Skinpress Rss

Sabtu, 14 April 2012

FOBIA

0


Treet.. bunyi telefon genggam putih model Samsung B3410 berdering. Mai sedang menunggu Prof.Akil SpD untuk visite pagi di lobi RS Ibnu Sina. Sudah 3 hari dia menjalani tugas luar Negeri di rumah sakit perifer ini sebagai salah satu dari program belajarnya di bagian interna. Langit agak mendung namun renik hujan belum menampakkan diri untuk turun. Mai menekan butang hijau untuk menjawab panggilan.

“Mai, temanmu kecelakaan!! Dimanako? Di Wahidinji toh? Cepatko ke UGD. Parahmi itu temanmu..” suara cemas Fadhliah diseberang telefon menghantarkan impulse-impulse kekhawatiran juga dihati Mai.
“Temanku, siapa Fad? Bicara yang jelas donk!” Mai gagal mengawal rasa khawatir dan penasaran yang menghujani fikirannya. Teman yang mana? Teman kuliah? Teman komuniti? Teman KKN? Teman liqo’? aduh pusing kepalanya menyenaraikan semua orang yang dikenali dalam satu list panjang yang berjuntai.
“Teman KKNmu, Abhe!”
“HUH?? Kamu pasti?” Mai berpinar. Serta merta rembesan adrenalin berhembur dipembuluh darahnya hasil interpretasi otak tentang kabar yang baru diterima. Masih mengharap agar kabar itu salah dengar atau salah cam orang.
“Iya aku pasti banget! Aku liat orangnya kok! Dia kecelakaan di perbatasan Maros-Pangkep. Kondisinya parah Mai. Fraktur basis cranii (patah tulang dasar otak yang biasanya menandakan kondisi medis yang jelek dan harapan terselamatkan yang sangat tipis) massif bleeding di rongga abdomen. Sebentar mau disorong ke OK Cito(operasi emergensi). Cepat moko ke sini!!” jelas Fadhilah panjang lebar sekaligus mendesak.

Kelu. Mai tahu kalau Fadhilah tidak mungkin salah lihat kerna Fadhilah kenal sama yang namanya Andi Abadi. Dia pernah ketemu lansung sama orangnya. Kenal dari sebelumnya. Ya Allah.. Hubungan Mai sama Abhe tidak begitu baik akhir-akhir ini. Sejak beberapa bulan terakhir saling tidak berhubung. Kenapa harus seperti ini untuk kedua kalinya. Mai masih belum mahu percaya penuh. Dia lansung mengirim sms kepada Abhe dan menyuruhnya untuk segera membalas andai sms itu diterima.

2menit berlalu. …4menit…. Tidak ada balasan.. mata Mai mulai berkaca-kaca… menguatkan tangan yang semakin kuat gementaran.. nomor ponsel Abhe ditelpon sambil kaki juga mulai melangkah menuju ke tempat parkiran motor. Tut…Tut…Tut… tidak diangkat. Alias menguatkan prediksi bahawa yang terlibat kecelakaan itu benar-benar adalah Abhe. Empangan airmata tidak mampu lagi ditampung. Ia jatuh berderai bersama titisan-titisan hujan yang mulai berjatuhan dari mendungnya langit. Segera motor dihidupkan dan dia memacu laju. Mai tidak peduli. Dia harus pulang ke RSWS secepatnya. Bukan dia mengharap keajaiban dengan kehadirannya akan membuatkan Abhe kembali membuka mata dan kembali ke sediakala seperti di cerita fairy tale Snow White atau Beuty & The Beast. Ini kenyataan yang mana hukum alam masih berlaku. Hukum medis masih mengambil tempat dalam menyempurnakan sunnatullah..Mai hanya berharap dia sempat untuk melihat Abhe paling, untuk terakhir kali sebelum didorong ke kamar operasi.

Sepanjang perjalanan Mai tidak henti berdoa. Semoga Abhe akan baik-baik saja. Semoga Abhe selamat. Semoga…semoga..hanya pada Tuhan Yang Esa pengharapan itu Mai gantung tinggi.

