Wisuda keluarga tolbarku.. Rahma dalam bidang keperawatan, Winda dalam bidang promosi kesehatan, Iyan dalam bidang Kesehatan Lingkungan, dan Ochy dalam bidang kesehatan kerja. Setelah bersusah payah menempuh dunia perkuliahan yang penuh dengan pancaroba yang tersendiri, akhirnya mereka berjaya mengakhirinya dan bersedia untuk menempuh kehidupan sebagai seorang dewasa yang berdiri di atas kaki sendiri dan bertanggungjawab penuh dengan pilihan yang akan mereka buat setelah ini.
Winda yang mengharap untuk keluar dari ruang lingkup dimensi tertutup ini pasti akan pergi jauh saat kesempatan datang mengundang. Gadis manis itu walau luaran tampak manja namun dalamannya cukup tegar dan tabah. Mengharapkan untuk menguji kemampuan sendiri diluar pengaruh kuat keluarga. Mengharap untuk menyinar dari petualangan yang mendewasakan.
Mengimpikan hidup berkelana di tanah orang dan membina identity yang lebih kukuh. Potensi yang dimiliki juga luar biasa laksana sang helang rajawali yang hanya menanti masa untuk mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi merentas angkasa raya. Winda, langit adalah arenamu.. terbanglah setinggi yang kau mampu.. Jika hari kemarin, selalu ada Winda yang menemani cerita, pulang liburan ke rumah keluarganya yang baik sekali dan bermalam di rumahnya saat-saat stress melanda perbatasan akal dan hati.. setelah ini, pasti banyak kesibukan yang harus diurusi.. tapi itulah..persahabatan butuh pengertian..Iyan dan Ochy yang bukan asli dari Makassar (Iyan dari Buton, di Sulawesi Tenggara dan Ochy dari Tana Toraja) pasti pulang ke kampong masing-masing untuk menabur bakti pada tanah kelahiran. Iya.. hal yang tidak dapat disangkal. Dalam arti kata yang lain, pasti kekangan masa dan tugas akan menghalang mereka dari sering ke sini. Dan tanpa kepentingan yang lainnya. Diri yang hanya tersisa setahun lebih di Tanah Makassar ini pasti akan lebih tipis peluang untuk bertemu kembali dengan mereka. Pasti akan merasa rindu untuk menatap wajah-wajah mereka. Walau perkenalan ini singkat, namun masing-masing punya kesan tersendiri di hati ini.. Iyan yang sering mengajarkan bahasa Makassar dan memperkenalkan banyak hal yang baru.. Ochy, si pendengar yang setia dan sangat dewasa saat memberikan pendapat. Walau beda agama tetap banyak menunjukkan contoh teladan yang bisa diikuti.. setelah ini, pasti mereka juga akan sibuk untuk beradaptasi dalam dunia pekerjaan yang lebih mencabar dan memerlukan kosentrasi yang tinggi.. tapi itulah… persahabatan butuh pengertian…
tetap.. merasa sangat bangga terhadap kalian.. semoga ilmu yang kalian dapatkan sepanjang menjadi anak didik Unhas akan digunakan untuk membantu masyarakat dan bermanfaat buat diri kalian dan orang lain.. selamat atas sarjananya..^_^


0 ulasan:
Catat Ulasan