Skinpress Rss

Selasa, 20 September 2011

TERANGI KEGELAPAN

0


“Jangan melangkah di jalan keputusasaan. Di alam ini terhampar berjuta harapan. Jangan pergi kearah kegelapan. Di alam ini terdapat banyak cahaya…”

Putus asa symbol ketidakberdayaan dan gelap adalah symbol kesesatan. Dalam hidup ini ternyata ada sebagian orang yang lebih cenderung asyik dengan keputusasaan, kekecewaan dan kehilangan harapan. Meskipun kalau mau, dia bisa mendapatkan banyak keadaan yang membuatnya optimis, bersemangat dan penuh harapan. Ternyata, memang ada pula sekelompok orang yang cenderung berada dalam gelap. Meskipun kalau dia mau, dia sebenarnya bisa mengetahui betapa luasnya hidup dan betapa banyak cahaya yang bisa menerangi jalan di hadapannya. Orang yang sudah putus harapan dan lebih suka ada dalam kegelapan adalah kelompok orang yang sama sekali tak merasakan bahagia dan indahnya hidup.

Sederhana sekali Ibnu Qayyim memberi jawaban tentang sumber kebahagiaan hidup, “Allah”. Orang yang telah memiliki rahsia kebahagiaan itu menurut Ibnu Qayyim, akan menjadi raja di dunia dan di akhirat. Di dunia, orang itu disegerakan oleh Allah memperoleh syurga dunia, dan di akhirat, Allah menyediakannya syurga akhirat.

“Hatinya akan memandang, kefakiran adalah kekayaan saat dirinya bersama Allah. Memandang kekayaan itu kefakiran saat dirinya tidak bersama Allah. Kehinaan itu mulia bersama Allah. Kenikmatan itu adzab tanpa Allah. Adzab itu nikmat bersama Allah. Kesimpulannya, dia tidak melihat kehidupan kecuali dengan Allah. Merekalah orang yang mendapatkan dua syurga. Syurga dunia yang disegerakan Allah ketika dia hidup di dunia dan syurga di akhirat yang menantinya..”

[Nafa-5is Al-Fawaidh/202]

Saudaraku,
Tanamkan keyakinan bahawa Allah bersama kita. Ketergantungan hati pada Allah, sebagaimana diuraikan Ibnu Qayyim , hanya bisa dimiliki oleh orang yang sungguh-sungguh membina diri dan mendidik jiwanya. Membina dan mendidik jiwa dengan selalu mengaitkan segala persoalan dari sudut yang benar.

Kebenaran memandang hidup itulah yang menjadikan seseorang memiliki ketenangan jiwa, ketenteraman, kebahagiaan, perasaan lazat dengan iman. Apapun yang terjadi. Seperti ungkapan Ibnu Qayyim, “ orang-orang seperti ini tidak merasa gelisah ketika orang lain gelisah. Tidak takut ketika orang lain takut. Tidak menangis ketika orang lain menangis. Wajah dan hati mereka bersinar kerana cahaya Allah. Lisan mereka tidak terlepas dari dzikir kepada Allah. Mereka sungguh berpacu dengan waktu untuk mengisi catatan amal mereka di hari akhir..” di sanalah inti kebahagiaan.

Saudaraku,
Iman dalam hati kita ibarat pelita. Bila cahayanya meredup berarti kita akan larut dalam gelap dan kehilangan petunjuk dalam menjalani kehidupan. Dan semakin cahayanya menyala, berarti kita semakin bisa melihat segala sesuatu di hadapan kita dengan jelas. Wajar saja bila pelita itu kadang meredup, kerana memang begitulah tabiat iman sebagaimana digambarkan oleh Rasulullah SAW, bahawa iman itu terkadang bertambah dan berkurang. Tapi tentu kita harus berupaya agar ia tidak redup terus menerus bahkan padam. Hanya satu cara untuk menyalakan kembali pelita yang redup itu : Taubat.

Seorang ulama’, bakar Bin Abdillah Al muzani menegaskan:

“Siapa yang bisa menandingimu wahai anak cucu adam dalam hal bertaubat? Engkau bisa datang ke mihrab bilapun yang engkau mahu, untuk menghadap Tuhanmu. Tidak ada apapun yang membatasi antara dirimu dan Tuhanmu. Tidak ada perantara. Tidak ada penterjemah."

