Skinpress Rss

Isnin, 30 Januari 2012

HOLIDAY ATTACHMENT

2



Alhamdulillah setelah mengharungi ujian yang maha berat untuk pulang ke kampong halaman, akhirnya berjaya juga pulang. Adat hari kerja, pasti ummi dan Ijah ke sekolah menjalani rutinitas harian. Sementara diri, akan menjalani rutinitas baru. Attachment di klinik ayah.

Walau sebelumnya telah lama berhajat, namun kali ini baru benar-benar serius untuk menjalaninya. Maklum setelah menjalani co-ass (co-assistant) di Unhas, lebih curious pula untuk melihat sendiri penyakit-penyakit yang paling banyak menghinggapi masyarakat di tanah air.
Hari pertama, seperti kebiasaannya di Poliklinik sewaktu di Makassar, diri akan berdiri disamping dokter (ayahku) sambil memerhati pesakit yang datang. Tak menang mulut ayah dibuatnya untuk memperkenalkan diri sebagai medical student @ anaknya. Hihi..mungkin kerna klinik private, makanya kerahsiaan si pesakit lebih menjadi keutamaan.

Pagi ini banyak betul pesakit ayah yang datang. Kata ayah, biasanya jika pagi kurang pesakit. Tapi hari ini, tidak sempat rehat dibuatnya ayah. [alamak, tiba-tiba terdetik, jangan sampai kerna aura “pemanggil”ku, seperti kata Anki,temanku sewaktu posting pediatric, “Fuzah tuh, aura pemanggilnya ampunma”, waduh kok bias yach jadinya pemanggil keras..hehehe].. Berbalik pada cerita tadi, banyak penyakit yang bisa diri pelajari secara umum. Dari URTI (upper respiratory tract infection atau bahasa Indonesianya ISPA, infeksi saluran napas atas), gangguan gastrointestinal, AGE (acute gastroenteritis atau bahasa indonesianya GEA, gastroenteritis akut), penyakit kulit, psoriasis, dermatitis corporis, allergy conjunctivitis, neuropathy DM, hypertension etc. penyakit-penyakit pediatric juga didapat seperti Herpes Zoster, diaper rash dsb. Kebanyakan ilmu penyakit dalam yang paling berguna di sini.

Meski penyakit yang sama (itu ituji), tapi tetap penanganannya sedikit berbeda. Kalau waktu dipoli, untuk diarrhea, pasti dikasikan zink, dan oralit, disini ayah menggunakan modim dan hyamide. Hmm, nampaknya diri harus lebih terbiasa dengan adaptasi ubat-ubatan nantinya. Sudah memang agak lemah dengan ubat..

Ada lagi bedanya, jika di poliklinik interna di Makassar, secepat-cepatnya mahu diselesaikan pasien yang datang, ayah lebih mengambil waktu bersama dengan pesakit. Hamper semua pesakitnya dikenali dengan baik sampai keluarganya yang lain. Biar yang namanya seorang terdaftar, nanti yang diperiksa didalam hamper 1 keluarga..hihi.. kata ayah, hubungan yang baik dengan pesakit juga membuatkan pesakit amat selesa untuk dirawat oleh kita.

Sempat mengikut ayah housecall (pesakit yang memanggil dokter ke rumah). Menaiki mobilnya pasien yang menjemput, wah benar-benar merasa seperti tugas didaerah..keren.. rumahnya pesakit letaknya di pedalaman kampung. Disela-sela hijaunya sawah yang bendang. Kata ayah, pesakit tersebut sudah biasa (regular customer), sambil bercerita dengan suami pesakit yang menjemput, ayah kemudian tertidur. Kemudian atuk (kakek) itu berkata “memang begitu dokter, biasa sampai dirumah nanti baru saya kejutkan.. letih sangat kerja..hihi”.. wah saking biasanya dengan ayah, hingga suami pesakitnya juga tahu kalau ayah akan tertidur kalau tidak ada yang dikerja. Sampai dirumahnya pesakit, kelihatan nenek-nenek yang berusia separuh abad sedang terlantar dipojok rumah. Kelihatan lemah, tangannya bengkak (osteoarthritis kronik). Ayah sempat menjelaskan sedikit sebanyak kondisi nenek tersebut yang Cuma mampu terlantar gara-gara jatuh beberapa bulan yang lalu (epiphysis fracture of femur/head of femur). Nenek itu mesra sekali biar pertama kali bertemu dengan diri.. siap menceritakan itu ini. Ramah benar orangnya. Setelah selesai ayah memeriksa dan menyuntik nenek tadi, kami kembali ke klinik. Melewati sawah bendang yang terbentang benar-benar menggugah kenangan di Jeneponto dulu.. bersama teman kecilku yang mungil dan bersahabat.

