Jauh.. adalah kata yang mengawali perjalanan. Jauh menawarkan
misteri keterasingan. Jauh menebarkan aroma bahaya, jauh memproduksi desir
petualangan menggoda. Jauh adalah sebuah pertanyaan sekaligus jawaban, jauh
adalah sebuah titik tujuan yang penuh teka teki. Marco Polo melintasi jalan
panjang dari Venesia hingga takhta Kaisar Mongol di negeri China. Para pengelana
lautan Eropah bertahun-tahun mengarungi samudera luas, menyabung nyawa,
menjinakkan suku primitive di tanah belantara. Para astronaut dan kosmonout
berlomba menginjakkan kaki di bulan. Menguak tabir angkasa. Deretan pengembara
akbar menghiasi sejarah peradaban. Semua terjerat pesona kata itu: JAUH..
Seberapa jauhnyakah “jauh” itu? Berapa lama untuk
mencapainya? Imiginasi liar manusia terus menggerus dimensi ruang dan waktu,
terus berkelana menembus batas. Tentang kehidupan yang paling asing, paling
berbeda. Eksotis. Ajaib. Unik. Pelik. Antik. Eksentrik… JAUH..
Si petualang pun bermimpi, dalam lintasan yang begitu jauh
menuju titik terjauh, dia akan melewati sebuah rute musafir legenderis dari
zaman berabad silam. Jalur sutra yang membaurkan berbagai budaya Timur dan
Barat, membangkitkan imajinasi dan romantisme, bayangan tentang barisan caravan
unta yang melintasi gunung gersang, atau perompak di tengah kengerian malam,
fatamorgana oasis, sampai kubah-kubah megah mesjid dan makam dengan biru
lazuardi dari dongengan Arabia. Permaidani terbang, harta karun tersembunyi, putrid
cantik, pangeran rupawan..
Perjalanan…
Pertualangan….
Kita berangkat…
~Titik Nol, Agustinus Wibowo…~


0 ulasan:
Catat Ulasan