Skinpress Rss

Ahad, 1 September 2013

WARKAH PERPISAHAN

0



Kelibat Faiz muncul dari keramaian lautan manusia di Restoran Nelayan tersebut. Dia selalu terlihat tenang dan manis dalam kemeja biru kota-kotak dan celana hitam polos itu.

“Mai!!”

Seru Faiz sambil melambaikan tangan. Senyuman yang merekah dari bibir menjemput datang sinar kebahagiaan.

Mai melambai balas. Berusaha tersenyum biasa dan menyembunyikan kegalauan ritme jantung yang mulai berdetak dengan melodi yang tidak beraturan. Segera, tangan yang sebelah lagi menarik tangan Riska yang duduk melongo dikerusi tengah ruang menunggu. Dalam beberapa saat, Mai dan Riska sudah berlari-lari anak mengekori langkah Faiz.

        Bayu sudah ada disana. Dengan santai dan tanpa rasa bersalah menyantap makan malam duluan. Mai mengambil tempat paling hujung sementara Riska ditengah. Selalu begitu. Mai senantiasa berusaha mengambil tempat duduk ‘paling selamat’ antara teman-temannya. Adab dan adat menghalang Mai untuk terlalu bebas bergaul terutama dengan lawan jenis, meski dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga sendiri. mungkin Mai kedengaran kuno. Namun Mai yakin, setiap aturan syariat yang telah ditetapkan itu pasti demi kebaikan manusia itu sendiri kerna Tuhan mengenali diri kita lebih daripada kita sendiri. Faiz duduk di sisi meja yang bertentangan.

        Hari ini hari yang sangat spesial buat Faiz. Hari graduasinya. Hari dimana dia memperoleh gelar dibidang yang dia impikan selama ini. Sarjana Teknik Sipil, dari Universitas kebanggaan negri, Universitas Hasanuddin. Apalagi, saat namanya dipanggil naik ke podium Baruga Andi Petterani untuk dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik fakultas dengan indeks kumulatif di atas rata-rata. Kumlaude,3.98. satu prestasi yang sangat membanggakan. Faiz Ansari benar-benar anak nol satu.. Menurut kebiasaan orang Makassar, sang graduan akan menggelar acara makan-makan sebagai tanda syukuran atas nikmat tak terhingga itu. Faiz mengundang juga teman-teman kelompoknya sewaktu Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk turut berbagi bahagia.

        Entah kenapa, dada Mai berdegup kencang. Mai menempelkan telapak tangannya ke dinding dada. Jantung terasa mengganas menendang-nendang lapisan otot yang membaluti tulang belulang tepatnya diruang intercosta III dan IV, bagai meminta untuk dibebaskan dari ruang sempit mediastinum itu.

“Mati” getus hati Mai tidak percaya.

Mai pantas meraba pergelangan tangan kanannya sambil mata melirik kea rah jam tangan. Menghitung dalam hati. 135x/min. Di atas normal. Harusnya jumlah denyut nadi bagi orang dewasa sepertinya berkisar antara 60-100x/min saja.  Denyut nadi bisa meningkat pada kondisi tubuh yang mengalami stress fisik, emosional atau adanya gejala inflamasi. Mai tahu dia tidak sakit secara fisik.

“Huu..uhh!” menghela napas panang. Diagnosis kerjanya sudah pasti!!

        Mai tertular virus yang paling berbahaya dijagat raya. Mai sudah menduganya. Mai bisa membaca gejala-gejala dari “penyakit” yang dibawa oleh “virus berbahaya” tersebut. Namun Mai enggan untuk akur. Mai takut untuk mengakui bahwa dia juga telah terserang virus maha dahsyat itu. Mai juga tidak tahu sejak kapan virus itu menular di sel-sel hepatositnya. Yang dia tahu, saat ini, virus itu telah bermaharajalela disegenap penjuru urat darahnya. Virus itu sedang berpesta ria menghasilkan protein-protein steroid yang memberi kekuatan, protein euphoria yang membuatkan ‘hal sederhana juga terasa begitu indah’, dan ia telahpun membius akal sekaligus menyingkirkan kalimat ‘mustahil’ dari dalam mindanya. Itulah patofisiologi dari virus berbahaya di jagat raya ini. VIRUS MERAH JAMBU!!

        Faiz melirik Mai sambil bertanyakan menu yang mahu dipesan sebagai santapan makan malamnyaMai tersentak sontak membalas tatapan Faiz sebelum cepat-cepat menundukkan wajah. Berpura-pura sibuk memilih menu makan malamnya. Astagfirullah..Astagfirullahal adzim..Serta merta ingatan Mai melayang pada kejadian malam tadi.
------------------------x----------------------------------x-------------------------------x----------------
“Datang ke acaraku besok yah. Tunggu saja smsnya” pesan singkat dari Faiz.