Terbayang kisah gurunya yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas 13 tahun lalu. Sewaktu itu Mai masih terlalu kecil untuk mengerti tentang kehilangan. Guru malang yang paling akrab dengannya sewaktu zaman kanak-kanaknya itu baru saja menelpon dirinya sehari sebelum kecelakaan. Dan dia adalah orang pertama yang ditelpon ulang oleh pihak polisi untuk mengkhabarkan bahawa gurunya meninggal dunia ditempat kejadian. Kerna menurut polisi, nomornya adalah yang terakhir yang dihubungi oleh almarhum. Mai pinar waktu itu. Tidak bisa mempercayai namun tetap dia menelefon keluarga gurunya untuk mengkabarkan. Sejak itu Mai trauma dengan yang namanya “sepeda motor”.

Pertama kalinya Mai menaiki motor sewaktu di tempat KKN. Kerna di perkampungan pedalaman itu, kenderaan yang bisa digunakan satu-satunya adalah sepeda motor. Dan Abhe adalah orang pertama yang memboncengnya. Abhe orang yang memberinya ‘bakhkat (semangat)’ untuk mengatasi fobianya pada motor. Ya sesederhana itu. Sampai-sampai dia sekarang berani untuk mengenderai sendiri yang namanya “sepeda motor” mengelilingi kota Makassar. Hal yang paling mustahil untuk dilakukan sepanjang 13 tahun sebelumnya. Namun kejadian yang menimpa Abhe hari ini sepertinya mencabut kembali semangat yang telah diberikannya sewaktu dulu.

Mario Teguh pernah berkata, kalau doa itu akan termakbul saat ada 40 orang yang mengaminkannya. 40 amin terlalu banyak dan panjang waktu yang diperlukan untuk dikumpul. Namun jika terpaksa Mai akan berusaha. Tapi Langit pula pernah berkata, doa itu akan dikabulkan saat pemohonnya meminta dengan penuh ikhlas. Penuh harap. Penuh butuh. Mai berdoa. Namun hatinya masih juga belum mahu untuk percaya. Entah itu instinct atau memang dia yang keras kepala. Abhe, cukuplah kau membuat aku takut. Ini tidak lucu. Sungguh ini tidak lucu. Semoga ini hanya mimpi ngeri. Abhe tolong balas smsku.. hanya untuk kali ini..aku mengerti kalau memang kamu tidak mahu membalas tapi ini penting… tolong..
Masih berharap..

Tiba di UGD RSWS. Fadhilah menerpa kearah Mai. “Untung masih sempat kamu sampai Mai.. sementara didorong pasiennya ke kamar operasi” Map hijau (status pasien) beralih tangan. Abadi…mahasiswa…Pangkep. Aduh hancur lagi hati Mai melihatnya. Kelibat Abhe yang terdampar diatas katil pasien dengan berdarah-darah dan lemas melintasi pandangan Mai. Mai memejamkan mata. Tidak sanggup. Tuhan aku tidak kuat. Sumpah!! Mai merasakan dunianya gelap. Ion-ion kalsium serasanya terblokir dari memasuki sel-sel ototnya hingga menyebabkan tubuhnya lemah tidak tertampung. Tiba-tiba…

“Preet..preet” sms masuk.
Bagai hiperrefleks, tangan menyeluk ke saku dan mengambil ponsel. Gesa-gesa membuka pesan “aku ada dikamar. Memangnya kenapakah?!” sms dari Abhe. Dingin.

HUH? Menyeka airmata. Gusar andai pandangan matanya tidak tajam gara-gara airmata yang bertumpuk. Benar-benar smsnya Abhe. Alhamdulillah.. Alhamdulillah. Hanya itu yang terdetik dihatinya. Antara percaya dengan tidak, Mai tahu kalau orang yang terdampar tadi bukan Abhe. Kadang apa yang kita lihat apa yang kita dengar tidak semestinya benar. Mai yakin itu. Keajaiban. Mahu rasanya dia melonjak kegirangan, atau teriak seperti orang gila yang hilang siumannya. Atau apa saja yang tidak mungkin. Sedetik baru pikirannya bisa mulus lagi. Biar smsnya Abhe masih tampak dingin, tak mengapa. Sms itu cukup membahagiakannya.