Ahad, 18 September 2011

SANAH HELWA JAMEELAH KAKAKKU

0


Selamat Hari Lahir buat kakakku.. semoga Allah melindungimu selalu. memberikanmu usia yang berkah, kebahagiaan hidup dunia akhirat. menjadi anak yang soleh, isteri yang solehah, ibu mithali, penegak hukum yang adil dan semoga terus thabat di atas jalan dakwah dan tarbiyah.. sayang kakak..

Khamis, 8 September 2011

TOLBAR CREW GRADUATION

0


Iyan Wahdaniyah, S.KM
Hatwinda Dwinas Azanny Hatta, S.KM
Nurrahmah, S.Kep
Penni Rosita Sina, S.KM

Wisuda keluarga tolbarku.. Rahma dalam bidang keperawatan, Winda dalam bidang promosi kesehatan, Iyan dalam bidang Kesehatan Lingkungan, dan Ochy dalam bidang kesehatan kerja. Setelah bersusah payah menempuh dunia perkuliahan yang penuh dengan pancaroba yang tersendiri, akhirnya mereka berjaya mengakhirinya dan bersedia untuk menempuh kehidupan sebagai seorang dewasa yang berdiri di atas kaki sendiri dan bertanggungjawab penuh dengan pilihan yang akan mereka buat setelah ini.

Berbeda dengan Winda, Iyan dan Ochy, Rahma akan menempuh alam praktek profesi sepertimana diri yang setelah kita dilengkapi dengan ilmu teori sepanjang 3 tahun masa perkuliahan yang diberikan, harus pula ilmu tersebut diterapkan dan dimantapkan dengan dunia praktek yang sebenar yang membolehkan kita menyatakan ilmu dalam bentuk yang lebih akurat. Yang jelas, kesibukan Rahma pasti sebanding dengan diri setelah hari ini. bagian pertama yang bakal ditempuh oleh beliau adalah bagian anak (department pediatric) yang mana memang super sibuk luar biasa. Rahma yang sebelumnya selalu punya waktu luang untuk bersama pasti akan memerlukan pengertian saat tidak bisa untuk melakukan banyak hal saat diundang. Itulah.. persahabatan butuh pengertian..

Winda yang mengharap untuk keluar dari ruang lingkup dimensi tertutup ini pasti akan pergi jauh saat kesempatan datang mengundang. Gadis manis itu walau luaran tampak manja namun dalamannya cukup tegar dan tabah. Mengharapkan untuk menguji kemampuan sendiri diluar pengaruh kuat keluarga. Mengharap untuk menyinar dari petualangan yang mendewasakan.

Mengimpikan hidup berkelana di tanah orang dan membina identity yang lebih kukuh. Potensi yang dimiliki juga luar biasa laksana sang helang rajawali yang hanya menanti masa untuk mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi merentas angkasa raya. Winda, langit adalah arenamu.. terbanglah setinggi yang kau mampu.. Jika hari kemarin, selalu ada Winda yang menemani cerita, pulang liburan ke rumah keluarganya yang baik sekali dan bermalam di rumahnya saat-saat stress melanda perbatasan akal dan hati.. setelah ini, pasti banyak kesibukan yang harus diurusi.. tapi itulah..persahabatan butuh pengertian..

Iyan dan Ochy yang bukan asli dari Makassar (Iyan dari Buton, di Sulawesi Tenggara dan Ochy dari Tana Toraja) pasti pulang ke kampong masing-masing untuk menabur bakti pada tanah kelahiran. Iya.. hal yang tidak dapat disangkal. Dalam arti kata yang lain, pasti kekangan masa dan tugas akan menghalang mereka dari sering ke sini. Dan tanpa kepentingan yang lainnya. Diri yang hanya tersisa setahun lebih di Tanah Makassar ini pasti akan lebih tipis peluang untuk bertemu kembali dengan mereka. Pasti akan merasa rindu untuk menatap wajah-wajah mereka. Walau perkenalan ini singkat, namun masing-masing punya kesan tersendiri di hati ini.. Iyan yang sering mengajarkan bahasa Makassar dan memperkenalkan banyak hal yang baru.. Ochy, si pendengar yang setia dan sangat dewasa saat memberikan pendapat. Walau beda agama tetap banyak menunjukkan contoh teladan yang bisa diikuti.. setelah ini, pasti mereka juga akan sibuk untuk beradaptasi dalam dunia pekerjaan yang lebih mencabar dan memerlukan kosentrasi yang tinggi.. tapi itulah… persahabatan butuh pengertian…

