Skinpress Rss

Isnin, 21 Mei 2012

IMA, SANAH HELWAH

0



Happy Birthday to you. I pray to God that He blesses you today and gives you strength to have positive thoughts and to give you success in your life.



May you include God in all you do. Thank Him for giving again a new life. Today is the time to fulfill your dreams because God has given you a chance to change and to do better than before.

Ahad, 20 Mei 2012

KARANG YANG KUKUH

0



Bukan keras seperti batu, tapi bersikaplah kukuh..
Seperti karang, meski ia tak putus-putus-nya dipukul gelombang..
Dia tidak saja tetap berdiri, bahkan mampu menjinakkan amarah ombak..
Kerana ia bersabar..dan tidak banyak "melawan"! 



Karang itu juga meski dipukul hebat ombak yang menerjah, ia tetap sabar.. meski binaannya terhakis oleh asinnya air laut, ia tetap saja kukuh disamping sang pantai, hingga akhirnya ia terukir dengan megah dan indah.. prosesnya memang lama panjang..yang menemanix menjalani semua itu tidak lain adalah sabar...

Sabtu, 19 Mei 2012

MENYEMAI CINTA KETAATAN

0



Mudah-mudahan Allah SWT yang Maha Mengetahui siapa diri kita yang sebenarnya, menolong kita agar dapat mengetahui kekurangan yang harus diperbaiki, menunjuk jalan yang harus ditempuh dan memberikan kurnia berupa semangat yang tidak pernah pudar sehingga kita tidak dikalahkan oleh kemalasan, tidak dikalahkan oleh kebosanan dan tidak dikalahkan oleh hawa nafsu.

Mudah-mudahan pula warisan terbaik diri kita yang dapat diwariskan kepada keluarga, keturunan dan lingkungan adalah keindahan akhlak. Kerana ternyata keislaman seseorang tidak diukur oleh hebatnya pembicaraan. Kedudukan di sisi Allah SWT tidak juga diukur oleh kekuatan ibadahnya semata. Tapi semua kemuliaan seorang yang paling benar Islamnya, yang paling baik imannya, yang paling dicintai oleh Allah SWT dan yang akan menemani Rasulullah SAW ternyata sangat khas, iaitu orang yang paling bertaqwa kepada-Nya. Orang yang mulia akhlaknya, taat beribadah dan ikhlas.

Allah SWT menciptakan jin dan manusia kemudian memerintahkan mereka untuk taat, bukan kerana Allah SWT memerlukan ketaatan makhluk-Nya. Sungguh, semua perintah dari Allah SWT adalah kurnia agar kita menjadi terhormat, mulia dan boleh kembali ke tempat asal kita iaitu syurga. Allah SWT Maha Mengetahui bahawa kita memiliki kecenderungan untuk lebih ringan kepada hawa nafsu dan lebih berat pada ketaatan. Oleh kerana itu, jika kita mendapat perintah dari Allah SWT dalam bentuk apa pun, si nafsu ada kecenderungan berat untuk melakukannya bahkan tak segan-segan untuk menolaknya.

 bila timbul rasa malas untuk beribadah, ini bermakna hawa nafsu yang malas sedang merasuk menguasai hati. Segeralah lawan dengan mengerahkan segenap kemampuan yang ada dengan cara segera melakukan ibadah. Sekali lagi, bangun dan lawan! Insya’ Allah itu akan membuat kita lebih dekat kepada ketaatan. Janganlah kerana kemalasan beribadah yang kita lakukan, menjadikan kita tergolong orang-orang munafik, Na’uzubillah. Ingatlah bahawa jika kita tergoda oleh bisikan hawa nafsu berupa kemalasan dalam beribadah, maka kita sebenarnya sedang menyusahkan diri sendiri kerana semua perintah itu adalah kurnia Allah SWT buat kebaikan diri kita juga. Cuba perhatikan, Allah SWT menyuruh kita berzikir. Siapa yang mendapat pahala? Kita! Allah SWT menyuruh kita berdoa, lalu doa itu dimakbulkan. Untuk siapa? Untuk kita. Allah SWT sedikit pun tidak ada kepentingan manfaat atau mudarat terhadap apa-apa yang kita lakukan.

Tepatlah ungkapan seorang ahli hikmah,
“Allah mewajibkan kepadamu berbuat taat, padahal sebenarnya hanya mewajibkan kepadamu masuk ke dalam syurga-Nya (dan tidak mewajibkan apa-apa kepadamu hanya semata-mata supaya masuk ke dalam syurga-Nya)”

Abu Hasan As-Syazili menasihatkan bahawa,
“Hendaknya engkau mempunyai satu wirid yang tidak engkau lupakan selamanya iaitu mengalahkan hawa nafsu dengan lebih mencintai Allah SWT.”

Jika kita sengsara, susah dan menderita, itu bukan kerana siapa-siapa, itu semua kerana perbuatan kita sendiri. Padahal setiap nafas yang kita hembuskan adalah amanah dari Allah SWT dan sebagai wadah titipan yang harus kita isi dengan amal kebaikan. Sedangkan hak ketuhanan tetap berlaku pada tiap detik yang dilalui oleh seorang hamba. Abu Hasan lebih lanjut mengatakan,
“Pada tiap waktu ada bahagian yang mewajibkan kepadamu terhadap Allah SWT (iaitu beribadah).”