Mai mengambil tempat dekat meja kerja. Baru sempat mahu menghela napas setelah penat meresusitasi bayinya yang sempat henti napas dua tiga menit lalu. Dia masih standby di kamar isolasi ruang perawatan intensif bayi baru lahir atau dalam bahasa medisnya Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Seminggu ini Mai diberi tanggungjawab untuk bertugas dibagian ini dengan waktu standby 7 kali 24 jam alias seminggu penuh. Dalam waktu seminggu ini, Mai tidak diperbolehkan keluar atau meninggalkan ruangan meski untuk makan solat dan tidur. Jadi biasanya Mai dan teman-teman sejawatnya akan memesan makanan dari restoran berdekatan rumah sakit yang menyediakan perkhidmatan pesan hantar. Rutinitas mahasiswa praktek atau klinikal. Hidup berantakan.

“Nanti diliat. Misalnya tidak dapat datang, diganti tuh traktirannya?”

 balas Mai setengah bercanda. Meski sebenarnya dia memang tidak pasti bisa hadir apa tidak.

“Tidak serunya.. Masa tidak datang? Tapi memang kalau tidak bisa, jangan dipaksakan. Iya diganti, tapi tidak tahu yah masih punya waktu atau tidak. “ balas Faiz.

Kata-kata terakhir faiz membuat Mai bingung. Penasaran.

“Apa maksudnya masih punya waktu atau tidak?” Mai membalas ulang.

“Saya mahu ke Surabaya Mai, lanjut kuliah”

Membaca jawaban sms Faiz, serta merta mata hangat dan airmata bertakung dipelupuk. Bagai embun yang menanti waktu untuk gugur, akur pada hokum gravitasi. Tak sampai 5 detik. Empangan mutiara luka itu pun pecah menjadi bah yang membanjiri dataran Himalaya yang kering kontang. Diluar, hujan juga turun dengan deras seakan mengerti pertarungan rasa yang bergejolak dalam dada Mai.

Perginya Faiz berarti akan adanya perpisahan buat selamanya. Mai tahu itu. Bahkan dari awal! Kerna dalam 1 tahun lagi Mai pasti akan meninggalkan kota Angging Mammiri ini untuk kembali berkhidmat kepada penaja biasiswanya. Perpisahan pasti terjadi. PASTI!! Namun Mai tidak menyangka akan secepat ini. Faiz akan pergi dalam waktu terdekat. Dan paling singkat satu tahun ke depan. Dan Mai juga Cuma punya satu tahun untuk diabadikan bersama teman-temannya untuk menghidupkan sang waktu. Mai paling benci dengan perpisahan. Apalagi dalam waktu yang tidak siap seperti ini.

“Kapan kamu berangkat?” Mai berusaha waras.

“5 Januari”

Mai mulai menghitung. Hari ini tanggal 31 Disember. . besok 1..2..3..4..5 Januari 2012. Cuma tersisa 5 hari sebelum Faiz berangkat. 5 hari tidak cukup untuk Mai membina tembok kukuh yang akan menahan badai tsunami airmatanya. 5 hari tidak cukup untuk dia mula belajar hidup tanpa kata-kata semangat Faiz. 5 hari tidak cukup untuk dia belajar mandiri tanpa mengganggu hidup Faiz. 5 hari tidak cukup…

“Faiz…sedihku..pasti kita tidak akan bertemu lagi”

Faiz, kenapa perkenalan kita begitu singkat? Kenapa kita terlalu banyak membuang waktu dengan episode-episode ‘berdiam diri’? kenapa aku sama sekali tidak pernah terfikir untuk kemungkinan yang ini? Sekurangnya aku sudah siap saat kamu mengangkat tangan tanda perpisahan. Airmata masih tak terbendung.

“Pertemuan itu tidak bisa kita duga atau raba. Berdoa saja moga aka nada lagi pertemuan yang selanjutnya. Saya pasti akan rindu sama kamu”

Balasan sms Faiz menyesakkan dada Mai. Menyambung napas cukup membuat jiwa terampas. Menyesakkan. No air. No air. Rasanya meneruskan hidup seakan menghitung mundur menuju hari kematian. Sepertinya dia yang bakal henti napas sebentar lagi. Untung disitu, Mai Cuma berdua dengan bayi mungil 1000 gram yang terkulai lemah, berjuang untuk hidup dibalik dinding tebal incubator.

