Skinpress Rss

Selasa, 2 Julai 2013

KEBUN RAYA DAN IPB, BOGOR

0


Kota Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 54 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Dahulu luasnya 21,56 km², namun kini telah berkembang menjadi 118,50 km² dan jumlah penduduknya 949.066 jiwa (2010). Bogor dikenal dengan julukan kota hujan, karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Kota Bogor terdiri atas 6 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 68 kelurahan. Pada masa kolonial Belanda, Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg (pengucapan: boit'n-zôrkh", bœit'-) yang berarti "tanpa kecemasan" atau "aman tenteram".
Hari jadi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor diperingati setiap tanggal 3 Juni, karena tanggal 3 Juni 1482 merupakan hari penobatan Prabu Siliwangi sebagai raja dari Kerajaan Pajajaran.

Bogor (berarti "enau") telah lama dikenal dijadikan pusat pendidikan dan penelitian pertanian nasional. Di sinilah berbagai lembaga dan balai penelitian pertanian dan biologi berdiri sejak abad ke-19. Salah satunya yaitu, Institut Pertanian Bogor, berdiri sejak awal abad ke-20.

Beberapa tempat menarik di Kota Bogor,yang sempat diri lawati sewaktu kesana  di antaranya adalah:
Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, Institut Pertanian Bogor (IPB), Taman Safari.

1. Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 87 hektare dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari 'samida' (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu yang langka. Di samping samida itu dibuat pula samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.

Pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani, W. Kent, yang ikut membangun Kew Garden di London, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang.

Untuk ke Kebun Raya dari kota, kita bisa menaiki angkutan umum ke sana. Luas area kebun raya yang luas dan sangat cantik, saujana mata memandang. Tiket masuk untuk orang tempatan Rp 14.000 per orang sedangkan untuk pelancong / wisatawan Rp35.000.  di sini dilestarikan pelbagai jenis tumbuhan dan fauna yang hampir tidak bisa lagi ditemukan ditempat lain. Untuk mengelilingi area kebun raya, turut disediakan mobil tour yang beroperasi dari pagi hingga sore.
 pintu masuk Kebun Raya Bogor
 pohon avatar.. :) danau yang cantik
 another shoot di danau
 taman kaktus
 jembatan gantung
 halaman istana.. teratai yang cantik (after eating ice-cream with someone)
 kayu jati..they have a very big trees
 taman hijau
 mesra alam?? celah pohon
 taman kaktus
 pohon yang gagah meski sudah tua
 tugu petroleum
 map kebun raya
gunung menjadi pasak bumi
istana bogor


2. Institut Pertanian Bogor (IPB)

Institut Pertanian Bogor adalah sebuah perguruan tinggi pertanian negeri yang berkedudukan di Bogor. IPB melepaskan diri dari Universitas Indonesia (UI) pada tanggal 1 September 1963. [1] Rektor IPB untuk periode 2012-2017 adalah Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. Berdasarkan hasil keputusan rapat pleno Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tanggal 21 Februari 2013, BAN-PT memutuskan bahwa Institut Pertanian Bogor (IPB) memperoleh status terakreditasi dengan Nilai 375 yaitu peringkat A (sangat baik). IPB saat ini berlokasi di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Lahirnya IPB pada tanggal 1 September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 92/1963 yang kemudian disyahkan oleh Presiden RI Pertama dengan Keputusan No. 279/1965.[1] Pada saat itu, dua fakultas di Bogor yang berada dalam naungan UI berkembang menjadi 5 fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan dan Fakultas Kehutanan. Pada tahun 1964, lahir Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian yang kini menjadi Fakultas Teknologi Pertanian.

Pada tanggal 26 Desember 2000, pemerintah Indonesia mengesahkan status otonomi IPB berdasarkan PP no. 152. Semenjak itu IPB merupakan perguruan tinggi berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN).
Tahun 2005 IPB menerapkan sistem mayor minor sebagai pengganti sistem kurikulum nasional.[5][6]Sistem ini hanya diterapkan di IPB.[rujukan?] Setiap mahasiswa IPB dimungkinkan mengambil dua atau bahkan lebih mata keahlian (jurusan) yang diminatinya

Area IPB sangat luas dan cantik. Sesuai dengan namanya institute pertanian. Bukan hanya kampus yang redup, malah bangunan-bangunannya didekorasi dengan cantik. Orang tempatan juga menadikan IPB sebagai salah satu tempat untuk rehlah atau duduk santai bersama keluarga. Satu panorama yang sangat membahagiakan.

