Skinpress Rss

Selasa, 9 Julai 2013

SAMARINDA DAN KELUARGA KAK MURNI

0



Serasa lama benar tidak mencoretkan sesuatu di maya pada ini.. Alhamdulillah atas segala rahmat dan kurnia Allah jualah memberikan kesempatan buat diri kembali mencoret sesuatu setelah beberapa ketika dorman dalam kesibukan demi kesibukan yang menjerat.

Dikesempatan ini ingin berkongsi pengalaman sewaktu menziarahi kakakku Kak Murni di Kalimantan Timur beberapa waktu lalu. Alhamdulillah kesempatan langka ini Allah permudahkan dan lancarkan hingga kami dipertemukan lagi di kepulauan yang berbeda. Berangkat siang dari Makassar lansung ke Balikpapan, sempat ketemu  juga sama Mama Kak Murni yang kebetulan datang menghantar Kak fahmi yang akan berangkat bersama. Keluarganya Kak Murni memang sudah tidak asing lagi.. merasa seperti berada dalam keluarga sendiri. dari Tante juga diri belajar banyak hal terutama adab dan cara bergaul dengan orang tua.. kekhawatiran-kekhawatiran dan perhatian seorang ibu yang selalu ditumpahkan lewat doa-doa yang terangkat ke langit.. betapa besarnya kasih sayang seorang ibu. Jadi ingat Ummiku sayang yang jauh di kampung halaman,.. meski jarak yang memisahkan pasti doanya tidak pernah putus mendoakan kesejahteraan anaknya..

Tiba di Balik Papan 1jam perjalanan dari Makassar dengan menaiki Lion Air. Disana sudah ada kakakku Kak Murni yang sedia menanti. Selesai solat Asar bersama, kami berangkat menaiki pete-pete. Kami akan ke Samarinda Kata kakak, ada tantenya yang tinggal di Samarinda sakit. Habis operasi gondok (thyroidectomy). Sekalian ke sana untuk ziarah. Cek per cek tante ini adalah tante dari Kak Fahmi, suaminya Kak murni.. -_-“. Perjalanan ke Samarinda dari Balik Papan memakan masa 4jam dengan menaiki bus. Duduk bertiga di bagian belakang bus sangat memacu adrenalin dan pemandangan yang cantik sepanjang perjalanan. Tiba di Samarinda jam 8.30 malam. Sudah ada nenek, Tante Nono dan anak-anak yang menanti. Nenek adalah saudara kepada nenek Kak Fahmi yang pernah diri temui di Pangkep sewaktu Aiduladha sebelumnya. Bahagia rasanya bisa bertemu dengan nenek dan keluarga tante. Setelah makan malam bersama dan cerite-cerita, tidur bersama anak-anak tante Nono dan nenek di kamar atas. Sambil menonton televisi sambil mendengar cerita nenek tentang pelbagai hal.

Besoknya dengan menaiki motor, kami pergi menjenguk Tante Murni yang 2hari post operasi di rumah sakit. RS nya kelihatan sangat bagus dengan bangunan baru. Ketemu dengan Tante Murni dan Tante Ida yang setia menjaganya. Ternyata Kak Murni sendiri pertama kali bertemu dengan Tante Murni. Dari Kak Murni, diri belajar banyak hal. Sifat Kak Murni yang ramah dan ceria membuat dia senang bergaul dengan keluarga dengan status menantu dari keluarga tersebut. Benarlah perkahwinan itu berarti mengeratkan dan meluaskan silaturrahim. Itu yang diri fahami melihat kakakku yang satu ini. Ada juga si kecil Aulia yang menceriakan keadaan. Aulia berusia 11 tahun. Anak kelas 5 SD ini sangat lincah dan ceria. Aulia anak Tante Murni satu-satunya. Bertemu dengan banyak orang meluaskan pandanganku tentang kehidupan.

Teringat sebuah artikel yang pernah kubaca tentang keluarga sakinah, mawaddah wa rrahmah, Ciri-ciri keluarga skinah mawaddah wa rahmah itu antara lain:
 Menurut hadis Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada empat (idza aradallohu bi ahli baitin khoiran dst); (a) memiliki kecenderungan kepada agama, (b) yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda, (c) sederhana dalam belanja, (d) santun dalam bergaul dan (e) selalu introspeksi. Dalam hadis Nabi juga disebutkan bahwa: “ empat hal akan menjadi faktor yang mendatangkan kebahagiaan keluarga (arba`un min sa`adat al mar’i), yakni (a) suami / isteri yang setia (saleh/salehah), (b) anak-anak yang berbakti, (c) lingkungan sosial yang sehat , dan (d) dekat rizkinya.”