Mai tidak tahu apa yang bakal terjadi besok. Tapi yang pasti, biar bagaimana caranya dia akan hadir di acara Faiz besok. Harus!! Mungkin ini untuk terakhir kalinya. Semoga Tuhan berpihak padanya.
Selesai visite pagi spesialis perinatologi, dr.Emma SpA, mai cepat-cepat menyelesaikan semua tugasannya. Dibersihkan si kecil Bayi Ati, mengganti popok dan memberinya susu serta memasukkan obat. Jam 11.00 pagi Mai sudah diijinkan untuk keluar. Alhamdulillah. Sepertinya ini hal yang paling gila yang pernah dia lakukan sepanjang hidup prakteknya, ‘Demi seseorang’..

-------------------------x------------------------------x----------------------------------------------x----
“Mai ini Santi..Santi itu Mai” suara Faiz kembali membawa Mai kea lam nyata.

“Oh Santi, salam kenal” Mai menyapa junior kelas Faiz yang kelihatannya masih malu-malu. 

Mereka sebelumnya telah berkenalan lewat Muka Buku. Teman-teman KKN mereka mulai mengeluarkan bunyi-bunyi sumbing, aneh saat Santi Cuma dikenalkan pada Mai. Tambah Mai dan Faiz pernah dijodoh-jodohkan sewaktu mereka praktek KKN dulu. Namun Faiz tidak terlalu peduli. Dia bahkan tidak pernah mengambil serius omelan anak-anak. Hanya dianggap angin lalu. Itu yang Mai suka tentang Faiz. Yang terus bersikap adil pada pertemanan mereka meski diganggui seperti itu.

        Acara hari itu berjalan mulus. Sampai waktu pulang, Faiz masih kelihatan ceria. Tidak menunjukkan kesedihan atas perpisahan yang bakal menjengah. Mungkin dia sama sekali tidak merasakannya. Entah apa yang membuat rasa Mai begitu dalam… meniti 5 hari yang semakin berkurang serasa menghitung sisa semangat hidup yang keluar satu persatu. Faiz hanya sebatas temannya meski dia suka. Cuma T-E-M-A-N.  Namun ia seperti cap permanen yang mampu menyalur semangat dihatinya tanpa padam.

        Mungkin Tuhan ingin mengujinya. Mungkin juga ini adalah ketentuan dari langit. Bahwa Faiz bukanlah ditakdirkan sebagai orang yang akan berada disisinya. Jika saja Faiz Ansari adalah nama yang telah dituliskan Tuhan tercantum dalam lingkaran yang sama dengan Syifa Rumaisa’ di Luh Mahfuz, pasti Tuhan punya caraNya yang tersendiri untuk mempertemukan mereka kembali dalam keadaan yang lebih baik. PASTI!!

        Sekarang bukanlah cinta itu hal yang wajar dimilikinya sedangkan ada yang lebih utama yang harus didahulukannya. Dia tidak boleh berdamai dengan virus-virus yang akan menjeratnya ini. Sebaliknya dialah yang harus menuntun cintanya ke jalan yang diredhai. Melepaskan cintanya ini untuk mendapatkan cinta yang lebih baik atau mendapatkan cintanya kembali dalam keadaan yang lebih baik. Dan satu-satunya antidote untuk membunuh viris-virus merah jambu itu adalah dengan jalan M-U-J-A-H-A-D-A-H. mujahadah itu pahit sewaktu menghadapi tapi manis setelah dilalui.

“Ya Allah seandainya dia ditakdirkan milikku, dekatkanlah hatinya dengan hatiku dan jauhkanlah kami dari perkara yang mungkar. Seandainya dia bukan milikku, jauhkanlah hatinya dari hatiku dan peliharalah kami dari rasa sedih dan dukacita..”
Amin..

Buatmu Faiz, 
Langit adalah arenamu terbanglah..aku tidak akan berkata apa-apa. kerna kamu akan selalu menjadi keajaiban bagiku..bahkan diammu dulu..

amni_shamrah 
1 Januari 2012

Ahad, 21 Julai 2013

PANTAI LOSARI, MAKASSAR-SULSEL

0



Sekian lama berada di Makassar, seakan lupa untuk memperkenalkan salah satu daya penarik kota daeng yang sangat luar biasa ini.. yakni PANTAI LOSARI..
Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore dan malam hari menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah.

Dahulu, pantai ini dikenal dengan pusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari (karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari), serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer).
Salah satu penganan khas Makassar yang dijajak di warung-warung tenda itu adalah pisang epe (pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah. Paling enak dimakan saat masih hangat).

Saat ini warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah dipindahkan pada sebuah tempat di depan rumah jabatan Walikota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari.
Pada sore hari, semua orang bisa menikmati proses atau detik-detik tenggelamnya matahari sunset.
Apa yang menjadikan Pantai ini spesial adalah  pemandangan laut lepas yang biasanya dihiasi dengan adanya kapal dan saujana mata memandng. Ditambah pula Losari setelah mengalami beberapa renovasi tampil sebagai dataran yang sangat luas dan cantik. Apalagi sebagai tempat wisata yang sangat sesuai bagi para foto hunter.