 kampus botani kebanggaan anak negeri
 tugu besar IPB
halaman depan IPB

3. Taman Safari Bogor
Akan diri ceritakan tentang Wisata ke Taman Safari pada kesempatan lain.

Sabtu, 11 Mei 2013

SO SOON

0



Every time I close my eyes I see you in front of me
I still can hear your voice calling out my name
And I remember all the stories you told me
I miss the time you were around [x2]
But I’m so grateful for every moment I spent with you
‘Cause I know life won’t last forever

You went so soon, so soon
You left so soon, so soon
I have to move on ’cause I know it’s been too long
I’ve got to stop the tears, keep my faith and be strong
I’ll try to take it all, even though it’s so hard
I see you in my dreams but when I wake up you are gone
Gone so soon

Night and day, I still feel you are close to me
And I remember you in every prayer that I make
Every single day may you be shaded by His mercy
But life is not the same, and it will never be the same
But I’m so thankful for every memory I shared with you
‘Cause I know this life is not forever

You went so soon, so soon
You left so soon, so soon
I have to move on ’cause I know it’s been too long
I’ve got to stop the tears, keep my faith and be strong
I’ll try to take it all, even though it’s so hard
I see you in my dreams but when I wake up you are gone

There were days when I had no strength to go on
I felt so weak and I just couldn’t help asking: “Why?”
But I got through all the pain when I truly accepted
That to God we all belong, and to Him we’ll return, ooh

You went so soon, so soon
You left so soon, so soon
I have to move on ’cause I know it’s been too long
I’ve got to stop the tears, keep my faith and be strong
I’ll try to take it all, even though it’s so hard
I see you in my dreams but when I wake up you are gone
Gone so soon

Ahad, 5 Mei 2013

KEEP A SECRET

2



Can you keep a secret ?
Don't show the sad face as if u have been sacrificed
Exhaustion! That's just a small part of our lives
There's a larger thing that could remove all Exhaustion
That's a smile and happiness people around us..
Okkeyy, life is not as simple as that..but at least..
Do not make it complicated. Enjoy ya ! :)))

benarlah adakalanya selalu kita butuh orang lain untuk mengerti kondisi kita...
kadang kita hanya harus mengorbankan perasaan kita dan kondisi kita dan beberapa orang untuk membahagiakan orang lain.. mungkin disana ada keberkahannya..

Jumaat, 3 Mei 2013

MURABBI YANG TETAP MENCINTAI

0



 she loves you lillah, dear ukhti
apabila sang murrobbi bertanya kepada mutarobbi-mutarobbinya,
" apakah yang membahagiakan kamu? "
jawab mutarobbi, 
 " ana gembira sebab berjaya dapat 4.0 flat, 
saya gembira dapat berjaulah oversea, 
ana gembira sebab bertemu dia dalam proses baitul muslim. "

*senyum*
ketahuilah, apabila ditanya apakah kebahagiaan sebenar buat murrobbi mu...
" akak cukup bahagia bila adik-adik menjadi sebahagian dari diri ini "
 Subhanallah (':
...
menghirup sedikit cinta luar biasa ini. takjub bagaimana kamu boleh menjadi sebahagian obsesi murrobbimu, menuntut sebahagian fikirannya, segenap kasih sayangnya malah menuntut  kerjanya hingga mimpi-mimpi di kala rehatnya.

Allahu Allah.
...
ya, dia lah murrobimu itu meskipun,
kamu lah yang membaca sms-sms nya sekali lalu
kamu lah yang acap kali mereka pelbagai alasan untuk tidak hadir liqa usrahmu
kamu lah yang selalu missing-in-action apabila di ajak menghadiri daurah-daurah
huu...
...
menjadi murobbi seperti dia
aku cukup cemburu
kerna langkahnya, bicara dia, bil telefonnya, masa makannya, masa rehatnya, masa belajarnya
hanya berlegar-legar mengenai mutarobbinya
mengenai dakwahnya, tarbiahnya 
pekatnya cinta itu
kerana pekatnya cinta itu terhubung dengan iman 
Allahu Allah (':
jika lah, kau mengetahui...
...
mengenali murrobimu, aku menakjubi kerja orang-orang beriman ini
bersabar dan tidak mudah putus asa,
" Allah nak terus uji dan asah skill bagaimana terus berjaya mengikat hati mutarobbi "

(':

Ya Allah,
aku juga bahagia
mengenali murrobbi seperti kamu.
 semoga terus tsabat
ya 'ketenanganku'
insyaAllah

~diberi oleh salah seorang adik yang sangat prihatin~ terima kasih atas ingatannya..

