Skinpress Rss

Khamis, 14 Jun 2012

TAKE CARE OF WOMEN

0


Huda Ghazali wrote:

In Islam A Woman is always under the care of someone,

When she is young, she is under the care of her parents.
When she is married, she is under the care of her husband.
When she is old, she is under the care of her children.
These are her guardians and wordly protectors.

Look at how ALLAH takes care of them from Birth till Death.
Alhamdulillah.

Isnin, 11 Jun 2012

SORE DI WORKSHOP

0




Menginjak tahun ke-5 keberadaan diri di Makassar baru tahu tempat yang namanya Workshop, Bandar Mahasiswa yang letaknya di belakang Kampus Merah Unhas, tempat mahasiswa menyewa kosan alias (rumah sewa)… murah meriah makanan disana.. melewati jalanan kecil itu bersama Rahmah, teman terbaikku membuatkan ia menjadi taman kenangan. Sejak menjalani fase co-assistancy fase kedua, baru diri berpeluang sering bertemu dengan Rahma di Rumah Sakit. Kerna beliau juga stase Bedah. Meski tidak satu bangsal namun hampir sama jadual kerjanya..


-----------------n------a--------r-r---a------------t--------i----------o-------n------------------
Kamu tahu Rahma, kali pertama kamu mengajakku minum es kelapa di Workshop, saat itu sangat canggung kurasa. minum di warung tepi jalan dan tepi parit besar sepertinya kurang hyginis. Namun aku suka suasananya. Suka saat menjalani detik-detik itu bersamamu.. hingga ia menjadi rutinitas kita kapan ada kelapangan waktu setelah jam kerja. Mungkin es kelapa itu hanya alasan supaya kita bisa duduk-duduk sambil bercerita tentang banyak hal. Melepaskan beban dan tekanan yang memberat di pundak. Iya hanya sepenggal waktu disela kesibukan untuk terus menuai sayang dan menghidupkan rasa.

Aku suka saat kita berkongsi sepiring nasi goreng demi membeli sedikit waktu bersama, suka saat kita bolak balik menyusuri jalanan kecil Workshop untuk mencari bengkel gara-gara ban motor yang sempat bocor..saat keringat jantan menuruni jidat dan kita sama-sama tertawa lucu saat akhirnya ketemu bengkel disudut masuk Workshop.. Aku suka saat kita berhujan-hujan ke sana, dan tetap memesan es kelapa dikala hujan keras menyimbah bumi, meminumnya dalam keadaan menggigil gara-gara kamu lagi ingin sekali..  Aku suka saat kita menebalkan muka untuk berfoto-foto disitu meski orang-orang pada hairan, “kok foto di warung begini??”..Workshop ini sepertinya hanya milik kau dan aku.

Saat kamu mengatakan bahawa kamu akan pergi sedikit waktu lagi,menyeberang laut ke tempat kakakmu, ia seperti sayatan-sayatan kecil yang merobek-robek pembungkus hati yang punya selirat saraf terkaya. Menyakitkan. Tidak tahu kapan kamu akan kembali.. saat kamu pergi jauh, akan adakah lagi peluang untuk kita menjalani hal-hal sederhana seperti ini lagi? Minum es kelapa di warung sederhana.. bercerita hal yang sederhana.. Haruskah semua orang yang akrab denganku pergi sejauh itu? Meski tidak menggunakan paspor dan visa untuk merentas wilayah, namun hamparan laut yang luas membuatkan pertemuan itu menjadi hal yang mustahil. Saat hanya diperbolehkan untuk merindu, tapi tidak lagi berharap untuk bertemu..

Rasa begini sudah cukup menua.. kerna merindui itu sangat melelahkan. Saat waktu akan merubah kita masing-masing. Dan nanti, untuk bertanya “gimana kabarmu?” juga sudah kedengaran agak canggung. Paling-paling “baik” dan diam lagi…Aku tahu, kita akan berpisah juga pada akhirnya..namun tidak secepat ini.. sungguh tidak secepat ini. Tidak bisakah perpisahan itu ditangguhkan dulu? Tidak bisakah kita menghidupkan lebih banyak waktu..   Aku sudah cukup lelah untuk merindui Fit.. Kak Anhy.. Iyan.. Ochy dan sekarang kamu lagi..

