku sepanjang menuntut ilmu di sini merasa begitu berat hati untuk meninggalkan tanah Sulawesi ini. kerana di sini ada kamu Rahma.. ada teman-teman Tolbar lain.. kalian sudah seperti keluarga dekatku.

Rahma, ingin ku ucapkan ribuan terima kasih atas kebaikanmu. Selamat Ulang Tahun sahabatku.. semoga hari-harimu akan dipenuhi kebahagiaan yang tak bertepi. Semoga impianmu akan berjaya kau kecapi dan semoga dirimu akan diselimuti kasih sayang Ilahi hingga ke akhir nanti..

Walau suatu masa kita kan terpisah jauh namun hati kita selalu dekat.. kenanglah memori hari ini sewaktu kita masih bersama sebagai suatu kenangan indah yang kekal diingatan. Bila kau rindu pejamkan matamu.. dan rasakan aku..

Rabu, 19 Januari 2011

SUKSES BUTUH PROSES

0

KESUKSESAN.... (dunia & akhirat)...

tidak ada yang datang dengan serta merta


KESUKSESAN harus melalui suatu PROSES...
PERJUANGAN adalah suatu PROSES
...KESEDIHAN adalah suatu PROSES
PENDERITAAN adalah suatu PROSES
KETIDAKNYAMANAN adalah suatu PROSES
KEGAGALAN adalah suatu PROSES

Dan ingat...
KESABARAN adalah SYARATnya
KEIKHLASAN adalah NYAWAnya
Dan RASA SYUKUR adalah OBATnya

(OFA)

Selasa, 18 Januari 2011

MENJADI DIRIKU

0


Tak seperti bintang di langit
Tak seperti indah pelangi
Karena diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya

Wajahku ya memang begini
Sikapku jelas tak sempurna
Kuakui ku bukanlah mereka
Ku apa adanya

Menjadi diriku
Dengan segala kekukurangan
Menjadi diriku
atas kelebihanku

terimalah aku, seperti apa adanya
aku hanya insan biasa, tak mungkin sempurna
tetap kubangga, atas apa yang kupunya
setiap waktu kunikmati, anugrah hidup yang kumiliki

-Menjadi Diriku-
Edcoustic

Isnin, 17 Januari 2011

ASBAB LEMAHNYA MUSLIMIN

0


Apa yang menyebabkan lemahnya kaum muslimin?

1) Da’iful aqidah (lemahnya aqidah)

Jika kita lihat masyarakat sudah terjangkit penyakit kurafat. Terutama kita lihat dalam masyarakat Jawa yang masih memegang ajaran Hindu yang diasimilasikan ke dalam Islam. Masyarakat masih kuat mempercayai jimat dan tangkal yang dikatakan bisa menyelamatkan mereka daripada bala dan sebagainya.

Sesungguhnya aqidah salimah itu perlu dibumikan. Yakni aqidah ahlussunnah wal jamaah. Aqidah itu adalah tapak kepada binaan Islam yang mana jika tapaknya tidak kukuh (kokoh) bagaimana mungkin kita berjaya mendirikan bangunan yang mampu bertahan saat ujian melanda. Oleh kerna itu, dalam persoalan agama, aqidahlah perkara pertama dan paling utama yang harus tuntas.

2) Da’ifu Attarbiyyah (lemahnya tarbiyah)

Sistem pendidikan nasional yang mendominasi kita sekarang tidak mampu melahirkan sahsiah-sahsiah yang bagus dan unggul. Lihat saja matapelajaran agama yang diajarkan dalam kurikulum sekolah, hanya 2 jam perminggu (dalam sepekan). Waktu yang terlalu singkat walau hanya mahu membahas isu(soal) aqidah hingga tuntas. Peruntukan waktu ini tidak kompiten untuk melahirkan syahsiah Islamiyah ke dalam peribadi siswa.