Aduh, buang airmata saja menangis. seperti barang murah yang tidak ada nilainya dibuang-buang seperti itu.. malu sendiri. Andai saja Abhe tahu kondisinya saat ini, pasti dia diketawai mati-mati. Cis!! Andai dia bisa menebus dari Abhe harga untuk tiap tetes air matanya, pasti sampai tua Abhe akan berhutang darinya. Itu juga jika dia meletakkan harga Rp2500 untuk satu tetes. Wah berapami itu? Haha..Mai melihat ulang map hijau tadi, diperhatikan baik-baik.. isk, orang lain. Abadi Hikmat Sari,19 tahun, mahasiswa Teknis Unhas.. Cuma kecelakaannya yang dipangkep bukan asli orangnya.. adoila..malu sendiri.. haha.. tadi tidak membaca dengan baik. Emosi duluan. Mungkin kerna fobianya membuat dia terhanyut dalam ketakutannya sendiri untuk melihat hakikat dari kaca mata yang lebih jelas. Ampun..konyol sekali..

Khamis, 12 April 2012

MENANTIMU PULANG

0



Antara sadar dengan tidak dua bulanpun berlalu
Kau telah pulang dari hibernasi panjangmu
Mengumpulkan kita kembali dalam satu jaras waktu
Aku ingin memelukmu lagi
Merenung pada redupnya sinar matamu
Mendengar celoteh mulutmu berbicara
Kali ini tentang apa lagi? Pasti cakupan kisahmu akan lebih banyak
Marilah mendekat adikku.. aku ingin mendengarkan ceritamu…

Adikku,
Aku percaya perjalanan itu telah mendewasakanmu
Memberikan nilai estetika tersendiri dalam lembar sejarah hidupmu
Mungkin juga ia telah mengubah sudut pandangmu
Tentang bagaimana melihat dunia dari jendala yang lebih luas terbuka
Apapun adikku,
Aku berharap semoga ia merubah dirimu menjadi seorang yang lebih baik
Lebih dewasa dan tangguh untuk menghadapi hari ke depannya..

Adikku,
Disatu sisi, pasti hatimu dilanda duka
Saat perpisahan dengan warga dan siswa kecil yang sedang mekar menjulur tiba
Saat teman-teman baru mendapat tempat dihatimu sebagai saudara
Saat rutinitasmu setiap hari dalam dua bulan ini sebentar lagi akan jadi kenangan semata
Saat bayu pagi tak lagi bakal menyentuh wajahmu pada besok hari

Namun disisi yang lain,
Ada jiwa yang bahagia menanti kepulanganmu
Mengundang senyum untuk mengakhiri sebuah penantian
Membalas segala dendam kerinduan yang mengasak rongga dada

Itulah adikku yang dinamakan dengan lumrah kehidupan
Ditiap pertemuan akan diakhiri dengan perpisahan
Dihujung permulaan akan disudahkan dengan pengakhiran
Akan tapi, percayalah bahawa disetiap pengakhiran itu, akan ada lagi permulaan yang baru
Ibarat senja yang berlabuh tiap dinihari
Ia melambangkan pengakhiran bagi hari tersebut dan permulaan bagi hari yang berganti
Menjanjikan pengalaman yang baru dan cerita yang baru
Jalanilah dan nikmatilah prosesnya..
selamat kembali adikku.. aku senantiasa menunggumu..

Amni_shamrah
12 April 2012
10.00pm

Jumaat, 30 Mac 2012

JANGAN MENANGIS

0


Hujan masih turun rintik-rintik
Saat aku meredah pekatnya malam untuk menemuimu
Kata temanku, hujan itu cuma tetesan-tetesan air
Meski ia kadang bisa melemahkan sistem pertahanan tubuh
Namun siapa juga peduli?
Rasa cintaku padamu lebih dari itu
Aku ingin menyintaimu dengan sederhana namun dengan cara yang sempurna

Setelah sekian lama terpendam rindu dendam
Kasih tersulam pudar dek debu waktu yang membungkus
Kau bercerita itu ini dengan riang
Menyembunyi kegalauan yang menekan perasaan
Benar temanku, aku bukanlah yang paling akrab denganmu
Namun asal kau tahu, aku selalu ada saat kau memerlukanku