Selesai menjenguk tante Murni, kami sempat singgah di mall.bersama Erly , anak kelas 2 SMP dan Aulia kecil.solat berjemaah dengan kak Murni sangat mengesankan. Serasa terhutang budi  dengan kakakku yang satu ini. Selalu, bukan hanya beliau memberikan kasih sayang yang besar, bahkan selalu memberiku keluarga baru. Kakak banyak mengubah sudut pandangku tentang keluarga. Ya, meski kelihatan sederhana namun itu sangat berbekas.

Malamnya kami sibuk membantu anak-anak (Erly, Aulia dan Faisal) membalut buku-buku sekolah memandangkan besok adalah hari pertama persekolahan musim baru,  diri membantu membalut buku, sedangkan Kak Murni menuliskan nama mereka di buku-buku itu. Teringat waktu kecilku dulu. Menjelang musim persekolah baru, diri dan kakak juga biasanya akan mempersiapkan perlengkapan sekolah dengan ummi. Suasananya kurang lebih seperti ini juga. Melainkan pada waktu itu diri berada di posisi anak kecil sedangkan sekarang roda hidup telah berputar dan diri berada di posisi orang dewasa.  Malamnya tidur bersama Aulia. Kerap kali terjaga gara-gara Aulia mengigil kedinginan dan selimutnya entah ke mana. Cepat-cepat menyelimuti gadis kecil itu sambil memeluknya supaya lebih hangat. Lucu sungguh ini anak.
Bangun pagi-pagi membantu Kak Murni mencuci piring sambil bercerita. Jadi ingat kakakku kak long. Dirumah juga kami sering begini.mencuci piring sambil cerita. Rindu sungguh suasana seperti ini. 

Fikir-fikir kembali, rasa itu sungguh adalah anugerah. Pernah diri akrab dengan beberapa orang kakak selain Kak Murni. Namun Kak Murni satu-satunya yang benar-benar memberi rasa yang sangat akrab. Seperti kakakku. Meski tidak tahu persamaannya di mana tapi rasanya benar-benar sama. Kasih sayang seorang kakak. Selesai semua perkerjaan rumah, dan sarapan bersama rasa kantuk mulai bermaharajalela. Apalagi kami menyantap nasi pecal waktu sarapan tadi. Mempengaruhi perut sekaligus mata yang tidak terbiasa. Cerita-cerita lagi dengan Kak Murni dalamposisi yang kian lama kian condong hingga akhirnya kami sama-sama berbaring dan tertidur di bed single itu. Kebiasaanku dengan kak long sewaktu remaja dulu. Diri sangat menghargai momen-momen ini. Semakin berat rasanya mahu berpisah dari kakak yang satu ini. Semoga takdir masih menjodohkan kami untuk saling bertemu.

Bangun dari tidur. Ternyata Tante Murni yang harusnya dijadwalkan pulang hari ini, tidak jadi pulang. Masih ditahan di rumah sakit. Kami mengambil peluang kembali menjenguk tante setelah Erly pulang dari sekolah. Drain tante sudah dilepas namun masih mahu diobservasi kata perawat disana. Tidak sempat bertemu dengan dokter atau koas yang jaga memandangkan tidak ada yang standby. Sempat solat zohor asar disana sambil cerita dengan tante. Apa yang diri pelajari dari tante, tante sangat kuat semangat dan pekerja keras. Meski seorang yang cepat runsing namun tante sangat tabah menjalani banyak hal yang berlaku dalam hidup.
Malamnya kami agak lambat pulang ke rumah.nenek masih setia menanti untuk makan malam. MasyaAllah kasihan nenek.harusnya jam begini nenek sudah tidur tapi gara-gara kami terlambat, nenek juga jadinya lambat makan malam. Besoknya kami berangkat pulang jam 10 pagi. Setelah foto bersama-sama, nenek dan tante Nono menghantar kami ke jalan. Sungguh mengharukan melihat hubungan kekeluargaan mereka. Sebuah keluarga besar yang sangat rukun menurutku.

Di bus, diri, Kak Murni dan Kak Fahmi duduk sebangku sambil bergurau senda, makan tauhu Sumedang dan bercerita-cerita. Hingga diri ketiduran. Kak Murni menahan kepalaku dibahunya membuat posisi yang sangat enak untuk tidur. Sambil kakak lanjut cerita dengan kak Fahmi.. perasaan bahagia waktu itu sangat tidak bisa dilupakan. Episode yang sangat indah dalam hidupku. Terima kasih Ya Allah atas anugerahMu yang tak terhingga.alhamdulillah.. Alhamdulillah..