Seorang pernah berkata “jangan pernah putus untuk berharap. Jangan pernah berkata selamat tinggal tapi berkatalah semoga bertemu lagi..”
Selalu ada harapan untuk sebuah pertemuan..

Khamis, 7 Jun 2012

JALAN CINTA PARA PEJUANG

0


Memaknai batas kadang memberi kita permakluman untuk mengambil ‘udzur. Selalu ada pembenaran atas setiap langkah mundur yang kita ambil. Selalu ada alasan untuk berlama-lama di tiap perhentian yang kita singgahi. Tetapi di jalan cinta para pejuang, para kstaria agung itu bertanya pada hati. Dan mereka menemukan jawab yang membuat jiwa menari di atas batas, meski jasad harus bersipayah mengimbanginya. [FR]

Rabu, 6 Jun 2012

BTKV

0



Minggu 8. Satu minggu yang memenatkan. Tapi yang paling banyak pembelajaran yang diri dapatkan di bedah. Bedah Toraks KardioVaskuler (BTKV) benar-benar sebuah subdivisi yang menjalankan system yang berdiri tersendiri. Dikelola oleh satu-satunya Spesialist cardiothoracic surgeon di Wilayah Indonesia Timur.  Dr.M.Nuralim Mallapasi,SpBT(KV). Seorang yang sangat dihormati, digeruni kerna caliber beliau. Beliau mendidik para dokter residen dan co-assisten sendirian dengan system yang rapid an terancang.

Sebelum melangkah ke dalam bagian ini, diri sudah mendengar banyak cerita dan banyak kabar angin yang beredar. Yan baik dan yang jelek. Dan pastinya lebih banyak yang jelek, memandangkan bagian ini adalah salah satu bagian terberat dan paling rentan untuk “ditembak” minggu alias Tuming (turun minggu)*.  Asbab utama yang membuatkan rentan ditembak di BTKV adalah kerana kelemahan ingatan mahasiswa yang susah untuk menghafal pasien. Dibagian ini, kita dituntut untuk mengenali dan mengetahui details pasien dibagian ini. Baik dari bed pasien hinggalah post-operasi hari ke berapa, kenapa bisa dioperasi apa komplikasi yang dialami dan obat-obat yang dikosumsi oleh pasien.

Aturan mainnya, kita semua harus menginap selama 1 minggu di rumah sakit dan memakai jadual bertugas dengan system rolling per 12 jam. Berarti kita berpeluang untuk mempelajari semua kasus yang didapatkan oleh BTKV saat itu. Jika hari ini kita ditugaskan stase di ward Pavilliun Palem, malamnya kita akan bertanggungjawab atas pasien yang berasa di ward/ lontara 1 Interna. Ward yang paling ramai pasien yang harus ditangani. Satu tim terdiri dari 2 co-asisten dan 1 dokter residen. Nah disini kita diharapkan untuk mempelajari penyakit dan memperdalamkan dan mempertajam anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien dengan bimbangan dari dokter residen. Tergantung bagaimana kita sama-sama membina kekompakan dan saling menyesuaikan diri dengan teman tim dan dokter residennya. Pokoknya kita sama-sama dalam proses pembelajaran dan dibawah tekanan yang sama.

Visite pagi dengan boss (dr.Nuralim SpBTKV)  adalah saat yang paling menggetirkan dan mendebarkan. Kerna permainan harian boss sangat tidak tertebak. Boleh jadi hari ini, beliau meminta tim yang bertanggungjawab atas ward tertentu untuk  lead (istilah bagi orang yang ditunjuk untuk mengarahkan jalan ke kamar pasien), sesuai dengan tempat tugas masing-masing, adakalanya pula, boss meminta hanya satu orang residen yang lead (mengarahkan jalan ke kamar pasien dengan catatan tidak boleh salah kamar, harus teratur dan tidak boleh berpatah balik, dan HARAM lupa diagnosis dan pengobatan di seluruh rumah sakit termasuk di Private Care Center,PCC dan Rumah Sakit Pendidikan Unhas, RSP). Kadang co-ass juga ditunjuk untuk itu.