Tiba-tiba terasa ingin kembali ke Jeneponto.. setelah 1 tahun melewati “dimensi khayalan” dunia tidak nyata di Tolo’ Barat, terasa rindu pula pada sapaan burung-burung kecil, angin yang bertiup sepoi-sepoi bahasa membiarkan ilalang menari dengan lenggok bahasa tersendiri, dipadu dengan gesekan jerami padi yang menghijau di ranah bidang gambut yang subur dan gemersik aliran air sungai jernih yang memercikkan mutiara segar untuk kehidupan.. Dalam keindahan itu, “cerita persahabatan” kami terjalin.. persahabatan yang tidak diminta untuk sebarang imbalan. Persahabatan yang tidak tercipta atas dasar kepentingan. Jadi rindu pada saat itu. Walau persetujuannya, 10 tahun kemudian mahu menjejak lagi ke sana. Namun tiada siapa yang bisa menjamin kalau 10 tahun lagi itu pasti kan tiba. Tiada siapa yang bisa menjamin kalau 10 tahun mendatang tetap kan sama. Maka hargailah detik-detik yang ada. Diri hanya ingin menjejak kembali tempat kita bermula. Biar kita bisa bersama menghidupkan kembali sang waktu..

tetap.. merasa sangat bangga terhadap kalian.. semoga ilmu yang kalian dapatkan sepanjang menjadi anak didik Unhas akan digunakan untuk membantu masyarakat dan bermanfaat buat diri kalian dan orang lain.. selamat atas sarjananya..^_^

Rabu, 7 September 2011

SAENGI CHUKA HAMNIDA AZURIN

0


Genap usia 21 tahun.. adikku Azurin Syazlina Belkhani sudah semakin menginjak usia dewasa.. serasa seperti baru semalam mengenali gadis yang kecil molek tersebut.. Menyahut salam perkenalan dari hati yang tulus saat acara sambutan junior di Bandar Udara (lapangan terbang) Sultan Hasanuddin 2 tahun silam.

Azurin , seorang adik dan seorang sahabat yang baik banyak mengajarkan diri ini erti kehidupan. Meski bukan teguran lansung, namun akhlak yang menghiasi peribadi dan ungkaian kata yang terbit dari ketelusan hati benar-benar mendidik.. terima kasih Ya Allah kerna memberikan diri ini peluang untuk mengenali insan yang sebaik dia..

Semoga adikku sentiasa dalam lindungan Allah SWT dan dikurniakan usia yang berkah, dimantapkan fikrah, ditetapkan hati atas jalan dakwah dan tarbiyah.. amin.. Uhibbuki fillah ya ukhti.. semoga kita akan beriring meniti tangga taqwa dan menuju syurga yang abadi.. dan semoga kita akan terus istiqamah dan dipayungi nikmat ukhuwah ilallah..amin Ya Rabb..

Langit masih belum cerah...
Tampak kan seri pudar suasana...
Wahai adikku kau tersenyum merawat sengsara berkarat di hati...
Walau kau jauh nun di sana takkan ku lupa kenangan ku bersamamu...
Moga Allah akan memayungi dengan rahmatNya...
Kasih sayang terjalin...

Kekanda jujur nya hatimu tak pernah ku ragukan katamu...
Onak dan duri ditempuh bersama...
Kerana Allah kita bertemu...
Dan keranaNya kita berpisah...

(oh…) kita suka dan duka dalam apa saja,
(oh…) kekanda,
semoga Allah meredhai kita,
Sesungguhnya senyumanmu masih lagi kusimpan,
(oh…)

ku mencari...
ku tercari...
ku menungguku tertunggu … dirimu agar terubat lara...

Isnin, 5 September 2011

MERAWAT TEMAN SEJAWAT

0


Tret..tret..

Ada sms yang masuk.. Daripada sahabat dunia akhiratku Ummi Kalsom.. katanya dia sesak nafas dari semalam.. dan semakin memberat hari ini. Allah izin, diri bertugas satu hospital (rumah sakit) dengannya hari ini membolehkan untuk turun dan melihat kondisi sahabat yang satu itu. Kata Ummi tadi, dia masih didepan poliklinik kulit (tempat beliau bertugas) tapi sesampai diri disana, dia sudah tidak disitu.. rupanya ada diskusi didalam poliklinik.