Makan bersama sebelum pulang adalah momen terakhir kami untuk pertemuan kali ini. Kakak siap membekalkan pelbagai jenis ole-ole. masyaAllah sungguh peka kakakku.pelukan terakhir sebelum masuk ke ruang menunggu sangat berbekas dihati. Erat benar pelukannya membuat airmata hampir menetes. Kenangan-kenangan yang baru dijalani bersama menghiasi tubir mata seperti minta untuk tidak dilupa.. Selamat tinggal kakakku.. semoga Allah SWT masih berkenan mempertemukan kita lagi dalam roda kehidupan yang berputar ini..  

Selasa, 2 Julai 2013

KEBUN RAYA DAN IPB, BOGOR

0


Kota Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 54 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Dahulu luasnya 21,56 km², namun kini telah berkembang menjadi 118,50 km² dan jumlah penduduknya 949.066 jiwa (2010). Bogor dikenal dengan julukan kota hujan, karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Kota Bogor terdiri atas 6 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 68 kelurahan. Pada masa kolonial Belanda, Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg (pengucapan: boit'n-zôrkh", bœit'-) yang berarti "tanpa kecemasan" atau "aman tenteram".
Hari jadi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor diperingati setiap tanggal 3 Juni, karena tanggal 3 Juni 1482 merupakan hari penobatan Prabu Siliwangi sebagai raja dari Kerajaan Pajajaran.

Bogor (berarti "enau") telah lama dikenal dijadikan pusat pendidikan dan penelitian pertanian nasional. Di sinilah berbagai lembaga dan balai penelitian pertanian dan biologi berdiri sejak abad ke-19. Salah satunya yaitu, Institut Pertanian Bogor, berdiri sejak awal abad ke-20.

Beberapa tempat menarik di Kota Bogor,yang sempat diri lawati sewaktu kesana  di antaranya adalah:
Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, Institut Pertanian Bogor (IPB), Taman Safari.

1. Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 87 hektare dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari 'samida' (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu yang langka. Di samping samida itu dibuat pula samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.

Pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani, W. Kent, yang ikut membangun Kew Garden di London, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang.

Untuk ke Kebun Raya dari kota, kita bisa menaiki angkutan umum ke sana. Luas area kebun raya yang luas dan sangat cantik, saujana mata memandang. Tiket masuk untuk orang tempatan Rp 14.000 per orang sedangkan untuk pelancong / wisatawan Rp35.000.  di sini dilestarikan pelbagai jenis tumbuhan dan fauna yang hampir tidak bisa lagi ditemukan ditempat lain. Untuk mengelilingi area kebun raya, turut disediakan mobil tour yang beroperasi dari pagi hingga sore.
 pintu masuk Kebun Raya Bogor
 pohon avatar.. :) danau yang cantik
 another shoot di danau
 taman kaktus
 jembatan gantung
 halaman istana.. teratai yang cantik (after eating ice-cream with someone)
 kayu jati..they have a very big trees
 taman hijau
 mesra alam?? celah pohon
 taman kaktus
 pohon yang gagah meski sudah tua
 tugu petroleum
 map kebun raya
gunung menjadi pasak bumi
istana bogor


2. Institut Pertanian Bogor (IPB)

Institut Pertanian Bogor adalah sebuah perguruan tinggi pertanian negeri yang berkedudukan di Bogor. IPB melepaskan diri dari Universitas Indonesia (UI) pada tanggal 1 September 1963. [1] Rektor IPB untuk periode 2012-2017 adalah Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. Berdasarkan hasil keputusan rapat pleno Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tanggal 21 Februari 2013, BAN-PT memutuskan bahwa Institut Pertanian Bogor (IPB) memperoleh status terakreditasi dengan Nilai 375 yaitu peringkat A (sangat baik). IPB saat ini berlokasi di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Lahirnya IPB pada tanggal 1 September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 92/1963 yang kemudian disyahkan oleh Presiden RI Pertama dengan Keputusan No. 279/1965.[1] Pada saat itu, dua fakultas di Bogor yang berada dalam naungan UI berkembang menjadi 5 fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan dan Fakultas Kehutanan. Pada tahun 1964, lahir Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian yang kini menjadi Fakultas Teknologi Pertanian.

