Skinpress Rss

Jumaat, 17 Disember 2010

ALLAH MENYINTAIMU LEBIH DARI YANG KAU PERLU

0


Tuliskan rencana hidup kita dengan sebuah pensil, tapi berikan penghapusnya kepada Allah SWT. Biarkan Allah menghapus bagian-bagian yang salah dan menggantikan dengan rencanaNya yang indah di dalam hidup kita. Kerana Allah selalu tahu apa yang kita perlukan bukan apa yang kita minta dan Allah tidak henti-henti memenuhi keperluan kita , selama kita berusaha untuk memenuhi keperluan kita sendiri.

"Sesungguhnya Allah menyintaimu lebih dari yang kau perlu"

-IRSYA-

Rabu, 15 Disember 2010

PEMILIK CINTAKU SETELAH ALLAH DAN RASUL

0


MP writer

“Kamu percaya pada jodoh, Fahri? Setiap orang memiliki jodohnya masing-masing. Itu yang selalu kamu bilang. Aku rasa sungai Nil dan Mesir itu jodoh. Senang yah kalau kita bisa bertemu dengan jodoh yang diberikan Tuhan dari langit..”

“Bukan dari langit Maria, tapi dari hati..”

Itulah antara dialog Maria dan Fahri dalam salah satu karya agung Habiburrahman El-Shirazy, Ayat-ayat Cinta. Ya.. permasalahan jodoh adalah antara permasalahan yang seringkali merantai dan membelenggu pemuda pemudi hari ini.

Ada pendapat yang mengatakan bahawa “Jodoh di tangan Tuhan, tetapi manusia harus berikhtiar mencari dan memilihnya.” Pendapat ini baik tapi kurang sempurna. Salahnya dari segi ikhtiar untuk mencari dan memilih jodoh. Pernyataan ini banyak di salah tafsirkan oleh pemuda sebagai ikhtiar atau usaha yang dijalankan hingga menjerumuskan mereka ke kancah percintaan yang tidak islamik lagi tidak menepati syariat Allah SWT. Lebih tepatnya “Jodoh di tangan Tuhan dan manusia wajib berikhtiar mencari dan memilihnya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Tuhan”.. pendapat ini lebih sempurna kerana memang itulah aturan mencari dan memilih jodoh.

Pemuda hari ini memahami usaha/ikhtiar mencari jodoh sebagai memilih orang yang disukai kemudian bermulalah sesi pandang memandang, sms, telefon kemudian bercinta (pacaran). Supaya bila mahu mendirikan rumah tangga nanti senang. Sudah saling menyintai. Padahal, dalam proses percintaan itu telah berlaku banyak hal yang Allah murkai. Adanya berpegangan tangan, berduaan, ucapan-ucapan romantis, bahkan yang lebih parah, zina hati yang terus menerus berlaku. Inilah yang menyebabkan Allah SWT mencabut keberkatannya terhadap sesuatu perhubungan tersebut.

Bukti hilangnya keberkatan Allah dapat kita lihat, berapa banyak pasangan bercinta yang berjaya ke jinjang pelamin? Berapa banyak pula pasangan bercinta yang berkahwin kemudian bercerai? Berapa banyak pasangan bercinta yang melahirkan anak-anak yang derhaka? Berapa banyak pasangan bercinta yang hidup melarat setelah menikah? Itu semua adalah contoh hilangnya berkah dalam sebuah perhubungan.

Berusaha dan memilih jodoh yang dimaksudkan oleh Islam, sebenarnya adalah bagaimana kita mempersiapkan diri kita dengan bekalan-bekalan yang cukup untuk mendirikan sebuah rumahtangga yang berkah, rahmah dan sakinah. Mempelajari ilmu agama dan menjaga batas pergaulan serta aurat kita agar kita dikurniakan Allah SWT jodoh yang sesuai (pantas) untuk kita. Kerana Firman Allah SWT dalam Al-Quranul Karim yang bermaksud:

“dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik(pula)” [Surah An-Nur 24: 26]

Jadi jika kita menginginkan semoga Allah menjodohkan kita dengan pasangan yang baik, maka haruslah kita berusaha untuk menjadi seorang yang baik terlebih dahulu. kalau memikirkan secara logic juga, Kalau kita menginginkan pasangan kita untuk punya sifat setia dan bertoleransi, sedang dalam masa yang sama kita sibuk menjalinkan perhubungan dengan lawan jenis secara tidak syari’ie, adakah Allah Yang Maha Adil akan memberikan jodoh sebagaimana yang kita inginkan? Segalanya bermula dari diri kita. Selain itu, doa juga merupakan usaha yang vital dalam menemui jodoh yang baik. Kerana doa adalah senjata ampuh orang mukmin. Sepertimana yang diajarkan di dalam Al-Quran:

“ Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang bertaqwa” [surah Al-Furqan 25 : 74]

Dari segi memilih jodoh, kita dapat melihat, pemuda pemudi sekarang lebih senang memilih orang-orang yang berada di sekitarnya sebagai pendamping atas alasan kecantikan/ ketampanan (imut + cakep) sebagai ukuran utama. Tak kurang juga yang memilih atas dasar “dia baik” atau “kami banyak persamaan” “dia tu anak orang kaya”dan tak kurang juga kerana “sunyi la seorang diri di sini, kalau berdua kan bagus”. Alasan yang sangat dangkal dan tidak praktikal untuk jangka masa yang panjang.

Memilih jodoh sebagaimana yang digariskan oleh Rasulullah SAW :

Daripada Abu Hurairah r.a bahawa Nabi SAW bersabda:

“ Dinikahi wanita itu kerana 4 perkara : kerana hartanya, dan kerana keturunannya dan kerana kecantikannya dan kerana agamanya. Maka pilihlah yang mempunyai (mengamalkan) agama, ia menyenangkan kamu” (Riwayat Muslim)

Memilih jodoh, bukan sekadar untuk menemani kesunyian, bukan sekadar untuk bersenang-senang dan kerana banyak persamaan. Memilih jodoh adalah untuk kita bersama melayari bahtera hidup ini hingga kita di panggil pulang oleh Allah SWT. Bersama menanam benih amal soleh untuk dipungut hasilnya di akhirat kelak. Supaya bisa menjadi penyejuk mata, penenang hati menongkah arus dunia yang membadai. Kerana itu, sangat perlu untuk kita memilih jodoh yang bisa membantu iman, penguat di waktu lemah, pembantu di waktu susah.

Berdoalah:

“ Ya Allah, jika aku jatuh cinta pada seseorang, cintakanlah aku pada seseorang yang cintanya jatuh padaMu agar aku semakin kuat untuk menyintaiMu.
Jika aku jatuh hati, jatuhkanlah hatiku pada seseorang yang hatinya jatuh padaMu, moga perasaanku tidak dikaburi oleh nafsu.
Ya Allah jika aku jatuh hati, jatuhkanlah hatiku pada seseorang yang menyintai syahid. Moga aku tidak lagi gentar menghadapi maut.
Jika aku jatuh hati, jatuhkanlah hatiku pada seseorang yang berjuang di jalanMu agar aku turut tegar berdiri menegakkan agamaMu.
Jika aku merasai indahnya merindui kekasihMu, kurangkanlah kerinduan indah itu daripada bermunajat kepadaMu di sepertiga malam.
Andai aku menyintai kekasihMu, janganlah biarkan aku melampaui batas hingga aku terlupa bahawa cinta hakiki yang abadi itu adalah cinta kepadaMu..”


Rujukan : Pemilik Cintaku Setelah Allah dan Rasul (Fatimah Syarha Mohd Noordin) & Petua Membuat Orang Jatuh Cinta (dato’ Dr.Hj.Fadzilah Khamsah, Hj.Muhammad zakaria, Fatimah Syarha)

Selasa, 14 Disember 2010

DEMI SEPINGGAN BARO'BO

2


13.12.2010

1.00 pm (siang).Bergegas mencapai beg (tas) serta berlari-lari anak menuruni tangga. Hari ini ada undangan makan-makan di rumahnya teman KKN ku, Hatwin. Sebenarnya acara dimulai jam 11 pagi. Tapi berikutan ada hal penting yang harus diri uruskan, terpaksa menunda waktu untuk ke sana. Dalam kekalutan itu diri disapa oleh seseorang yang menanyakan arah tujuanku. “ke rumah teman KKN”.. jawab diri ringkas.

Mimik berubah. Rona terkejut(kaget) menerpa wajah sang pemilik suara yang ramah bertanya tadi. “What, jumpa balik teman-teman KKN? Shut!! bukan ke sudah hampir 4 bulan lebih KKN berakhir? Fuzah, awak (kamu) kalut begini untuk pergi pertemuan yang paling-paling nanti duduk tak sampai 30 minit then balik (sebentar sekali).. what for? Awak (kamu) tu tak berapa sihat.. sibuk lagi.. why don’t you just give an excuse (kasi saja alasan)? For me, what are you going to do is meaningless..crazy thing and un logic.. tak de effect pun kalau awak (kamu) tak pergi.. mereka takkan kesahpun..lagi pula, awak(kamu) dan mereka tu atas jalan yang berbeza..totally different track.. bukan boleh tolong your medical study pun..useless..takkan lah berkawan dengan orang tiada sebab yang kukuh..just sebab 2 bulan bersama.. insane la fuzah..” wah, ceramah free.. diri hanya tersenyum tipis lantas terus mencampakkan tubuh ke dalam Teksi Putra yang sejak tadi menanti..