Akhir dari ceritamu baru terlerai rahsia hatimu
Luka berdarah yang kau sembunyikan sekian lama
Matamu berkaca tapi tetap kau tahan dari tumpah menyembah bumi
Dan kau.. masih saja berusaha menahannya saat dipelukku
Ingin sekali membisikkan “tidak mengapa temanku, menangis saja semahumu
Tidak perlu kau berpura-pura kuat dihadapanku”

Kau memaksa senyum waktu menghantarku pulang
Meski tidak sanggup tapi aku harus tetap melepaskan
Tolong… tolong jangan menangis
Setidaknya jangan dibelakangku
Kerna aku ingin meminjamkan bahuku untukmu
Ingin menghiburmu dalam galaumu
Kerna kau adalah temanku….

amni_shamrah
30 mac 2012
01.06 am

Ahad, 25 Mac 2012

SUKSES

0


ada perjuangan yang perlu diputuskan dan dikerjakan. ada titik-titik dimana begitulah mimpi harusnya dititi. mimpi butuh perjuangan. mimpi butuh kerja keras. kerja cerdas. namun bukan tabiat perjalanan namanya bila ia tanpa halangan..merumus tujuan dan caranya adalah 2 perkara, menghadapi rintangan adalah perkara ke3.kesuksesan meraih mimpi sangat erat kaitannya dgn cara kita mengatasi hal2 menjerat dan berdiri ditengah jalan perjuangan!! Fighting!!

proses merupakan bayaran untuk sebuah pencapaian, yang kadang terasa begitu pahit. manusia harus selalu diuji dengan usahanya untuk menggapai kesuksesannya. dan Allah tidak pernah tidur. DIA tidak alpa dengan setiap usaha yang kita lakukan utk meraih cita-cita. perlu ada ikhtiar yang dilakukan secara bersungguh2 dan maksimal. sesuai dgn kemampuan. Man Jadda Wa Jada! ~OSD~

Jumaat, 23 Mac 2012

ORANG BAIK

0


khatam makna, rabithah kata, menyerah menjadi orang baik adalah gerbang menuju kekalahan besar. maka, sangat penting bagi kita untuk terus bertahan. bukankah didalam diri kita, ada sesuatu yang harus selalu kita cintai dan perjuangkan?

menjadi baik itu sulit sebenarnya.. bahkan teramat sulit.harus menjalani jalan ketaatan soalnya.. tapi haruskah kerna ia sulit, kita sama sekali tidak mau mencobanya? tidak ada yang mengatakan itu tidak mungkin. ia hanya sulit. dan "sulit" tidak sama maknanya dengan "tidak mungkin". dari dulu. sampai kapanpun..

matahari tak selamanya ada untuk kita..mungkin secara tidak sedar, kita terlalu banyak menuntut.. kadang kita harus belajar untuk akur pada kegelapan.. tunduk pada hakikat, senyum pada takdir.. pasti, takdir akan tersenyum pada kita...

Selasa, 20 Mac 2012

ORTHOPEDIC & TRAUMATOLOGY DEPARTMENT

0



Bagian pertama untuk tingkat 2. Alasannya adalah untuk masuk bersama dengan teman KKN ku Amel ke bagian ini. Daripada sendiri menjadi lone ranger amat melelahkan. Akhirnya kami berlima bersama Rahma, Pute dan Catherine yang masuk bersama ke bagian ini.

Hari pertama amat kaku. Dengan mengikuti visite besar Orthopedic, bagai diberi sentrum listrik yang besar saat melihat pasien-pasien dibangsal yang telah dioperasi dengan kondisi kaki tercacak beam acralid (external fixation) yang digunakan untuk menahan tulang yang patah dengan pelbagai model. Ada yang besi tertanam ke dasar tulang belakang dan tulang tangan serta pelbagai lagi kengerian yang tak layak pandang. Pasti sakit sekali!! Gertak hati. Kebanyakan pasien di sini adalah korban kecelakaan lalu lintas mahupun mesin-mesin elektronik yang harusnya diciptakan untuk mempermudahkan kehidupan manusia namun sebaliknya yang terjadi saat takdir tidak berpihak.