Pemandangan sunset yang sangat indah bisa disakikan dari sini. Memberikan nuansa yang harmonis dan romantic. Khusus buat pencinta kedamaian dan ketenangan. Waktu berhitung detik di Kota Daeng ini diri sempat mengabadikan pemandangan matahari tenggelam yang menyihir jiwa itu bersama denganmu yang membuat sunset itu menjadi scene yang terbaik dalam ingatanku..

Apalagi dengan keberadaan Mesjid Terapung atau Mesjid Amirul Mukminin yang menjadi salah satu daya tarik baru Pantai Losari berserta Taman Pahlawan yang memperkenalkan pahlawan-pahlawan pembela bangsa pada anak negeri ini..










Khamis, 18 Julai 2013

MUSEUM LA GALIGO, MAKASSAR- SULSEL

0




Museum La Galigo sendiri berada di area benteng Fort Rotterdam. Benteng peninggalan kolonialisme Belanda itu terletak di kota Makassar. Tepatnya di depan pelabuhan laut Makassar. Nah, beberapa bangunan dari gedung itu diperuntukkan sebagai museum.
 Nama La Galigo diambil dari nama karya sastra klasik Bugis. Konon, ini merupakan karya sastra terpanjang di dunia. Museum ini menyimpan ratusan koleksi warisan budaya kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan di masa lalu.

Museum ini dibagi dalam beberapa ruangan. Saya tidak tahu persis berapa jumlah ruangan yang diperuntukkan untuk museum ini. Koleksi itu dikelompokkan untuk beberapa kategori: arkeologi, etnografi, filologika, historika, keramologika, numismatika, dan karya seni rupa.

Jejak-jejak peradaban di Sulsel sejak zaman berburu (zaman paleolitik) hingga jaman modern bisa ditemui di museum ini. Anda bisa melihat berbagai jenis kapak kuno dan mata panah peninggalan masyarakat berburu. Anda juga bisa menyaksikan beberapa patung-patung peninggalan masyarakat Megalitik.
Juga, pada bagian lain museum, beberapa peninggalan kerajaan besar di Sulsel, khususnya peninggalan kerajaan Gowa dan Bone. Diantaranya: mahkota, keris, selempang, bendera, senjata dan naskah-naskah kuno.

Salah satu ruangan museum itu menyimpan koleksi peninggalan masyarakat pertanian. Di situ bisa dilihat alat pertanian tradisional: rakkala’ (bajak), lesung (tempat menumbuk padi), bingkung (cangkul), salaga (alat mengatur bongkahan tanah di sawah), parang, sabit, dan lain-lain.

Anda juga bisa melihat peninggalan masyarakat pesisir: bagang (perangkap ikan), lepa-lepa (perahu nelayan), dan lain-lain. Nah, salah satu yang paling mengagungkan adalah replika perahu Pinisi. Konon, perahu ini pertama kali diproduksi saat Sawerigading, putra mahkota kerajaan Luwu, guna dipergunakan berlajar menuju ke negeri Tiongkok untuk mempersunting seorang putri bernama We’cudai.
Perahu pinisi ini terbuat dari kayu, punya dua tiang utama, dan 7 helai layar. Pada masanya, pinisi merupakan simbol kejayaan pelaut-pelaut Bugis-Makassar dalam mengarungi lautan.

Ada juga koleksi rumah adat masyarakat sulawesi selatan: Saoraja (bugis) ballak lompoa (makassar), bola (bugis), ballak (makassar), Sao pitik (bugis), taratak (makassar), tongkonan (Toraja), dan lain-lain. Koleksi lain berupa dapur, alat tenun, tempat perkawinan, pakaian, kain tenun, alat musik dan lain-lain.
Di bagian lain, anda juga bisa menyaksikan koleksi alat transportasi darat masyarakat sulsel di masa lalu, seperti sepeda, bendi, dan lain-lain. Berbagai koleksi itu terlihat sangat unik dan kelihatan asli.
Memasuki museum La Lagaligo anda cukup mengeluarkan sumbangan sebesar Rp5000 untuk kepentingan perawatan gedung.







~best time with Ira.. it's really amazing to go somewhere she like with u around ~



Isnin, 15 Julai 2013

TAMAN SAFARI BOGOR

0




Taman Safari Indonesia adalah tempat wisata keluarga yang berwawasan lingkungan dan berorientasi habitat satwa pada alam bebas. Taman ini terletak di beberapa lokasi. Taman Safari Indonesia I berlokasi di Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat atau yang lebih dikenal dengan kawasan Puncak. Taman Safari Indonesia II terletak di lereng Gunung Arjuna, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dan Taman Safari III di desa Serongga, Kecamatan Gianyar, Provinsi Bali.

