Skinpress Rss

Sabtu, 24 November 2012

PENGORBANAN TERINDAH

3



membaca sebuah cerpen yang keren.. hanya perlu 2 saat untuk empangan airmata pecah dan mengguyurkan airmata tanpa henti.. pengorbanan tidak butuh untuk diungkapkan setiap satunya.. ia sebaliknya menjadi sangat indah saat dirahsiakan.. dan waktu tetap saja akan mengungkapkannya dalam garis cerita tersendiri..

(kisah seorang kakak dan adik) ^^,

by Uswatul Hasanah on Friday, October 19, 2012 at 5:21pm ·
~~,Sebuah Kisah untuk kita renungkan dan jadikan motivasi...

  Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil..Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus-menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.

Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, halmemalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!" Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik... hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?" Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku. " Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."

Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampaike tahun ketiga (di universitas).

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana! "Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga!

Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..." Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!"

Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskansedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.

Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?" Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah, "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!""Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sendoknya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

apa bisakah kita memiliki jiwa besar seperti si adik yang seperti dalam cerita, ... tapi bagaimanapun, yang namanya Saudara patut kita jaga dan kita hormati, apakah itu seorang adik atau seorang kakak. Karena apa arti hidup kalau tidak bisa membahagiakan saudara dan keluarga kita..^^, 

Rabu, 21 November 2012

CAPTAIN BARBAROSSA VS BARBAROSSA BROTHERS

2


 Anda yang gemar membaca komik Asterix dan anda yang pernah menonton film ‘Pirates of The Carribean’, tentu ingat karakter jahat ‘Barbarossa’ bukan? Sejak zaman pertengahan, aneka macam karya fiksi Eropa dan Amerika biasa menggunakan nama Barbarossa untuk menamai karakter seorang penjahat –biasanya seorang bajak laut jahat. Makna negatif Barbarossa terus dipropagandakan hingga zaman sekarang, meski di dalam setting-setting yang berbeda. Tak ada asap jika tak ada api, kebiasaan para penulis fiksi Eropa dan Amerika ini tentu ada sebabnya.

Pada abad ke-15 masehi, di Laut Mediterania ada dua bajak laut bersaudara yang disebut The Barbarossa Brothers. Kedua tokoh ini menjadi legenda dalam dunia ‘per-bajak-laut-an’ dan merupakan tokoh bahari yang sangat ditakuti orang-orang Eropa pada zamannya. Kebiasaannya ialah membajak barang-barang berharga yang diangkut oleh kapal-kapal milik kerajaan-kerajaan Eropa yang melintasi Laut Mediterania. Awak kapal yang dibajak biasanya diberi dua pilihan; mati karena melawan atau hidup dengan menyerah secara sukarela.Siapakah sebenarnya Barbarossa yang sangat ditakuti oleh orang-orang Eropa selama berabad-abad itu? Mengapa hingga zaman sekarang nama itu terus menghantui benak dan pikiran mereka?

Barbarossa bukanlah sebuah nama. Barbarossa merupakan kata dalam bahasa Latin –gabungan dari kata barber (janggut) dan rossa (merah). Jadi Barbarrossa berarti janggut merah. Barbarossa merupakan julukan yang diberikan oleh para pelaut Eropa kepada kakak-beradik Aruj dan Khairuddin dari Turki. Kedua kakak beradik ini hanyalah pelaut-pelaut biasa yang rutin berlayar di wilayah perairan Yunani dan Turki.

Awal Gerakan Barbarosa

Pada suatu hari, tanpa sebab yang jelas, kapal milik keluarga mereka diserang secara brutal oleh kapal militer Knight of Rhodes. Dalam peristiwa ini, adik bungsu Aruj dan Khairuddin tewas terbunuh. Aruj dan Khairuddin sangat terpukul dengan kematian adik bungsu mereka. Sejak saat itu, mereka melakukan aksi bajak laut kepada semua kapal-kapal militer milik kerajaan-kerajaan Kristen. Aksi-aksi mereka sangat menggemparkan dan membuat mereka ditakuti militer Kristen. Aruj dan Khairuddin pun kemudian dikenal sebagai The Barbarossa Brothers Pirates karena keduanya berjanggut merah.