Minggu pertama ini kami akan ditugaskan untuk menjadi observer di bangsal (ward) orthopedic. Selain kewajiban mengikuti aktivitas akedemis: diskusi singkat morning coffee setiap jam 7.00am, pembacaan journal dan case-report, co-ass minggu 1 juga dibebani dengan tanggungjawab membaca semua status pasien dibangsal, membacakan bed-side teaching dalam bahasa Inggeris sewaktu visite besar supervisor, dan menulis status co-ass, kami juga diwajibkan mengikuti ujian setiap minggu. Di setiap waktu luang, kami diberikan diskusi tentang penyakit-penyakit yang wajib hukumnya untuk kami ketahui di Ortopedik oleh dokter-dokter residen. Kami dibimbing dari “head to toe” “A sampai Z” alias “Cara menghapal anatomi hingga mendiagnosis penyakit-penyakit congenital yang diatasi oleh orthopedic”.

Minggu ke-2. Tanggungjawab bertambah. Kami ditugaskan untuk stase di Poliklinik Orthopedic. Di sini kami dipertemukan dengan pasien-pasien yang dating untuk control penyakit-penyakit tulang yang telah lama mereka hadapi. Antaranya pasien scoliosis, kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang. Sebanyak 75-85% kasus skoliosis merupakan idiofatik, yaitu kelainan yang tidak diketahui penyebabnya. Sedangkan 15-25% kasus skoliosis lainnya merupakan efek samping yang diakibatkan karena menderita kelainan tertentu, seperti distrofi otot, sindrom Marfan, sindrom Down, dan penyakit lainnya. Berbagai kelainan tersebut menyebabkan otot atau saraf di sekitar tulang belakang tidak berfungsi sempurna dan menyebabkan bentuk tulang belakang menjadi melengkung, selain itu ada juga pasien yang datang Osteomyelitis, penyakit infeksi yang bersarang dalam tulang bermula dari adanya port de entry atau dari hematogen hinggalah berpuaka di dalam tulang belulang yang menopang tubuh. Dan banyak lagi penyakit-penyakit yang memerlukan pasien untuk dating control. Sekalian kami diajarkan pemeriksaan fisik yang penting untuk kami ketahui seperti pemeriksaan neurologis yang mencakupi motorik, sensorik dan reflex, pemeriksaan Patrick counter Patrick, Tromen, Scuffner dan pemeriksaan yang asli Orthopedic seperti pemeriksaan varus valgus pada kaki, leg length discrepancy sebagainya lagi.

Minggu ke-3, kami ditugaskan pula di Unit Gawat Darurat (UGD) RSWS selama 1 minggu. Alias standby 7x24 jam. Pindah sementara di rumah sakit. Nah, inilah titik pembelajaran paling kritis dan inti kepada pembelajaran kami di Ortopedi. Di bawah bimbingan Dr.Rangga Arieza, dokter residen semester 3 asli Surabaya, kami dilatih untuk mempraktikkan ilmu ATLS yang telah dikuliyahkan dan didiskusikan dimeja-meja pertemuan. Kami benar-benar dihadapkan dengan pasien yang masuk dengan penurunan kesadaran, atau korban kecelakaan yang benar-benar butuh pertolongan pertama. AIRWAY…BREATHING…CIRCULATION.. DISABILITY.. EXPOSURE!! Setiap hari didoktrin dengan prinsip tersebut. Pertama, gagap!! Kedua, cemerkap!! Ketiga, bolehlah!! Keempat kelima dan seterusnya semakin cekap. Kami juga diajarkan skill untuk bisa hecting (suturing), skill untuk memasang back slab, skin traction, casting dan sebagainya. Ada juga kemahiran membaca foto cervical, foto tulang, foto pelvic dengan pelbagai posisi. Ternyata foto Rontgen bisa diminta bukan hanya posisi anterio-posterio, tapi juga posisi inlet outlet, Judet view, axillary view dan lain-lain.Perkerjaan yang bersifat tough guy macho! Meski melelahkan namun sangat dinikmati waktu-waktunya. Dengan dokter-dokter residen junior yang seru dan seperti teman sejawat yang saling membantu, dr.Rustam, dr. Indra, dr.Lutfi, dr.Hendra, dr.Arnold, dr.Syarif, dr.Denal, dr.Wanderlin, dr. Rico dan dr. Choco.

