Skinpress Rss

Rabu, 1 Mei 2013

JAUH

0



Jauh.. adalah kata yang mengawali perjalanan. Jauh menawarkan misteri keterasingan. Jauh menebarkan aroma bahaya, jauh memproduksi desir petualangan menggoda. Jauh adalah sebuah pertanyaan sekaligus jawaban, jauh adalah sebuah titik tujuan yang penuh teka teki. Marco Polo melintasi jalan panjang dari Venesia hingga takhta Kaisar Mongol di negeri China. Para pengelana lautan Eropah bertahun-tahun mengarungi samudera luas, menyabung nyawa, menjinakkan suku primitive di tanah belantara. Para astronaut dan kosmonout berlomba menginjakkan kaki di bulan. Menguak tabir angkasa. Deretan pengembara akbar menghiasi sejarah peradaban. Semua terjerat pesona kata itu: JAUH..

Seberapa jauhnyakah “jauh” itu? Berapa lama untuk mencapainya? Imiginasi liar manusia terus menggerus dimensi ruang dan waktu, terus berkelana menembus batas. Tentang kehidupan yang paling asing, paling berbeda. Eksotis. Ajaib. Unik. Pelik. Antik. Eksentrik… JAUH..

Si petualang pun bermimpi, dalam lintasan yang begitu jauh menuju titik terjauh, dia akan melewati sebuah rute musafir legenderis dari zaman berabad silam. Jalur sutra yang membaurkan berbagai budaya Timur dan Barat, membangkitkan imajinasi dan romantisme, bayangan tentang barisan caravan unta yang melintasi gunung gersang, atau perompak di tengah kengerian malam, fatamorgana oasis, sampai kubah-kubah megah mesjid dan makam dengan biru lazuardi dari dongengan Arabia. Permaidani terbang, harta karun tersembunyi, putrid cantik, pangeran rupawan..

Perjalanan…
Pertualangan….
Kita berangkat…

~Titik Nol, Agustinus Wibowo…~

0 ulasan:

Catat Ulasan