Bismillah..
Ada satu peristiwa yang amat berbekas dijiwa ini hari ini. Alhamdulillah
sahabatku, Rosnani sudah selamat diijab qabulkan dengan Akhi Ramli, pemuda
soleh asli Gowa tersebut. Rasa ingin menetes air mata ini mengenangkan cabaran
yang selama ini ditempuh oleh sahabatku ini. Mungkin pernah diri ini nukilkan
tulisan buat sahabat dunia akhiratku ini beberapa waktu yang lalu. Orang yang
banyak mengajar arti kekuatan dan ketabahan.
Dari pertama mengenal Nani, dan kami sudah tersedu sedan
mendengar kisah tragisnya hingga berjaya melanjutkan pelajaran di Bumi
Watanpone ini, hingga meninggal ibunya, beliau tidak berapa lama terkena suatu
penyakit bakteri yang menular aktif di negeri ini, hinggalah akhirnya Allah SWT
membayar lunas kesabarannya dengan akhirnya menemukannya dengan belahan
jiwanya.
Meski dari pertama susah untuk memutuskan.. apalagi akhi
adalah orang asli Gowa hingga ada pilihan berat yang harus diambil. Menerima lamaran
akhi berarti peluang Nani untuk pulang ke tanah air semakin tipis. Apalagi ne
tidak memiliki my card Malaysia hingga untuk mengurus masalah kewarganegaraan
sangat sulit. Sedang keluarga inti ne sendiri masih menetap disana. Kakaknya,
adik-adiknya. Ayahnya. Namun akhi adalah seorang pemuda soleh yang
bertanggungjawab. Dan akhirnya istiqarah membuka pintunya. Alhamdulillah hari
ini mereka akan membina istana cinta mereka demi menggapai redhaNya.
Pernah waktu kunjungan Nani ke Makassar kali yang lalu, diri
bertanya pada beliau..
“Ne, cam mana boleh mantap untuk pilih akhi Ramli sebagai
pendamping hidup ne?”
Diri tahu benar kalau Nani sebenarnya berharap untuk menikah
dengan orang Malaysia untuk memudahkan masalah imigrasi beliau salah satunya.
“Entahlah Zah, Ne pun tak tahu. Yang Ne tahu akhi tu baik
sangat. Dan insyaAllah Ne yakin dia boleh bawa Ne dan keluarga ke jalan syurga
Allah.. kita berusahakan..”
Aku tahu itu sebuah pilihan yang berat. Apalagi untuk kasus
seperti Nani. Untuk kembali ke tanah air takkan semudah yang dibayangkan. Dan mungkin,
dia akan membutuhkan passport untuk sekadar kembali ke tanah tumpah darah
sendiri.
“Zah, kadang bahagia itu saat kita belajar bersyukur dengan
apa yang kita punya. Mungkin apa yang menurut kita terbaik, justeru tidak baik
di mata Allah. Ne khawatir juga saat nak beritahu ayah tentang lamaran akhi. Tapi
akhi kata, cobalah dahulu. Mungkin disana ada berkahnya. Jika kita tidak
mencoba dan terus ragu dengan kemungkinan, kita tidak tahu natijahnya. Yang penting kita berusaha.”
Pernah satu waktu lain, akhi sendiri yang memberitahu,
“ Waktu ana melamar Nani, ana belum punya wang penaik yang
diminta sama keluarga Ne, tapi ana yakin, Allah ada jalanNya asal kita mahu
untuk berusaha dan berdoa. Yang penting positif dengan Allah. Dan Alhamdulillah..
Allah memberikan ana kecukupan. Pada waktu yang telah dijanjikan itu, wang yang
diminta juga terkumpul..yakinlah..sesuatu yang bernilai ibadah disisiNya, akan
Ia bantu mencukupkannya..”
Subhanallah. Sungguh seorang yang luar biasa.
Diri bersama Ummi, Kak Solihah dan Fatimah tetap
menyempatkan diri untuk tetap hadir dalam sela waktu yang menghimpit. Ada hikmah
dan berkah dalam ukhuwah. Atas dasar kasih sayang itulah kami merentas 3 gunung
dan lembah untuk menghadiri acara syukuran walimahnya. Antara 2 negara. Antara 2
budaya. Antara 2 insan. 2 hati. Dengan ikatan 1 akidah. 1 keyakinan dan 1
harapan. Ada banyak tolak ansur dalam acaranya. Pertembungan adat dan
kesederhanaan Islam. Ya, seperti kata Ne, dia mengimpikan sebuah perkahwinan
sederhana yang cukup mematuhi syariat. Tapi pertembungan budaya..apalagi budaya
bugis-makassar yang masih kental mengakar umbi tetap menular melilit. Apa jua
pun itu bentuk perkahwinannya, semoga ia tidak mengurangi berkah dan pahala
ibadah dalamnya.
Buat sahabatku, dimanapun di belahan dunia kamu berada,
tetapla kamu sahabatku. Dan jika Allah tidak mempertemukan kita didunia, semoga
DIA akan mempertemukan kita lagi di syurganya.
Binalah hidup di jembatan makruf. Rumah jadi sambungan
madrasah, seninya kerana solat… indahnya oleh munajat. Tapaknya iman, jalannya
syariat, natijahnya akhirat.. ukhti, semoga keluarga yang terbina harum dengan
wangian kasih, indah dengan perhiasan akhlaq dan selamat dengan benteng
syariat. Selamat pengantin baru.









sukaaa..!!! :'(
Congratulation for kak nani..
semoga jadi keluarga sakinah, mawaddah, dan warohmah kak.. Aamiin Ya Allah!!!