Menyandarkan tubuh ke kerusi teksi. Suhu tubuh yang agak panas sebelumnya semakin mereda. Namun rasa tidak enak masih menjalar. Untung sakit tekak (sakit tenggorokan) dan batuk-batuk sudah hilang. Penat akibat kesibukan tadi coba-coba untuk memanjat. Ah, entah kenapa tiba-tiba pula kata-kata teman yang tadi seolah berputar dalam minda sedar. Terngiang-ngiang di telinga. Otak ligat berfikir.
1. Berkorban masa dan tenaga untuk suatu pertemuan yang singkat
2. Memberi alasan untuk tidak pergi
3. Teman-teman takkan kesah
4. Teman-teman dari fakultas berbeza (beda2)--> tidak bisa membantu medical studi
5. “Berteman tanpa sebab yang kukuh = insane + unlogic (sesuatu hal yang gila/ tidak masuk akal)”..

Analisis akhir yang di dapatkan adalah seperti itu. Speechless. Diri juga tidak tahu jawabannya. Hanya menurut kata hati untuk pergi…

Tiba di rumahnya Winda. Kelihatan dia sudah menanti di depan pintu dengan senyuman yang paling manis. Ada kerinduan di balik sinar mata yang bening itu. “ kenapa kelamaan di jalan kak?” persoalan pertama Winda menyapu pergi kelelahan dan stress yang menyelimuti diri akhir-akhir ini. Di dalam sudah ada Uul, K.ani, Iyan, Ochy, Irfan, Fitrah, Kiki. Masing-masing kelihatan sibuk menggoreng pagedel dan mantau sambil bergurau senda (ketawa-ketawa). Ada juga yang sibuk menonton sambil berbual (ngobrol).. Suasana yang harmonis.. “Baru sampai fuza?..” “Mana Mahfuzah..?” “lamax kau ee” sambutan dari teman-teman begitu hangat..

Tiba-tiba terilham jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang berlegar di minda sebentar tadi. Ya, diri datang ke sini dengan pilihanku yang penuh sedar. Memang sebenarnya sangat mudah untuk memberi alasan demi alasan untuk tidak menghadirkan diri. Namun kenapa memilih untuk hadir adalah kerna setiap orang yang ada di sini sangat istimewa (special) buat diri. Demi menikmati setiap momen yang ada bersama mereka, selagi diri masih punya kesempatan dan ruang waktu untuk bersama mereka, biar susah bagaimanapun tetap akan mencuba untuk hadir.

“Yah sudah lengkap semua? Ayo kita makan.. laparx” kata-kata seorang teman cukup mengundang haru di jiwa. Mereka sudah lama tiba, tapi tetap menunggu kehadiran diri untuk makan bersama. Ternyata dugaan temanku yang mengatakan “Teman-teman takkan kesah..” meleset sama sekali. Mungkin baginya, kerana tidak merasa sendiri adalah bagian dari teman poskonya (belong to), makanya selalu mengecualikan diri dari sebarang aktiviti (aktivitas) yang dirancang bersama. Kerana merasa sendiri bukan anggota, makanya tegar untuk melukai perasaan orang lain. Makanya ada istilah “teman-teman tak kesah”.. berlainan dengan teman KKN ku yang sanggup menunggu lama untuk makan bersama. Bahagia merasa diri adalah bagian dari keluarga kecil ini, keluarga Tolbar Crew. Makan bubur Manado (baro’bo) berlaukkan pegerdel, ikan asin dan sambal menjadi sangat berarti hari ini.

Selesai makan, sempat bercerita-cerita sambil menonton televesi. Teman-teman menanyakan permasalahan yang menjerut urat nadi saat ini. Menceritakan serba sedikit. Diri tahu yang mereka tidak begitu mengerti lantaran perbezaan (perbedaan fakultas) fakulti yang mengamalkan sistem yang berlainan, namun mereka tetap mendengar. Menunjukkan perhatian dan keprihatinan. Ya, bercerita pada mereka ternyata lebih melegakan. Siapa kata(siapa bilang) berteman itu harus yang bisa membantu mengingat pathophysiology atau cara menegakkan diagnosis saja? Terkadang teman-teman yang banyak berbeza(banyak bedanya) ini lebih membantu dari segi kekuatan emosi.. kekuatan psikologi. Bersama mereka, hilang stress tingkat tinggi, surut kesedihan yang membadai di pantai hati. Berbeza bidang pelajaran (Beda fakultas) itu sebenarnya lansung tidak menjadi alasan untuk tetap berteman. Kerna apapun bidang pelajaran itu, hakikatnya kita saling melengkapi. Tidak akan mampu untuk berdiri sendiri..