Pasien-pasien Orthopedic sangat banyak. Dan kebanyakannya korban kecelakaan lalu lintas. Semakin menginjak ke tengah malam, semakin berpusu-pusu orang dating seperti halnya pasar tengah malam. Kadang stress juga dibuatnya. Berperang menahan kantuk dan kepenatan tubuh untuk menyelamatkan nyawa orang lain yang butuh. Biasa kami akan bersekang mata sampai jam 3 atau 4 untuk menyelesaikan semua pemeriksaan dan immobilisasi pasien dengan spalat atau slab. Bayangkan ditengah malam harus melipatkan gips sona sampai 16-18 lapisan untuk upper extremity fracture dan 23-24 lapisan untuk lower extremity,mencampurkannya ke dalam larutan dan meratakan ulang sebelum dibungkus menggunakan kapas halus dan elastic verban.

Belum lagi pasien yang masuk dengan luka terbuka daerah shaft of femur atau humerus(tulang peha dan tulang lengan), lansung didept (ditekan dengan kasa untuk menghentikan perdarahan) sambil dilakukan primary survey (untuk tujuan live-saving). Kadang pasien yang datang dengan complication compartment syndrome (limb-threatening. Terjadi peningkatan tekanan intrakompartment berikutan perdarahan atau udem di ekstremitas), harus segera dipersiapkan untuk OK CITO!( emergency operation). Dan kami juga harus mengikuti operasi tersebut. Kadang sampai tertidur-tidur diruang OK CITO tersebut. Dokter-dokter residen juga seperti ini. Senasib.

Minggu ke-4. Stase OTC (central operation theater). Setiap hari kami harus mengikuti operasi yang dioperatorkan oleh supervisor sendiri. Banyak operasi setiap hari yang dilakukan. Baik dari debridement luka, operation spine correction, spinal tumor excretion, implant internal fixation bagi pasien yang patah tulang femur, tibia, humerus, dan radius ulna. Disini kami diberi kesempatan untuk belajar sterilisasi yang sebenarnya, minor surgery yang harus kami ketahui juga. Sambil mengikuti operasi kami masih dibimbing tentang indikasi operasi, apa yang penting kami ketahui sebagai calon dokter umum nantinya. Nah disitu jelas terlihat apa pentingnya ilmu anatomi dan fisiologi yang sangat ditekankan dibagian ini bagi kesejahteraan dan menjaga quality of life si pasien.

Dari bagian ini, diri amat terkesan dengan keakraban dokter-dokter residennya baik dari residen senior hingga residen junior. Mereka sangat pemurah berbagi ilmu tidak pernah ditolak saat diminta diskusi bahkan merekalah biasanya yang terlebih dahulu menawarkan. Mereka menjunjung tinggi nilai keilmuan dan berbuat baik sesama demi sebuah nilai kemanusiaan dan kehidupan yang lebih baik. Sangat luar biasa. Dokter-dokter disini banyak mengubah pola fikir kami untuk menguasai ilmu untuk digunakan bagi menyelamatkan orang lain.

Teringat kata-kata salah seorang dokter senior, dr. Michael John, “tubuh kita telah di'design'kan Tuhan untuk berbakti dan bermanfaat bagi orang lain. Tangan kita dijadikan runcing untuk menahan lidah orang dari jatuh mengikut hokum gravitasi, mulut kita berfungsi sebagai sungkup untuk menyalurkan oksigen ke paru orang lain, paru kita berfungsi sebagai ambu bag yang memberikan ventilasi positif untuk meransang paru orang lain. Betapa hebatnya Tuhan. Coba saja lihat anjing, mulut muncungnya tidak bisa dijadikan sungkup. Tangannya yang dangkal tidak akan mampu menolong yang lain.” Teringat juga kata-katanya dr. Adrian Khu, “kita harus berterima kasih kepada orang miskin. Kita bisa belajar kerana ada mereka. Mereka guru terbaik kita. Saat mereka datang kepada kita dalam keadaan menyerah dan pasrah, kita bisa pelajari banyak hal. Bisa belajar untuk mengubati. Makanya hargai mereka. They are human being, just like us”