Taman Safari Indonesia I dibangun pada tahun 1980 pada sebuah perkebunan teh yang sudah tidak produktif. Taman ini menjadi penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Taman ini terletak pada ketinggian 900-1800 m di atas permukaan laut, serta mempunyai suhu rata-rata 16 - 24 derajat Celsius.
Taman ini telah ditetapkan sebagai Obyek Wisata Nasional oleh Soesilo Soedarman, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi pada masa itu. Lebih jauh, taman ini juga telah diresmikan menjadi Pusat Penangkaran Satwa Langka di Indonesia oleh Hasyrul Harahap, Menteri Kehutanan pada masa itu, pada tanggal 16 Maret 1990.

Bagaimana ke Taman Safari:

Dari Kota Bogor, anda harus mengambil angkutan umum yang menuju ke ciawi. Di Ciawi, anda harus menukar angkutan umum yang menuju ke cisarua. Dicisarua, turunlah di tugu satua yang besar terdiri dari gajah, zebra dan lain-lain dipertigaan ke puncak. Karna angkutan umum biasanya akan terus menuju ke puncak. Nah, ditugu ini, anda berjalan kurang lebih 100 meter ke tempat angkutan umum yang akan menuju ke Pintu masuk Taman Safari. Perlu diingat, jalanan disana menganuti system pipa yang mana dari jam 8.00-10.00 pagi arus jalanan yang ke Kota Bogor akan dibuka sementara jalanan ke puncak akan ditutup. Sementara antara jam 10.00 pagi-15.00/16.00 sore, jalanan ke puncak akan dibuka sebaliknya jalanan ke Kota Bogor akan ditutup. Menjadikan jalanan ini, jalan sehala. Oleh itu, anda yang merencanakan perjalanan harus mengambil kira factor ini supaya tidak meleset dari jadwal.

Biaya: 

Angkutan umum biasanya berlaku harga umum Rp4,000-5,000 sementara angkotan ke pintu masuk Taman Safari biasanya Rp5,000 kecuali anda berniat mencarter akan memakan biaya sebanyak Rp30,000. Biaya masuk ke Taman Safari adalah sebesar Rp140,000 per orang termasuk 9 jenis wahana yang bisa kita masuki tanpa biaya tambahan. Untuk bisa berfoto dengan satua seperti orang utan, harimau/macan dan burung parrot, anda akan dikenakan bayaran sekitar Rp5,000-Rp15.000. begitu juga untuk menunggangi satua seperti gajah dan kuda poney, anda akan dikenakan bayaran tersendiri. Berbeda dengan pertunjukan sarkas safari, pertunjukan gajah dan ikan lumba-lumba termasuk dalam paket yang disediakan.jadi anda tidak perlu membayar untuk itu.

Taman Safari memiliki koleksi satwa dari hampir seluruh penjuru dunia dan juga satwa lokal, seperti Komodo, Bison, Beruang Hitam Madu, Harimau Putih, Gajah, Anoa dan lain sebagainya.
Status penguasaan tanah di bawah wewenang Yayasan Taman Safari yang juga merupakan pemilik dan pengelola obyek wisata.

Fasilitas yang terdapat di Taman Safari Indonesia yaitu bus safari, danau buatan, sepeda air, kano, kolam renang dengan seluncur ombak, kereta api mini yang melintasi perkampungan ala Afrika, taman burung, baby zoo, kincir raksasa, gajah tunggang, kuda tunggang, komedi putar, pentas sirkus, area gocart, children's play ground, bom bom car, rumah setan, kesenian tradisional dan sulap di panggung terbuka Balai Ruyung Safari.
 kolam bebek Australi
 map Taman Safari..Rute perjalanan
 Tiger
 Kaca Baby Zoo..
 berfoto bersama harimau putih
 berfoto bersama parrot
 berfoto bersama orang utan
 pintu keluar baby zoo
 di tempat harimau putih dengan dekorasi taj mahal
 pertunjukan gajah menari
 transport yang lucu
 menunggu transport tour menjemput
di atas transport tour.. terdepan supaya seru liat satua

Selasa, 9 Julai 2013

SAMARINDA DAN KELUARGA KAK MURNI

0



Serasa lama benar tidak mencoretkan sesuatu di maya pada ini.. Alhamdulillah atas segala rahmat dan kurnia Allah jualah memberikan kesempatan buat diri kembali mencoret sesuatu setelah beberapa ketika dorman dalam kesibukan demi kesibukan yang menjerat.