Berteman tanpa sesab yang kukuh (hanya kerna pernah bersama selama 2 bulan) = insane/unlogic. Adakah persahabatan ini terbatas pada mengenang saat susah bersama lantaran tiada air (pam air rosak/pompa rumah Hj. Tewa rusak), saat stress (mengadakan program kerja,proker & waktu datang dokter yang memeriksa hasil kerja KKN,[Satgas]), saat gembira/ seru/ bahagia (liburan ke Tj. Bira), saat berselisih faham (banyak hal) dan saat berduka (Fitrah kecelakaan)? Nyata sekali tidak..

Sebenarnya mungkin persahabatan ini bermula dengan pertemuan yang dirancang oleh university (universitas), tapi dari situ tersemai benih-benih kasih sayang yang mekar, tanpa mengenal perbedaan.. bidang pengajian, jantina, umur, latar belakang, agama, asal dan sebagainya. Ya, kasih sayang itu luas dan tidak terbatas. Setelah sekian insiden yang dilalui bersama, maka wujudlah nilaian toleransi, berterus terang, saling menghargai, saling percaya dan memahami yang mewarnai tali persahabatan itu. Sekaligus menjadikan ia sesuatu yang sangat berarti.

Jika difikir-fikir, setiap dari teman-teman mempunyai kesibukan masing-masing. Winda..sibuk dengan skripsi dan lawatan sambil belajarnya minggu depan, Uul..sibuk dengan tugasan kliniknya, jadual jaga (on call) nya dan mencari penderita untuk melaksanakan rawatan gigi. Iyan dan Ochy juga sibuk dengan skripsi masing-masing di samping perkuliyahan yang masih menjerat, Kak Ani, lebih sibuk dengan tugasan belajar sambil bekerja di hospital (rumah sakit) sebagai nutritionist (ahli gizi), sebentar di RS sini, sebentar lagi di RS sana pula, Irfan, sibuk dengan kuliyah dan tugasan yang menyesakkan. Fitrah juga sibuk dengan kuliyah di samping menjadi assistant lecturer (asisten dosen) yang memadatkan jadual, menyusun skripsi dan sebagainya.

Kenapa semua sanggup untuk hadir? Mengintip ruang di celahan kesempitan.“Berkorban masa dan tenaga untuk suatu pertemuan yang singkat”. Ya, persahabatan itu menuntut pengorbanan. Persahabatan itu menuntut komitmen. Memang pertemuan itu singkat, hanya datang untuk makan Bubur Manado(baro’bo) bersama, duduk sekejap untuk bercerita, sesi foto.. kemudian pulang. Tampak singkat sekali. Namun di balik kuantiti masa itu terkandung kualiti masa yang diguna secara efektif. Duduk bersama, makan.. bercerita memang ringkas. Tapi dari makan bersama dan bercerita itu yang mendekatkan lagi jarak persahabatan. Memang bisa kalau cuma lewat facebook atau internet tapi yang namanya pertemuan itu walaupun sekejap lebih terkesan di hati semua orang. Ia merekam saat-saat yang indah bersama. Jadi pengorbanan untuk momen-momen yang bermakna ini berbaloi (worth it)..

Terkadang teman-teman berkeluh kenapa sewaktu pertemuan tidak pernah lengkap yang datang (14 orang) dan kenapa Cuma orang-orang yang sama yang datang? Jauh di sudut hati, diri yakin, teman-teman tidak hadir bukan kerna tidak mahu tetapi kerna tidak berkesempatan. Selagi dalam hati kita masih menyimpan sosok mereka, berarti mereka sentiasa hadir di antara kita.. berbaik sangka lah.. boleh jadi, ada saatnya nanti kita juga memerlukan pengertian dari orang lain. Belajar untuk lebih banyak memberi dari berharap kepada orang lain :)

Ahad, 12 Disember 2010

IBRAH GEMPAR, SUATU PERINGATAN DARI ALLAH

2


Bismillahi Alhamdulillah.. segala puja dan puji bagi Allah yang masih membenarkan matahari untuk memancarkan sinarnya yang cemerlang, membiarkan bumi untuk terus berputar dengan seksama, membiarkan angin untuk terus bertiup sepoi bahasa.