Terima kasih buat dokter-dokter residen yang sabar mendidik. Dokter pembimbing, dr.Harianto Simbolon, dokter-dokter yang tak jenuh memberikan diskusi, dr.Micheal John, dr.Adrian Khu, dr.Henry, dr.Andi, dr.Rizal, dr.Irawan (meski sering dipanggil “monche”..huhu), dr.Helmi, dr.Rangga, dr.Eric (gebenur yang bersungguh-sungguh berusaha agar diri bisa ujian minggu depannya setelah pingsan sewaktu ujian), dr.Nanta yang sudi memberikan diskusi kasus malam sebelum ujian, dr. Yoga dan semua crew department Orthopedic & Traumatology..

Isnin, 5 Mac 2012

KERNA CINTA

0


Cinta adalah salah satu perkara ajaib dalam hidup. Setiap yang mempunyai roh khususnya insan dahagakan cinta. Manusia hidup dengan cinta. Hidup membela cinta. Bahagia kerana cinta. Derita kerana cinta. Bahkan sanggup mati kerana cinta. Segala perjuangan atau episod hidup yang diselit unsur cinta mempunyai rasa dan warna yang tersendiri. Derita kerana cinta ada kelazatannya yang luar biasa. Sakit kerana cinta ada rasa yang berbeza. Gembira meraikan cinta tidak sama dengan gembira biasa. Korban cinta, indah pada cerita dan rasa. Manifestasi itu muncul dalam kehidupan dan memberikan nilai dan rencah yang pelbagai rupa, warna dan rasa.

Sesiapa yang memusuhi dan memungkiri cinta dia merupakan pemilik jiwa kontang yang kering dari nilai insani yang sejati. Cinta itu fitrah. Ia satu keperluan. Bahkan mungkin suatu kewajipan ataupun rukun dalam menikmati kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

Cinta mampu merubah segala yang ada dalam jiwa seorang insan. Telinga, mata dan segala anggota kadang-kala terpaksa tunduk kepada falsafah cinta. Tunduk kepada nilaian cinta. Pahit boleh menjadi manis. Manis boleh menjadi pahit. Indah boleh menjadi buruk. Usang boleh menjadi baru. Hodoh boleh menjadi cantik. Berat boleh menjadi ringan. Susah boleh menjadi senang. Segalanya terbalik dan berubah penilaian dan rasa hanya kerana cinta.

Ini mengingatkan kita kepada rangkap puisi yang disandarkan kepada al-Imam al-Syafi'e:Telah gering sang kekasih, maka daku menziarahinyadaku juga turut gering kerana risaukannyadatangnya sang kekasih menziarahikumaka daku pun sembuh kerana melihatnya(lihat: Ibn Muflih, al-Adab al-Shar'iyyah, 2/296).

KERANA CINTA

cinta itu cahaya sanubari
kurniaan Tuhan fitrah insani
dan di mana terciptalah cinta
di situ rindu bermula

cinta itu tak pernah meminta
tetapi memberi sepenuh rela
rasa bahagia biarpun sengsara
berkorban segala-gala

semua kerana cinta
yang pahit manis di rasa
menghibur nestapa
merawat duka
damai di jiwa
terpadamlah api benci permusuhan
terjalinlah kasih sayang begitulah cinta
yang diidamkan tanpa nafsu yang mencemarkan

dan jangan kita pula
kerana bercinta kita pun leka
dan jangan pula kerana bercinta
tergadai semua maruah agama

cinta yang sejati
hanya cintakan illahi
cinta ayah bonda
tulus suci selamanya
cintakan saudara

hanya sementara
serta sesama insan
suburkan dengan ketakwaan..

kerna cinta kenal pencipta
dengan cinta kenal RasulNya
kerana cinta kenal saudara
bahagia keluarga...oh indahnya cinta..