Skinpress Rss

Khamis, 8 September 2011

TOLBAR CREW GRADUATION

0


Iyan Wahdaniyah, S.KM
Hatwinda Dwinas Azanny Hatta, S.KM
Nurrahmah, S.Kep
Penni Rosita Sina, S.KM

Wisuda keluarga tolbarku.. Rahma dalam bidang keperawatan, Winda dalam bidang promosi kesehatan, Iyan dalam bidang Kesehatan Lingkungan, dan Ochy dalam bidang kesehatan kerja. Setelah bersusah payah menempuh dunia perkuliahan yang penuh dengan pancaroba yang tersendiri, akhirnya mereka berjaya mengakhirinya dan bersedia untuk menempuh kehidupan sebagai seorang dewasa yang berdiri di atas kaki sendiri dan bertanggungjawab penuh dengan pilihan yang akan mereka buat setelah ini.

Berbeda dengan Winda, Iyan dan Ochy, Rahma akan menempuh alam praktek profesi sepertimana diri yang setelah kita dilengkapi dengan ilmu teori sepanjang 3 tahun masa perkuliahan yang diberikan, harus pula ilmu tersebut diterapkan dan dimantapkan dengan dunia praktek yang sebenar yang membolehkan kita menyatakan ilmu dalam bentuk yang lebih akurat. Yang jelas, kesibukan Rahma pasti sebanding dengan diri setelah hari ini. bagian pertama yang bakal ditempuh oleh beliau adalah bagian anak (department pediatric) yang mana memang super sibuk luar biasa. Rahma yang sebelumnya selalu punya waktu luang untuk bersama pasti akan memerlukan pengertian saat tidak bisa untuk melakukan banyak hal saat diundang. Itulah.. persahabatan butuh pengertian..

Winda yang mengharap untuk keluar dari ruang lingkup dimensi tertutup ini pasti akan pergi jauh saat kesempatan datang mengundang. Gadis manis itu walau luaran tampak manja namun dalamannya cukup tegar dan tabah. Mengharapkan untuk menguji kemampuan sendiri diluar pengaruh kuat keluarga. Mengharap untuk menyinar dari petualangan yang mendewasakan.

Mengimpikan hidup berkelana di tanah orang dan membina identity yang lebih kukuh. Potensi yang dimiliki juga luar biasa laksana sang helang rajawali yang hanya menanti masa untuk mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi merentas angkasa raya. Winda, langit adalah arenamu.. terbanglah setinggi yang kau mampu.. Jika hari kemarin, selalu ada Winda yang menemani cerita, pulang liburan ke rumah keluarganya yang baik sekali dan bermalam di rumahnya saat-saat stress melanda perbatasan akal dan hati.. setelah ini, pasti banyak kesibukan yang harus diurusi.. tapi itulah..persahabatan butuh pengertian..

Iyan dan Ochy yang bukan asli dari Makassar (Iyan dari Buton, di Sulawesi Tenggara dan Ochy dari Tana Toraja) pasti pulang ke kampong masing-masing untuk menabur bakti pada tanah kelahiran. Iya.. hal yang tidak dapat disangkal. Dalam arti kata yang lain, pasti kekangan masa dan tugas akan menghalang mereka dari sering ke sini. Dan tanpa kepentingan yang lainnya. Diri yang hanya tersisa setahun lebih di Tanah Makassar ini pasti akan lebih tipis peluang untuk bertemu kembali dengan mereka. Pasti akan merasa rindu untuk menatap wajah-wajah mereka. Walau perkenalan ini singkat, namun masing-masing punya kesan tersendiri di hati ini.. Iyan yang sering mengajarkan bahasa Makassar dan memperkenalkan banyak hal yang baru.. Ochy, si pendengar yang setia dan sangat dewasa saat memberikan pendapat. Walau beda agama tetap banyak menunjukkan contoh teladan yang bisa diikuti.. setelah ini, pasti mereka juga akan sibuk untuk beradaptasi dalam dunia pekerjaan yang lebih mencabar dan memerlukan kosentrasi yang tinggi.. tapi itulah… persahabatan butuh pengertian…

Tiba-tiba terasa ingin kembali ke Jeneponto.. setelah 1 tahun melewati “dimensi khayalan” dunia tidak nyata di Tolo’ Barat, terasa rindu pula pada sapaan burung-burung kecil, angin yang bertiup sepoi-sepoi bahasa membiarkan ilalang menari dengan lenggok bahasa tersendiri, dipadu dengan gesekan jerami padi yang menghijau di ranah bidang gambut yang subur dan gemersik aliran air sungai jernih yang memercikkan mutiara segar untuk kehidupan.. Dalam keindahan itu, “cerita persahabatan” kami terjalin.. persahabatan yang tidak diminta untuk sebarang imbalan. Persahabatan yang tidak tercipta atas dasar kepentingan. Jadi rindu pada saat itu. Walau persetujuannya, 10 tahun kemudian mahu menjejak lagi ke sana. Namun tiada siapa yang bisa menjamin kalau 10 tahun lagi itu pasti kan tiba. Tiada siapa yang bisa menjamin kalau 10 tahun mendatang tetap kan sama. Maka hargailah detik-detik yang ada. Diri hanya ingin menjejak kembali tempat kita bermula. Biar kita bisa bersama menghidupkan kembali sang waktu..

tetap.. merasa sangat bangga terhadap kalian.. semoga ilmu yang kalian dapatkan sepanjang menjadi anak didik Unhas akan digunakan untuk membantu masyarakat dan bermanfaat buat diri kalian dan orang lain.. selamat atas sarjananya..^_^

0 ulasan:

Catat Ulasan