Selesai visite pagi, semua akan bergerak ke Central Operation Theater (COT) untuk mengikuti operasi beliau. Setiap hari pasti ada operasi cimino (pembuatan shunt antara vena brachialis dengan arteri radialis untuk tujuan memudahkan dialysis). Biasanya pasien yang menjalani operasi ini adalah rata-rata pasien dengan diagnosis Chronic Kidney Disease (CKD) stage IV-V. Hari Rabunya, kami bertuah dapat menyaksikan sendiri operasi besar penyakit  jantung congenital pada anak yakni Repair Tetrology Of Fallot pada pasien berusia 11 tahun  dengan diagnosis Pink TOF dan BT Shunt pada pasien 2 tahun dengan diagnosis TOF. Operasi ini menuntut tenaga ahli yang ramai hingga Tim Operasi dr.Nuralim diterbangkan khas dari Jepang dan Jakarta. Penata alat fungsi jantung juga dibawa khas kerna operasi ini memerlukan jantung pasien dihentikan menggunakan cardiac paralyser dan kalium untuk mempermudahkan proses penjahitannya. Oleh itu diperlukan mesin khas seperti yang bisa dilihat di filem bersiri Team Medical Dragon untuk menggantikan fungsi jantung buat sementara.

Hari kamisnya kami masih berpeluang untuk menyaksikan operasi salah satu lagi penyakit jantung bawaan asianotik, Patent Ductus Ateriosus, PDA. Pada operasi ini, tidak dilakukan pembedahan jantung terbuka alias tidak dibuka lewat rongga mediastinumnya atau depan jantung sebaliknya dibedah lewat samping atau linea axillaris media. Dibebaskan costa 3 dan 4 dan beliau bekerja di antara kedua celah yang sempit itu. Subhanallah.. saat Allah memilih hambaNya untuk diberi kebijaksanaan dan kepakaran untuk membantu oran lain lewat celah yang sesempit itu. Ketajaman penglihatan dan focus yang tinggi dibutuhkan untuk menjayakannya.

Sabtu. Hari terakhir di BTKV. Alhamdulillah semoga hari ini lancar-lancar saja hingga ia bisa dilalui dengan baik tanpa sebarang penghadang. Pagi-pagi ada kuliah umum yang diberikan oleh dr.Nuralim, SpBTKV untuk semua co-ass bedah. Dengan judul Water-Sealed Drainage. Tajuk yang sederhana namun sangat penting untuk diketahui oleh calon dokter umum seperti kami. Dari kuliahnya menambah kekaguman diri terhadap kerendahan hatinya. Diiselanya sempat beliau menegaskan bahawa kita tidak boleh menjadi dokter yang sombong. Kerna yang bisa menyembuhkan pasien itu hanya tangan Allah. Diceritakan pengalaman beliau sewaktu menangani seorang pasien dengan diagnosis Vulnus Ictum ec Panetran Ventrikel Sinistra (luka tusuk hingga menembus ke ventrikel kiri). FATAL. Waktu itu kondisi kesehatan boss sendiri tidak begitu fit, ditambah dengan stress tingkat tinggi. Dalam semua pembedahan jantung, jarang dilakukan tindakan invasive dengan melakukan insisi (pembedahan) pada bagian ventrikel jantung. selain kerna ventrikel adalah dinding paling tebal dan aktif yang berperan untuk memompa darah ke seluruh tubuh, di ventrikel juga mempunyai kabel-kabel penghantar listrik yang menghidupi jantung yang dikenali sebagai serat Purkinje. Saat serat ini salah dijahit, akan menyebabkannya rusak dan tidak dapat mengalirkan aliran listrik jantung. anak ini tidak akan mampu untuk bertahan hidup.