Pada tanggal 26 Desember 2000, pemerintah Indonesia mengesahkan status otonomi IPB berdasarkan PP no. 152. Semenjak itu IPB merupakan perguruan tinggi berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN).
Tahun 2005 IPB menerapkan sistem mayor minor sebagai pengganti sistem kurikulum nasional.[5][6]Sistem ini hanya diterapkan di IPB.[rujukan?] Setiap mahasiswa IPB dimungkinkan mengambil dua atau bahkan lebih mata keahlian (jurusan) yang diminatinya

Area IPB sangat luas dan cantik. Sesuai dengan namanya institute pertanian. Bukan hanya kampus yang redup, malah bangunan-bangunannya didekorasi dengan cantik. Orang tempatan juga menadikan IPB sebagai salah satu tempat untuk rehlah atau duduk santai bersama keluarga. Satu panorama yang sangat membahagiakan.

 kampus botani kebanggaan anak negeri
 tugu besar IPB
halaman depan IPB

3. Taman Safari Bogor
Akan diri ceritakan tentang Wisata ke Taman Safari pada kesempatan lain.

Sabtu, 11 Mei 2013

SO SOON

0



Every time I close my eyes I see you in front of me
I still can hear your voice calling out my name
And I remember all the stories you told me
I miss the time you were around [x2]
But I’m so grateful for every moment I spent with you
‘Cause I know life won’t last forever

You went so soon, so soon
You left so soon, so soon
I have to move on ’cause I know it’s been too long
I’ve got to stop the tears, keep my faith and be strong
I’ll try to take it all, even though it’s so hard
I see you in my dreams but when I wake up you are gone
Gone so soon

Night and day, I still feel you are close to me
And I remember you in every prayer that I make
Every single day may you be shaded by His mercy
But life is not the same, and it will never be the same
But I’m so thankful for every memory I shared with you
‘Cause I know this life is not forever

You went so soon, so soon
You left so soon, so soon
I have to move on ’cause I know it’s been too long
I’ve got to stop the tears, keep my faith and be strong
I’ll try to take it all, even though it’s so hard
I see you in my dreams but when I wake up you are gone

There were days when I had no strength to go on
I felt so weak and I just couldn’t help asking: “Why?”
But I got through all the pain when I truly accepted
That to God we all belong, and to Him we’ll return, ooh

You went so soon, so soon
You left so soon, so soon
I have to move on ’cause I know it’s been too long
I’ve got to stop the tears, keep my faith and be strong
I’ll try to take it all, even though it’s so hard
I see you in my dreams but when I wake up you are gone
Gone so soon

Ahad, 5 Mei 2013

KEEP A SECRET

2



Can you keep a secret ?
Don't show the sad face as if u have been sacrificed
Exhaustion! That's just a small part of our lives
There's a larger thing that could remove all Exhaustion
That's a smile and happiness people around us..
Okkeyy, life is not as simple as that..but at least..
Do not make it complicated. Enjoy ya ! :)))

benarlah adakalanya selalu kita butuh orang lain untuk mengerti kondisi kita...
kadang kita hanya harus mengorbankan perasaan kita dan kondisi kita dan beberapa orang untuk membahagiakan orang lain.. mungkin disana ada keberkahannya..

Jumaat, 3 Mei 2013

MURABBI YANG TETAP MENCINTAI

0



 she loves you lillah, dear ukhti
apabila sang murrobbi bertanya kepada mutarobbi-mutarobbinya,
" apakah yang membahagiakan kamu? "
jawab mutarobbi, 
 " ana gembira sebab berjaya dapat 4.0 flat, 
saya gembira dapat berjaulah oversea, 
ana gembira sebab bertemu dia dalam proses baitul muslim. "

*senyum*
ketahuilah, apabila ditanya apakah kebahagiaan sebenar buat murrobbi mu...
" akak cukup bahagia bila adik-adik menjadi sebahagian dari diri ini "
 Subhanallah (':
...
menghirup sedikit cinta luar biasa ini. takjub bagaimana kamu boleh menjadi sebahagian obsesi murrobbimu, menuntut sebahagian fikirannya, segenap kasih sayangnya malah menuntut  kerjanya hingga mimpi-mimpi di kala rehatnya.