Semalam, 13 Disember 2010, jam 12.00 am, diri sedang menuliskan email buat kakak kesayangan yang baru berpeluang untuk saling mengenal, kak Murni Fahmi apabila tiba-tiba lantai kamar seakan bergoyang. Fikiranku mungkin kepalaku yang pening gara-gara tidak tidur siang kerana menghadiri acara dirumah teman KKN ku, Winda. Tapi gegaran semakin kuat terasa hingga gantungan kunci bergoyang-goyang ke kiri dan ke kanan. Gantungan baju serta kerusi juga mula kelihatan bergoyang. MasyaAllah ada apa ini? seperti keadaan di pusat stimulasi gempa di Jakarta yang pernah diri serta Kak Soolihah hadiri 1 tahun yang lalu.

Segera ke kamar temanku Fazlina.. kata Fazlina dia juga merasakan gegaran tersebut hingga menyebabkan dia takut untuk kembali tidur. Temanku juga mengatakan bahawa di kos (rumah sewa mahasiswa) nya yang terletak di Jalan Sahabat juga merasai gegaran itu. Pertamanya dia kira ada pencuri yang masuk, tapi setelah melihat anak-anak dari Rusun UMI (asrama mahasiswa Universitas Muslim Indonesia) lari bertempiaran ke kawasan lapang baru di sedari ternyata gempa bumi yang baru berlaku.

Sejurus kemudian baru menerima sms dari PKPMI dari Dato’ Junaidi memberi peringatan supaya pelajar Malaysia berhati-hati dan segera menghubungi pihak PKPMI sekiranya ada sebarang hal yang terjadi. Segera tangan mencari informasi dari internet berkenaan dengan gempa yang baru saja berlaku. Ternyata mendapati:

REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR--Kota Makassar diguncang gempa selama beberapa detik pada Ahad pukul 23.59 WITA dengan kekuatan 5.9 Skala Richter. Badan Meteorologi dan Geofisika Makassar melaporkan pusat gempa berada pada 6.11 Lintang Selatan, 117.55 Bujur Timur di 232 kilometer Barat Daya Makassar, Sulsel, pada kedalaman 19 kilo meter. Red: Krisman Purwoko
Sumber: ant


MasyaAllah, selama ini diri hanya mendengar berita bencana yang melanda segenap penjuru negeri bertuah ini di kaca-kaca televisi.. banjir kota, tsunami, gunung berapi, gempa bumi. Baru kali ini merasai sendiri kesan gegaran 5.9 Ritcher yang menggoyangkan plat bumi ini. itupun Cuma sedikit dan sebentar. Dengan kejadian yang sebegini saja, berbagai hal yang terlintas di fikiran.. berasak-asak meminta untuk diperhatikan. Tidak terbayang rasanya perasaan saudara-saudaraku yang menghadapi bencana.

Semua berlaku dengan izin Allah…..


Ketahuilah bahawa semua yang berlaku disekeliling kita berada di bawah kekuasaan dan pengetahuan Allah. Semua telah ditentukan, bumi bergoncang, angin bertiup bahkan bilakah berlaku gempa bumi, di wilayah mana, kekuatan berapa, berapa mangsa yang meninggal, berapa yang terselamat dan tercedera.

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).” { al Ana’am : 59}
Pengajaran kepada manusia

Bagi setiap mu’min segala peristiwa hendaklah diperhatikan, jangan butakan mata serta matahati dengan tak ambil kisah. Mu’min yang peka mesti mengambil I’tibar dan pengajaran ke atas semua yang berlaku mudah-mudahan ianya memberi manfaat untuk dirinya sendiri dan juga kepada masyarakat secara umumnya.

