Skinpress Rss

Ahad, 5 Mei 2013

KEEP A SECRET

2



Can you keep a secret ?
Don't show the sad face as if u have been sacrificed
Exhaustion! That's just a small part of our lives
There's a larger thing that could remove all Exhaustion
That's a smile and happiness people around us..
Okkeyy, life is not as simple as that..but at least..
Do not make it complicated. Enjoy ya ! :)))

benarlah adakalanya selalu kita butuh orang lain untuk mengerti kondisi kita...
kadang kita hanya harus mengorbankan perasaan kita dan kondisi kita dan beberapa orang untuk membahagiakan orang lain.. mungkin disana ada keberkahannya..

Jumaat, 3 Mei 2013

MURABBI YANG TETAP MENCINTAI

0



 she loves you lillah, dear ukhti
apabila sang murrobbi bertanya kepada mutarobbi-mutarobbinya,
" apakah yang membahagiakan kamu? "
jawab mutarobbi, 
 " ana gembira sebab berjaya dapat 4.0 flat, 
saya gembira dapat berjaulah oversea, 
ana gembira sebab bertemu dia dalam proses baitul muslim. "

*senyum*
ketahuilah, apabila ditanya apakah kebahagiaan sebenar buat murrobbi mu...
" akak cukup bahagia bila adik-adik menjadi sebahagian dari diri ini "
 Subhanallah (':
...
menghirup sedikit cinta luar biasa ini. takjub bagaimana kamu boleh menjadi sebahagian obsesi murrobbimu, menuntut sebahagian fikirannya, segenap kasih sayangnya malah menuntut  kerjanya hingga mimpi-mimpi di kala rehatnya.

Allahu Allah.
...
ya, dia lah murrobimu itu meskipun,
kamu lah yang membaca sms-sms nya sekali lalu
kamu lah yang acap kali mereka pelbagai alasan untuk tidak hadir liqa usrahmu
kamu lah yang selalu missing-in-action apabila di ajak menghadiri daurah-daurah
huu...
...
menjadi murobbi seperti dia
aku cukup cemburu
kerna langkahnya, bicara dia, bil telefonnya, masa makannya, masa rehatnya, masa belajarnya
hanya berlegar-legar mengenai mutarobbinya
mengenai dakwahnya, tarbiahnya 
pekatnya cinta itu
kerana pekatnya cinta itu terhubung dengan iman 
Allahu Allah (':
jika lah, kau mengetahui...
...
mengenali murrobimu, aku menakjubi kerja orang-orang beriman ini
bersabar dan tidak mudah putus asa,
" Allah nak terus uji dan asah skill bagaimana terus berjaya mengikat hati mutarobbi "

(':

Ya Allah,
aku juga bahagia
mengenali murrobbi seperti kamu.
 semoga terus tsabat
ya 'ketenanganku'
insyaAllah

~diberi oleh salah seorang adik yang sangat prihatin~ terima kasih atas ingatannya..

http://suratuntukboolan.blogspot.kr/2013/05/segenap-cinta-murobbimu.html

Rabu, 1 Mei 2013

JAUH

0



Jauh.. adalah kata yang mengawali perjalanan. Jauh menawarkan misteri keterasingan. Jauh menebarkan aroma bahaya, jauh memproduksi desir petualangan menggoda. Jauh adalah sebuah pertanyaan sekaligus jawaban, jauh adalah sebuah titik tujuan yang penuh teka teki. Marco Polo melintasi jalan panjang dari Venesia hingga takhta Kaisar Mongol di negeri China. Para pengelana lautan Eropah bertahun-tahun mengarungi samudera luas, menyabung nyawa, menjinakkan suku primitive di tanah belantara. Para astronaut dan kosmonout berlomba menginjakkan kaki di bulan. Menguak tabir angkasa. Deretan pengembara akbar menghiasi sejarah peradaban. Semua terjerat pesona kata itu: JAUH..

