Hari ini bertemu dengan teman yang sebelumnya hanya kukenali
lewat MukaBuku.. Kak Murni, 27 thn, asli Bugis. Asal Maros.. itupun setelah kurang lebih 1 tahun usia
perkenalan ini. Tidak semua orang sebenarnya bisa kita berteman dengan akrab
saat pertemuan belum menjengah. Namun takdir berlaku sebaliknya buat kami..
Ingat kembali, waktu
mengenali Kak Murni, kondisi emosi tidak seperti biasanya. Mungkin lagi
memerlukan teman bicara setelah lama diri menghentikan tabiat berteman pena. Ada sesuatu yang menarik diri pada kakak itu.
Status pertamanya:
“jika
persahabatan itu langka, biarkan keikhlasan menjalinnya dengan untaian kasih sayang yang
kukuh”.. seakan magnet yang menarik kutub lainnya. Mulai salam pena melayang, menerobos
angkasa. Menghulur salam perkenalan sebagai pembuka bicara.
Kak Murni baik dan manis orangnya. Sebenarnya dulu pernah
kuliah di Unhas juga. Namun kerna tawaran kerja yang terlebih dahulu menjanjikan,
dia menarik diri dari kuliyah. Begitu yang diceritakan seawal persahabatan terjalin dalam maya. Dari pesan berganti pesan.. Jika dulu,
diri berteman maya dengan seusia atau yang lebih muda, kali ini Tuhan memberi ruang dan peluang untuk diri menghirup pedoman dari pengalaman yang lebih dewasa...pertama kalinya mungkin. Jadi ingat pada
kakakku yang tersayang.. Along…kalau dulu, diri sering berbagi cerita dengan
Along, apa saja.. bercerita dengan beliau meski hal yang simple pasti akan
mendatangkan manfaat dan pembelajaran. Begitu juga dengan Kak Murni. Komunikasi semakin kerap.
Bahkan ia menjadi sesuatu yang kutunggu-tunggu saat pulang ke rumah. "Balasannya!! apa lagi yang akan dia ceritakan hari ini?" Cereka riwayat hidupnya. Masa kecilnya. Pengalaman kerjanya. Adat budayanya. Kondisi kesehatannya. Profesionalismenya. Hinggalah Kisah suka duka rintang hadang cintanya hingga akhirnya belangkah bersama ke jinjang pelaminan.Kalah kisah cinta Shah Jehan & Mumtaz Mahal..
Darinya aku belajar banyak
hal. Melihat dari kacamatanya benar-benar membuka jendala kehidupan dengan lebih luas.
Hingga menjengah suatu kabar yang tidak disangka-sangka..
Kak Murni ternyata adalah ipar dari seorang temanku. Mulai merasa tidak
enak untuk meneruskan. Tahu sajalah dalam sesetengah kondisi, terlalu dekat
dengan keluarga temanku ini bahkan akan mendatangkan kesalahfahaman!!
Mencoba untuk berhenti.. tapi sepertinya persahabatan ini sudah terlanjur tumbuh
tunas-tunas bunganya.. kakak mulai menegur balasan pesanku yang lambat. Takutnya
diri sibuk dengan rutinitas. Takutnya diri tidak dalam kondisi kesehatan yang
full.. takut dirinya mengganggu. Jadi terharu. Kakak baik sekali.. Auranya begitu kuat. Sepertinya sudah terlambat untuk
berhenti. Dan aku memutuskan untuk meneruskannya saja meski akan bersulam
dengan rasa aneh dan dipertengahannya akan ditaburi ranjau!!
Kak Murni sudah hampir 2 tahun menetap di Kalimantan Timur
kerna alasan kerja. Sudah menikah dengan seorang pahlawan baik hati yang sangat ia cintai. Tapi kerna
alasan kerja mereka tinggal terpisah buat sementara. Hanya internet dan telefon
yang menjadi penghubung saat jarak menghukum pertemuan dari menari mejelajahi
mimpi. Jadi kakak punya sedikit waktu baki untuk melayaniku. Saat suaminya sudah disisi, Kak Murni tetap punya waktu untuk berbagi dan bertukar kabar meski tidak sepanjang lebar dan sekerap dulu. Tetap membahagiakan.. terutama kerna dia tak lagi sendiri..
Dari inbox-inbox bertukaran nombor telefon gengam. Dari smsan
bergilir telefonan. Begitulah hukum alam yang selalu mendekatkan. Saat diri
kurang semangat menjalani hari.. dia yang selalu menyemangati.. saat kelelahan
bermaharajalela, dia yang menjadi penceria.. tapi sosok yang teguh itu, tak
selamanya kuat.. adakalanya dia juga perlu disemangati perlu ditanyai kabarnya.
Begitulah.. diri akan selalu ada untuknya seperi dia yang selalu ada untuk
diri.. Kakakku yang manis.. sepertinya telah lama roh kita bertaaruf dalam dimensi yang
berbeda meski sekarang baru dipertemukannya. Terima kasih Ya Allah telah
menghadiahkan perkenalan ini ke dalam hidupku. Semoga biar bermula dengan keanehan yang bagaimanapun, semoga saja Tuhan tetap mengumpulkan kita kembali
dalam naungan cintanya di akhirat kelak..

Dan pertemuan hari ini, adalah pertemuan pertama kami..
setelah dirancang dan gagal buat beberapa kali sebelumnya. Tidak seperti Boboi yang membutuhkan kata sandi untuk mengenali Gegirl dalam Maharaja Lawak, kami walau tidak pernah melihat dekat orangnya, cepat saja bisa kenal sewaktu bertemu. Kak Murni sebenarnya tiba-tiba kembali ke bumi
Makassar dalam rangka menyiapkan pertukaran Kartu Keluarga yang harus diganti
setelah dia menikah. Harusnya itu sudah diurus lama dahulu tapi kerna kesibukan yang menjerat, beliau baru sempat mengurus sekarang. Dan Alhamdulillah, Tuhan sepertinya menyimpan pertemuan
ini ke satu saat yang sangat berharga. Precious moment. Kado ulangtahunku
ke-24.
Meski pertama bertemu, seakan sudah seabad mengenali. Heboh bercerita
itu ini hingga serasanya malu-malu kucing yang pertama sempat menjenguk lari
lintang pukang kerna salah menghadirkan diri. Suaminya kak Murni juga kelihatan
hairan. Mungkin pikirnya kami akan mengambil sedikit sesi segan menyegan. Menemui
Kak Murni, sepertinya mengundang rasa rindu pada kakakku tercinta.. entah apa
yang membuat mereka sama, diri juga tidak pasti. Tapi ada rasa tenang, senang
dan bahagia saat menatap wajahnya. mungkin kasih sayang melaut dari seorang kakak..
paling terkesan saat perpisahan menjengah. pelukan terakhir dari Kak Murni begitu erat. Seakan tidak mahu sama sekali dilepas pergi diri walau seinci darinya.. Pelukan hangat itu mengundang rasa hiba apabila mengenangkan dia akan kembali jauh pulang ke Kalimantan Senin depan. pertemuan sebentar. hanya satu jam lebih tapi memberi efek yang besar pada jiwa..
Unni, saranghyeyo!!