Jadi sungguh aneh jika kita bercita-cita ingin bahagia, ingin dimudahkan urusan, ingin dimuliakan tapi justeru amal-amal yang kita lakukan ternyata menyiapkan diri kita untuk hidup susah. Seperti orang yang bercita-cita masuk syurga tapi amalan-amalan yang dipilih adalah amalan-amalan ahli maksiat. Maka dari itu, ‘paksalah diri’ untuk taat kepada perintah Allah SWT. Mudah-mudahan Allah SWT yang Maha Melihat kegigihan kita sentiasa menunjukkan jalan kepada kita untuk lebih mudah, lebih ringan dan lebih ikhlas dalam mengenal serta menunaikan segala perintah-Nya. Amin.

 petikan dari:http://nurjeehan.hadithuna.com


Rabu, 16 Mei 2012

NATRAH'S BIRTHDAY

0



May God soften the pillow you rest your head on at night
May He make smooth the path you walk by day
Not just today but everyday



Happy Birthday to you. I pray to God that He blesses you today and gives you strength to have positive thoughts and to give you success in your life.

Selasa, 15 Mei 2012

PERSAHABATAN 4 MUSIM

2




Kadang mungkin kamu berfikir
Bahwa aku terlalu berlebihan dalam mengekspresi rasa
Mengungkap penghargaan lewat kalimah bisu
Sungguh aku tidak pintar untuk menzahirkannya dengan nyata

Mungkin, kadang kamu hairan
Mengapa di antara berjuta orang
Hanya kepadamu puisi ini kutulis? Kenapa harus kamu?
Jujur aku juga tidak tahu persis jawabannya
Dan aku juga sudah lama berhenti untuk bertanya

Boleh jadi hanya disisimu aku lebih bebas…
Bebas untuk meluah rasa, berbagi ide
Bercerita apa saja dan bertanya apa yang tidak kuketahui

Dan kamu…
Selalu menanggapinya dengan caramu sendiri
Mendengar dan kadang mencueki
Menegur, menasehati tapi dalam waktu yang sama selalu memberi pilihan
Membuat aku berfikir dalam, sebelum memutus tindakan
Kamu tidak mengajarku untuk selalu bersandar padamu
Sebaliknya meneguhkan aku untuk tetap bertahan
Dan percaya pada diri sendiri untuk bangkit dari kejatuhan dan keterpurukan

Lewat kamu, Tuhan mengujiku dengan banyak hal
Seterusnya dia mengajarkanku tentang banyak hal pula
Aku yang selalu tergolong tidak peduli dan malas menjelaskan sesuatu kondisi
Keranamu aku belajar untuk lebih deskriptif
Dan belajar menghargai perasaan orang lain

Aku yang paling benci untuk mengatur diri dengan jarak
Tapi keranamu aku belajar untuk menjalaninya
Tidak pernah terlintas dipikiran untuk berpisah secepat ini
Namun keranamu aku belajar untuk merelakannya..

Sadar atau tidak,
Persahabatan ini meski rentang waktunya masih begitu singkat
Tapi ia telah melewati banyak musim
Saat perkenalan menjengah dan fase mencoba untuk mengerti
Ia seperti musim panas yang siangnya lebih panjang
Tunas-tunas buah dan bunga bertumbuh dari akarnya
Ia butuh proses yang panjang dan penuh kesabaran

Saat persahabatan ini teruji dengan kesalahpahaman
Dan tekanan dari persekitaran, sungguh itu ujian terberat buat diri
Kamu lebih memilih untuk diam dari bertegang urat
Ibarat musim dingin yang membekukan segalanya
Oh, musim dingin…cepatlah berlalu!!

Saat keakraban menjahit celah yang terpisah
Hal yang sederhana juga, ternyata sudah cukup membahagiakan
Seperti musim bunga yang penuh warna warni
ditemani cahaya bulan yang gemintang dimalam hari

~amni_shamrah~
15 Mei 2012
12.30 am


menoleh ke belakang, ternyata, kita telah jauh berjalan.. meski di atas garis yang terpisah tapi tetap beriring.. ditengah selanya aku Cuma ingin mengatakan….

“Selamat Ulangtahun-24 temanku.. semoga kebahagiaan mengiringimu hingga penghujung waktu dan semoga impianmu bisa terwujud menjadi nyata..”