Seberapa jauhnyakah “jauh” itu? Berapa lama untuk mencapainya? Imiginasi liar manusia terus menggerus dimensi ruang dan waktu, terus berkelana menembus batas. Tentang kehidupan yang paling asing, paling berbeda. Eksotis. Ajaib. Unik. Pelik. Antik. Eksentrik… JAUH..

Si petualang pun bermimpi, dalam lintasan yang begitu jauh menuju titik terjauh, dia akan melewati sebuah rute musafir legenderis dari zaman berabad silam. Jalur sutra yang membaurkan berbagai budaya Timur dan Barat, membangkitkan imajinasi dan romantisme, bayangan tentang barisan caravan unta yang melintasi gunung gersang, atau perompak di tengah kengerian malam, fatamorgana oasis, sampai kubah-kubah megah mesjid dan makam dengan biru lazuardi dari dongengan Arabia. Permaidani terbang, harta karun tersembunyi, putrid cantik, pangeran rupawan..

Perjalanan…
Pertualangan….
Kita berangkat…

~Titik Nol, Agustinus Wibowo…~

Isnin, 22 April 2013

KASIH IBU

0



Ibuku kaulah pelita
Yang dulu kini selamanya
Kau beriku kasih kau beriku manja
Kasihmu kudambakan

Engkaulah ibu yang kusayangi
Kasihmu mekar harum mewangi
Menghiasi taman hati
Bak lilin membakar diri
Menyinari hidup ini

Sejak dulu ku dibelai dimanja
Bersarat cinta padat di dada
Walaupun penuh sengsara bertemankan air mata
Berkorban jiwa dan raga

Kasihmu ibu tiada duanya
Kasihmu ibu tiada bandingnya
Mendidik kami dengan kesabaran
Kepayahan dan keperitan ditanam di jiwa

Kasihmu ibu tiada nilainya
Tak rela aku melihatmu di dalam keadaan duka
Hapuskanlah air matamu
Kerana ia menyayat hati ini
Terasa bagai tertusuk sembilu
Hanya Allah yang tahu
Pedihnya hati ini

Kasihmu ibu bak mutiara
Pasti berkilau selamanya
Tidak seperti kaca
Jatuh hancur berkecai
Musnahlah segalanya

Kasihmu ibu yang kurindukan
Penawar hati di kala duka
Kupohonkan restumu setitis doa suci
Mengharap kasih Ilahi

Kasihmu ibu kusanjung selalu
Pengorbanan yang kau curahkan
Setulus hatimu
Sehingga kini kasih yang suci
Tetap bersemi di hati ini 
Seharum kasturi

Kini setelah dewasa
Masa dan detiknya telah tiba
Untukku membalas segalanya
Buat ibu tercinta 
Semoga kau bahagia

Ahad, 21 April 2013

WALIMAH INTER-NEGARA

1




Bismillah..
Ada satu peristiwa yang amat berbekas dijiwa ini hari ini. Alhamdulillah sahabatku, Rosnani sudah selamat diijab qabulkan dengan Akhi Ramli, pemuda soleh asli Gowa tersebut. Rasa ingin menetes air mata ini mengenangkan cabaran yang selama ini ditempuh oleh sahabatku ini. Mungkin pernah diri ini nukilkan tulisan buat sahabat dunia akhiratku ini beberapa waktu yang lalu. Orang yang banyak mengajar arti kekuatan dan ketabahan.

Dari pertama mengenal Nani, dan kami sudah tersedu sedan mendengar kisah tragisnya hingga berjaya melanjutkan pelajaran di Bumi Watanpone ini, hingga meninggal ibunya, beliau tidak berapa lama terkena suatu penyakit bakteri yang menular aktif di negeri ini, hinggalah akhirnya Allah SWT membayar lunas kesabarannya dengan akhirnya menemukannya dengan belahan jiwanya.