Usia melihat kondisi Ummi, mata serta merta menghitung pernafasannya. 36.. wah sesak betul-betul sesak. Segera tangan mencapai statoscope dan memeriksa bunyi nafas. Vesikuler. Tidak ada bunyi ronchi (bunyi tambahan) atau wheezing (mengi). Khawatir kalau-kalau penyakit asthma temanku tersebut berulang (kambuh). Kerna teman yang satu ini memang pernah sakit asthma sewaktu masih di sekolah rendah (SD) dahulu. Mamanya juga punya riwayat asma. Degupan jantung yang kencang membuatkan dadanya sakit gara-gara berdebar. Tidak tahu penyebabnya.. Otakku mula berfikir keras. Tapi mungkin kegusaran dan kegelisahan yang melanda menghilangkan focus sekaligus menurunkan kemampuan daya analisa.

Otak yang seakan beku itu memaksa diri menghantar sahabatku ke UGD (unit gawat darurat/ bagian emergency). Gusar andai sesuatu yang buruk berlaku. Patutlah dalam etika kedokteran (perubatan) itu, seorang dokter tidak dibenarkan untuk merawat keluarga/ orang terdekatnya sendiri (baca: terutama untuk procedure yang life-saving/ pembedahan dan hal beresiko tinggi). Kerna dokter juga manusia.. yang pada fitrahnya akan dipengaruhi emosi saat ia melibatkan nyawa orang yang dekat dengannya. Terkadang dokter dengan IQ tinggi sekalipun boleh mengambil keputusan yang salah saat ia berhadapan dengan keluarganya.

Menguruskan administrasi dan obat-obat Ummi, tak kalah ribet (leceh), dengan prosedur rumah sakit yang memang menyusahkan. Namun disitu baru diri belajar menjiwai situasi yang dihadapi oleh keluarga penderita yang dirawat di RS. Tak mudah sebenarnya. Namun kerna sayang pada penderita, ia tetap dijalani. Belum dengan pegawai apotek (farmasist) yang cerewet dan banyak tanya. (baca: tidak semua farmasist). Untung pengetahuanku yang sedikit tentang obat-obat memberikan diri keyakinan untuk membahas kembali. Aduh, tuan apotek.. tolonglah.. pasiennya lagi gawat.. banyakna lagi natanyaka’!!

Ya.. pengalaman.. benar-benar menguji kesabaran. Tapi Alhamdulillah akhirnya semua berjalan mulus. Ummi di nebulizer untuk mengurangkan sesak. Oksigen diberikan 3L lewat canule mengurangkan rasa sesak yang dialami. Alhamdulillah setelah beberapa jam dirawat, keadaan umumnya semakin membaik.

Jumaat, 2 September 2011

MAPACCI

0


Malam ini berpeluang menyaksikan sendiri tradisi Mapacci di kalangan orang Bugis Makassar. Teruja melihat majlis yang agak berlainan dan mempelajari serba sedikit budaya tempatan yang menjadi jati diri bangsa ini. Untung ada tante (mak cik) yang setia melayani dan menjelaskan tentang adat ini hingga diri bisa mengetahui dengan lebih detail.. benarlah setiap suku bangsa itu punya keunikan tersendiri yang tercermin dari budaya yang mereka miliki. Kita akan lebih menghargai bangsa dan suku lain saat kita mempelajari dan memahami mereka.

Upacara yang harus dilakukan dan merupakan rangkaian perayaan pernikahan Bugis Makassar yaitu Upacara adat Mappacci, dengan penggunaan simbol-simbol yang sarat makna akan menjaga keutuhan keluarga dan memelihara kasih sayang dalam rumah tangga.”Mappacci” berasal dari kata “pacci”, yaitu daun yang dihaluskan untuk penghias kuku, mirip bunyinya dengan kata “paccing” artinya bersih atau suci. Melambangkan kesucian hati calon pengantin menghadapi hari esok,khususnya memasuki bahtera rumah tangga meninggalkan masa gadis/pria sekaligus merupakan malam yang berisi doa.

Dalam kesustraan bugis terdapat pantun yang berbunyi: "Duwa Kuala sappo unganna panasaenabelo kanukue”. Penjelasan pada kalimat ini yakni dalam bahasa bugis, nangka dinamakan “lempu” yang berati jujur. Sedangkan penghias kukunya mirip bunyinya “paccing” yang artinya bersih, suci. Jadi kesucian dan kejujuran merupakan benteng dalam kehidupan, karena kesucian adalah pancaran kalbu yang menjelma dalam kejujuran.