Keadaan pasien kurang fit (tidak layak operasi) lantaran darah yang terus menerus keluar dari bagian jantung yang bocor. Tapi andai pembedahan ditangguh untuk sedikit saja lagi waktu, prognosis atau prediksi ke depannya sudah jelek dan mungkin tidak bisa lagi diselamatkan. Dalam keadaan yang berat itu, dr.Nuralim membuat satu keputusan yang Maha Berat dan berisiko tinggi. MENERUSKAN OPERASI!! Didukung oleh satu-satunya spesialis Anestesi Kardiovaskuler yang berani maju untuk mendampingi dr.NA, yaitu dr.H SpAn. Sempat tangan NA gementaran sewaktu menjahit namun Alhamdulillah semuanya berjalan lancar.

“Ilmu itu 50% Allah pinjamkan pada kita dan 50% lagi mutlak milikNya.. 50% itu yang kita gunakan untuk membantu orang lain.  kapan kita malas dan tidak belajar, otak kita tumpul dan ilmu kita menyusut. Maka ilmu milik Tuhan akan terus bertambah. Bagaimana caranya kita untuk menggunakan pinjaman ilmu itu untuk menyelamatkan pasien kita??”
~dr.NA~



*dengan catatan medical student akan dihukum kerana kesalahan apa saja dengan hukuman harus mengulang semula minggu tersebut disubdivisi tersebut.

Jumaat, 1 Jun 2012

AM's BIRTHDAY

0

~ a birthday card from me~

~ a birthday card from along~

~ a birthday card from ijah~

On your special day today I wish and pray 
May you get all the happiness
And sweet things to hear and say 
Forget the gifts, forget the wrapping paper
Count your blessings, I would say
Think of the best things you want in life
Because today is your Happy Birthday

Ahad, 27 Mei 2012

TETROLOGY OF FALLOT

0


  
   Mengikuti operasi koreksi Tetrology of Fallot. Operasi besar yang dijalankan oleh Dr.M.Nuralim Mallapassi, SpB.SpBTKV. satu-satunya spesialis bedah toraks kardiovaskuler (cardiothoracic surgeon) di Indonesia Timur. Dr.NA dan tim khas yang diterbangkan dari Jakarta Dan Jepun ini mengambil masa 5 jam untuk satu operasi. Dan hari ini berjalan 2 operasi. Dari jam 10.00 pagi hingga 3.00 sore dan dilanjut lagi operasi kedua jam 05.00pm hingga selesai jam 09.30pm. pasien pertama adalah anak laki-laki umur 11 tahun yang sangat ramah dan berani. Sementara pasien kedua adalah seorang anak kecil berusia 2 tahun. Anak laki-laki comel yang suka tertawa sebelum bertukar menjadi baby blue dan diam.

      Tetralogi fallot (TF) adalah kelainan jantung dengan gangguan sianosis (kebiruan akibat kurangnya perfusi oksigen dalam darah) yang ditandai dengan kombinasi 4 hal yang abnormal meliputi:
a-  defek septum ventrikel (terdapat lubang antara dinding jantung bawah sebelah kiri dan kanan, hingga darah yang mengandungi oksigen dan darah yang mengandungi karbon dioksida bercampur),
--  stenosis pulmonal (kekakuan pada katup/injap jantung yang harusnya membuka sewaktu darah dari jantung kanan dipompa ke paru),
c-  overriding aorta (aorta bergeser hingga darah dari ventrikel kanan juga masuk ke aorta sewaktu jantung memompa)
d-  hipertrofi ventrikel kanan (otot jantung kanan membesar sebagai akibat kompensasi)

Komponen yang paling penting dalam menentukan derajat beratnya penyakit adalah stenosis pulmonal dari sangat ringan sampai berat. Stenosis pulmonal bersifat progresif , makin lama makin berat.