Kaum Eropa menyebut Barbarossa sebagai bajak laut, meskipun tidak ada bendera hitam dan tengkorak yang menjadi simbol bajak laut. Bendera yang dipasang Aruj dan Khairuddin di kapal mereka adalah sebuah bendera berwarna hijau berisi kaligrafi doa Nashrun minallaah wa fathun qariib wa basysyiril mu’miniin, ya Muhammad, empat nama khulafaur rasyidin, pedang Zulfikar dan bintang segi enam Yahudi (Bintang David). Awak kapal yang dipimpin kedua bersaudara ini terdiri atas orang-orang Islam dari bangsa Moor, Turki, dan Spanyol, serta beberapa orang Yahudi.Pada tahun 1492 M, Andalusia yang sejak tahun 756 M dikuasai oleh Daulah Khilafah Islamiyah, jatuh ke tangan Pasukan Salib yang terdiri atas pasukan gabungan Aragon DAN Spanyol. Dalam peristiwa penaklukan Andalusia ini, jutaan orang Islam dan Yahudi tewas dibantai pasukan yang dipimpin Raja Ferdinand II dari Aragon.

PERJUANGAN JIHAD BARBAROSA
Peristiwa itu mengubah haluan misi dendam Aruj dan Khairuddin menjadi misi Jihad Islam. Bahu-membahu bersama sekelompok milisi bangsa Moor, mereka kemudian menyelamatkan puluhan ribu Umat Islam dari Spanyol ke Afrika utara (Maroko, Tunisia dan Aljazair). Kemudian mereka membangun basis pertahanan laut di Aljazair untuk menghadang gelombang serangan Pasukan Salib dari jalur Afrika Utara menuju Tanah Suci Palestina.

Khalifah Islam saat itu, Sulaiman I, mendengar cerita-cerita heroik Barbarossa bersaudara. Sulaiman I sangat kagum pada heroisme mereka. Karena prestasi mereka di lautan, akhirnya Sulaiman I mengangkat Aruj dan Khairuddin sebagai Kapudan Pasha (Panglima Angkatan Laut) Khilafah Islamiyyah untuk membenahi Angkatan Laut Daulah Khilafah Islamiyah yang amburadul.

ADU DOMBA PIHAK SEPANYOL

Pada tahun 1518 Spanyol berhasil menghasut Amir kota Tlemcen (Tilmisan) untuk melancarkan pemberontakan kepada kepemimpinan Aruj. Aruj kemudian menyerahkan pemerintahan Aljazair kepada Khairuddin untuk sementara. Lalu ia memimpin pasukan untuk berangkat ke Tlemcen. Hati Aruj sangat pilu karena ia malah berperang dengan saudara sendiri sesama Muslim. Akibatnya ia kurang berkonsentrasi dan pasukannya kocar-kacir. Aruj sempat lolos, namun banyak pasukannya yang tertangkap. Karena hubungan emosionalnya dengan anak buahnya, Aruj kembali ke Tlemcen untuk bertempur dan ia gugur dalam pertempuran tersebut.

Dengan gugurnya Aruj, kepemimpinan Angkatan Laut Daulah Khilafah Islamiyah beralih ke tangan Khairuddin. Spanyol mengira bahwa era kejayaan Barbarossa di Laut Tengah telah berakhir. Lalu, dengan percaya dirinya, Spanyol mengirim 20.000 tentaranya ke Aljazair. Pertempuran hebat pun terjadi, namun Khairuddin berhasil menghajar pasukan laut tersebut.

Sejarah dan Kehebatan Pasukan JanissaryGuna meminimalisir ancaman dari negeri sekitar Aljazair, selain ancaman utama Spanyol, Khairuddin kemudian meminta kepada Khalifah Sulaiman I agar kekuasaan Amir Tunisia dan Tlemcen dialihkan kepadanya. Sulaiman I pun setuju. Pada 1519, Khalifah mengangkat Khairuddin sebagai beylerbey (Bakhlair Baik) atau wakil Khalifah untuk wilayah Aljazair dan sekitarnya. Kemudian Khairuddin juga ditugasi memimpin pasukan pasukan elit Daulah Khilafah Islamiyah, Pasukan Janissary.

Dalam masa kepemimpinan Khairuddin, Pasukan Janissary berhasil melakukan banyak penyelamatan Umat Islam di Andalusia. Tercatat mereka melakukan 7 kali pelayaran dengan 36 buah kapal untuk mengangkut Umat Islam Spanyol yang diburu bagai hewan oleh Ferdinand II dan Pasukan Salibnya.