Adapun peralatan dan perlengkapan “Mapacci” disini dapat sibagi atas tiga kelompok, yaitu: Benno dan Tai Bani (Patti) dan kelompok II tersiri dari: Bantal, sarung, daun pisang dan dau nangka. Benno yaitu beras yang digoreng kering hingga mekar melambangkan harapan, kiranya calon pengantin ini akan mekar berkembang dengan baik, bersih dan jujur. Dalam bahasa bugis disebut “Mpenno Rialei”. Sedang Tai Bani (Patti) merupakan lilin dari lebah, ini melambangkan suluh (penerang) dan kehidupan lebah artinya tata kehidupan bermasyarakat yang kita lihat dalam kehidupan lebih terlihat rukun, baik, tidak saling mengganggu satu sama lain. Artinya hendaknya menjadi suri tauladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara, Bantal (Pallungang) merupakan simbol kemakmuran. Pengertian khususnya sebagai pengalas kepala yang artinya penghormatan atau martabat, dalam bahasa bugis disebut “Mappakalebbi”. Mengenai Sarung (Lipa) yang disusun 7 lembar, maksudnya ialah debagai penutup tubuh (harga diri) juga karena sarung dibuat dari benang yang di tenun helai deni helai yang melambangkan ketekunan dam keterampilan. Menurut cerita dahulu kala jika mencari calon isteri, si pria tidak perlu melihat secara langsung si gadis tapi cukup dengan melihat hasil tenunannya rapi atau tidak. Bila tenunnannya rapi dan bagus maka pilihan pria akan jatuh pada gadis tersebut. Tujuh lembar melambangkan hasil pekerjaan yang baik. Dalam bahasa bugis “Tujui” yang mirip dengan kata “Mattujui” artinya berguna.

Untuk daun pisang (Leko’ Unti), dilambangkan sebagai kehidupan yang sambung menyambung. Daun yang tua belum kering betul, daun muda telah muncul untuk menggantikan dan melanjutkan hidupnya. Dalam bahasa bugis disebut “Maccolli Maddaung” dan Daun nangka, (bugis = “Dau’ Panasa”), mirip sengan bunyi “Minasa” yang berarti cita-cita yang luhur. Selain kelompok I dan II, masih ada kelompok III yang terdiri atas Bekkeng, yaitu tempat daun pacci yang mengandung arti kesatuan jiwa atau kerukunan hidup dalam suatu keluarga dan daun pacci: itu sendiri yang melambangkan kesucian, diantaranya napacing hati(bersih hati), Napacing Jiwa(bersih jiwa), Napacing Nawa – nawa(bersih pikiran), Napacing panggaukang (bersih tingkah laku), Napaccing ateka’ (bersih itikat).

Secara sederhana, jalannya upacara Mapacci adalah sebagai berikut:

* Calon pengantin sudah duduk di lamming,atau bisa pula dalam kamar pengantin.
* Kelompok pembaca barzanji (pabarazanji) sudah siap di tempat yang disediakan.
* Para tamu telah duduk di ruangan.
* Setelah protokol membuka acara, pembacaan barzanji sudah dapat dilakukan.
* Sampai dibacakan “badrun alaina” (makassar: niallemi syaraka) maka sekaligus acara mapacci dimulai dengan sedikit mengambil daun pacci yang telah dihaluskan dan diletakan ditelapak tangan calon pengantin,sambil seorang ibu mendampingi calon pengantin, sementara itu barzanji tetap di bacakan.
* Setelah semua tamu yang ditetapkan telah melakukan “Mapacci” maka seluruh hadirin bersama-sama mendoakan semoga calon pengantin direstui oleh Yang Maha Kuasa agar menjadi suri tauladan karena martabat dan harga dirinya yang tinggi. ”Cukkong muwa minasae, nakkelo puwangnge naiyya ma’dupa”.

Rabu, 31 Ogos 2011

LEBARAN DI PERANTAUAN

0



Sesungguhnya kita merancang, Allah jua merancang dan DIAlah yang menentukan. Dan perancangan Allah adalah yang terbaik. Meski seperti tahun-tahun sebelumnya, diri merancang untuk pulang ke tanah air untuk meraikan lebaran Aidilfitri bersama keluarga tercinta, Namun Allah ternyata berkehendak lain. Diri tidak dapat pulang gara-gara kepadatan jadual oncall (jaga), dan masalah imigrasi yang tidak dapat dielakkan.