http://suratuntukboolan.blogspot.kr/2013/05/segenap-cinta-murobbimu.html

Rabu, 1 Mei 2013

JAUH

0



Jauh.. adalah kata yang mengawali perjalanan. Jauh menawarkan misteri keterasingan. Jauh menebarkan aroma bahaya, jauh memproduksi desir petualangan menggoda. Jauh adalah sebuah pertanyaan sekaligus jawaban, jauh adalah sebuah titik tujuan yang penuh teka teki. Marco Polo melintasi jalan panjang dari Venesia hingga takhta Kaisar Mongol di negeri China. Para pengelana lautan Eropah bertahun-tahun mengarungi samudera luas, menyabung nyawa, menjinakkan suku primitive di tanah belantara. Para astronaut dan kosmonout berlomba menginjakkan kaki di bulan. Menguak tabir angkasa. Deretan pengembara akbar menghiasi sejarah peradaban. Semua terjerat pesona kata itu: JAUH..

Seberapa jauhnyakah “jauh” itu? Berapa lama untuk mencapainya? Imiginasi liar manusia terus menggerus dimensi ruang dan waktu, terus berkelana menembus batas. Tentang kehidupan yang paling asing, paling berbeda. Eksotis. Ajaib. Unik. Pelik. Antik. Eksentrik… JAUH..

Si petualang pun bermimpi, dalam lintasan yang begitu jauh menuju titik terjauh, dia akan melewati sebuah rute musafir legenderis dari zaman berabad silam. Jalur sutra yang membaurkan berbagai budaya Timur dan Barat, membangkitkan imajinasi dan romantisme, bayangan tentang barisan caravan unta yang melintasi gunung gersang, atau perompak di tengah kengerian malam, fatamorgana oasis, sampai kubah-kubah megah mesjid dan makam dengan biru lazuardi dari dongengan Arabia. Permaidani terbang, harta karun tersembunyi, putrid cantik, pangeran rupawan..

Perjalanan…
Pertualangan….
Kita berangkat…

~Titik Nol, Agustinus Wibowo…~

Isnin, 22 April 2013

KASIH IBU

0



Ibuku kaulah pelita
Yang dulu kini selamanya
Kau beriku kasih kau beriku manja
Kasihmu kudambakan

Engkaulah ibu yang kusayangi
Kasihmu mekar harum mewangi
Menghiasi taman hati
Bak lilin membakar diri
Menyinari hidup ini

Sejak dulu ku dibelai dimanja
Bersarat cinta padat di dada
Walaupun penuh sengsara bertemankan air mata
Berkorban jiwa dan raga

Kasihmu ibu tiada duanya
Kasihmu ibu tiada bandingnya
Mendidik kami dengan kesabaran
Kepayahan dan keperitan ditanam di jiwa

Kasihmu ibu tiada nilainya
Tak rela aku melihatmu di dalam keadaan duka
Hapuskanlah air matamu
Kerana ia menyayat hati ini
Terasa bagai tertusuk sembilu
Hanya Allah yang tahu
Pedihnya hati ini

Kasihmu ibu bak mutiara
Pasti berkilau selamanya
Tidak seperti kaca
Jatuh hancur berkecai
Musnahlah segalanya

Kasihmu ibu yang kurindukan
Penawar hati di kala duka
Kupohonkan restumu setitis doa suci
Mengharap kasih Ilahi

Kasihmu ibu kusanjung selalu
Pengorbanan yang kau curahkan
Setulus hatimu
Sehingga kini kasih yang suci
Tetap bersemi di hati ini 
Seharum kasturi

Kini setelah dewasa
Masa dan detiknya telah tiba
Untukku membalas segalanya
Buat ibu tercinta 
Semoga kau bahagia

Ahad, 21 April 2013

WALIMAH INTER-NEGARA

1




Bismillah..
Ada satu peristiwa yang amat berbekas dijiwa ini hari ini. Alhamdulillah sahabatku, Rosnani sudah selamat diijab qabulkan dengan Akhi Ramli, pemuda soleh asli Gowa tersebut. Rasa ingin menetes air mata ini mengenangkan cabaran yang selama ini ditempuh oleh sahabatku ini. Mungkin pernah diri ini nukilkan tulisan buat sahabat dunia akhiratku ini beberapa waktu yang lalu. Orang yang banyak mengajar arti kekuatan dan ketabahan.