Dikesempatan ini ingin berkongsi pengalaman sewaktu menziarahi kakakku Kak Murni di Kalimantan Timur beberapa waktu lalu. Alhamdulillah kesempatan langka ini Allah permudahkan dan lancarkan hingga kami dipertemukan lagi di kepulauan yang berbeda. Berangkat siang dari Makassar lansung ke Balikpapan, sempat ketemu  juga sama Mama Kak Murni yang kebetulan datang menghantar Kak fahmi yang akan berangkat bersama. Keluarganya Kak Murni memang sudah tidak asing lagi.. merasa seperti berada dalam keluarga sendiri. dari Tante juga diri belajar banyak hal terutama adab dan cara bergaul dengan orang tua.. kekhawatiran-kekhawatiran dan perhatian seorang ibu yang selalu ditumpahkan lewat doa-doa yang terangkat ke langit.. betapa besarnya kasih sayang seorang ibu. Jadi ingat Ummiku sayang yang jauh di kampung halaman,.. meski jarak yang memisahkan pasti doanya tidak pernah putus mendoakan kesejahteraan anaknya..

Tiba di Balik Papan 1jam perjalanan dari Makassar dengan menaiki Lion Air. Disana sudah ada kakakku Kak Murni yang sedia menanti. Selesai solat Asar bersama, kami berangkat menaiki pete-pete. Kami akan ke Samarinda Kata kakak, ada tantenya yang tinggal di Samarinda sakit. Habis operasi gondok (thyroidectomy). Sekalian ke sana untuk ziarah. Cek per cek tante ini adalah tante dari Kak Fahmi, suaminya Kak murni.. -_-“. Perjalanan ke Samarinda dari Balik Papan memakan masa 4jam dengan menaiki bus. Duduk bertiga di bagian belakang bus sangat memacu adrenalin dan pemandangan yang cantik sepanjang perjalanan. Tiba di Samarinda jam 8.30 malam. Sudah ada nenek, Tante Nono dan anak-anak yang menanti. Nenek adalah saudara kepada nenek Kak Fahmi yang pernah diri temui di Pangkep sewaktu Aiduladha sebelumnya. Bahagia rasanya bisa bertemu dengan nenek dan keluarga tante. Setelah makan malam bersama dan cerite-cerita, tidur bersama anak-anak tante Nono dan nenek di kamar atas. Sambil menonton televisi sambil mendengar cerita nenek tentang pelbagai hal.

Besoknya dengan menaiki motor, kami pergi menjenguk Tante Murni yang 2hari post operasi di rumah sakit. RS nya kelihatan sangat bagus dengan bangunan baru. Ketemu dengan Tante Murni dan Tante Ida yang setia menjaganya. Ternyata Kak Murni sendiri pertama kali bertemu dengan Tante Murni. Dari Kak Murni, diri belajar banyak hal. Sifat Kak Murni yang ramah dan ceria membuat dia senang bergaul dengan keluarga dengan status menantu dari keluarga tersebut. Benarlah perkahwinan itu berarti mengeratkan dan meluaskan silaturrahim. Itu yang diri fahami melihat kakakku yang satu ini. Ada juga si kecil Aulia yang menceriakan keadaan. Aulia berusia 11 tahun. Anak kelas 5 SD ini sangat lincah dan ceria. Aulia anak Tante Murni satu-satunya. Bertemu dengan banyak orang meluaskan pandanganku tentang kehidupan.

Teringat sebuah artikel yang pernah kubaca tentang keluarga sakinah, mawaddah wa rrahmah, Ciri-ciri keluarga skinah mawaddah wa rahmah itu antara lain:
 Menurut hadis Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada empat (idza aradallohu bi ahli baitin khoiran dst); (a) memiliki kecenderungan kepada agama, (b) yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda, (c) sederhana dalam belanja, (d) santun dalam bergaul dan (e) selalu introspeksi. Dalam hadis Nabi juga disebutkan bahwa: “ empat hal akan menjadi faktor yang mendatangkan kebahagiaan keluarga (arba`un min sa`adat al mar’i), yakni (a) suami / isteri yang setia (saleh/salehah), (b) anak-anak yang berbakti, (c) lingkungan sosial yang sehat , dan (d) dekat rizkinya.”

Selesai menjenguk tante Murni, kami sempat singgah di mall.bersama Erly , anak kelas 2 SMP dan Aulia kecil.solat berjemaah dengan kak Murni sangat mengesankan. Serasa terhutang budi  dengan kakakku yang satu ini. Selalu, bukan hanya beliau memberikan kasih sayang yang besar, bahkan selalu memberiku keluarga baru. Kakak banyak mengubah sudut pandangku tentang keluarga. Ya, meski kelihatan sederhana namun itu sangat berbekas.