Merasai suasana Aidilfitri yang pertama kali dirantau orang. Rasanya pasti berbeza. Tidak ada rojak Tok Jappar kepakaran ayah dan pak usu.. tidak ada ziarah ke kubur Atok dan salaman maaf dengan ummi, ijah, am dan along. Tidak ada juga foto keluarga atau solat hari raya bersama Wan.. Ya.. lebaran kali ini pasti berbeza… Ku sangka awan gelap pasti akan menyelubungi kota Makassar,lantas menghunjamkan titik-titik mutiara duka yang tidak sanggup untuk tertakung diempangan kesedihan saat takbir bergema mengetarkan jagat raya. Namun Alhamdulillah, ternyata hal yang berat itu mampu teratasi saat kita belajar untuk menata hati. Inilah tarbiyah Allah. Diuji dengan titik lemah kita sebenarnya untuk tidak lain adalah untuk mendidik diri kita menjadi lebih tabah dan kuat.

Malamnya sempat bersama membantu juniors memasak ketupat, rendang, lemang dan sayur lodeh sebagai juadah dipagi hari lebaran nanti. Sempat juga membantu mereka bermain bunga api (baca: kembang api) dan mercun. Disitu terbuka ruang perkenalan dengan adik-adik junior terutama angkatan 2011 yang baru menjejakkan kaki ke bumi Makassar ini. Adik-adik juga kelihatannya amat bersemangat dan mesra belaka. Baru ingin mengenang keluarga, ada Rahma dan Winda yang setia menemani diri cerita-cerita hingga pagi lewat alam maya memandangkan mereka masing-masing sudah pulang ke kampong halaman.

Hari raya pertama. Selesai takbir dan solat sunat Aidilfitri, seluruh anak Malaysia yang menuntut di UNHAS dan senasib dengan diri, tidak pulang ke rumah untuk meraikan hari kemenangan ini, berkumpul dan makan-makan bersama sebelum sesi pemotretan hingga jam 9.30 pagi. Agak siang, diri bersama Ummi, Kak Soolihah dan Nabilah ke Hospital (Rumah Sakit) untuk mengunjungi sahabat kami Farhana yang terpaksa bertugas di bagian Neonatal Intensive Care Unit (NICU), menjaga bayi-bayi baru lahir yang bermasalah. Kami membawa bersama karipap dan kuih trifle yang telah kami bersusah payah siapkan dari kemarinnya. Kasihan Ana, disaat orang lain menziarahi sanak saudara dan rakan taulan, disaat orang lain sibuk mencicipi juadah enak dihari lebaran, dia masih disana. Setia menyediakan susu buat bayi-bayi sakit, menyalin pampers (baca: popok), memeriksa tanda vital dan sebagainya tanpa rehat.

Selesai makan-makan bersama Ana, baru kami ke rumah teman Indonesia yang telah menjemput sebelumnya. Kali pertama berkesempatan untuk beraya ke rumah teman sepanjang 23 tahun ini.. kami dikenalkan dengan ibunya yang masih kelihatan muda sekali dan neneknya yang berkerjaya dan masih kuat biar sudah menjangkau usia 80 tahun. Keluarga temanku masyaAllah baik sekali. Dalam perjalanan pulang dari rumahnya sempat kami terserempak dengan seorang gadis muda yang kecelakaan.
Belajar dari pengalaman lalu, tidak sanggup rasanya untuk berlalu pergi melepas tanggungjawab sosial yang terbeban di pundak. Jadi kami berempat berhenti dan membantu gadis muda tersebut. Basic life support. Kami membebaskan jalan nafas (airway) dan memeriksa tingkat kesedaran. Untung gadis itu sedar meski sempat hilang kesedaran sebelumnya.

Sebelum pulang ke asrama, sempat untuk singgah foto-foto di tasik kampus. Meski Cuma berempat, tapi hari raya ini tetap bermakna kerna masih ada keluargaku (usrah) yang masih setia disisi. Alhamdulillah..

“Ya Allah lahirkanlah kami sebagai insan taqwa yang kembali kepada fitrah sesuai dengan tarbiyah Ramadhan. Dan janganlah Engkau jadikan kami insan Ramadhani yang tidak berubah dari kejelekan yang sebelumnya.. amin ya Rabb..”

SELAMAT HARI RAYA AIDILFITRI.. MINAL AIDIL WAL FAIZIN.. MAAF ZAHIR & BATIN