  1. Apabila sesuatu kadar yang telah ditentukan oleh Allah s.w.t akan berlaku ianya akan berlaku tanpa ada kuasa lain yang akan menahannya. Dengan Kun Fayakun maka bergoncanglah bumi, air sungai melimpah serta bangunan jatuh menyembah bumi.
  2. Supaya manusia tahu tentang hakikat dirinya sendiri, jangan tertipu dengan kehebatan ilmu yang dimiliki sehingga ada yang sombong seolah-olah boleh menguasai undang-undang alam. Dengan berlakunya beberapa siri bencana alam sepatutnya para saintis berfikir bahawa ada kuasa yang mengatasi semua ilmu manusia bahkan apa yang mereka ada hanyalah sedikit sahaja. Manusia sebenarnya makhluk lemah yang tidak dapat melakukan semua benda untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Betullah seperti apa yang dikatakan oleh Saidina Ali : “malang sekali nasib anak Adam, ia disakiti oleh seranggan mikro, dibunuh oleh angin panas yang datang dari Afrika dan dilemahkan oleh peluhnya sendiri. “Manusia dijadikan bersifat lemah.” {an Nisa’ : 28}
  3. Manusia sepatutnya lebih arif tentang nilai dunia yang menjadi rebutan. Ianya seolah lalat yang mengerumi sampah sarap yang tidak berguna langsung. Dunia yang menjadi rebutan akan hilang dalam sekelip mata sahaja, manusia berada di dalam istana impiannya tetapi tidak mengetahui bahawa sekejap lagi istana tersebut akan dihanyutkan di dalam banjir besar yang akan datang. Manusia menjangkakan akan terselamat tetapi sebenarnya maut lebih hampir dari tengkoknya.
  4. Mengingatkan tentang kedahsyatan hari Qiamat , kalaulah gegaran 5-9 skala Richter hanya beberapa saat, apakata kalau 10-20 skala Richter dalam beberapa minit. “Maka jadilah gunung-gunung seperti kapas yang berterbangan ditiup angin.” Saat yang sangat genting dan menakutkan sekali sehingga Allah mengambarkan apabila tibanya waktu itu ibu-ibu akan meninggalkan anak yang sedang menyusu, bayi-bayi di dalam kandungan akan keguguran, mungkin tertanya oleh kita hari apakah itu? Itulah hari penghabisan dunia bila ianya berlaku maka kekuatannya berkali-kali ganda.
Bencana dan maksiat

Secara umumnya ramai di kalangan manusia yang tidak beriman menganggapkan setiap bencana alam yang melanda dunia adalah semata-mata fenomena alam, tiada kaitan secara langsung atau tidak langsung terhadap tindakan dan amalan manusia. Balasan terhadap amalan dunia hanya akan diterima di akhirat bukannya di dunia.

Sebenarnya ini adalah satu sangkaan yang salah dan bertentangan dengan nas al Quran dan hadis Rasulullah s.a.w. Allah s.w.t telah menjelaskan di dalam al Quran bagaimana sebuah kampung akan dilanda musibah hanya disebabkan amalan maksiat yang dilakukan oleh penduduk kampung tersebut

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” {an Nahl : 112}

Allah telah memberi segala kesenangan dan kemewahan kepada manusia tetapi apakah balasan manusia terhadap tuhannya? Mereka semakin ganas gara-gara mengikut hawa nafsu. Lalu apakah balasan dari Allah? Lebih baik merampas kembali pemberiaan dengan mendatangkan bala seumpama kelaparan dan ketakutan.

Bala bukan sahaja melalui bencana alam seperti yang berlaku kepada kaum Nabi Lut a.s, bahkan ianya juga mungkin terjadi dengan ketakutan dan keresahan yang membelenggu masyarakat. Kebimbangan terhadap keselamatan nyawa, ahli keluarga, serta kehilangan harta benda sebenarnya itu adalah satu bala.

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, “. {Taha : 124}

Menurut Syeikh Yusuf al Qardhawi akibat daripada manusia meninggalkan syariah yang diturunkan oleh Allah bahkan menentangnya maka Allah telah menurunkan bala ketakutan yang menyelubungi kehidupan manusia hari ini. Semuanya berpunca dari maksiat yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia sendiri.

Golongan salafussoleh yang terdahulu apabila datangnya musibah, kepayahan dan kesusahan mereka akan beristighfar memohon ampun kerana bimbang kelalaiannya yang menyebabkan turunnya musibah dari Allah s.w.t. Allah telah menceritakan tentang doa Nabi Adam ketika diperintahkan turun ke bumi .
“Wahai tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami, jika sekiranya kamu tidak mengampuni kami maka termasuklah kami di kalangan orang-orang yang rugi.”

Oleh itu ayuh sahabatku bersama kita muhasabah diri tentang kelalaian yang telah dilakukan. Hisablah diri masing-masing terhadap tanggungjawab kita terhadap Allah, adakah kita telah laksanakan sebaik-baik perlaksanaan tanggongjawab hamba terhadap penciptanya? Tanggongjawab dakwah adakah kita telah melaksanakan tanggongjawab untuk menyelamatkan umat dari kehancuran dan kebinasaan? Kalau belum lagi kita bimbang kelalaian itulah penyebab kepada bencana yang melanda umat sekarang ini.

*Alhamdulillah hingga saat ini, Makassar masih bebas dari ancaman tsunami

SAAT DIRI DI UJI

0


Ujian datang menerpa bertubi-tubi tanpa sempat kita menghelakan nafas lega. Harus menguras segenap tenaga dan upaya buat menanganinya. Dalam menghadapi ujian ini, terkadang kita hampir jatuh, tersungkur dek batu kerikil yang menghadangi jalan perjuangan kita. Ada waktunya kita akan merasa lelah, merasa tidak kuat untuk menghadapinya.. kita terlupa..bahawa Allah berfirman dalam Al-Quranul Kareem..

Firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah yang bermaksud:

“demi sesungguhnya kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut, (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar (155) yaitu orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata “sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali “(156) mereka itu ialah orang yang dilimpahi dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmatNya dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayahNya (157) [Surah Al-Baqarah:155-157]

Seorang sahabat menasihati..

Setiap orang punya ujian dan permasalahan yang berbeda-beda.. Ketika kita lapang, kita tidak pernah merasa menjadi orang yang paling lapang, tapi ketika kita di uji, kita selalu merasa menjadi ujian kitalah yang paling berat di antara semua orang dan itu sungguh-sungguh tidak adil. Meski nantinya akan sedikit berat dan tidak semudah teorinya tapi belajarlah dan berusahalah untuk kuat..

Wahai diri, singkaplah kembali tabir sejarah, saksikanlah betapa para nabi dan rasul telah dihadapkan dengan ujian dan dugaan yang maha berat lagi menguji keimanan.. saksikanlah kisah Nabi Yunus, yang menyeru kaumnya beriman beratus-ratus tahun namun hanya beberapa orang yang beriman. Ternyata Allah SWT masih mahu mengujinya, lantas baginda ditelan ke perut ikan nun, yang gelap gelita tiada terkira. Tetapi berkat kesabaran dan taubatnya yang tidak putus-putus.. Allah menyelamatkannya dan memberinya jalan keluar. Saksikanlah pula kisah Nabi Ayyub, yang hidupnya diuji Allah dengan penyakit sopak yang menguras segala kekuatan fisiknya, Allah mengujinya lagi dengan menarik darinya kekayaan dan kekuasaan, putera-puteri yang baik dan soleh serta isteri setia yang tetap berjaga di sisinya. Namun berkat sabar, tidak putus-putus memohon pertolongan Allah, maka Allah memberinya jalan keluar dan menggantikan semua yang pernah ia miliki dengan nikmat yang berlipat kali ganda.

Subhanallah.. wahai orang yang terlena, saksikanlah betapa dahsyatnya ujian yang menimpa mereka. Lihatlah betapa beratnya badai tarbiyah yang melanda diri mereka.. berbanding dengan apa yang kau hadapi hari ini, bukanlah apa-apa. Hanya sebatas debu yang berterbangan di kaki kuda di padang pasir.. Allah masih mengujimu dalam kadar yang kau mampu..

Allah SWT berfirman:

“patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata “kami beriman” sedang mereka tidak diuuji (dengan sesuatu cubaan)?” [surah Al-Ankabut:2]

Sesungguhnya ujian adalah tarbiyyah dari Allah..apakah kita kan sabar ataupun sebaliknya.. ujian adalah tanda kasih sayang Allah pada kita. Ujian adalah pintu untuk meniti tangga taqwa. Kembalilah pada Allah. Muhasabah diri dan perbaiki peribadi. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah bantuan Allah dengan sabar dan solat, sungguh Allah bersama dengan orang yang sabar” [Al-Baqarah, ayat: 153]

Bantuan Allah itu amat dekat. Yakinlah padaNya. Bahawa setiap kesulitan itu pasti beriringan dengannya kemudahan..sepertimana firman Allah dalam surah As-Syarh :5-6 :

“oleh itu (maka tetapkanlah kepercayaanmu) bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan (5)(sekali lagi ditegaskan): bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan(6)” [As-Syahr :5-6]

saat menghadapi ujian, berdoalah “Wahai Tuhanku, jadikanlah ujian ini, sebagai ujian yang makin mendekatkan aku kepadaMu, dan janganlah Engkau jadikan ujian ini sebagai ujian yang menjauhkan diriku dari Mu..sesungguhnya hanya Engkau pemilik mutlak hati-hati ini..”

LA ILLA HA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADZHOLIMIN

Isnin, 6 Disember 2010

SALAM MAAL HIJRAH

0


by: Aa Gym

Ya Allah, Tuhan yang menggenggam langit dan bumi, wahai Yang Menciptakan seluruh makhluk seisi ala mini, wahai Yang Membentuk diri-diri kami. Wahai Ya Allah yang mengerdipkan mata setiap hambaMu, Yang mendetakkan jantung setiap makhlukMu. Wahai yang Maha Menyaksikan apapun yang telah terjadi. Wahai yang Maha Menatap segala maksiat yang telah dibuat. Wahai yang Maha Mendengar setiap perkataan dan dusta. Wahai Ya Allah tiada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Tahu, Maha Mendengar, Maha Menyaksikan apapun yang kami lakukan.