;Setengah hari menjadi pemerhati amat memberikan pengalaman yang cukup bernilai. Paling-paling mendengar cara pesakit disini menyampaikan keluhannya. Wah, sepertinya lebih mudah bahasa Makassar difahami berbanding bahasa Kelantan. [soalnya saya mulai kehidupan klinis di Makassar, mendengar keluhannya orang Bugis-Makassar] huhu.. tapi yah insyaAllah, hal teknikal seperti itu hanya perlukan lebih banyak latihan dan kepercayaan diri.. ^_^

Rabu, 25 Januari 2012

RISOLES MAYO & PANCAKE

0


Lama tidak keluar jalan dengan Ezzah. Sejak kami terpisah dari interna dulu, tidaka ada lagi jalan brsama. Maklum saja diri disibukkan dengan kesibukan anak sementara Ezzah sendiri sibuk di Bedah. Hari ini berpeluang keluar bersama. Menjejaki kembali Risoles Mayo yang enak di dekat Pantai dan Mr. Pancake di TransMall. Meski perjalanan sempat terhenti di tengah jalan disebabkan hujan yang tiba-tiba menghembur deras. Langit Makassar tiba-tiba sahaja gelap benar dengan arakan awan cumulonimbus.

RISOLES MAYO.

Risoles adalah sejenis makanan ringan/snack/kuih yang diperbuat dari tepung terigu/tepung gandum, telur dan mentega. Didalamnya boleh diisi dengan pelbagai yang disukai. Ada yang biasa membuatnya dengan menggunakan smoked beef dan mayonis, boleh juga dibuat menggunakan buah-buahan, atau sayur-sayuran. Pertama kali mengenali jenis makanan ini di Makassar. Itu juga diperkenalkan oleh temanku yang sangat Ms.Expert Wisata Kuliner, Ezzah Nafisah Arpan, S.Ked..hihi..
Warung yang menjual Risoles Mayo yang diri kunjungi kali ini adalah warung snack yang terletak di Jln. Ranggong Makassar. Warungnya meski sederhana sekali namun risoles nya luar biasa. Enak sekali. Harganya juga terjangkau. Rp4000 per biji.




PANCAKE

Meski sudah beberapa kali makan di pancake (kebanyakannya ditraktir/belanja)hihi namun kali ini mencoba sejenis pancake yang lain dari biasanya. Buat pancake dari kategori Sweety maupun Speciality, namun kali ini mencoba pancake dari kategori Smoked. Pancake Chicken Mushroom. Enak sekali. Rasanya seperti mushroom soup yang dikeringkan dan dikombinasikan dengan ayam yang pancake original yang sangat membuka selera. Ezzah pula mencoba Pancake Platter yang didalamnya diisi dengan 6 mini pancake yang diberikan topping berbeda. Ada topping caramel, chocolate, raisin, dan macam-macam lagi. Rasanya juga lumayan enak.


Isnin, 23 Januari 2012

HARI PENUH ARTI

0


Selamat Hari Lahir buat sahabatku Kak Soolihah dan Ummi Kalsom.. pertambahan angka semoga seiring dengannya pertambahan amal dan persediaan diri untuk melangkah ke alam yang lebih dewasa..

Sahabatku,
Miniti hari semalam yang penuh kepayahan dan rintang ujian, terkadang kita rebah. Namun aku bersyukur kerna saat berpaling, ku lihat kalian ada disitu..

Andai kita seperti pohon yang kukuh, diterjang badai juga tidak roboh. rintang dan halang pasti datang menerpa, tapi kita saling menguatkan. Dengan hujan, kita memang basah. Datang panas, kita mungkin resah. tapi kita saling menguatkan. Jika tidak kau ratakan jalanku, kau tunjukkan bata penghalangku, kau perjelaskan salahku yang tak ku lihat, kau terangi jalanku yg tidak tepat, hingga aku tau, aku tak selalu baik...aku juga begitu.. akan selalu menjadi cerminanmu..Bawa aku menuju Allah, biar kita rajut cinta ini dalam langkah-langkah mungil kita ..

Sahabatku, Aku menyintaimu kerana Allah..

Untukmu
Album :
Munsyid : Durani
http://liriknasyid.com




Sahabat
Dalam kabut ku tercari-cari cahaya
Akhirnya ku temui sinar ceria diraut wajahmu

Andainya alam ini mampu berkata-kata
Pastilah pujian buat dirimu
Di waktu itu akulah yg bertuah
Punya sahabat sepertimu

Sahabat
Kau bimbing la ku menuju cahaya ilahi
Sahabat
Aku lemah mangharungi ranjau dunia

Sahabat
Aku ingin seperti mu dalam ketenangan
Menghadapi hidup ini

Sahabat ku bersyukur kerna mengenali dirimu
Ku harap moga kitakan bersama
Harungi segala suka duka
Moga kejayaan milik kita
Agar hidup menuju mulia

~Sweet 25 Kak Soolihah & Sweet 24 Umi~

Ahad, 22 Januari 2012

WAKE ME UP!!