Apa yang ingin kita bawa adalah model pembinaan yang komprehensif. Yaitu sistem tarbiyah yang mampu untuk membina peribadi-peribadi atau kader yang menterjemahkan syahsiah Islamiyah ke dalam uslub kehidupan. Yang ingin kita tanamkan dalam jiwa peribadi itu adalah kefahaman yang jelas. Hingga dengan kefahaman tersebut dia mampu merevolusikan perubahan ke dalam dirinya dan membentuk peribadi sepertimana dalam acuan Allah. Yang ingin kita lahirkan adalah peribadi yang melakukan perubahan pada dirinya kerana faham dan sadar. Atas kemahuan dirinya sendiri demi mentaati perintah Allah SWT.

Memang benar semua orang ingin berubah tapi sejauh mana perubahan itu didasarkan kepada kefahaman yang jelas dan mantap? Nah disinilah penting dan perlunya kepada manhaj dakwah yang mengendalikan tarbiyah secara komprehensif dan bersistem.

3) Dai’fu fi tsaqafah (lemahnya pengetahuan)

Pemahaman dan dan ilmu itu wajib dimiliki oleh setiap mukmin. Amal tanpa ilmu, sesat. Ilmu tanpa amal, sia-sia. Menurut Abdullah Naseh Ulwan, minimal seorang daie itu harus menghafaz Al-Quran, sekian juzuk, memiliki Tafsir Ibnu Kathir, Sirah Nabawiyah, Buku Ilmu Nafsi (Psikologi).

Daie(murabbi) harus mampu menempatkan diri itu adalah salah satu uslub dakwah. Selain itu juga mampu menjadi pemimpin, tempat curhat, sebagai rujukan. Orang yang tidak mempunyai sesuatu takkan mampu untuk memberi. Maka atas desakan inilah perlunya kita memiliki pengetahuan yang luas berkenaan sesuatu ilmu .

4) Dai’fu dakwah (lemahnya dakwah)

Daie itu ibarat tukang di bengkel yang mana apabila melihat motor yang rosak, sentuhan tangannya mampu untuk mengubah motor rosak tersebut menjadi motor yang sehat. Dia harus tahu apa yang mahu dibaiki dan apa yang harus diganti.

Daie juga harus berfikiran seperti petani. Dia harus memilih bibit yang paling unggul untuk ditanam. Setelah ditanam, dilihat lagi apa yang kurang. Kemudian dari kekurangan tersebut dilakukan penambahan supaya ia bisa berkembang. Supaya tarbiyah itu tumbuh dan sehat. Sudah ditanam, dipupuk, diteduhi, diairi, ia harus pula diracun rumput-rumput dan serangga yang cobamerosakkannya. Kita harus sentiasa jaga tumbuhan tersebut hingga ia berbuah.

Attarbiyyah madal hayah. Tarbiyah itu berlaku sepanjang hayat. Pendakwah juga perlu ditarbiyah. Jangan kita menfuturkan diri dengan tidak ditarbiyah dan tidak mentarbiyah. Jika kita tidak mahu untuk ditarbiyah maka kita akan tercicir dari jalan ini. Allah berapa kali menyebut tentang pentingnya bergerak dalam bentuk berjemaah. Dakwah ini takkan mampu untuk dipikul bersendirian. Kita harus mencari tangan orang lain agar bisa bersama-sama memikul bebanan dakwah ini. Sesungguhnya dakwah ini adalah jalan yang telah dipilih dan dilalui oleh para rasul.

Jalan menuju syurga Allah itu dihampiri dengan kesulitan-kesulitan kerna itu ia hanya mampu dilalui oleh orang yang memiliki pemahaman yang kuat dan konsistensi yang tinggi.

5)Dai’ful akhlaq (lemahnya akhlak)