Pertengahan dekade 1520-an, Pasukan Darat Janissary yang dipimpin langsung Khalifah Sulaiman I berhasil memenangkan semua pertempuran darat. Pada saat bersamaan, Pasukan Laut Janissary di bawah pimpinan Khairuddin juga berhasil mengontrol lalu lintas pelayaran di Laut Tengah sepenuhnya. Kondisi ini membuat Pasukan Salib Kristen Eropa menjadi pusing tujuh keliling.

Awal Mula Minuman CapucchinoDalam suasana putus asa, pada tahun 1529 di pulau Penon, Spanyol menembakkan meriam ke menara masjid saat Adzan sedang berkumandang. Maka terjadilah peperangan hebat di Penon dan setelah 20 hari pulau tersebut berhasil dikuasai kembali oleh Khairuddin. Sementara di daratan, Sulaiman I membombardir Wina (Ibukota Austria) dengan dua kali serangan namun keduanya gagal. Pasukan Islam yang mundur dari pertempuran meninggalkan beberapa karung kopi yang kemudian mengubah aturan Paus Roma yang sebelumnya mengharamkan minuman yang biasa diminum kaum muslim itu. Kemudian mereka menyebut minuman itu sebagai dengan nama cappuccino.

Pada tahun 1535 Pasukan Salib Gabungan Spanyol dan Genoa di bawah pimpinan Charles V dan Andrea Doria (Knight of Malta) menyerang Tunisia dengan kekuatan 25.000 orang pasukan dan 500 kapal. Pertempuran pun berjalan tidak imbang hingga Tunisia pun jatuh ke tangan Spanyol. Pada tahun-tahun selanjutnya, Khairuddin Sang Barbarossa mengalami banyak kekalahan. Namun ia berhasil menduduki kepulauan Beleares dan merampas kapal-kapal Portugis dan Spanyol di selat Gibraltar.

Akhir Gemilang Barbarosa Sebelum Tutup Usia

Tahun 1538, Pasukan Salib Gabungan Italia-Spanyol menyerang Preveza yang saat itu merupakan pelabuhan penting di Laut Tengah. Andrea Doria memimpin 40 kapal dan Barbarossa hanya memimpin 20 kapal. Namun dengan kecerdikannya, Barbarossa memecah armadanya ke tiga arah dan menjebak Pasukan Andrea Doria di tengah untuk kemudian membombardir armada Andrea Doria habis-habisan. Andrea Doria dan armada lautnya pun lari dari pertempuran. Walau begitu, Khairuddin tak mengejarnya karena ia tak ingin berperang di laut lepas, mengingat kapal-kapal armada laut Spanyol mempunyai peralatan yang lebih canggih. Apalagi ia hanya memimpin 20 kapal.

Tiga tahun kemudian, Pasukan Salib Gabungan Spanyol-Genoa kembali menyerang Aljazair dengan kekuatan 200 kapal. Mereka sengaja melancarkan serangan di luar musim berlayar, untuk menghindari pertemuan dengan Pasukan Barbarossa. Rakyat Aljazair di bawah komando Hasan Agha berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan Aljazair. Charles V dan Andrea Doria yang memimpin serangan tak mengira bahwa pertahanan dan strategi perang Hasan Agha sangat matang, sehingga armadanya pun kacau-balau. Ketika itu pula tiba-tiba badai laut dahsyat menghantam Laut Mediterania. Andrea Doria dan Charles V berhasil selamat, dan kembali ke negerinya dengan kekalahan pahit.Tahun 1565, dalam usia senja, Khairuddin Barbarossa memimpin pasukan untuk merebut Malta dari tangan Knight of St. John. Namun dalam pertempuran itu, Khairuddin gugur. Kemudian Khairuddin dimakamkan di Istanbul. Di dekat kuburannya didirikan masjid dan madrasah untuk mengenangnya. Hingga kini makam tersebut masih terawat untuk menjadi bukti kepahlawanan Khairuddin alias Barbarossa yang namanya masih ditakuti bangsa Eropa hingga zaman sekarang.