0


To be hopeful in bad times is not just foolishly romantic. It is based on the fact that human history is a history not only of cruelty, but also of compassion, sacrifice, courage, kindness.

What we choose to emphasize in this complex history will determine our lives. If we see only the worst, it destroys our capacity to do something. If we remember those times and places -- and there are so many -- where people have behaved magnificently, this gives us the energy to act, and at least the possibility of sending this spinning top of a world in a different direction.

And if we do act, in however small a way, we don't have to wait for some grand utopian future. The future is an infinite succession of presents, and to live now as we think human beings should live, in defiance of all that is bad around us, is itself a marvelous victory.

- Howard Zinn

Sabtu, 21 Januari 2012

RAHMA 23

2


The world is full of fools and faint hearts; and yet everyone has courage enough to bear the misfortunes, and wisdom enough to manage the affairs, of his neighbor.

- Benjamin Franklin


~Happy Birthday My Dear Rahma.. eventhough we got really busy nowadays but my i always remember you in every du'a..love u as always~

Ahad, 15 Januari 2012

FAVOURITE QUOTES

0


Too often we underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around.

~Leo Buscaglia~

The art of listening needs its highest development in listening to oneself; our most important task is to develop an ear that can really hear what we're saying.

-Sydney J. Harris-

A political victory, a rise in rents, the recovery of your sick, or return of your absent friend, or some other quite external event, raises your spirits, and you think good days are preparing for you. Do not believe it. Nothing can bring you peace but yourself. Nothing can bring you peace but the triumph of principles.

from "Self-Reliance"

- Ralph Waldo Emerson-

You can do anything you decide to do. You can act to change and control your life; and the procedure, the process, is its own reward.

- Amelia Earhart -

You are today where your thoughts have brought you; you will be tomorrow where your thoughts take you.

- James Allen -

A life lived with integrity -- even if it lacks the trappings of fame and fortune -- is a shining star in whose light others may follow in the years to come.

- Denis Waitley -

Throw your dreams into space like a kite, and you do not know what it will bring back: a new life, a new friend, a new love, a new country.

- Anais Nin -

Jumaat, 13 Januari 2012

Dr. NICE AND HAPPENING

0


Melewati bagian anak (pediatric) salah satu hal yang paling berkesan terhadap diri adalah berkenalan dengan salah seorang dokter residen anak yang sangat baik hati lagi tidak sombong. Meski banyak dokter anak yang tak kalah baiknya, namun Dr. Ery punya tarikan tersendiri. Wanita berusia 35 tahun ini sudah merangkap Dokter Madia (semester pertengahan) dalam pendidikan spesialisasi anak (pakar).

Pertama mengenali wanita ini, diri biasa-biasa saja. Tapi semakin menjalani hari, yang menarik dari Dr.Ery, beliau sangat cepat menghafal nama koas. Hal yang jarang dilakukan bagi dokter-dokter residen. Biasanya dokter lebih cepat memanggil “adik koas”!! hm.. dan begitu begitu. Biasanya dokter residen yang menghafal nama coassnya adalah dokter ruangan (dokter yang menjaga ward yang sama) atau dokter pembimbing (setiap koass akan diberikan pembimbing disetiap bagian bertujuan memberikan tunjuk ajar dan diskusi dari semasa ke semasa untuk mempertingkatkan ilmu dalam bagian tersebut). Tak kurang juga dokter yang banyak kali bertugas (oncall) bersama dengan coass dan dokter yang bertugas di distreet (LuaR Negeri) memandangkan coass yang bertugas di suatu rumah sakit daerah paling ramai Cuma 2 orang di satu rumah sakit.

Di antara teman mingguku, diri dan Anki adalah yang paling akrab dengan Dr.Ery. Uniknya Dr.Ery, beliau bukan sekadar mengingat nama, bahkan beliau juga senang menghulurkan bantuannya untuk coass. Baik dalam bentuk ilmu (sering diskusi), meminjamkan buku-buku, memberikan bantuan dalam bentuk apapun. Beliau yang menawarkan. Bukan menunggu hingga diminta. Diri masih ingat, antara hal yang menambahkan keakraban diri dengan Dr.Ery adalah sewaktu diri sedang tugas LN di Rumah Sakit Fatimah, waktu itu Dr.Ery jaga (oncall) disitu. Diri yang sibuk mengurus bayi-bayi kasian memang masih belum makan malam. Jam sudah menunjukkan angka 10. Makanan tadi sudah dibeli dari warung depan rumah sakit. Dr.Ery sudah tertidur dimeja perawatan. “Eh doc, tidurki dikamar..nanti saya bangunin kalo ada pasbar (pasien baru)”.. dengan muka bantal (mamai), Dr.Ery berkata “Fuza, ayomi makan, laparka.. dari tadi sa tunggui”.. Ya Allah, ternyata Dr.Ery menunggu diri untuk sama-sama menikmati makan malam kami yang sederhana itu. Terharu sekali. “Ayomi doc”.. menikmati makan malam sambil bercerita, banyak pelajaran yang bisa dari ambil daripadanya. Easy-going orangnya dan mudah diajak bicara.