Masyarakat hari ini meskipun ramai yang Islam tapi mengamalkan akhlak jahiliyah, budaya jahiliyah. Ummat islam hari ini berserakan dimana-mana ibarat ranting kayu yang berserakan. Tapi siapa yang mahu mengumpulkannya? Bila ranting-ranting ini dikumpulkan barulah ia akan menjana perubahan dan membentuk kekuatan. Terlalu banyak sebhenarnya potensi yang ada dalam diri ummat Islam tapi ia tidak digali dan dikumpulkan. Jadilah masing-masing akhirnya hanyut, tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Seorang dokter misalnya hanya sibuk dengan diagnosis penyakit, kesibukan mengajar, membuka praktek (klinik), menghadiri seminar dan sebagainya. Seorang guru, hanya sibuk memikirkan bagaimana melahirkan pelajar yang cemerlang akedemik, sibuk mengadakan kelas-kelas tambahan (bimbingan belajar). Peniaga sibuk memikirkan bagaimana meningkatkan keuntungan, menaikkan produktivitas dan memaksimalkan tenaga kerja. Potensi-potensi inilah yang harus kita kumpul dalam 1 wadah . semakin banyak yang mampu kita kumpul, semakin kukuh dan solid.

Sabtu, 15 Januari 2011

HUJAN

2


Akhir-akhir ini, langit Makassar sering kali mendung. Beratnya awan yang berarak akhirnya tak sanggup lagi untuk menanggung bebanan dipundak lantas dimuntahkan titisan-titisan jernih yang menurunkan suhu bumi.. Ya..itulah hujan..

Bicara tentang hujan, setiap orang menginterpretasikannya mengikut cara masing-masing. ada yang menyukainya dan ada yang sebaliknya bahkan ada yang menganggapnya sesuatu yang menyusahkan.

Baru habis membaca sebuah buku terjemahan dari Jepun (Jepang), AKATSUKI. Dalam buku tersebut ada satu kejadian (skenario), seorang anak perempuan berusia 6 tahun, Mayuhime kecil sedang bermain "hide and seek" dengan abangnya (kakak) dan dia bersembunyi di balik pokok dekat sebuah sungai. Sewaktu sedang sembunyi, hujan turun dengan lebatnya dan Mayuhime terpaksa terteduh dibawah jambatan. Disana dia bertemu dengan seorang anak laki-laki kecil yang hampir seusianya, Satoshi. Mayuhime kecil yang menggigil kedinginan mulai takut apabila Satoshi kecil menceritakan tentang proses kejadian hujan yang pernah didengar dari kakaknya.

"Pertama, air yang ada di daratan seperti di laut, sungai, danau dan sebagainya dipanaskan oleh matahari sampai menguap. uap itu terus naik hingga menjadi awan. awan selalu bergerak kerna ditiup angin. ketika angin tidak meniupnya lagi, awan akan menjadi berat dan turun sebagai hujan. Hebatkan? Sejumlah air laut dari suatu tempat bisa turun sebagai hujan di tempat lain yang jaraknya mungkin sangat jauh"

Mayuhime kecil terpesona dengan penjelasan Satoshi. "Hebat sekali!! kau juga hebat. Aku harus belajar lebih banyak supaya bisa memiliki pengetahuan yang luas. Biar bisa seperti kakakmu yang pintar dan cantik".. Ya..hujan itu kenangan yang manis. Hujan itu yang memotivasikan Mayuhime.


Namun sebaliknya ada juga terdengar omelan orang-orang di sekeliling Kita,
"Cuaca buruk je akhir-akhir in ye..." Soalnya, kenapa hujan dikatakan cuaca buruk?

Berapa ramai di kalangan Kita yang mengeluh bila Hari hujan?
- Iskk, tak kering la baju kalau asyik hujan je..
- Alahai, hujan laaagiiii
- Tiap-tiap Hari hujan...susah la mcm in
- Payah nak buat apa2 kalau Hujan
- Tak boleh balik lagi, hujan!

Bukankah omelan itu lebih baik digantikan dengan DOA :
"Allahumma syaiyiban nafi'a" (Ya Allah, Ya Tuhan kami! Jadikan hujan ini bermanfaat buat kami).

Hakikatnya, hujan itu rahmat.

"Dan Dia lah (Allah) yang menghantarkan angin sebagai pembawa berita yang menggembirakan sebelum kedatangan rahmatnya (iaitu hujan), hingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halakan dia ke negeri yang mati (ke daerah yang kering kontang), lalu Kami turunkan hujan dengan awan itu, kemudian Kami keluarkan dengan air hujan itu berbagai-bagai jenis buah-buahan. Demikianlah pula Kami mengeluarkan (menghidupkan semula) orang-orang yang telah mati, supaya kamu beringat (mengambil pelajaran daripadanya) ." (Al-A'raf : 57)

Sebenarnya hujan terlalu banyak manfaatnya.
1. Membersihkan udara
2. Menyubur tanaman
3. Membekal air ke empangan

Ini sikit sahaja senarai kebaikannya. Ada banyak lagi.