Allahu Allah.
...
ya, dia lah murrobimu itu meskipun,
kamu lah yang membaca sms-sms nya sekali lalu
kamu lah yang acap kali mereka pelbagai alasan untuk tidak hadir liqa usrahmu
kamu lah yang selalu missing-in-action apabila di ajak menghadiri daurah-daurah
huu...
...
menjadi murobbi seperti dia
aku cukup cemburu
kerna langkahnya, bicara dia, bil telefonnya, masa makannya, masa rehatnya, masa belajarnya
hanya berlegar-legar mengenai mutarobbinya
mengenai dakwahnya, tarbiahnya 
pekatnya cinta itu
kerana pekatnya cinta itu terhubung dengan iman 
Allahu Allah (':
jika lah, kau mengetahui...
...
mengenali murrobimu, aku menakjubi kerja orang-orang beriman ini
bersabar dan tidak mudah putus asa,
" Allah nak terus uji dan asah skill bagaimana terus berjaya mengikat hati mutarobbi "

(':

Ya Allah,
aku juga bahagia
mengenali murrobbi seperti kamu.
 semoga terus tsabat
ya 'ketenanganku'
insyaAllah

~diberi oleh salah seorang adik yang sangat prihatin~ terima kasih atas ingatannya..

http://suratuntukboolan.blogspot.kr/2013/05/segenap-cinta-murobbimu.html

Rabu, 1 Mei 2013

JAUH

0



Jauh.. adalah kata yang mengawali perjalanan. Jauh menawarkan misteri keterasingan. Jauh menebarkan aroma bahaya, jauh memproduksi desir petualangan menggoda. Jauh adalah sebuah pertanyaan sekaligus jawaban, jauh adalah sebuah titik tujuan yang penuh teka teki. Marco Polo melintasi jalan panjang dari Venesia hingga takhta Kaisar Mongol di negeri China. Para pengelana lautan Eropah bertahun-tahun mengarungi samudera luas, menyabung nyawa, menjinakkan suku primitive di tanah belantara. Para astronaut dan kosmonout berlomba menginjakkan kaki di bulan. Menguak tabir angkasa. Deretan pengembara akbar menghiasi sejarah peradaban. Semua terjerat pesona kata itu: JAUH..

Seberapa jauhnyakah “jauh” itu? Berapa lama untuk mencapainya? Imiginasi liar manusia terus menggerus dimensi ruang dan waktu, terus berkelana menembus batas. Tentang kehidupan yang paling asing, paling berbeda. Eksotis. Ajaib. Unik. Pelik. Antik. Eksentrik… JAUH..

Si petualang pun bermimpi, dalam lintasan yang begitu jauh menuju titik terjauh, dia akan melewati sebuah rute musafir legenderis dari zaman berabad silam. Jalur sutra yang membaurkan berbagai budaya Timur dan Barat, membangkitkan imajinasi dan romantisme, bayangan tentang barisan caravan unta yang melintasi gunung gersang, atau perompak di tengah kengerian malam, fatamorgana oasis, sampai kubah-kubah megah mesjid dan makam dengan biru lazuardi dari dongengan Arabia. Permaidani terbang, harta karun tersembunyi, putrid cantik, pangeran rupawan..

Perjalanan…
Pertualangan….
Kita berangkat…

~Titik Nol, Agustinus Wibowo…~

Isnin, 22 April 2013

KASIH IBU

0



Ibuku kaulah pelita
Yang dulu kini selamanya
Kau beriku kasih kau beriku manja
Kasihmu kudambakan

Engkaulah ibu yang kusayangi
Kasihmu mekar harum mewangi
Menghiasi taman hati
Bak lilin membakar diri
Menyinari hidup ini

Sejak dulu ku dibelai dimanja
Bersarat cinta padat di dada
Walaupun penuh sengsara bertemankan air mata
Berkorban jiwa dan raga

Kasihmu ibu tiada duanya
Kasihmu ibu tiada bandingnya
Mendidik kami dengan kesabaran
Kepayahan dan keperitan ditanam di jiwa

Kasihmu ibu tiada nilainya
Tak rela aku melihatmu di dalam keadaan duka
Hapuskanlah air matamu
Kerana ia menyayat hati ini
Terasa bagai tertusuk sembilu
Hanya Allah yang tahu
Pedihnya hati ini

Kasihmu ibu bak mutiara
Pasti berkilau selamanya
Tidak seperti kaca
Jatuh hancur berkecai
Musnahlah segalanya

Kasihmu ibu yang kurindukan
Penawar hati di kala duka
Kupohonkan restumu setitis doa suci
Mengharap kasih Ilahi

Kasihmu ibu kusanjung selalu
Pengorbanan yang kau curahkan
Setulus hatimu
Sehingga kini kasih yang suci
Tetap bersemi di hati ini 
Seharum kasturi

Kini setelah dewasa
Masa dan detiknya telah tiba
Untukku membalas segalanya
Buat ibu tercinta 
Semoga kau bahagia