Malamnya kami sibuk membantu anak-anak (Erly, Aulia dan Faisal) membalut buku-buku sekolah memandangkan besok adalah hari pertama persekolahan musim baru,  diri membantu membalut buku, sedangkan Kak Murni menuliskan nama mereka di buku-buku itu. Teringat waktu kecilku dulu. Menjelang musim persekolah baru, diri dan kakak juga biasanya akan mempersiapkan perlengkapan sekolah dengan ummi. Suasananya kurang lebih seperti ini juga. Melainkan pada waktu itu diri berada di posisi anak kecil sedangkan sekarang roda hidup telah berputar dan diri berada di posisi orang dewasa.  Malamnya tidur bersama Aulia. Kerap kali terjaga gara-gara Aulia mengigil kedinginan dan selimutnya entah ke mana. Cepat-cepat menyelimuti gadis kecil itu sambil memeluknya supaya lebih hangat. Lucu sungguh ini anak.
Bangun pagi-pagi membantu Kak Murni mencuci piring sambil bercerita. Jadi ingat kakakku kak long. Dirumah juga kami sering begini.mencuci piring sambil cerita. Rindu sungguh suasana seperti ini. 

Fikir-fikir kembali, rasa itu sungguh adalah anugerah. Pernah diri akrab dengan beberapa orang kakak selain Kak Murni. Namun Kak Murni satu-satunya yang benar-benar memberi rasa yang sangat akrab. Seperti kakakku. Meski tidak tahu persamaannya di mana tapi rasanya benar-benar sama. Kasih sayang seorang kakak. Selesai semua perkerjaan rumah, dan sarapan bersama rasa kantuk mulai bermaharajalela. Apalagi kami menyantap nasi pecal waktu sarapan tadi. Mempengaruhi perut sekaligus mata yang tidak terbiasa. Cerita-cerita lagi dengan Kak Murni dalamposisi yang kian lama kian condong hingga akhirnya kami sama-sama berbaring dan tertidur di bed single itu. Kebiasaanku dengan kak long sewaktu remaja dulu. Diri sangat menghargai momen-momen ini. Semakin berat rasanya mahu berpisah dari kakak yang satu ini. Semoga takdir masih menjodohkan kami untuk saling bertemu.

Bangun dari tidur. Ternyata Tante Murni yang harusnya dijadwalkan pulang hari ini, tidak jadi pulang. Masih ditahan di rumah sakit. Kami mengambil peluang kembali menjenguk tante setelah Erly pulang dari sekolah. Drain tante sudah dilepas namun masih mahu diobservasi kata perawat disana. Tidak sempat bertemu dengan dokter atau koas yang jaga memandangkan tidak ada yang standby. Sempat solat zohor asar disana sambil cerita dengan tante. Apa yang diri pelajari dari tante, tante sangat kuat semangat dan pekerja keras. Meski seorang yang cepat runsing namun tante sangat tabah menjalani banyak hal yang berlaku dalam hidup.
Malamnya kami agak lambat pulang ke rumah.nenek masih setia menanti untuk makan malam. MasyaAllah kasihan nenek.harusnya jam begini nenek sudah tidur tapi gara-gara kami terlambat, nenek juga jadinya lambat makan malam. Besoknya kami berangkat pulang jam 10 pagi. Setelah foto bersama-sama, nenek dan tante Nono menghantar kami ke jalan. Sungguh mengharukan melihat hubungan kekeluargaan mereka. Sebuah keluarga besar yang sangat rukun menurutku.

Di bus, diri, Kak Murni dan Kak Fahmi duduk sebangku sambil bergurau senda, makan tauhu Sumedang dan bercerita-cerita. Hingga diri ketiduran. Kak Murni menahan kepalaku dibahunya membuat posisi yang sangat enak untuk tidur. Sambil kakak lanjut cerita dengan kak Fahmi.. perasaan bahagia waktu itu sangat tidak bisa dilupakan. Episode yang sangat indah dalam hidupku. Terima kasih Ya Allah atas anugerahMu yang tak terhingga.alhamdulillah.. Alhamdulillah..

Makan bersama sebelum pulang adalah momen terakhir kami untuk pertemuan kali ini. Kakak siap membekalkan pelbagai jenis ole-ole. masyaAllah sungguh peka kakakku.pelukan terakhir sebelum masuk ke ruang menunggu sangat berbekas dihati. Erat benar pelukannya membuat airmata hampir menetes. Kenangan-kenangan yang baru dijalani bersama menghiasi tubir mata seperti minta untuk tidak dilupa.. Selamat tinggal kakakku.. semoga Allah SWT masih berkenan mempertemukan kita lagi dalam roda kehidupan yang berputar ini..  