Gejala Klinis

     Anak dengan TOF umumnya akan mengalami keluhan :sesak saat beraktivitas, berat badan bayi tidak bertambah, pertumbuhan berlangsung lambat, jari tangan clubbing (seperti tabuh genderang), kebiruan. Kebiruan akan muncul saat anak beraktivitas, makan/menyusu, atau menangis dimana vasodilatasi sistemik (pelebaran pembuluh darah di seluruh tubuh) muncul dan menyebabkan peningkatan shunt dari kanan ke kiri (right to left shunt). Darah yang miskin oksigen akan bercampur dengan darah yang kaya oksigen dimana percampuran darah tersebut dialirkan ke seluruh tubuh. Akibatnya jaringan akan kekurangan oksigen dan menimbulkan gejala kebiruan. Anak akan mencoba mengurangi keluhan yang mereka alami dengan berjongkok (squatting position) yang justru dapat meningkatkan resistensi pembuluh darah sistemik karena arteri femoralis yang terlipat. Hal ini akan meningkatkan right to left shunt dan membawa lebih banyak darah dari ventrikel kanan ke dalam paru-paru. Semakin berat stenosis pulmonal yang terjadi maka akan semakin berat gejala yang terjadi.

     Pemeriksaan penunjang yang dilakukan diantaranya adalah foto roentgen dada dimana didapatkan adanya pembesaran dari ventrikel kanan dengan penampakan jantung seperti sepatu boot atau ‘boot-shaped’ heart. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah elektrokardiografi (EKG) atau alat rekam jantung, kateterisasi jantung, serta ekokardiografi.

     Tetralogi fallot hanya bisa disembuhkan melalui operasi. Pada bayi dengan sianosis yang jelas, sering pertama-tama dilakukan operasi pintasan atau langsung dilakukan pelebaran stenosis trans ventrikel. Koreksi total dengan menutup Ventrikel Septal Defect seluruhnya dan melebarkan Stenosis Pulmonal pada waktu ini mungkin sudah dilakukan. Operasi direkomendasikan pada usia 1 tahun keatas guna mencegah komplikasi kembali saat dewasa nantinya. Umur optimal pada saat ini adalah 7-10 tahun. TOF dengan absent pulmonary valve atau tanpa adanya katup harus segera diatasi dengan operasi. Apabila tidak dilakukan maka penekanan di jalan napas akan menimbulkan penyempitan jalan napas yang permanen. Kebanyakan pasien dengan operasi yang sukses tidak mengalami keluhan kembali sampai dewasa. Namun bagaimanapun juga antibiotik profilaksis diperlukan untuk mencegah endokarditis.

Syarat operasi koreksi total ialah: Ukuran arteri pulmonalis kanan dan kiri cukup besar dan memenuhi kriteria yang diajukan oleh kirklin yang disesuaikan dengan berat badan. Ukuran dan fungsi ventrikel kiri harus baik agar mampu menampung aliran darah dan memompanya setelah terkoreksi. Bila syarat di atas tidak terpenuhi maka harus dilakukan operasi BTS dulu.

Tujuan pokok dalam menangani Tetralogi Fallot adalah koreksi primer yaitu penutupan defek septum ventrikel dan pelebaran infundibulum ventrikel kanan. Umumnya koreksi primer dilaksanakan pada usia kurang lebih 1 tahun dengan perkiraan berat badan sudah mencapai sekurangnya 8 kg. Namun jika syaratnya belum terpenuhi, dapat dilakukan tindakan paliatif, yaitu membuat pirau antara arteri sistemik dengan dengan arteri pulmonalis, misalnya Blalock-Tausig shunt (pirau antara A. subclavia dengan cabang A. pulmonalis). Bila usia anak belum mencapai 1 tahun atau berat badan.

Orang tua dari anak-anak yang menderita kelainan jantung bawaan bisa diajari tentang cara-cara menghadapi gejala yang timbul:
- Menyusui atau menyuapi anak secara perlahan.
- Memberikan porsi makan yang lebih kecil tetapi lebih sering.
- Mengurangi kecemasan anak dengan tetap bersikap tenang.
- Menghentikan tangis anak dengan cara memenuhi kebutuhannya.
 - Membaringkan anak dalam posisi miring dan kaki ditekuk ke dada selama serangan sianosis.

Isnin, 21 Mei 2012

IMA, SANAH HELWAH

0



Happy Birthday to you. I pray to God that He blesses you today and gives you strength to have positive thoughts and to give you success in your life.



May you include God in all you do. Thank Him for giving again a new life. Today is the time to fulfill your dreams because God has given you a chance to change and to do better than before.