Selasa, 20 November 2012

DEAR WINDA

0


Isnin, 19 November 2012

RUANG SEMPIT

3



Disela-sela keletihan yang menggelayut
Tidak bisa kupungkiri rasa rindu yang makin menancap
Aku mungkin tidak selapang hari kemarin untuk membalas pesanmu
Tidak sebebas semalam yang bisa hadir dalam tiap senggang

Hidup ini tak selamanya lapang
Ia terus..dan akan terus  bergerak melalui lapangan luas kemudian celah sempit
Tapi toh tetap saja kita bisa melewati setiap darinya..ukhuwah ini
Aku memanfaatkan masa luang lalu untuk bersamamu semaksimalnya
Jadi aku tidak akan menyesali waktu-waktu sempit seperti ini
Kerna semangatmu tetap dekat menemaniku

Persahabatan butuh pengertian
Aku mohon maaf andai kondisiku menuntutmu untuk terus dan terus mengerti
Aku mohon maaf andai sulit berada disisimu saat kau membutuhkanku disisi
Ada tanggungjawab yang harus kutuntaskan..tidak bisa berbuat apa-apa
Meski aku di level atas dari “mahu” untuk tetap dan selalu ada untukmu
Ironis memang kedengarannya ditelinga namun itulah aku..dengan segala keterbatasanku


Terkadang merasa sendiri egois..namun tetap saja ingin untuk mengatakan
Tetaplah berada disisiku
Dan tolong jangan pernah bosan untuk merangkai pesan-pesan itu
Meski sesibuk apapun, meski sesempit apa ruang yang kita punya
Tapi aku selalu dan terlalu sayang padamu

Aku tidak bisa menjanjikan bahwa aku akan hadir disisimu dalam selang masa
Juga tidak bisa menjanjikan bahwa aku akan membalasmu tepat waktu
Tapi aku akan berusaha untuk selalu ada..meski itu hanya pertemuan lewat mimpi indahmu..
Paling tidak, takkan pernah kulepas namamu dari rapal doaku
Dalam tiap sujudku, solatku..mendoakan yang terbaik buatmu
Kerna kau…selalu adalah seorang yang terbaik dalam hidupku

~Amni_shamrah~
19 November 2012
11.33pm
[Mode: Kau hadir mengetuk ruang mimpiku.. dan kusadari, Aku Amat Merindukanmu]

Ahad, 18 November 2012

GAZA UNDER ATTACK

0


Post-call. Bangun pagi dan membuka laman Haluan Palestine untuk membaca berita terkini tentang serangan Israel ke atas Gaza.. Miris hati saat membaca salah satu berita yang tertera.. http://www.haluan.org.my

GAZA, 18 Nov 2012 -- Lebih daripada 15 orang ahli keluarga Dalloul tidur dalam satu bilik di rumah mereka di kejiranan al-Zaytoun, kawasan berpenduduk padat di tenggara Bandar Gaza.
"Pada waktu malam, semua kanak-kanak dan ahli keluarga kami yang tua terpaksa bersesakan di atas tilam-tilam ini," kata Naeema Dalloul, ibu kepada tujuh orang anak, kepada The Electronic Intifada pada petang Sabtu ketika bunyi letupan bom kedengaran di latarbelakang, memekakkan telinga.
Dalloul dan anak-anaknya biasanya tinggal di kejiranan Tal al-Hawa di kawasan barat, tetapi apabila Zionis mula mengebom sengit Semenanjung Gaza pada hari Rabu, dia berpindah ke rumah ibu bapanya di al-Zaytoun.
"Apabila serangan udara bermula pada hari Rabu, saya sedang bercakap di telefon dengan suami saya. Saya bimbang tentang tujuh orang anak-anak saya, jadi saya berpindah di sini untuk tinggal dengan mereka," kata Dalloul. "Tetapi seperti yang anda dapat lihat, serangan sangat meluas seolah-olah tiada siapa yang boleh selamat."
Malah, kejiranan al-Zaytoun telah menjadi salah satu kawasan yang paling sengit dibom.
Sumber perubatan dan pertubuhan hak asasi manusia berkata jumlah kematian dalam serangan Zionis sehingga petang Sabtu telah mencapai kira-kira 40 orang, dengan sekurang-kurangnya tujuh kanak-kanak terbunuh. Beratus-ratus lagi dilaporkan cedera.
Pada hari Sabtu, sekurang-kurangnya seorang terbunuh dan tujuh cedera dalam serangan ke atas al-Zaytoun.