Selasa, 2 Julai 2013

KEBUN RAYA DAN IPB, BOGOR

0


Kota Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 54 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Dahulu luasnya 21,56 km², namun kini telah berkembang menjadi 118,50 km² dan jumlah penduduknya 949.066 jiwa (2010). Bogor dikenal dengan julukan kota hujan, karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Kota Bogor terdiri atas 6 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 68 kelurahan. Pada masa kolonial Belanda, Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg (pengucapan: boit'n-zôrkh", bœit'-) yang berarti "tanpa kecemasan" atau "aman tenteram".
Hari jadi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor diperingati setiap tanggal 3 Juni, karena tanggal 3 Juni 1482 merupakan hari penobatan Prabu Siliwangi sebagai raja dari Kerajaan Pajajaran.

Bogor (berarti "enau") telah lama dikenal dijadikan pusat pendidikan dan penelitian pertanian nasional. Di sinilah berbagai lembaga dan balai penelitian pertanian dan biologi berdiri sejak abad ke-19. Salah satunya yaitu, Institut Pertanian Bogor, berdiri sejak awal abad ke-20.

Beberapa tempat menarik di Kota Bogor,yang sempat diri lawati sewaktu kesana  di antaranya adalah:
Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, Institut Pertanian Bogor (IPB), Taman Safari.

1. Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 87 hektare dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari 'samida' (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu yang langka. Di samping samida itu dibuat pula samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.

Pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani, W. Kent, yang ikut membangun Kew Garden di London, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang.

Untuk ke Kebun Raya dari kota, kita bisa menaiki angkutan umum ke sana. Luas area kebun raya yang luas dan sangat cantik, saujana mata memandang. Tiket masuk untuk orang tempatan Rp 14.000 per orang sedangkan untuk pelancong / wisatawan Rp35.000.  di sini dilestarikan pelbagai jenis tumbuhan dan fauna yang hampir tidak bisa lagi ditemukan ditempat lain. Untuk mengelilingi area kebun raya, turut disediakan mobil tour yang beroperasi dari pagi hingga sore.
 pintu masuk Kebun Raya Bogor
 pohon avatar.. :) danau yang cantik
 another shoot di danau
 taman kaktus
 jembatan gantung
 halaman istana.. teratai yang cantik (after eating ice-cream with someone)
 kayu jati..they have a very big trees
 taman hijau
 mesra alam?? celah pohon
 taman kaktus
 pohon yang gagah meski sudah tua
 tugu petroleum
 map kebun raya
gunung menjadi pasak bumi
istana bogor


2. Institut Pertanian Bogor (IPB)

Institut Pertanian Bogor adalah sebuah perguruan tinggi pertanian negeri yang berkedudukan di Bogor. IPB melepaskan diri dari Universitas Indonesia (UI) pada tanggal 1 September 1963. [1] Rektor IPB untuk periode 2012-2017 adalah Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. Berdasarkan hasil keputusan rapat pleno Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tanggal 21 Februari 2013, BAN-PT memutuskan bahwa Institut Pertanian Bogor (IPB) memperoleh status terakreditasi dengan Nilai 375 yaitu peringkat A (sangat baik). IPB saat ini berlokasi di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Lahirnya IPB pada tanggal 1 September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 92/1963 yang kemudian disyahkan oleh Presiden RI Pertama dengan Keputusan No. 279/1965.[1] Pada saat itu, dua fakultas di Bogor yang berada dalam naungan UI berkembang menjadi 5 fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan dan Fakultas Kehutanan. Pada tahun 1964, lahir Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian yang kini menjadi Fakultas Teknologi Pertanian.

Pada tanggal 26 Desember 2000, pemerintah Indonesia mengesahkan status otonomi IPB berdasarkan PP no. 152. Semenjak itu IPB merupakan perguruan tinggi berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN).
Tahun 2005 IPB menerapkan sistem mayor minor sebagai pengganti sistem kurikulum nasional.[5][6]Sistem ini hanya diterapkan di IPB.[rujukan?] Setiap mahasiswa IPB dimungkinkan mengambil dua atau bahkan lebih mata keahlian (jurusan) yang diminatinya

Area IPB sangat luas dan cantik. Sesuai dengan namanya institute pertanian. Bukan hanya kampus yang redup, malah bangunan-bangunannya didekorasi dengan cantik. Orang tempatan juga menadikan IPB sebagai salah satu tempat untuk rehlah atau duduk santai bersama keluarga. Satu panorama yang sangat membahagiakan.

 kampus botani kebanggaan anak negeri
 tugu besar IPB
halaman depan IPB

3. Taman Safari Bogor
Akan diri ceritakan tentang Wisata ke Taman Safari pada kesempatan lain.