Dari pertama mengenal Nani, dan kami sudah tersedu sedan mendengar kisah tragisnya hingga berjaya melanjutkan pelajaran di Bumi Watanpone ini, hingga meninggal ibunya, beliau tidak berapa lama terkena suatu penyakit bakteri yang menular aktif di negeri ini, hinggalah akhirnya Allah SWT membayar lunas kesabarannya dengan akhirnya menemukannya dengan belahan jiwanya.

Meski dari pertama susah untuk memutuskan.. apalagi akhi adalah orang asli Gowa hingga ada pilihan berat yang harus diambil. Menerima lamaran akhi berarti peluang Nani untuk pulang ke tanah air semakin tipis. Apalagi ne tidak memiliki my card Malaysia hingga untuk mengurus masalah kewarganegaraan sangat sulit. Sedang keluarga inti ne sendiri masih menetap disana. Kakaknya, adik-adiknya. Ayahnya. Namun akhi adalah seorang pemuda soleh yang bertanggungjawab. Dan akhirnya istiqarah membuka pintunya. Alhamdulillah hari ini mereka akan membina istana cinta mereka demi menggapai redhaNya.
Pernah waktu kunjungan Nani ke Makassar kali yang lalu, diri bertanya pada beliau..

“Ne, cam mana boleh mantap untuk pilih akhi Ramli sebagai pendamping hidup ne?”

Diri tahu benar kalau Nani sebenarnya berharap untuk menikah dengan orang Malaysia untuk memudahkan masalah imigrasi beliau salah satunya.

“Entahlah Zah, Ne pun tak tahu. Yang Ne tahu akhi tu baik sangat. Dan insyaAllah Ne yakin dia boleh bawa Ne dan keluarga ke jalan syurga Allah.. kita berusahakan..”

Aku tahu itu sebuah pilihan yang berat. Apalagi untuk kasus seperti Nani. Untuk kembali ke tanah air takkan semudah yang dibayangkan. Dan mungkin, dia akan membutuhkan passport untuk sekadar kembali ke tanah tumpah darah sendiri.

“Zah, kadang bahagia itu saat kita belajar bersyukur dengan apa yang kita punya. Mungkin apa yang menurut kita terbaik, justeru tidak baik di mata Allah. Ne khawatir juga saat nak beritahu ayah tentang lamaran akhi. Tapi akhi kata, cobalah dahulu. Mungkin disana ada berkahnya. Jika kita tidak mencoba dan terus ragu dengan kemungkinan, kita tidak tahu natijahnya.  Yang penting kita berusaha.”

Pernah satu waktu lain, akhi sendiri yang memberitahu,

“ Waktu ana melamar Nani, ana belum punya wang penaik yang diminta sama keluarga Ne, tapi ana yakin, Allah ada jalanNya asal kita mahu untuk berusaha dan berdoa. Yang penting positif dengan Allah. Dan Alhamdulillah.. Allah memberikan ana kecukupan. Pada waktu yang telah dijanjikan itu, wang yang diminta juga terkumpul..yakinlah..sesuatu yang bernilai ibadah disisiNya, akan Ia bantu mencukupkannya..”
Subhanallah. Sungguh seorang yang luar biasa.

Diri bersama Ummi, Kak Solihah dan Fatimah tetap menyempatkan diri untuk tetap hadir dalam sela waktu yang menghimpit. Ada hikmah dan berkah dalam ukhuwah. Atas dasar kasih sayang itulah kami merentas 3 gunung dan lembah untuk menghadiri acara syukuran walimahnya. Antara 2 negara. Antara 2 budaya. Antara 2 insan. 2 hati. Dengan ikatan 1 akidah. 1 keyakinan dan 1 harapan. Ada banyak tolak ansur dalam acaranya. Pertembungan adat dan kesederhanaan Islam. Ya, seperti kata Ne, dia mengimpikan sebuah perkahwinan sederhana yang cukup mematuhi syariat. Tapi pertembungan budaya..apalagi budaya bugis-makassar yang masih kental mengakar umbi tetap menular melilit. Apa jua pun itu bentuk perkahwinannya, semoga ia tidak mengurangi berkah dan pahala ibadah dalamnya.

Buat sahabatku, dimanapun di belahan dunia kamu berada, tetapla kamu sahabatku. Dan jika Allah tidak mempertemukan kita didunia, semoga DIA akan mempertemukan kita lagi di syurganya.

Binalah hidup di jembatan makruf. Rumah jadi sambungan madrasah, seninya kerana solat… indahnya oleh munajat. Tapaknya iman, jalannya syariat, natijahnya akhirat.. ukhti, semoga keluarga yang terbina harum dengan wangian kasih, indah dengan perhiasan akhlaq dan selamat dengan benteng syariat. Selamat pengantin baru.