Jadikan tahun ini tahun yang penuh berkah bagi kami semua Ya Allah. Tahun yang Kau bukakan hati yang tertutup. Engkau cahayai hati yang gulita. Engkau lembutkan hati yang membatu, Engkau luluhkan hati yang membara dengan kemarahan, Engkau gantikan hati yang penuh kedendaman dengan kasih sayang. Ya Allah, jadikanlah hari ini, hari yang membuka hati kami, agar kami dapat mengenal dosa dan aib yang kami lakukan selama ini, berikan kami kemampuan untuk kami bertaubat dengan sebenar-benar taubat nasuha. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami. Ampuni segelap apapun masa lalu kami. Ampuni sekelam apapun hari-hari yang pernah kami jalani. Ampuni senista apapun aib-aib yang kami sembunyikan selama ini. Ampuni YA Allah jikalau kami sering melupakanMu, tidak bersyukur dengan nikmat yang Kau beri. Tidak bersabar ketika ujian dihadapi, tidak rela dengan ketentuan dan takdirMu.

Ya Allah, jadikan tahun ini, tahun yang Kau bukakan hati kami agar dapat mengenalMu. Bukakan hati kami agar kami sedar bahawa segala-galanya adalah milikMu. Jangan biarkan kami menjadi sombong dan takabbur terhadap apa yang Kau titipkan. Jangan biarkan kami menjadi makhluk pamer dan riak terhadap apa yang kau amanahkan. Indahkan diri kami dengan sikap selalu rendah hati Ya Allah. Indahkan diri kami dengan hati yang tulus dan ikhlas. Indahkan diri kami dengan kesabaran ketika ujian dihadapi. Ya Allah bukakan hati kami agar kami sedar bahawa dunia hanya mampir sejenak saja.

Hanya Engkau yang Maha Tahu kapan ajal menjemput kami. Jadikan umur yang tersisa ini sebagai umur yang seindah-indah dan seberkah-berkah umur. Jadikan umur yang tersisa ini menjadi orang yang dekat denganMu Ya Allah. Jadikanlah dalam umur yang tersisa ini menjadi jalan kebaikan bagi ibu dan bapa kami. Golongkan kami menjadi anak yang soleh yang memuliakan ibu bapa. Golongkan kami menjadi suri tauladan bagi keluarga dan keturunan kami. Golongkan kami menjadi hambaMu yang penuh manfaat.

Titipkan kepada kami harta yang halal dan berkah dan berikan kepada kami kebahagiaan untuk menafkahkannya di jalanMu. Titipkan ilmuMu yang meluas Ya Allah dan berikan kami kebahagiaan untuk menyampaikannya kepada hamba-hambaMu. Kurniakan kami kekuatan iman Ya Allah dan berikan kami kesanggupan untuk menjadi cahaya hidayah kepada hambaMu.. Rabb, kurniakan kami kekuatan agar dapat menegakkan yang hak dan memberantas yang mungkar. Ya Allah Engkaulah yang Maha tahu keadaan ummatmu. Engkau menyaksikan ummatMu difitnah, di hina, dizalimi. Engkaulah yang maha mendengar setiap jeritan hati. Engkau pula yang maha Menyaksikan setiap keteguhan hambaMu. Tolonglah saudara kami yang teraniaya dimanapun jua. Bangkitkan imannya Ya Allah. Muliakannya dengan kesabaran. Tolonglah saudara kami yang dihina dan direndahkan. Angkatlah derajat mereka. Tolonglah saudara kami yang tergelincir dan terjerumus ke dalam dosa. Raihlah Ya Allah. Dan berikan jalan agar mereka bisa bertaubat dan kembali kepadaMu. Ya Allah jadikanlah bangsa ini bangsa yang Kau selamatkan dari fitnah dan musibah. Amin ya rabb..

Semoga kita sama-sama berhijrah dari akhlak yang buruk kepada akhlak yang baik. Perkasakan iman dan momentumkan perubahan.. semoga hijrah kita hari ini akan membina tamadun Islam era baru.. Salam Maal Hijrah 1432

Ahad, 5 Disember 2010

KATA SEORANG SAHABAT

0

seorang sahabat pernah berkata:
"Wujud tak merefleksikan personal seseorang secara utuh.. kerna mata hanya mampu melihat yang nampak terlihat, bias dan tidak seutuhnya benar.. dan kita hanya menilai apa yang kita lihat, jauh dari memaknai apa yang ada di baliknya.. Lubang pada perjalanan hidup memang tak mesti sama namun kecenderungan hati terkadang jauh berbelok arah.. semoga diri ini senantiasa bermuhasabah dan menjadi insan yang lebih baik dan bermanfaat.. "

-FZM-