Kenapa orang selalu "bad mood" bila hujan?

"Hujan tidak, mendung pun tidak, tiba-tiba je bermuram in..?" Macam biasa dengar ayat TU kan ? Seolah-olah sinonim sungguh hujan dengan suasana muram/tak best. Kesian hujan.

Sedarkah Kita? Bila hujan turun, rahmat dilimpahkan buat manusia. Sebab itu, Nabi pun pernah pesan, bila hujan turun, DOA mustajab.

Sekarang ini, di tempat Kita hampir tiap-tiap Hari hujan. Tiap-tiap Hari Ada masa untuk DOA menjadi mustajab. Kenapa lepaskan peluang dengan keluhan sia-sia di saat pintu-pintu langit sedang terbuka?

"Maka Kami bukakan pintu-pintu langit, dengan menurunkan hujan yang mencurah-curah" (al-Qamar : 11)

Maka, BERDOALAH. Semoga Hari ini lebih baik dari semalam. Dan semoga, Hari esok akan lebih baik. Dalam ilmu tasawwuf Dan ilmu-ilmu fardhu Ain lain pun Ada juga mengingatkan Kita tentang kebijaksanaan Allah.

Lihatlah firman Allah yg bermaksud : "Dan Kami turunkan hujan dari langit dengan sukatan yang tertentu, serta Kami tempatkan dia tersimpan di bumi; Dan sesungguhnya Kami sudah tentu berkuasa melenyapkannya." (Al-Mukminun : 18)

Rupa-rupanya Allah turunkan hujan ADA SUKATAN. Baru Hari ini Kita tahu, bahawa Allah turunkan hujan lebat kepada Kita sekarang ini Ada sebabnya, Ada sukatannya. Kemudian, air itu akan disimpan di bumi. Selama mana? Itu semua rahsia Allah.

"Dan Kami hantarkan angin sebagai pembawa air Dan pemindah benih; maka dengan itu Kami menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian kami berikan kamu meminumnya; Dan bukanlah kamu yang (berkuasa menurunkannya atau) menyimpannya." (al-Hijr : 22)

Semoga Ada iktibar untuk peringatan Kita.

"Dan Allah jualah yang mengetahui rahsia langit Dan bumi Dan kepadaNyalah dikembalikan segala urusan. Oleh itu, sembahlah akan Dia serta berserahlah kepadaNya. Dan (ingatlah), Tuhanmu tidak sekali-kali lalai akan apa yang kamu lakukan." (Surah Hud : 123)

Khamis, 13 Januari 2011

HAPPY BIRTHDAY MY DEAR SHAFI

2


Shafira sahabatku.. bagiku perkenalan antara kita sangat unik. Berjalan sepertimana telah teratur dengan sempurna di Loh Mahfuz. Bermula dari kelas Bahasa Inggeris yang secara kebetulan kita ikuti bersama. Auramu begitu kuat. Dalam jangka waktu singkat kita langsung rapat. Hal pertama yang menyentuh hatiku adalah sewaktu ketidakhadiranku dikelas lantaran mengikuti suatu Mukhayyam Tarbawi. Kau bertanya ke mana diri menghilang. Setelah mengetahui alasanku lantas kau berkata “lain kali ajaklah (undanglah) saya jika ada lagi program sebegitu” MasyaAllah, mungkin kerna usia perkenalan yang masih terlalu muda hingga sedikitpun tidak pernah terlintas di fikiran untuk mengundangmu menghadiri program sebegitu.

