Skinpress Rss

Ahad, 21 April 2013

WALIMAH INTER-NEGARA

1




Bismillah..
Ada satu peristiwa yang amat berbekas dijiwa ini hari ini. Alhamdulillah sahabatku, Rosnani sudah selamat diijab qabulkan dengan Akhi Ramli, pemuda soleh asli Gowa tersebut. Rasa ingin menetes air mata ini mengenangkan cabaran yang selama ini ditempuh oleh sahabatku ini. Mungkin pernah diri ini nukilkan tulisan buat sahabat dunia akhiratku ini beberapa waktu yang lalu. Orang yang banyak mengajar arti kekuatan dan ketabahan.

Dari pertama mengenal Nani, dan kami sudah tersedu sedan mendengar kisah tragisnya hingga berjaya melanjutkan pelajaran di Bumi Watanpone ini, hingga meninggal ibunya, beliau tidak berapa lama terkena suatu penyakit bakteri yang menular aktif di negeri ini, hinggalah akhirnya Allah SWT membayar lunas kesabarannya dengan akhirnya menemukannya dengan belahan jiwanya.

Meski dari pertama susah untuk memutuskan.. apalagi akhi adalah orang asli Gowa hingga ada pilihan berat yang harus diambil. Menerima lamaran akhi berarti peluang Nani untuk pulang ke tanah air semakin tipis. Apalagi ne tidak memiliki my card Malaysia hingga untuk mengurus masalah kewarganegaraan sangat sulit. Sedang keluarga inti ne sendiri masih menetap disana. Kakaknya, adik-adiknya. Ayahnya. Namun akhi adalah seorang pemuda soleh yang bertanggungjawab. Dan akhirnya istiqarah membuka pintunya. Alhamdulillah hari ini mereka akan membina istana cinta mereka demi menggapai redhaNya.
Pernah waktu kunjungan Nani ke Makassar kali yang lalu, diri bertanya pada beliau..

“Ne, cam mana boleh mantap untuk pilih akhi Ramli sebagai pendamping hidup ne?”

Diri tahu benar kalau Nani sebenarnya berharap untuk menikah dengan orang Malaysia untuk memudahkan masalah imigrasi beliau salah satunya.

“Entahlah Zah, Ne pun tak tahu. Yang Ne tahu akhi tu baik sangat. Dan insyaAllah Ne yakin dia boleh bawa Ne dan keluarga ke jalan syurga Allah.. kita berusahakan..”

Aku tahu itu sebuah pilihan yang berat. Apalagi untuk kasus seperti Nani. Untuk kembali ke tanah air takkan semudah yang dibayangkan. Dan mungkin, dia akan membutuhkan passport untuk sekadar kembali ke tanah tumpah darah sendiri.

“Zah, kadang bahagia itu saat kita belajar bersyukur dengan apa yang kita punya. Mungkin apa yang menurut kita terbaik, justeru tidak baik di mata Allah. Ne khawatir juga saat nak beritahu ayah tentang lamaran akhi. Tapi akhi kata, cobalah dahulu. Mungkin disana ada berkahnya. Jika kita tidak mencoba dan terus ragu dengan kemungkinan, kita tidak tahu natijahnya.  Yang penting kita berusaha.”

Pernah satu waktu lain, akhi sendiri yang memberitahu,

“ Waktu ana melamar Nani, ana belum punya wang penaik yang diminta sama keluarga Ne, tapi ana yakin, Allah ada jalanNya asal kita mahu untuk berusaha dan berdoa. Yang penting positif dengan Allah. Dan Alhamdulillah.. Allah memberikan ana kecukupan. Pada waktu yang telah dijanjikan itu, wang yang diminta juga terkumpul..yakinlah..sesuatu yang bernilai ibadah disisiNya, akan Ia bantu mencukupkannya..”
Subhanallah. Sungguh seorang yang luar biasa.

Diri bersama Ummi, Kak Solihah dan Fatimah tetap menyempatkan diri untuk tetap hadir dalam sela waktu yang menghimpit. Ada hikmah dan berkah dalam ukhuwah. Atas dasar kasih sayang itulah kami merentas 3 gunung dan lembah untuk menghadiri acara syukuran walimahnya. Antara 2 negara. Antara 2 budaya. Antara 2 insan. 2 hati. Dengan ikatan 1 akidah. 1 keyakinan dan 1 harapan. Ada banyak tolak ansur dalam acaranya. Pertembungan adat dan kesederhanaan Islam. Ya, seperti kata Ne, dia mengimpikan sebuah perkahwinan sederhana yang cukup mematuhi syariat. Tapi pertembungan budaya..apalagi budaya bugis-makassar yang masih kental mengakar umbi tetap menular melilit. Apa jua pun itu bentuk perkahwinannya, semoga ia tidak mengurangi berkah dan pahala ibadah dalamnya.

Buat sahabatku, dimanapun di belahan dunia kamu berada, tetapla kamu sahabatku. Dan jika Allah tidak mempertemukan kita didunia, semoga DIA akan mempertemukan kita lagi di syurganya.

Binalah hidup di jembatan makruf. Rumah jadi sambungan madrasah, seninya kerana solat… indahnya oleh munajat. Tapaknya iman, jalannya syariat, natijahnya akhirat.. ukhti, semoga keluarga yang terbina harum dengan wangian kasih, indah dengan perhiasan akhlaq dan selamat dengan benteng syariat. Selamat pengantin baru.







1 ulasan:

Catat Ulasan