Malam itu malam terakhirku di Fatimah. Agak tenang. Sudah stabil bayi-bayi yang ada hingga memberikan diri ruang untuk beristirehat. Istirehat pertama dalam minggu ini. “Tidurki Fuza, tidak ada pasien yang gawat tuh.. yuk, samaka tidur” wah, tidur sama dokter dalam kamar residen. Sungguh terlalu!! Besoknya Dr.Ery menawarkan untuk menghantar bagasi (beg besar) pulang ke rusun memandangkan diri memang mengenderai motor ke sana. Kata Dr.Ery, biar lebih nyaman untuk pulang.

Sepanjang mengharungi minggu-minggu atas di WS, menjelang ujian akhir bagian anak, Dr.Ery yang banyak membantu kami untuk memahami pelajaran di anak. Dimana kami berada, disitu ada Dr.Ery meski bukan tempat tugasnya. Waktu kami di subdivisi Hematologi, diruang itulah Dr.Ery nongkrong (duduk-duduk) bersama kami saat luangnya. Kadang hingga malam beliau menemani kami hingga selesai tugas. Waktu kami di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) sewaktu subdivisi Perinatology, beliau juga ke sana diwaktu luangnya untuk duduk-duduk bersama kami meski jarak antara NICU dan bangsal (ward) anak, letaknya lumayan jauh.
Beliau lebih menciptakan suasana “teman-teman” dengan coass berbanding “Dr.Residen-Coass”. Adakalanya beliau memberi kami peluang untuk memberikan ilmu meski sebenarnya beliau lebih pintar, lebih tahu, lebih pengalaman dari kami. Tapi beliau berespon seakan itu hal yang baru dan sangat dihargainya hingga kami jadi percaya diri untuk saling berbagi. Begitu juga halnya, beliau sering meminta kami memberikan komentar dan membantunya menyelesaikan tugasan. Menasehatinya saat beliau salah dan banyak hal lagi. Setiap kami memberikan komentar, pasti beliau akan sangat menghargai dan memberikan suntikan semangat yang lebih pula.

Sewaktu Dr.Ery selesai pembacaan tugas, beliau sempat mengajak diri untuk keluar bersama. Makan-makan. Jalan-jalan. Setelah selesai dari Bagian Anak nanti. Rencana itu terlaksana sewaktu jaga terakhirku di Bagian Anak. Hari minggu waktu itu. Diri jaga (oncall) pagi. Selesainya jam 2. Padahal sebelumnya janji jam 10. Tapi terpaksa diundur. Dr.Eri sudah menunggu diluar sewaktu diri selesai dari jaga. Bersama Zalfa (anak kecilnya) kami pergi makan dan jalan di Mtos. Salah satu mall yang agak tidak jauh dari sini. Meski itu sebenarnya hal yang biasa, namun menjadi luar biasa saat yang mengundang itu adalah dokter residen@ atasan kita. Sebelum pulang, Dr.Ery siap memberikan diri ole2 dari tempat asalnya Gorontalo (Sulawesi Tengah) berupa kue khas Pia, dan kain ela untuk dijadikan baju. Subhanallah. Luar biasa kebaikannya.

Kata orang, dokter itu berkasta-kasta. Tidak ada dokter yang mau berjalan seiring dengan dokter yang lebih dibawahnya. Tapi Dr.ery membuktikan bahawa pernyataan itu tak selalunya benar. Ada dokter gaul(bergaul dengan anak-anak coass)tanpa menghiraukan statusnya. Efeknya biar apa yang mau diminta tolong sama Dr.Ery, kami akan lakukan dengan rela hati dan sebaik mungkin. Tidak seperti sesetengah dokter yang kadang cara menyuruhnya saja sudah membuat orang jengkel(tidak enak). Semoga lebih banyak lagi ada “Dr.Ery” didunia ini yang akan menukarkan persekitaran kerja di rumah sakit menjadi lebih harmonis dan menyamankan.

Dr.Ery, kadang sebagai pembimbing, kadang sebagai dokter, kadang sebagai ibu, kadang sebagai kakak, kadang sebagai teman.