Usai kelas Bahasa Inggeris tersebut, putaran takdir kian mendekatkan kita. Bertemu lagi di Matrikulasi Pahang (KmPH). Walau tidak sama kuliyah mahupun asrama, kita tetap sering meluangkan masa untuk makan bersama. Menghabiskan hujung minggu untuk memperkuat perkenalan. Apabila surat tawaran USIM menjengah, rupanya Allah masih ingin mendekatkan kita. Kalau di matrikulasi kita menempati asrama yang berlainan, kini ditamhidi, kita menempati rumah yang berjiran pula hingga mengizinkan kita untuk pergi kuliah bersama setiap pagi. Subhanallah betapa indahnya penyusunan Allah untuk kita.


Melalui hari-hari bersamamu sahabatku banyak mengajarkanku arti hidup ini. kau mengajarkanku erti ketabahan dan kecekalan dan keazaman yang tinggi. Semangat kentalmu memotivasikanku untuk turut menyelami lautan kalimat sakti yang diturunkan Ilahi. Dirimu yang mempunyai disiplin yang tinggi membuatkan kita senantiasa menjadi antara orang terawal yang tiba di ruang kuliah mahupun tutorial. Masihku ingat sahabatku suatu saat menjelang peperiksaan, dikau pernah bertanya pak cik bas sama ada terdapat bas yang lebih awal dari yang biasa kita naiki pada jam 7 pagi. Lantas pak cik itu berkata, bas yang kita naiki itulah bas pertama yang berangkat ke kampus setiap pagi. Pak cik terburu-buru keluar dari rumah setelah solat subuh untuk memandu bas tersebut. Senyuman manis terukir dibibirmu tanda puas hati dengan penjelasan pak cik tersebut.

Setiap hujung minggu, kita bersama meluangkan waktu menghadiri qiamulail, liqa’ mahupun program-program umum yang diadakan diluar kampus. Teringat qiamulail pertama yang kita hadiri dirumah kakak di Sg.Merab, kau tidur di sampingku dan sebelum tidur, kau genggam tanganku lantas berkata “terima kasih ye dah bawa saya datang program ini” di susuli dengan senyuman bahagia. MasyaAllah Fira.. sungguh Allah telah membukakan hatimu untuk ini. Alhamdulillah diri juga cukup bahagia bisa bersamamu meniti jalan yang payah ini. semoga kita akan saling mendukung dan saling berpaut hingga ke syurga.

Detik demi detik meniti untaian taaruf membina rasa kagumku pada dirimu sahabatku. Hatimu yang tulus suci cukup menyentuh. Sentiasa dirimu mengambil berat tentang teman-teman yang lain hingga kapan teman ada masalah kau justeru yang pertama mengalirkan air mata.

Teringat sewaktu menghadiri kem Bahasa Arab anjuran university. Kau mengajarkanku asas pertuturan Bahasa Al-Quran tersebut dengan tekun. Ya Allah rindunya saat-saat duduk di sampingmu di ruang kuliah mendengarkan penjelasan guru berkaitan mata kuliyah yang kita ambil. Rindunya pada saat duduk di sampingmu dalam bas dan bercerita tentang keluargamu. Rindu pada saat menghadiri program-program bersamamu.. melihat senyuman manismu yang penuh ikhlas. Melihat dikau menyeka air mata saat tersentuh dengan sesuatu penyampaian. Ketahuilah sahabatku, bahawa pada saat ini, angin sedang memainkan musik yang menabuh sepi dalam kerinduan yang kronis. Rasa yang sudah begitu renta tapi tak pernah menjadi kata-kata.

Terima kasih Ya Allah kerana memberikanku ruang dan peluang untuk mengenali insan yang sangat hebat ini. Terima kasih Ya Allah kerana meminjamkan kepadaku sedikit waktu untuk bersamanya. Sahabatku.. kau akan selalu menjadi keajaiban bagiku.

Shafira sahabatku.. selamat ulangtahun yang ke-23.. semoga Allah mengurniakanmu usia yang berkah, hati yang tenang dan teguh serta jiwa yang ketal. Ilmu yang bermanfaat dan bahagia hingga ke akhirnya. Dan semoga juga Allah menetapkan hati-hati kita untuk terus berada di jalan dakwah dan tarbiyah ini. Sungguh sahabatku.. aku amat menyintaimu kerana Allah..