Malam-malam yang menakutkan

Bunyi letupan bom yang berterusan memberi kesan kepada kanak-kanak.
"Anak perempuan saya yang berusia empat tahun, Tala, akan bersembunyi di belakang saya apabila terdendar letupan kuat serangan udara Zionis," kata Dalloul. "Kali ini, keadaan agak menakutkan dan tiada siapa yang boleh meramalkan apa yang bakal berlaku. Tetapi kami cuba untuk menangani sebaik yang kami mampu. "
Kanak-kanak begitu takut pada waktu malam, bahkan orang-orang yang lebih tua, apabila mereka bangun untuk pergi menggunakan bilik air pada waktu malam, mereka mendesak ibu mereka pergi dengan mereka.
Ibu kepada Dalloul, yang dikenali sebagai Um Fathi, berusia lewat 70-an dan berasal bandar Bir al-Saba (Beersheva) di wilayah Palestin sedang dijajah Zionis, duduk di kerusi menonton TV bersama-sama dengan ahli keluarga yang lain.
"Serangan Zionis di Bir al-Saba memaksa keluarga saya melarikan diri," kata Um Fathi, mengimbau sejarah keluarganya berhijrah pada tahun 1948 dari kampung halaman mereka iaitu apa yang sekarang ini digelar sebagai "Israel." "Tetapi sekarang saya menggalakkan semua anak-anak dan cucu-cucu saya supaya tidak tunduk, dan kekal teguh dan tidak melarikan diri. Kita tidak akan meninggalkan (tempat ini.) Kami akan kekal teguh. "
"Apabila saya terdengar serangan udara, saya menutup telinga menggunakan tangan dan berasa takut," kata Wisam Dalloul yang berusia sembilan tahun, yang kelihatan takut apabila letupan bom berbunyi. "Saya tidak tahu apa yang berlaku dan seperti yang saya lihat di TV, kanak-kanak seperti saya sedang dibunuh atau cedera."
Bapa Wisam, Yehya, adalah seorang pemandu teksi bagi mencari nafkah untuk seisi keluarga, termasuk kakaknya Naeema dan anak-anaknya, dan juga ibunya yang sudah tua.
"Seperti yang anda lihat, saya terperangkap di rumah dan tidak dapat bekerja kerana jalan-jalan hampir kosong dan keadaan adalah sangat berisiko," kata Yehya. "Sesekali, saya mahu keluar, tetapi lima anak dan isteri saya menegaskan saya tidak perlu pergi keluar," kata bapa muda itu.

Bimbang tentang serangan berlarutan

Yehya melakukan yang terbaik untuk memastikan keluarganya mendapat bekalan keperluan.
"Buat masa ini, saya mempunyai bekalan yang cukup seperti makanan, gas memasak dan perkara-perkara lain," katanya. "Tetapi persoalan di sini ialah, bagaimana pula jika keadaan ini berterusan? Sebagai pemandu teksi, apabila saya pergi ke tempat kerja, saya boleh menyediakan keperluan untuk keluarga saya. Tetapi jika saya tinggal di rumah, saya tidak tahu bagaimana saya akan menguruskan keperluan mereka."
Muhammad Dalloul, seorang siswazah berusia 25 tahun, salah seorang daripada ahli keluarga Dalloul yang ramai yang tinggal berdekatan dekat antara satu sama lain dalam kejiranan tersebut, tinggal di tingkat atas.
"Setiap 15 minit kita mendengar satu letupan kuat dari jarak yang sangat dekat, seolah-olah pesawat mempunyai alat jangka masa yang telah ditetapkan secara automatik untuk menembak roket ke Gaza."
Muhammad berkata bahawa dia berjaga sepanjang malam untuk mengikuti laporan berita. "Itu semua yang saya boleh lakukan," katanya. "Sudah tentu, saya tidak keluar kerana risiko melainkan jika ia kecemasan."