Meski dari pertama susah untuk memutuskan.. apalagi akhi adalah orang asli Gowa hingga ada pilihan berat yang harus diambil. Menerima lamaran akhi berarti peluang Nani untuk pulang ke tanah air semakin tipis. Apalagi ne tidak memiliki my card Malaysia hingga untuk mengurus masalah kewarganegaraan sangat sulit. Sedang keluarga inti ne sendiri masih menetap disana. Kakaknya, adik-adiknya. Ayahnya. Namun akhi adalah seorang pemuda soleh yang bertanggungjawab. Dan akhirnya istiqarah membuka pintunya. Alhamdulillah hari ini mereka akan membina istana cinta mereka demi menggapai redhaNya.
Pernah waktu kunjungan Nani ke Makassar kali yang lalu, diri bertanya pada beliau..

“Ne, cam mana boleh mantap untuk pilih akhi Ramli sebagai pendamping hidup ne?”

Diri tahu benar kalau Nani sebenarnya berharap untuk menikah dengan orang Malaysia untuk memudahkan masalah imigrasi beliau salah satunya.

“Entahlah Zah, Ne pun tak tahu. Yang Ne tahu akhi tu baik sangat. Dan insyaAllah Ne yakin dia boleh bawa Ne dan keluarga ke jalan syurga Allah.. kita berusahakan..”

Aku tahu itu sebuah pilihan yang berat. Apalagi untuk kasus seperti Nani. Untuk kembali ke tanah air takkan semudah yang dibayangkan. Dan mungkin, dia akan membutuhkan passport untuk sekadar kembali ke tanah tumpah darah sendiri.

“Zah, kadang bahagia itu saat kita belajar bersyukur dengan apa yang kita punya. Mungkin apa yang menurut kita terbaik, justeru tidak baik di mata Allah. Ne khawatir juga saat nak beritahu ayah tentang lamaran akhi. Tapi akhi kata, cobalah dahulu. Mungkin disana ada berkahnya. Jika kita tidak mencoba dan terus ragu dengan kemungkinan, kita tidak tahu natijahnya.  Yang penting kita berusaha.”

Pernah satu waktu lain, akhi sendiri yang memberitahu,

“ Waktu ana melamar Nani, ana belum punya wang penaik yang diminta sama keluarga Ne, tapi ana yakin, Allah ada jalanNya asal kita mahu untuk berusaha dan berdoa. Yang penting positif dengan Allah. Dan Alhamdulillah.. Allah memberikan ana kecukupan. Pada waktu yang telah dijanjikan itu, wang yang diminta juga terkumpul..yakinlah..sesuatu yang bernilai ibadah disisiNya, akan Ia bantu mencukupkannya..”
Subhanallah. Sungguh seorang yang luar biasa.

Diri bersama Ummi, Kak Solihah dan Fatimah tetap menyempatkan diri untuk tetap hadir dalam sela waktu yang menghimpit. Ada hikmah dan berkah dalam ukhuwah. Atas dasar kasih sayang itulah kami merentas 3 gunung dan lembah untuk menghadiri acara syukuran walimahnya. Antara 2 negara. Antara 2 budaya. Antara 2 insan. 2 hati. Dengan ikatan 1 akidah. 1 keyakinan dan 1 harapan. Ada banyak tolak ansur dalam acaranya. Pertembungan adat dan kesederhanaan Islam. Ya, seperti kata Ne, dia mengimpikan sebuah perkahwinan sederhana yang cukup mematuhi syariat. Tapi pertembungan budaya..apalagi budaya bugis-makassar yang masih kental mengakar umbi tetap menular melilit. Apa jua pun itu bentuk perkahwinannya, semoga ia tidak mengurangi berkah dan pahala ibadah dalamnya.

Buat sahabatku, dimanapun di belahan dunia kamu berada, tetapla kamu sahabatku. Dan jika Allah tidak mempertemukan kita didunia, semoga DIA akan mempertemukan kita lagi di syurganya.