Isnin, 14 Mei 2012

TEACHER'S DAY

0



Pernah langkah ku payah
Menuju ke destinasi
Kerana malam gelap
Dan bintang hilang kerdipnya
Menjadikan arah ku keliru
Ke timur atau ke barat

Bagai lilin membakar diri
Menerangi kegelapan hati
Kau curahkan bakti dan budi
Jasamu tiada berganti

Selamat Hari Guru buat semua guru-guru yang telah mendidik diri ini tanpa putus asa.. jasa kalian akan tetap dikenang..guru2 dari sek rendah hingga skrg.. semangat kalian tetap hidup dalam jiwa seperti lantera yang menyinar terang.. buat sahabat2 guru muda dan calon guru, Selamat Hari Guru juga!! teruskan mendidik anak bangsa ini dengan cekal dan tabah..semoga Allah memberkati ^__^ [ModeMenghargaiGuru: ON]

Ahad, 13 Mei 2012

BIRRU WALIDAIN : MOTHER'S DAY MODE

0



“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah. Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan,sehingga apabila dia(anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai umurnya empat puluh tahun, dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada orang tuaku, agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau redhai dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh aku bertaubat kepada Engkau dan sungguh aku termasuk orang Muslim.”
[Al-Ahqaf 46:15]

Saudaraku……
Ibu kita, adalah orang yang telah melahirkan, mengasuh dan membesarkan kita. Bahkan yang telah menghantarkan kita kepada status sosial yang kita miliki saat ini; dengan untaian do’a-do’anya sepanjang usianya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Tiga macam do’a yang pasti terkabulkan (do’anya) yang tidak diragukan lagi; Do’a orang yang teraniaya; Do’a seorang musafir dan do’a buruk orang tua kepada anak-anaknya.” (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, at-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah. Syaikh al-Albani menilai hadits ini shahih).
Ibu kita, yang mungkin saat ini –sedang di tempat kerjanya, atau di rumah; mengisi hari tuanya, selalu dan senantiasa tulus untuk anaknya. Kalau ada kamus kehidupan yang harus menjadi acuan dalam menapaki kerasnya hidup ini; maka kamus itu adalah ibu kita.

Ibu kita, -sebagaimana layaknya orang tua bagi anak-anaknya- tentu tidak memiliki secuil asa pun untuk menelantarkan anaknya, ia akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempersembahkan yang terbaik yang ia miliki. Dan ibu kita telah melakukan itu semua untuk kita.

“Kasih ibu sepanjang jalan; kasih anak sepanjang galah.” Demikian kata pepatah. Lalu, bagaimanakah sikap kita terhadap ibu selama ini?

Saudaraku……
Adalah Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu yang meriwayatkan dan menghafal lebih dari 5.374 hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang seseorang yang menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya bertanya;
 “Wahai Rasulullah!, siapakah yang paling utama aku perlakukan dengan baik terhadapnya?. Beliau bersabda; “ibumu.” Lalu dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?.” Beliau menjawab, “ibumu.” Lalu dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?.” Beliau menjawab, “ibumu.” Lalu dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?.” Beliau menjawab, “bapakmu.” (Hadist Shahih; diriwayatakan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Ibnu al-Baththal rahimahullah berkata dalam syarah-nya terhadap hadits di atas, “Hadits tersebut mengandung pengertian bahwa hak berbuat baik kepada ibu tiga kali lipat dari hak yang sama terhadap bapak. Hal ini dikarenakan betapa sulitnya masa kehamilan, kemudian masa melahirkan, kemudian masa menyususi. Ini semua dilakukan oleh ibu sendirian, barulah kemudian ayah berpartisipasi dalam mendidik.”
Sebagian ulama berpandangan, “Ibu lebih didahulukan dalam hal berbakti kepadanya, berbuat baik dan kasih sayang, sedangkan ayah didahulukan dalam hal kepatuhan terhadapnya karena dia adalah tuan rumah dan nahkoda biduk rumah tangga.”

Saudaraku…
Seberapa pentingkah dalam anggapan kita, urusan yang kini tengah dihadapi oleh ibu dan bapak kita? Terhadap keduanya, sebagian kita lebih banyak “lupa”. Walau sekadar menyisipkan do’a untuk keselamatan mereka berdua, setiap seusai shalat.

Sungguh mengherankan, sebagian kalangan lebih memilih orang tuanya diserahkan pengasuhannya ke panti-panti jompo kemudian “dilupakan”. Sebab, bagi mereka, ibu atau bapak, di sisa-sisa usianya, tidak lebih hanya sosok yang membebani keluarga. Semoga fenomena ini tidak termasuk dari fenomena kita.

Saudaraku…
Untuk mengakhiri tulisan ini, sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu layak untuk kita renungkan bersama. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai anak Adam, berbuat baiklah kamu kepada kedua orang tuamu dan sambunglah tali silaturrahim-mu, niscaya Allah akan mempermudah urusanmu dan memperpanjang usiamu, taatilah perintah Tuhan-Mu, niscaya engkau berakal sehat dan jangan engkau bermaksiat kepada-Nya, sebab engkau pasti akan menjadi bodoh.” (lihat. Birrul Walidaini, Jamaludin al-Jauzi)

Saudaraku….
Pandanglah sekali lagi, wajah ibu-bapak kita!. Perhatikan keinginan yang terpendam pada dirinya. Lalu berbuat baiklah untuk keduanya. Niscaya, hidup ini terasa damai, mudah dan tak ada beban yang menyesakkan diri. Dengan demikian, raihlah umur yang berkah. Semoga!

~Selamat Hari Ibu Ummiku.. semoga Allah tetap meyayungimu dalam rahmatNya~