Tiada perlindungan

Ibu kepada Muhammad, Um Muhammad, yang berusia lewat 40-an, berkata bahawa dia dan dua anak lelakinya juga tidur dalam satu bilik rumah kecil mereka kerana mereka percaya itulah cara yang paling selamat.
"Serangan Zionis kali ini tidaklah sebesar perang pada tahun 2009," katanya, "tetapi serangan mereka terus menerus tanpa henti dan kami seolah-olah sedang menunggu nasib. Kami masih kuat dan mampu untuk menghadapinya, Insyaallah. "
Um Muhammad menegaskan bahawa tidak ada tempat perlindungan daripada serangan udara di Gaza dan beliau bimbang dengan apa yang akan berlaku. "Kami cukup yakin bahawa musuh kami tidak peduli dengan kehidupan kami," katanya.
--------
Terjemahan laporan The Electronic Intifada oleh Rami Almeghari, seorang wartawan dan pensyarah universiti di Gaza.

Sabtu, 17 November 2012

A LAND BEYOND PASSPORT AND VISA

0


My brother's status Kefahaman Islam.. make me touched!! Palestine esp Gaza issues, it's not a tiny thing to be ignored.. they are our muslims brothers and sisters that need to be saved..Lets keep our tiny to big effort to help them.. Pray for our land over there that is tried to be stolen..a land beyond the passport and visa..

Teringat perbualanku bersama dengan salah satu imam muda Gaza yang datang ke malaysia Ramadan baru-baru ni.

" Saudaraku, jemput datang ke tanah airmu. Sesungguhnya Palestin itu adalah tanah kamu. milik semua umat islam. Umar telah mewakafkan kepada kita. Kami akan menjaga tanah ini dengan jiwa dan darah kami. kerna ia tanah mulia milik kami dan kamu. Kami takkan pernah sesekali membiarkan tanah k

ita dirampas musuh Allah. Bertenanglah dan bersabarlah kerna kami tidak akan sesekali tunduk. Insya Allah suatu hari nnti kita semua akan solat di Masjidil Aqsa..."

Besarnya pengorbanan dan cinta mereka kepada kita. Mereka berjuang kerana cintakan Allah dan tanah suci umat islam. tanah yg merupakan hak kita semua. tapi apakah sumbangan kita dalam mempertahankan tanah kita???? Berdoalah, Perbaikilah diri , sebarkan maklumat, Berilah sumbangan dan boikot barangan Israel dan sekutu. bagi yang ingin menyumbang, saya syorkan.

Nama Akaun: Tabung Palestin HALUAN
No Akaun - BIMB: 14-023-01-003429-2
No Akaun - Maybank: 5644 9020 8528

Di Mesir, boleh disalurkan kepada Aqsa Perubatan atau Aqsa Syarif.

"Batas negeri kami adalah negeri yang mengandung tubuh dan nyawa saudara2 semuslim kami.. itulah negeri kami.."

Khamis, 15 November 2012

SO-CALLED JUSTICE?

0



Akal sehat tidak akan menerima kekejaman zionis Israel, Yahudi la'natullah 'alaih, yang menyerang rakyat Palestina tanpa hati nurani. Di mana mereka yg menyuarakan hak asasi manusia? Bukankah rakyat palestina juga manusia yg memiliki hak? Di mana komisi perlindungan anak? Bukankah di sana banyak anak kecil tak berdosa yg dibantai tanpa ampun? Di mana orang-orang yg mengaku pejuang kemerdekaan wanita? Bukankah di sana banyak wanita muslimah yg berusaha menjaga kehormatannya, namun direnggut secara paksa oleh binatang-binatang berseragam militer Yahudi?

Akal sehat tidak akan membenarkan orang-orang yg mendukung agresi militer perampas tanah milik orang lain. Membumihanguskan, menghujani dengan peluru dan rudal, menembak mati siapa saja yg berlabel muslim.

Lelaki berjanggut tebal dan bercelana di atas mata kaki serta wanita berjilbab besar dan bercadar dicurigai sebagai teroris, ditangkap atas berita rekayasa tanpa bukti. Sedangkan para teroris sebenarnya didukung dalam menghabisi orang-orang yg mempertahankan keimanannya.

Akal sehat akan mudah membedakan siapa teroris sebenarnya: YAHUDI LA'NATULLAH 'ALAIH DAN PARA PENDUKUNGNYA.

Saudara-saudara kami insyaa' Allah sedang menjemput syahidnya, namun para zionis beserta pendukungnya sedang mempersiapkan api yg menyala-nyala di neraka. Allahu Akbar!

#Pray for Palestine and everywhere my brothers killed by the real terrorist