Binalah hidup di jembatan makruf. Rumah jadi sambungan madrasah, seninya kerana solat… indahnya oleh munajat. Tapaknya iman, jalannya syariat, natijahnya akhirat.. ukhti, semoga keluarga yang terbina harum dengan wangian kasih, indah dengan perhiasan akhlaq dan selamat dengan benteng syariat. Selamat pengantin baru.







Sabtu, 13 April 2013

MERENTASI EPISODE DEMI EPISODE

0



Menghargai saat kebersamaan
Kita merangkai hidup ini dengan cara sederhana
Itu yang menjadikannya “hidup”
Menepati sifat hidup itu sendiri yang terus bergerak..berubah
Ya, hidup itu selalu berubah
Dan kita melewati episode demi episode

Tidak semua episode itu mudah
Ada jalan payah, berliku dan terjal
Ada jalan yang samar berkabut
Adakala kita rebah di perjalanan
Jatuh tersungkur saking kelam dan licinnya
Kadang kita patah semangat
Tak ingin bangkit
Menyerah dengan kondisi yang menjerat
Lewat….berlalu…

Episode baru datang…
Menghadirkan cahaya mentari
Menggilir pelangi untuk menerangi jalan yang kita tempuh
Kadang cahaya itu tidak datang melayang
Ia harus berusaha untuk diraih…digapai
Untuk tetap teguh berdiri..berhenti di titik dasar
Jalan itu tidak akan mengalahkan kita
Tapi kitalah yang harus meraihnya dengan jemari ini…dengan hati ini..

Jauh berlari dalam siklus kehidupan
Kita semakin beradaptasi dengan situasi
Tapi selalu ada kata “kita” dalam tiap episodenya
“Kita” yang tidak akan terpisah oleh jarah waktu
“Kita” yang akan tetap bahu membahu
Memaut saat jatuh berpaut saat butuh

Aku..Kamu…Kita..
Aku tak selamanya kuat sepertimana kamu tak selamanya teguh
Tapi kita saling melengkapi..saling menyempurnakan
Kita sudah melewatinya beberapa waktu.. dan semoga akan tetap seperti itu ke depannya
Alirkan energi itu dalam pembuluh darah dan saraf-saraf agar ia menjadi kekuatan
Kekuatan tak terkalahkan yang akan melindungi konsistensi kita

Meski  dalam kesibukan berbeda namun kita sama-sama yakin
Ada cerminanmu dalam diriku sepertimana ada bayangku dalam dirimu
Tegur aku saat aku salah dan paut tanganku saat aku tersungkur
Jangan menjadikanku asing dalam kehidupanmu
Sepertimana aku tidak ingin cahayamu malap dalam diriku
Kerna, sampai kapanpun,
 Aku tetap ingin melewati jalan berliku ini denganmu disisi..

~amni_shamrah~
00.00 am
13 April 2013


Khamis, 11 April 2013

SEGMEN SINGKAT

0



Ada yang melintas dalam segmen singkat, namun membekas keras..
Ada yang telah lama berjalan beiringan, tetapi tak disadari arti hadirnya..
Ada pula yang begitu jauh di pelupuk mata..
Sedangkan penampakannya bgtu melekat di hati..
Ada yang datang ada yang pergi, begitu saja seolah tak pernah ada..
Bukan akhir, namun ia akan mjadi awal bagi perjalanan lainnya..
Well..that’s life must be! :))



Mgkin kita memang takut kehilangan..
Tpi hidup bukan hanya kehilangan, karena waktu yang terus berputar selalu membawakan kita sesuatu yg baru sebagai ganti yang hilang, untuk menghibur kita, Bahkan untuk memberi kita sisi senang yg kita perlukan. Tak ada tangis yang abadi, seperti juga tak ada senyum yang kekal. Semua punya waktunya, semua punya gilirannya #Tarbawi